Zoor menatap sosok bocah usia delapan tahun. Anak laki-laki itu begitu mendominasi, bagaimana sosok yang dilihat binatang berbulu berkaki empat itu dengan tanpa berkedip. Jika diibaratkan Zoor tengah menatap mangsanya.
Kiev tampak memerintah siapapun untuk mengambil apapun di dekatnya, dan semua anak yang ia perintah sangat patuh dan menuruti perintahnya.
"Dialah orangnya!" ujar Zoor yakin.
Kiev masuk dalam mobilnya. Binatang itu mengamati pergerakan kendaraan itu. Zoor sudah mendapatkan firasatnya jika bocah itu adalah sang pemimpin yang akan membawa kembali kejayaan para serigala.
"Kita akan bertemu My Lord," gumamnya lalu meninggalkan area.
Gerard tengah bersama asisten pribadinya, Andrie Douglas. Gerard memilih tak memiliki sekretaris lagi. Ia sedikit kapok akibat kejadian kemarin.
Gerard yang player tentu mudah tergoda oleh pesona wanita cantik termasuk Berlinda. Sayang, ancaman istrinya membuat napsunya hilang seketika di saat sang penggoda tengah merangsangnya. Pria itu takut jika sang istri juga tengah bercinta dengan pria lain.
"Tuan, kenapa akhir-akhir ini sekitar mansion anda banyak sekali serigala bermunculan?"
"Apa?" tanya Gerard tak fokus karena melamun tadi.
"Ada serigala di sekitar hunian anda tuan!" lapor Andrie lagi.
"Benarkah?" Andrie mengangguk.
"Mungkin, mereka minta makan, sebentar lagi musim dingin tiba!" sahut Gerard malas.
Pria itu mengurut pelipisnya. Banyak laporan fiktif tentang pemasukan keuangan. Pria itu yakin jika ada penyelewengan terjadi di perusahaannya.
"Bagaimana dengan laporan ini. Kenapa banyak sekali kejanggalan?" tanyanya melempar semua berkas ke arah Andrie.
"Saya juga menemukan jika divisi keuangan, divisi pembangunan dan pengembangan produksi juga nyaris seluruh divisi terlibat akan penyalahgunaan itu!" lapor Andrie lagi.
"Usut dan penggal yang terlibat!" titah Gerard dingin.
"Baik tuan!" sahut Andrie lalu membungkuk hormat.
Andrie Douglas, dua puluh tujuh tahun bergelar sarjana ekonomi. Pria tampan dengan tatapan tajam dan bibir tipis. Rahang halus dan dagu lancip, bibir kemerahan seperti tak pernah minum alkohol atau bahkan menyentuh nikotin. Andrie sama kejamnya dengan Gerard, atasannya. Kini tengah melaksanakan perintah sang boss untuk memenggal siapa saja yang terlibat tanpa ampun.
Waktu makan siang. kebiasaan Gerard jika makan dia pasti pulang ke mansionnya. Pria itu bergegas meninggalkan ruangannya, supir sudah menunggu depan mobil dengan pintu terbuka, pria itu pun masuk. Hingga tak butuh waktu lama kendaraan itu bergerak selama sepuluh menit untuk sampai di tempat tinggal Gerard yang mewah itu.
Tiba di depan teras dengan lampu kristal yang menggantung. Dekorasi barat dan modern menjadi sentuhan design hunian yang ditempati oleh keluarga Riches. Gerard melihat beberapa kawanan serigala menatap kedatangannya.
Pria itu memilih berjalan menuju pintu halaman belakang. Banyak pekerja kebun menyapanya. Pria itu sama sekali tak menganggap sapaan para pegawainya.
"Tuan, nyonya menunggu!" sahut kepala pelayan.
Pria itu menoleh. Tampak sosok wanita berkulit hitam terengah-engah, titik-titik keringat membasahi dahinya, tampak wanita itu berlari untuk mendatanginya.
Gerard mendahulukan panggilan sang istri dibanding rasa penasarannya.
Usai makan dan bercengkrama dengan anak istrinya. Rasa penasaran kembali muncul, ia pun pergi ke halaman belakang dan keluar melalui pintu penghubung antara halaman mansionnya dengan daerah tempat huniannya berdiri.
Memang seratus meter dari tempat tinggalnya, ada hutan yang lumayan rimbun. Huniannya ada di daerah barat daya hutan. Di sana dengan jelas ia melihat kawanan serigala berdiri menatapnya. Pria itu sedikit ketakutan, namun pandangan tajam menusuk menuntunnya untuk mendekati kawanan itu.
"Mau apa kalian!"
Pria itu seperti berteriak, tapi malah keluar suara terjepit ketakutan. Tubuh Gerard gemetar menahan rasa yang tiba-tiba sesak.
"Kau memiliki putra yang bisa memimpin seluruh binatang di hutan. bahkan raja rimba akan tunduk pada putramu!" tutur Zoor.
Gerard merosot ke tanah, lututnya gemetar karena takut, jantungnya berdetak kencang. Seekor serigala baru saja berbicara dengan bahasa manusia.
"K—k—kau ... s—s—siapa!" cicit pria itu tergagap.
"Aku Zoor, pemimpin para serigala!" ujar hewan itu dengan angkuhnya.
Gerard benar-benar sesak. Bahkan binatang berbulu itu mampu menjawab pertanyaannya.
"Kau ... kau bisa bicara dengan manusia?"
"Tentu karena putramu adalah junjungan kami!" jawab Zoor.
Gerard berusaha menegakkan tubuhnya. Pria itu mencoba menekan seluruh ketakutannya. Lalu ketika sudah bisa mengendalikan diri, ia menatap kawanan hewan itu. Zoor memang lebih besar tubuhnya di banding yang lain.
"Ja-jadi putraku merupakan manusia pilihan?"
"Tentu saja. Putramu adalah The Lord, pemimpin para penghuni hutan. Bayangkan betapa mulianya jika semua hewan tunduk pada putramu!" sahut Zoor dengan nada angkuh.
"Bayangkan keuntungan apa yang bisa putramu peroleh jika bisa menguasai seluruh hutan? Tawaran realiti show?" iming Zoor.
Gerard adalah pebisnis. Ia membayangkan perusahaannya akan lebih berkembang lagi jika putranya benar-benar seorang terpilih seperti yang dikatakan hewan bernama Zoor itu.
"Apa dia langsung menjadi The Lord sekarang?"
"Tidak semudah bayanganmu Gerard Riches!" sahut Zoor remeh.
Gerard geram bukan main. Selama ini tak ada satu manusia bisa meremehkannya, tetapi kali ini seekor hewan malah menatapnya tak memiliki arti sama sekali.
"Aku bisa membunuh kalian semua dengan senjataku!" teriaknya marah.
"Dan putramu mati dengan cara yang lebih mengenaskan Gerard!" sambut Zoor dengan tatapan memburu.
Tubuh pria itu kembali gemetar. Kiev adalah putra satu-satunya, seorang pewaris tahta perusahaan miliknya. Kehilangan putranya maka kehilangan pula semua pamornya.
"Ja-jangan kau lukai putraku!" cicitnya meminta.
"Maka jangan sombong kau di hadapanku Gerard!" raung Zoor.
Semua serigala seperti siap menerkam mangsanya. Gerard benar-benar ketakutan sekarang, jika ia lari, maka hanya dalam waktu hitungan menit tubuhnya pasti hancur dikoyak oleh kawanan serigala itu.
"Bawa putramu ke pinggir hutan bagian selatan! Aku akan melatihnya sampai waktu yang ditentukan!" titah Zoor.
"Ba-baik!" sahut Gerard gagap.
"Pergi!' usir Zoor.
Gerard langsung berlari meninggalkan kawanan itu disertai gonggongan serigala, sungguh seperti kumpulan hewan itu tertawa melihat manusia yang lari tunggang langgang karena ketakutan.
Gerard langsung menutup pintu dan bersandar. Pria itu terengah-engah dengan peluh bercucuran. Mukanya pucat, para pegawai langsung khawatir pada tuannya.
"Tuan ... anda tidak apa-apa?"
Gerard berjalan dengan tatapan menerawang, pria itu menggubris pertanyaan-pertanyaan pekerjanya. Tak ada satupun yang berani mendekati, bahkan menyentuh pria itu.
"Sayang, kau kenapa!" teriak Anamaria.
Wanita itu berlari menyambut tubuh suaminya yang tiba-tiba hendak terjatuh.
"Bantu aku!" teriak wanita itu ketika tubuh suaminya berhasil ditangkap.
Beberapa pelayan wanita langsung membantu majikannya. Anamaria membawa sang suami ke kamar mereka.
"Keluar kalian, biar aku yang mengurusnya!" titah Anamaria.
Delapan maid berjalan mundur sambil membungkuk meninggalkan kamar itu.
"Sayang ... kau kenapa?" tanya Anamaria sedih.
"Putra kita ... putra kita Kiev!" racau Gerard.
"Apa ... apa yang terjadi pada putra kita?" tanya Anamaria gusar.
"Putra kita akan jadi penguasa rimba, bahkan raja hutan akan tunduk padanya!" sahut Gerard.
"Apa?!" teriak wanita itu tak percaya.
"Anamaria ... Anamaria. Kiev adalah manusia pilihan semesta, dia akan menjadi penguasa seluruh lapisan hutan di dunia!" teriak Gerard seperti orang gila.
bersambung.
ketika otak rakus tak mampu berpikir.
next?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Desilia Chisfia Lina
setuju 😞
2022-05-24
2
@༄𝑓𝑠𝑝⍟MAYA
manusia serakah
2022-05-24
3