Rizki tak terduga

Setelah bicara banyak pada Bu Anita , Bu Anita menjadi faham dengan keinginan dan cita-cita Nur, Dia pun menawarkan Nur untuk tinggal di salah satu Ruko miliknya, tentu saja Nur sangat senang dengan tawaran itu, Baim pun sangat bersyukur, niatnya untuk mencari rumah kontrakan yang lebih besar terlaksana.

Akhirnya, Nur dan Baim pindah ke Ruko milik Bu Anita, yang terletak di dekat Rumah Bu Anita di lingkungan kota yang lumayan ramai, di kota Surabaya.

Meski Bu Anita mengratiskan Ruko nya, Baim berusaha profesional , Ia membayar uang sewa 50% dari harga normal.

Ruko itu terdiri dari 2 lantai, lantai atas untuk tempat tinggal mereka dan lantai bawah untuk produksi, Baim sudah membeli 2 mesin jahit untuk dipakai 2 karyawan yang baru diterimanya, bahan kain pun Baim beli sendiri, Sesuai saran Bu Anita, Baim dan Nur memproduksi gamis muslimah saja sedangkan Bu Anita lebih kepada baju wanita pada umum nya dan untuk sementara gamis itu di letakkan di butik milik Bu Anita.

"Bunda mau jahit ?" tanya Baim yang melihat istrinya sempoyongan turun dari lantai atas.

"Iya, seperti biasa nya, memang nya kenapa Yah ?"

"Bunda terlihat kurang sehat, muka nya juga pucat, sebaiknya Bunda istirahat saja dulu, biar Rara dan Bu Halimah yang ngerjain." Baim mencegah Nur bekerja karna sudah ada 2 pegawai mereka.

"Gakpapa, bentaran kok!" Nur masih bersikeras, Ia tetap menjahit, satu gamis yang sudah di potong sudah mulai Ia jahit, tapi karna kepala nya terasa sakit, jahitannya jadi salah arah, sehingga Ia membutuhkan alat pendedel untuk mendedel jahitan yang gagal itu.

Taklama kemudian, saat Nur melangkah mau mengambil alat pendedel di tempat Rara, Ia tersandung dan terjatuh, Ia meringis kesakitan di bagian perut nya.

"Mbak Nur kenapa?" Tanya Rara cemas saat Ia membantu Nur untuk bangun, begitupun Bu Halimah yang juga cemas saat menghampiri Nur, sementara Baim sedang di lantai atas.

"Aduh Bu, perutku terasa sakit Bu.." Nur semakin mengadu kesakitan pada Bu Halimah.

"Mbak, ada darah di kaki mbak Nur" Rara terkejut, begitu juga dengan Nur.

"Mas Baim, Mas Baim" Rara memanggil Bos nya itu di lantai atas.

"Ada apa kok teriak-teriak panik gitu ?"mendengar teriakan Rara sebenarnya Baim juga panik.

"Anu...Mas, Mbak Nur jatuh, kaki nya berdarah" mendengar itu Baim langsung turun dan segera menghampiri Istrinya.

"Bunda kenapa?" Baim tambah panik, karna melihat darah di kaki Nur yang sepertinya keluar dari pangkal pahanya, meski darah itu tidak banyak, tapi merah nya sangat menyolok di rok warna pink baby Yang di kenakan Nur

"Gak tahu yah, tapi perutku rasanya sakit banget!"keluh Nur lagi.

"Mas, cepat bawa Dia ke Rumah sakit !" ujar Bi Halimah.

Baim pun akhirnya membawa istrinya ke Rumah sakit.

Setiba nya di sana, Nur langsung ditangani seorang Dokter wanita.

"Alhamdulillah, Ibu hanya pendarahan ringan, tapi janin nya tidak apa-apa, ini biasannya terjadi pada Ibu hamil yang kelelahan atau banyak pikiran" ujar Dokter yang menanganinya.

"Apahh ! Istri Saya Hamil dok ?!!"Baim terkejut, tapi juga terlihat sangat bahagia

"Iya, Istri Anda sedang hamil, jadi Bapak belum tahu ?"

"Alhamdulillah...belum Dok!!" Baim kegirangan.

"Bahkan Saya sendiri juga tidak tahu kalau Saya sedang hamil " ujar Nur dengan raut wajah bahagia.

"Memang nya kapan terakhir datang bulan nya?"

"Dari dulu haid Saya memang tidak lancar dan tidak teratur. tapi kalau tidak salah, tanggal 20, dua bulan yang lalu dan ini memang kehamilan pertama Saya, jadi Saya tidak tahu tanda-tanda kehamilan, dan kebetulan Saya penjahit, Saya Akui Saya memang masih terus menjahit, meski sudah merasa lelah "

"Kehamilan Ibu ini diperkirakan, sudah memasuki 5 minggu, karna tadi mengalami pendarahan,sebab kelelahan, jadi setelah ini Ibu harus bedrest ya" ujar itu sambil meraba-raba perut bagian bawah Nur.

"Tuh apa yang Ayah bilang, Bunda sih terlalu semangat jahit nya mentang-mentang baru merintis, tenaga dan pikiran nya di keluarkan semua"

"Maaf, Bunda memang terlalu semangat, "

"Oh iya Pak, dalam beberapa hari ini sebaiknya Bapak puasa dulu, istrinya jangan di ajak ML dulu, sebab kondisi janin nya masih rawan, apalagi pernah mengalami pendarahan "

"Ia Dok, Saya faham."

"Baiklah kalau begitu Saya tulis dulu resepnya !"

Sesuai saran dokter, Nur harus Bedrest selama kurang lebih satu bulanan, melihat kondisi kesehatan fisik Nur.

Baim sangat over protektif, Ia selalu merawat dan menjaga Istrinya dengan baik, bahkan Ia tidak segan-segan memarahi istrinya saat Nur mau mencuci pakaian atau piring.

"Pokok nya, Bunda sekarang harus Istirahat total, tidak boleh masak atau mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi jahit ! Biar Ayah yang melakukan semuanya!"

"Iya Ayah"

"Terimakasih ya...Bunda sudah menjadikan ku seorang Ayah sungguhan, bukan hanya panggilan"ucap Baim sambil mengecup kening istrinya.

"Terimakasih juga sudah merawatku dengan baik dan penuh kasih sayang"jawab Nur

"Itu karna Aku mencintaimu dan anak kita" guman nya sambil mengelus-elus perut Istrinya dan meletakkan telingan di perut Nur, seolah - olah ingin mendengarkan apa yang sedang di lakukan anak mereka di dalam.

"Sayang...jangan nakal ya di dalam sana, kasihan bunda, maafkan Ayah yang belum bisa jenguk kamu di dalam sana!"

"Hust...Ayah ngomong apa sih, gak ikhlas ya jika harus puasa dulu"

"Ikhlas kok Bun, tapi ikhlas yang dipaksakan demi si utun, hiks hiks" Baim mewek.

***

"Sayang, Ayo makan dulu, biar anak kita sehat, adek gak sayang ya sama calon anak kita" bujuk Arman pada Nadia yang sedang sakit, Arman pun menyuapi istrinya itu dengan sabar.

"Mas Arman beneran gak mau belikan tas yang Aku mau?"

Ucap Nadia lemah sambil mengunyah makanan yang disuapi suaminya.

"Bukan tidak mau tapi belum waktunya, Uang Mas itu masih ditabung untuk bikin rumah idaman kita, Adek mau tas apa mau Rumah?"

"Mau dua-dua nya!"

"Haha....pinter ya, kayak anak kecil saja manja nya, kalau begitu nunggu Uang Mas cukup ya!"

'Maaf ya Sayang, bukan nya Aku pelit, Tapi Aku ingin mengubah sikap manjamu itu, dan maaf, uang nya Aku gunakan untuk yang lebih berguna, Aku gunakan untuk membantu membayar biaya pengobatan Ayah nya Aisyah, duh, mengapa Aku jadi teringat Aisyah di saat bersama Nadia' batin Arman.

"Mas ...Mas...Mas ngelamunin apa sih kok bengong?"

"Eh enggak kok, Mas cuma ngebayangin nanti kalau anak kita lahir"Arman berbohong.

"Mas, Aku ingin lahiran caesar ya, Aku ingin jalan lahirku tetap utuh gak sobek"

"Kenapa harus caesar jika bisa normal?"

"Ya terserah Aku lah Mas, pokoknya Aku ingin Caesar"

"Ya sudah tunggu tanggal main nya saja"

"Dan satu lagi, Aku tidak mau memnyusui, Aku tidak mau pay***ra ku kendor, Aku mau ,tubuh ku ini tetap seperti semula, Aku tidak mau rusak atau gemuk dan juga jika nanti setelah lahiran, Aku mau Baby siater, Aku gak mau mengalami baby blus "

Meski keberatan, Arman hanya mengiyakan, karna setiap kali Nadia berkeinginan, keinginann nya itu harus dituruti.

'Andai Istriku Aisyah, Ia pasti akan menjadi istri yang patuh, bukan nya Aku tidak menyukai Nadia, Aku memang terpaksa saat menikahinya, tapi bagaimanapun juga Dia istriku, Aku imam nya, Aku harus bisa mendidik nya agar sifat manja nya berubah, tapi mungkin memang nasib ku mempunyai istri manja seperti Nadia, bukan istri idaman seperti Aisyah. Ah, kenapa Aku selalu memikirkan Aisyah terus sih!' batin Arman berkelana lagi.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

POLIGAMI AZA MAN..

2022-11-20

0

🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧

🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧

selamat buat mba nur

2022-06-17

0

Devi Sihotang Sihotang

Devi Sihotang Sihotang

lanjut thour

2022-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 Mendadak Nikah
2 Nikah dulu, kenalan kemudian
3 Tidur beralaskan tikar
4 Pesan Bapak
5 Anak Singkong
6 Pedas level 20
7 Ambisi Nadia
8 Mbah dukun
9 Anak yang dibanggakan
10 Anak Durhaka
11 Memulai dari nol
12 Restu Ibu
13 Saat Nur cemburu
14 Ujian dan godaan
15 Janda yang meresahkan
16 Cinta tanpa restu
17 Ibu tetap memaafkan
18 Rizki tak terduga
19 Ada apa denganmu?
20 Sensitifnya Nur
21 Dua menantu
22 Zahira
23 Uang tak Berkah
24 Akhirnya pulang
25 Nadia berulah
26 Bertemu Mantan
27 kelurga Harmonis
28 Syarat dari Nadia
29 Dinner
30 Kegelisahan Nur
31 Anugrah ditengah Musibah
32 Hati yang tersakiti
33 Cakaran Alexa
34 Terimakasih Aisyah
35 Viral
36 Serasa Asing
37 Duka keluarga Hanum
38 Rindu Ayah
39 Musafir cinta
40 perenungan diri
41 Asal usul yang di pertanyakan
42 Tukang sayur
43 Terungkapnya kebenaran
44 Dikejar dosa
45 Sebuah pengakuan
46 Demam
47 obrolan pagi
48 Katahuan
49 Sigap bertindak
50 Nadia diserang
51 Maafkan Aku !
52 Kejutan untuk Baim
53 cinta untuk Nadia
54 Resepsi Anggun dan Dava.
55 Kehilangan
56 Nadia di culik
57 Kenangan mantan
58 kehilangan
59 kekuatan baru untuk Nur
60 Dinner
61 Dinner 2
62 kepercayaan yang terkikis
63 bukan anak kandung
64 penyesalan Burhan
65 cerai
66 cerai
67 kedatangan Ranti
68 saling menyalahkan
69 karyawati Baru
70 sesal
71 terjebak
72 bukti
73 Dilema Aisyah
74 Terjebak dalam badai
75 Takkan mendua
76 Makan malam dirumah mertua
77 Sakit Bu Hanum
78 Teror
79 Sang Arjuna
80 Di Talak
81 penyelamatan Baim.
82 Dendam dan amarah
83 permintaan terakhir Cintya
84 Lelah bertahan
85 kehadiran Ibu kandung
86 Aku Lelah bertahan ,Mas !
87 Gaun untuk Ranti
88 pacar bayaran
89 kegagalan Gladis
90 Gladis tertangkap.
91 Maukah menikah denganku ?
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Mendadak Nikah
2
Nikah dulu, kenalan kemudian
3
Tidur beralaskan tikar
4
Pesan Bapak
5
Anak Singkong
6
Pedas level 20
7
Ambisi Nadia
8
Mbah dukun
9
Anak yang dibanggakan
10
Anak Durhaka
11
Memulai dari nol
12
Restu Ibu
13
Saat Nur cemburu
14
Ujian dan godaan
15
Janda yang meresahkan
16
Cinta tanpa restu
17
Ibu tetap memaafkan
18
Rizki tak terduga
19
Ada apa denganmu?
20
Sensitifnya Nur
21
Dua menantu
22
Zahira
23
Uang tak Berkah
24
Akhirnya pulang
25
Nadia berulah
26
Bertemu Mantan
27
kelurga Harmonis
28
Syarat dari Nadia
29
Dinner
30
Kegelisahan Nur
31
Anugrah ditengah Musibah
32
Hati yang tersakiti
33
Cakaran Alexa
34
Terimakasih Aisyah
35
Viral
36
Serasa Asing
37
Duka keluarga Hanum
38
Rindu Ayah
39
Musafir cinta
40
perenungan diri
41
Asal usul yang di pertanyakan
42
Tukang sayur
43
Terungkapnya kebenaran
44
Dikejar dosa
45
Sebuah pengakuan
46
Demam
47
obrolan pagi
48
Katahuan
49
Sigap bertindak
50
Nadia diserang
51
Maafkan Aku !
52
Kejutan untuk Baim
53
cinta untuk Nadia
54
Resepsi Anggun dan Dava.
55
Kehilangan
56
Nadia di culik
57
Kenangan mantan
58
kehilangan
59
kekuatan baru untuk Nur
60
Dinner
61
Dinner 2
62
kepercayaan yang terkikis
63
bukan anak kandung
64
penyesalan Burhan
65
cerai
66
cerai
67
kedatangan Ranti
68
saling menyalahkan
69
karyawati Baru
70
sesal
71
terjebak
72
bukti
73
Dilema Aisyah
74
Terjebak dalam badai
75
Takkan mendua
76
Makan malam dirumah mertua
77
Sakit Bu Hanum
78
Teror
79
Sang Arjuna
80
Di Talak
81
penyelamatan Baim.
82
Dendam dan amarah
83
permintaan terakhir Cintya
84
Lelah bertahan
85
kehadiran Ibu kandung
86
Aku Lelah bertahan ,Mas !
87
Gaun untuk Ranti
88
pacar bayaran
89
kegagalan Gladis
90
Gladis tertangkap.
91
Maukah menikah denganku ?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!