Hewan-hewan lemah, seperti kelinci dan rusa menjadi sasaran tembak para pemburu. para serigala yang tadi bersama para manusia juga lari ketakutan dan memilih bersembunyi. Sapi yang menjadi incaran hewan itu ditinggal begitu saja. Zimba kembali mengaum. Para manusia bukan makin takut, mereka malah makin gencar menembaki binatang-binatang, walau tak satupun peluru yang mengenai mereka.
Zoor yang saat itu tengah berburu sangat terkejut melihat kawanannya lari tunggang langgang. Terlebih terdengar suara letusan senapan. Hewan berbulu pekat dan tubuhnya lebih besar dari kawanan lainnya langsung bertanya.
“Ada apa ini?”
“Para manusia berburu, kawanan kita yang membawa mereka masuk ke dalam hutan!” jawab salah satu serigala.
Zoor yang waktu itu belum menjadi ketua memilih merangsek ke dalam hutan dan ingin menghalangi para manusia.
Namun keinginannya itu dijegal oleh beberapa kawanannya.
“Mau apa kau!”
“Aku harus membantu hewan lainnya” jawab Zoor
“Sudah, biar saja itu menjadi urusan ketua kita!”
Zoor dibawa pergi oleh kawanannya. Sementara Bhuma sang ketua sangat murka dengan kelicikan manusia. Goor menatap kawanan yang membawa manusia masuk ke hutan. singa jantan bertubuh kecil itu sangat marah akan kebodohan para serigala. Melihat gerombolan manusia yang tertawa-tawa malah membuat binatang itu makin geram.
“Mereka harus dibuat terpisah,” gumamnya.
Goor memberi kode pada kawanan hewan. Ia mengaum tiga kali, auman itu membuat para pemburu mengejar dirinya. George yang begitu antusias, meminta semua rekannya harus mendapatkan banyak buruan.
“Kita sudah mendapat rusa cantik itu. di sini pasti banyak hewan yang tak kalah cantik lainnya. Pastikan kalian mendapatkan satu orang satu buruan!” titahnya.
Beberapa orang tak menanggapi perintah pria itu. mereka hanya ingin bersenang-senang. Mereka terus mengejar buruan hingga berpencar dari kelompok mereka. Salah satunya kebingungan karena merasa tersesat.
“Hei mana yang lainnya” tanyanya.
“Eh ... apa kita terpisah?” tanya salah satunya.
Mereka coba memanggil George. Namun sepertinya mereka benar-benar terpisah.
“George!” teriak salah satunya lagi.
“Kita coba tembakan senjata,” saran salah satunya.
“Hentikan!” cegah kawannya yang lain.
“Kenapa?” tanya salah satu yang memakai topi berburu.
“Kenapa kita malah kembali ke mobil kita?”
Semua menoleh. Benar saja, kelima pria itu kembali ke mobil mereka. Ketiganya mengambil ponsel dan menghubungi George. Tapi sayang, ternyata pria itu meninggalkan ponselnya di mobil.
Grrr! Terdengar suara singa menggeram. Semuanya menyiapkan senjata. Mereka menembak hingga habis peluru, mereka mulai ketakutan. Tiga harimau dan satu singa jantan datang mendekati dengan mata tajam dan siap memangsa. Kelima manusia itu ketakutan, lalu mereka menaiki mobil dan pergi dari sana.
Goor menatap satu mobil pergi membawa tiga orang. Masih ada lima belas orang lagi di dalam hutan. Goor meminta tiga harimau untuk kembali melanjutkan rencana sebelumnya. Memisahkan manusia dengan ketua mereka.
Semua hewan sudah bersembunyi aman di lingkungan mereka. Moksa juga sudah meminta kawanan ular lainnya menyerang dan menakuti manusia.
“Kita pecah mereka lagi!” ujar Goor dengan tatapan dingin.
“Aku akan berkorban dan membawa mereka ke sini!” sahut Deera, seekor rusa betina.
“Deera ... kami berkabung dengan matinya Xeyla,” ujar Goor sedih.
“Makanya aku membantumu, aku mau ikut mati seperti suamiku,” ujar Deera.
Rusa itu pun berlari ke arah kumpulan manusia, sedangkan Goor dan tiga harimau bersembunyi. Mereka yakin, tak lama lagi para pemburu itu kehabisan peluru. Benar saja. Deera berhasil membawa tujuh orang kembali ke mobil mereka. Goor kembali memerintahkan para harimau menakuti mereka. Kembali manusia-manusia itu lari ketakutan.
Hingga akhirnya tersisa George dan tiga kawan lainnya. Pria itu berhasil memanjat bukit. Zimba menghadapinya.
“Hi!” sapanya dengan seringai licik.
Tatapan Zimba yang membunuh, membuat George sedikit bergidik ngeri. Tiga rekannya juga mulai beringsut mundur. George membidik senjata. Tidak ada ketakutan pada Zimba. Singa besar dengan bulu sedikit lebih gelap itu hanya memandang tenang George.
Klik! Klik! Tiga kali bidikan tak mengeluarkan peluru dari senjata yang dipegang oleh pria itu.
“George,” panggil salah satu rekannya.
“Sebaiknya kita pergi,” ajaknya.
“Diam kau!” tekan George mendesis.
Zimba pun maju mendekati. Tatapannya dari tenang menjadi pemangsa. Pria itu kembali bergidik takut. Singa jantan itu mulai mengaum kuat. Ketiganya pun mulai menarik George dan pergi dari sana. Zimba mulai mengejar. George yang tadinya berani mulai ketakutan juga. Semua peluru habis. Sedang ia hanya baru membunuh satu ekor rusa. Moksa menyerang ketua pemburu itu dengan patukannya.
“Aaarrgghh!” teriak Goerge.
“Kau kenapa?” tanya salah satu rekannya panik.
“Aku digigit ular!”
Zimba terus mengejar. Salah satu rekan George membopong ketua mereka dan terus berlari hingga ke mobil. Zimba berhenti tak jauh dari sana, membiarkan manusia itu menolong rekannya. Tak lama mobil itu pun pergi meninggalkan hutan. Zimba mendatangi kawasan serigala. Di sana Bhuma tergeletak dengan darah di tubuhnya.
“Kalian harus dihukum!” seru sang penguasa hutan.
Zoor tiba-tiba menyerang sang penguasa hutan. sayang Goor lebih dulu menghambat serangan Zoor dengan cakaran yang nyaris membutakan hewan itu.
“Kau sudah salah. Masih menyerang sang penguasa!” teriak Zoor.
Hewan itu kembali menyerang Zoor. Serigala itu menjadi bulan-bulanan Goor dan nyaris mati jika saja Zimba tak menghentikan perkelahian itu. Tak ada satu pun serigala membantu Zoor, Bhuma sedang tak berdaya.
“Pergi kalian dari kawasan hutan. Kalian dicoret dari pemilik seluruh wilayah teroterial hutan ini kecuali di pinggiran selatan!” titah Zimba.
Zoor dibawa oleh kawanan lain Bhuma menunduk pada penguasa rimba yang terkuat itu. ia mengakui semua kecerobohannya. Sebelum mereka pergi. Zimba memberitahu pada mereka.
“Akan ada satu manusia yang akan memimpin kalian dan kembali menguasai wilayah sebelumnya. Manusia itu akan menjadi junjungan kami juga. Julukan The lord akan disandang manusia itu!”
Zoor mendengar ramalan Zimba dengan pandangan benci. Singa bersurai tebal itu menatap Zoor dengan pandangan membunuh. Serigala itu tunduk. Hewan itu mengakui kekuatan sang penguasa hutan. Serigala itu pun mengikuti kawanannya menuju wilayah pinggiran selatan.
Sesampainya di sana, Bhuma mati. Semua serigala menguburkan ketua mereka di dekat bantaran sungai kecil. Sekitar dua ribu ekor serigala mulai berebut kekuasaan. Zoor dan Zeus yang paling besar di antara para kawanan. Akhirnya kumpulan serigala terbelah menjadi empat bagian. Dua bagian mengambil jalan individu. Mereka akan bergabung pada salah satu ketua yang berhasil mendapat manusia junjungan.
Zeus menatap kawanan Zoor. Serigala itu cukup banyak pengikutnya, karena masih ada hubungan darah dengan Bhuma, mendiang ketua mereka. Mereka memisahkan diri, berjanji tak akan saling mengganggu. Tetapi, ketika salah satu dari mereka menemukan sang junjungan. Mereka akan bersatu kembali.
“Paduka ... bagaimana kita mendapat manusia itu?” tanya salah satu serigala.
“Kita akan mengenalinya, nanti lewat firasat dan mimpi. Sang penguasa juga akan menuntun kita mendapatkan manusia pilihan itu!” jawab Zeus dengan pandangan menerawang.
bersambung.
hmmm ...
next?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Nur Lina
seru jg nih critanya thor beda ya
2022-06-13
2
ꪶꫝNOVI HI
lanjut
2022-05-23
1
kutubuku
lanjut kk
2022-05-23
3