Kiev Orlando Riches adalah anak dari pasangan kaya raya, Gerard Orlando Riches dan Anamaria Volks. Gerard memiliki tiga perusahaan raksasa. Kiev adalah putra mereka satu-satunya. Terlahir dengan sendok perak di mulutnya. Ia tumbuh sebagai seorang yang angkuh dan arogan. Wajahnya tampan dengan iris mata biru terang seperti langit yang cerah.
Sosok Kiev yang kuat dan begitu dominan membuat semua orang memandangnya dengan tatapan iri dan sinis. Selain kepribadiannya yang angkuh, tampilan Kiev sangat mewah dan berkelas.
“Tentu saja mereka iri. Apa yang kupunya, tidak mereka punya,” ujarnya datar menanggapi penilaian orang lain padanya.
Karakter kepribadian kedua orang tua Kiev sama dengan putra mereka. Gerard adalah sosok yang angkuh dan arogan. Pria itu juga sosok yang kejam dan juga licik. Berasal dari turunan kaya raya. Keluarga Riches memang semuanya adalah pengusaha besar dam ternama.
Gerard berperawakan tinggi 176cm dan berat 76kg. Wajah tampan dengan struktur rahang tegas. Hidung mancung, bibir tipis, iris mata biru terang. Bahu lebar. Gerard memiliki pesona yang luar biasa. Terlebih penting adalah dia pria yang setia. Tak ada rumor miring tentang pria itu. Kecerdasannya di atas rata-rata. Makanya tak ada satupun yang tau tentang kelicikannya.
Anamaria Volks adalah wanita yang tak kalah angkuhnya. Wanita itu juga terkenal kejam dan berdarah dingin. Berperawakan tinggi 170cm dan berat 70kg, wajah yang cantik dengan iris mata sama dengan suaminya. Dada yang memiliki ukuran 36B. Bokong bulat dan padat, pinggang ramping. Dan dari itu semua Anamaria juga memiliki kekayaan yang sangat luar biasa. Bahkan ia yang memiliki saham terbesar perusahaan miliki suaminya.
“Nyonya, sekretaris Tuan Riches yang baru berusaha menggoda suami anda!” lapor salah seorang pria yang menjadi mata-mata.
“Begitukah?”
Anamaria tersenyum dengan wajah bengis. Wanita itu menatap semua foto yang didapatkan pria yang menjadi mata-mata suaminya. Ia sangat melihat bagaimana usaha wanita yang berprofesi sekretaris itu mendekati Gerard, suaminya. Sebenarnya sang suami memang suka dengan wanita-wanita cantik. Bahkan sekretaris sebelumnya sempat hamil anak dari pria itu.
“Apa yang aku perbuat hanya ingin melindungi martabat dan pamor keluarga Riches. Menyingkirkan ulat bulu harus dibunuh sebelum mereka membuat gatal seluruh tubuh,” ujarnya tenang.
“Apa kita bereskan seperti sebelumnya, nyonya?” tanya pria itu lagi.
“Art!” panggil wanita itu dengan suara seksi.
Art Ramses tersenyum nakal. Kedua bibir itu kemudian saling bertemu dan memilin. Lidah keduanya juga tak kalah ganas saling bertautan dan bertukar saliva. Suara saling mencecap terdengar, ruangan itu sangat sepi dan kedap suara. Kiev tengah bersekolah di sebuah lembaga khusus orang-orang kaya.
“Art ... aah!”
Anamaria menggelinjang hebat saat, Art menyusuri telinga dan leher wanita cantik itu dengan lidahnya. Bahkan tak ragu, pria itu mencetak tanda kepemilikan di sana. Tangan pria itu juga tak tinggal diam, memberi remasan pada dua gundukan kenyal milik Anamaria.
Anamaria mendesis, matanya terpejam menikmati semua rangsangan yang diberikan pria yang merupakan asisten pribadinya itu. Keberadaan Art sangat rahasia. Pria itu sangat luar biasa keberaniannya sampai berani menikmati tubuh seorang istri dari Gerard Riches.
“Apa yang terjadi jika ketika pintu itu terbuka dan menampilkan sosok Gerard dengan tatapan iblisnya, nyonya?” tanya Art dengan napas menderu.
“Ahh ... akuh ... ehmm ... akan mengajaknya bercinta bersama,” jawab Anamaria sambil mengerang hebat karena sangat menikmati semua permaianan bibir dan lidah pria di atasnya.
“Nyonya, bagaimana jika sekarang Gerard juga tengah bercinta dengan sekretarisnya?”
“Tidak apa-apa. Asal kau memuaskanku saat ini,” jawab Anamaria.
Maka kedua tubuh itu saling bergelut dan saling memberi kepuasan. Sedang di tempat lain, Gerard juga tengah menikmati pelayanan sekretraris barunya, Berlinda Shue. Netranya memejam merasakan pelayanan mulut sekretarisnya.
Namun lama-kelamaan ia merasa bosan. Pria itu tak lagi menikmati percintaannya. Hingga ia berdiri dan menghempaskan kepala Berlinda, sampai tubuh gadis itu terhempas ke lantai.
“Aarrgghh!!” jeritnya kesakitan.
“Pergi!” usir pria itu.
“Tu ... tuan!” panggil sang gadis ketakutan.
“Aku bilang pergi!” usir Gerard dengan tatapan membunuh.
Berlinda ketakutan. Tubuhnya bergetar, ia segera membenahi pakaiannya. Gadis itu bergegas pergi ke laur ruangan. Tiba-tiba Gerard memanggil gadis itu.
“Berlinda!”
Gadis itu bahagia sekali ketika namanya dipanggil. Ia berbalik dengan senyum lebar.
“Ambil gajimu dan jangan kembali lagi!” titah pria itu datar.
“Tuan!”
“Jangan banyak membantah Berlinda!” teriak Gerard murka.
Berlinda berkaca-kaca. Gadis itupun keluar ruangan melaksanakan perintah dari pria itu. Pupus sudah harapan Berlinda untuk menjadi sosok penting bagi pria yang bisa mengangkat derajatnya. Belajar giat agar bisa menjadi sosok pintar dan diperebutkan berbagai perusahaan. Berlinda menjadikan dirinya sosok cerdas dengan maksud terselubung.
Sedang di ruangannya Gerard berteriak keras. Ia benar-benar murka dengan apa yang terjadi pada dirinya. Napasnya terengha-engah, mukanya memerah. Perkataan Anamaria, istrinya mampu membenamkan seluruh hasratnya.
“Kau bercinta dengan gadis lain. Maka aku akan bercinta dengan pria lain!”
Gerard yang sangat mencintai sang istri dan takut kehilangan wanita itu.
“Kau keterlaluan Anamaria!” pekiknya kesal.
“Tolong jangan bercinta dengan pria manapun, aku mohon,” Gerard putus asa.
Kiev baru turun dari mobil mewah yang menjemputnya. Sederet maid berseragam membungkuk dengan hormat. Sosok kepala pelayan langsung mengambil tas ransel dan juga jas sekolahnya.
“Mana Mama?” tanya Kiev.
“Ada di dalam Tuan Muda Riches!” jawab kepala pelayan.
Kiev mengangguk, ia pun berjalan masuk dalam mansion mewahnya. Sampai di dalam ia masih harus berjalan agak ke dalam, dan mendapatkan sosok cantik yang tengah menghidangkan makanan.
“Mommy!” panggilnya.
Wanita itu menoleh, lalu tersenyum sangat cantik. Anamaria merentangkan tangannya. Kiev berlari dan masuk dalam rengkuhan sang ibu. Ini lah kelebihan yang dimiliki Anamaria. Ia sayang keluarga dan menempatkan keluarga di atas segalanya. Walau ia bisa menjadi sosok yang sangat sadis bahkan lebih sadis dari suaminya.
“Ah, kau bukan bayi lagi,” protes wanita cantik itu.
“Hingga aku tak lagi bisa menggendongmu,” lanjutnya mengeluh.
“Mommy,” sahut Kiev merajuk.
Anamaria terkekeh. Wanita itu menyuruh putranya untuk berganti pakaian dulu. Ada sedikit drama karena Kiev masih ingin dipeluk oleh ibunya.
“Hei, kau sudah besar sayang. Jangan merajuk seperti anak kecil!” tegur Gerard.
Kiev melepas pelukannya, kini bocah lelaki itu berlari ke arah sang ayah dan memeluk kaki besarnya. Tentu saja, karena tinggi Kiev hanya seperut pria itu. Anamaria menatap suaminya, tak ada reaksi apa pun, hanya senyum yang ia perlihatkan.
“Daddy!” rajuk Kiev manja.
“Ayo, ganti baju dulu. Turuti perintah ibumu!” titah pria itu lembut tapi penuh ketegasan.
Kiev menurut. Ia pun naik ke atas dengan beberapa maid untuk membantu tuan mudanya. Gerard mendekati sang istri. Dua pasang netra biru saling menatap. Gerard mendekati wajahnya dan mengecup lembut bibir sang istri, singkat saja.
“Aku mencintaimu,” ujar sang Gerard tulus.
Anamaria mengalungkan lengannya di leher sang suami. Ia mencium kembali bibir itu, hingga kedua benda kenyal saling memilin satu dengan yang lain. Anamaria ingat, tadi ia memang asik bercumbu dengan pria asisten rahasianya yang dijadikan mata-mata. Tapi ketika hendak berlanjut, wanita itu menghentikannya karena bosan dengan pelayanan sang pria.
“Aku juga mencintaimu,” balas wanita itu jujur dengan napas terengah.
Bersambung.
Wah ... sama-sama berengsek!
next?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Anita Barus
benar gila
2022-05-24
2
Desilia Chisfia Lina
keluarga gila
2022-05-24
1
@༄𝑓𝑠𝑝⍟MAYA
ke 1
2022-05-24
2