Anak Singkong

Baim juga ikut membantu Dayat, karna Baim tidak bisa mencangkul, jadi Dia hanya membantu seperti istri dayat, memisahkan dengan memotong singkong dari batangnya, lalu memasukkannya ke dalam karung, hingga terkumpullah 6 karung ukuran tanggung berisi singkong.

Dayat sudah membawa timbangan sendiri, sehingga Ia bisa langsung menimbang nya saat itu juga , perkarungnya yang sudah di timbang mencapai berat setengah kwintal.

Karna per-karungnya mencapai setengah kwintal, dan semua karung mempunya berat yang hampir sama sehingga di jumlahkan 6 karung menjadi kurang lebih 3 kwintal singkong, dengan harga perkilonya 2500, sehingga keseluruhan panen singkong nya Nur menghasilkan 750ribu begitulah Dayat menerangkan perhitungan itu pada Baim, Baim pun takjub dengan kemampuan Dayat yang cekatan.

Taklama kemudian Nur datang dari pasar dan menghampiri mereka.

"Sudah selesai rupanya yang panen ?" Sapa Nur pada Dayat.

"Iya mbak, semuanya dapat 6 karung ya, beratnya kesemuannya 3 kwintal jadi totalnya 750 ribu ya mbak" terang Dayat, kemudian menyerahkan uang nya.

"Iya, makasih ya " Nur menerimanya dengan senang hati. Setelah kurang lebih 7 bulan, sejak Ia mencangkul dan menanamnya sendiri akhirnya singkong itu panen meski hasilnya tak seberapa, tapi Nur bersyukur.

"Sepeda bebek saya cuma bisa bawa dua karung, yang lain, Aku nitip dulu ya mbak, !" Pinta Dayat, Nur pun mengiyakan.

Dayat menggotong sendiri satu karung yang berbobot setengah kwintal itu ke bagian depan sepeda motor legend nya, satu karung lagi di bagian belakang, kedua karung itu di perkuat dengan tali ban, agar kuat dan tidak terjatuh di tengah jalan, sedangkan di atas karung Di bagian belakang itu, di duduki istrinya, iya, Dayat membawa 2 karung berbobot 1 kwintal singkong di tambah istrinya yang duduk di atas karung belakang, sedangkan Rumah Dayat berjarak sekitar 6 KM dari Rumah Nur.

Melihat itu Baim merasa malu pada dirinya sendiri, karna kedua pasutri yang masih muda itu tidak malu bekerja keras, Dayat maupun istrinya tidak gengsi melakukan itu.

Baim pun jadi teringat ucapan Dayat disela-sela saat mereka mencabut singkong tadi, Ia berbagi kisah tentang pekerjaannya itu pada Baim.

"Sejak kapan, mas Dayat menekuni pembuatan tape ini?" Tanya Baim setelah Ia tahu kalau singkong itu akan di buat tape.

"Sebenarnya orang tuaku dari dulu memproduksi tape, jadi saya faham cara membuatnya, jadi setelah menikah, orang tuaku menyarankan ku membuka usaha pembuatan tape secara mandiri. Alhamdulillah meski kami menikah di usia muda, istriku adalah istri yang pekerja keras, tekun dan tidak malu dengan pekerjaan ku yang tampak remeh ini.

Istriku tidak takut kulitnya kusam ataupun hitam karna membantuku saat memanen singkong seperti ini ataupun memprosesnya menjadi tape.

"Apakah kau tidak mau punya istri glowing seperti wanita di luar sana?" Baim menanyakan begitu karna Ia melihat istri Dayat memang tampak kusam.

"Cantik itu relatif, dan bagiku cantik itu bukan karna glowing, tapi ketika Dia mau mendukung suami dalam kondisi apapun serta bersyukur dalam keadaan apapun, karna sesuai pengalaman yang saya lihat sendiri, istri temanku, cantik, muka glowing, tapi ogah mendukung pekerjaan suaminya serta kurang bersyukur, alhasil mereka akhirnya bercerai."

Baim masih saja merenungi perkataan dan apa yang dilakukan Dayat barusan, seolah semua yang Ia lihat dan Ia dengar merupakan tamparan untuknya.

"Aku merasa malu pada Dayat, Dia pekerja keras, dan tekun, di usianya yang masih muda, Ia sudah mandiri, untuk bisa membiayai hidup Istri dan anaknya. sedangkan Aku dari dulu taunya hanya bisa meminta uang pada kedua orang tuaku, apalagi saat memenuhi keinginan Nadia,

Bahkan pernah Aku minta uang 5 juta pada orang tuaku, dengan alasan untuk mengganti kerugian karna menabrak orang, tapi sesungguhnya uang itu untuk Nadia shoping, sebab waktu itu kami sedang marahan, dan agar Dia tidak ngambek, syaratnya Aku harus mentraktir nya belanja,

Ya Allah, Betapa Aku sangat berdosa pada orang tuaku, maafkan Aku Ayah, maafkan Aku Bu..." tak terasa bulir bening jatuh di pipi Baim karna menyesali perbuatanny.

"Hey..., Kamu sedang ngelamunin apa? dari tadi Aku memanggilmu, tapi tak dihiraukan, cuci dulu tangan dan kakimu, Ayo makan !" Ucap Nur.

Baim hanya mengiyakan ajakan Nur dan Ia pun mengekor Nur yang mengajaknya makan.

Kali ini lauknya hanya telur ceplok dan oseng-oseng kangkung, kalau di Rumahnya, Ia pasti akan marah dan merajuk pada Ibunya karna masakannya gini lah, gitu lah, tapi kali ini, Ia bertekad untuk belajar mensyukuri apapun yang dihidangkan Istrinya, Ia pun makan dengan lahap.

"Mbak, terimakasih, telah menolong dan menampungku disini, serta memberiku makan, maaf, Saya belum mampu memberi uang nafkah " guman Baim setelah makan.

"Sebagai sesama manusia kita memang harus saling tolong menolong. Oh iya, ini upah, karna tadi kamu membantu dayat mencabut singkongku" guman Nur sampil menyodorkan uang 2 lembar uang merah.

"Maksud mbak, ini upah karna menolongnya ? Berarti mbak menganggapku sebagai orang lain, bukan suami?" Baim merasa sedih.

"Sebelumnya saya minya maaf, awalnya, Saya memang marah padamu karna kau mengaku pacarku, sehingga warga terpaksa menikahkan kita. Dan Aku selalu menganggap kamu orang jahat, tapi setelah temanku mencari informasi tentangmu, Aku jadi tahu, kalau kamu hanya orang yang tertimpa musibah.

Karna sekarang kamu sudah sembuh, Aku akan memberi bekal secukupnya untukmu kembali ke keluargamu, masa depanmu masih panjang, tidak seharusnya kamu terpaksa menikah denganku yang sudah hampir memasuki kepala empat ini dan terpaksa tinggal Di Gubuk ini, kau bebas ! karna pernikahan bukan mainan, jadi sebelum kau pergi, jatuhkanlah kata talak untukku terlebih dahulu!" pinta Nur dengan nada serius, sementara Baim tercekat, Ia memandang wajah Nur dengan pandangan penuh arti.

"Seperti yang mbak bilang tadi, pernikahan bukan mainan, dan Aku menganggap pernikahan ini adalah jalan Allah menjadikan kita berjodoh.

Selama ini mbak tidak mau menikah karna ingin fokus merawat Bapak kan? Jadi, sebagai suami, Aku akan mendukung dan membantumu merawat Bapak, Aku akan tinggal disini menemani mbak dalam merawat Bapak. Untuk nafkah lahir, Aku akan berjuang mencarinya sebisa mungkin, bertani atau jadi buruh tani atau kuli, jika memungkin kan" ucap Baim penuh semangat dan percaya diri, karna Ia mendapat isnpirasi dari Dayat.

Nur terperangah mendengar pengakuan Baim.

"Ijinkan Aku berusaha menjadi suamimu mbak, meski Mbak belum bisa menerimaku lahir maupun batin , Aku akan menunggu mbak membuka hati untukku" Baim memelas.

"Jujur, Aku jatuh cinta pada mbak, pada pandangan pertama" tambah Baim lagi.

"Usia bukan hanya angka, jadi pikirkan perbandingan usia antara kita, karna hal itu sangat berpengaruh dalam hubungan pernikahan, bagaimana tanggapan orang tuamu nanti ." Guman Nur.

"Bagiku mbak itu, merupakan bidadari tersembunyi yang Allah berikan untuku, mbak itu khadijahku. Seperti istri pertama Rosulullah, Kadijah ra. waktu itu berusia 40 tahun, sedangkan Rosullah sendiri berusia 25 tahun, tapi cinta dan rumah tangga mereka penuh cinta yang luar biasa yang tertuang dalam hikayat cinta yang agung yang dikagumi di langit maupun di bumi"

"Ini bukan tentang usia saja, tapi tentang kamu, kamu masih muda, masa mudamu masih panjang, Aku tidak mau kamu merasa terkungkung disini, Aku sudah bertekad untuk merawat Bapak sehingga tidak bisa sepenuhnya berbakti pada suami. Carilah yang lebih pantas untukmu.

Lagipula, Aku belum mengenal siapa dirimu sebenarnya, itu yang membuatku belum yakin untuk menerima pernikahan ini. Jaman sekarang kemungkinan buruk bisa saja terjadi, Bahkan yang sudah kenal lama bisa saja ditinggalkan tanpa kabar oleh pasangannya, bahkan ada yang ditinggal saat mereka sudah di pelaminan" guman Nur.

"Aku mengerti ketakutan mbak, mbak takut Aku menipu dan meninggalkan mbak. Beri waktu untukku, untuk membuktikan kalau Aku serius dengan niatku , ijinkan Aku menjadi suamimu mbak !" Baim semakin meyakinkan.

Nur terdiam, berpikir sejenak, setelah menghembuskan nafas panjang nya, Ia pun menjawab permintaan Baim.

"Baiklah ! Aku akan belajar menerima pernikahan ini, tapi Aku belum bisa menerimamu sepenuhnya, sebelum Aku yakin padamu dan mengenalmu, jadi maaf, jika Aku belum bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri ." Nur segera berlalu karna ada rasa canggung bila membicarakan hal serius itu pada orang asing yang tiba-tiba menjadi suaminya itu.

Baim merasa lega dan senang, Ia pun mengekpresikan kebahagiaannya dengan joget kemenangan ala pemain bola.

"Yes...yes...Akhirnya ada kesempatan untuk mendapatkan cinta nya mbak Nur , Dia adalah wanita istimewa, yang 380 derajat lebih segalanya dari Nadia " ucap Baim pelan sambil berjoged-joged seperti anak kecil yang baru dapat uang jajan banyak. Tapi Baim tidak sadar, ternyata Nur ada di belakang nya, sehingga Baim menjadi salah tingkah dan akhirnya Ia pun pura-pura olahraga.

***

NB. Tentang Dayat, itu reel, nyata, Beliau masih muda, penjual tape yang memproses tapenya mandiri bersama istrinya, dan Saya terinpirasi pada ketekunan mereka yang sama-sama pekerja keras, semoga Dayat dan istrinya sukses terus.

~~~~♡♡♡♡~~~~~

Mohon maaf jika ada keterlambatan dalam Uplod Episod nya , karna menunggu hasil review nya kemarin hampir 24 jam.

Untuk reader's, mohon dukungan like dan komennya ya, serta kritik yang membangun , karna memang Saya sedang belajar , mohon dimaklumi.

Terpopuler

Comments

Ida Miswanti

Ida Miswanti

💪💪💪 untuk mu Thor

2025-03-30

0

Evi

Evi

amin ya allah

2022-11-27

1

Yuliaya

Yuliaya

Saya suka sisipan cerita Dayat disini.... cerita yg menghibur dan ada nilai yg disampaikan

2022-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Mendadak Nikah
2 Nikah dulu, kenalan kemudian
3 Tidur beralaskan tikar
4 Pesan Bapak
5 Anak Singkong
6 Pedas level 20
7 Ambisi Nadia
8 Mbah dukun
9 Anak yang dibanggakan
10 Anak Durhaka
11 Memulai dari nol
12 Restu Ibu
13 Saat Nur cemburu
14 Ujian dan godaan
15 Janda yang meresahkan
16 Cinta tanpa restu
17 Ibu tetap memaafkan
18 Rizki tak terduga
19 Ada apa denganmu?
20 Sensitifnya Nur
21 Dua menantu
22 Zahira
23 Uang tak Berkah
24 Akhirnya pulang
25 Nadia berulah
26 Bertemu Mantan
27 kelurga Harmonis
28 Syarat dari Nadia
29 Dinner
30 Kegelisahan Nur
31 Anugrah ditengah Musibah
32 Hati yang tersakiti
33 Cakaran Alexa
34 Terimakasih Aisyah
35 Viral
36 Serasa Asing
37 Duka keluarga Hanum
38 Rindu Ayah
39 Musafir cinta
40 perenungan diri
41 Asal usul yang di pertanyakan
42 Tukang sayur
43 Terungkapnya kebenaran
44 Dikejar dosa
45 Sebuah pengakuan
46 Demam
47 obrolan pagi
48 Katahuan
49 Sigap bertindak
50 Nadia diserang
51 Maafkan Aku !
52 Kejutan untuk Baim
53 cinta untuk Nadia
54 Resepsi Anggun dan Dava.
55 Kehilangan
56 Nadia di culik
57 Kenangan mantan
58 kehilangan
59 kekuatan baru untuk Nur
60 Dinner
61 Dinner 2
62 kepercayaan yang terkikis
63 bukan anak kandung
64 penyesalan Burhan
65 cerai
66 cerai
67 kedatangan Ranti
68 saling menyalahkan
69 karyawati Baru
70 sesal
71 terjebak
72 bukti
73 Dilema Aisyah
74 Terjebak dalam badai
75 Takkan mendua
76 Makan malam dirumah mertua
77 Sakit Bu Hanum
78 Teror
79 Sang Arjuna
80 Di Talak
81 penyelamatan Baim.
82 Dendam dan amarah
83 permintaan terakhir Cintya
84 Lelah bertahan
85 kehadiran Ibu kandung
86 Aku Lelah bertahan ,Mas !
87 Gaun untuk Ranti
88 pacar bayaran
89 kegagalan Gladis
90 Gladis tertangkap.
91 Maukah menikah denganku ?
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Mendadak Nikah
2
Nikah dulu, kenalan kemudian
3
Tidur beralaskan tikar
4
Pesan Bapak
5
Anak Singkong
6
Pedas level 20
7
Ambisi Nadia
8
Mbah dukun
9
Anak yang dibanggakan
10
Anak Durhaka
11
Memulai dari nol
12
Restu Ibu
13
Saat Nur cemburu
14
Ujian dan godaan
15
Janda yang meresahkan
16
Cinta tanpa restu
17
Ibu tetap memaafkan
18
Rizki tak terduga
19
Ada apa denganmu?
20
Sensitifnya Nur
21
Dua menantu
22
Zahira
23
Uang tak Berkah
24
Akhirnya pulang
25
Nadia berulah
26
Bertemu Mantan
27
kelurga Harmonis
28
Syarat dari Nadia
29
Dinner
30
Kegelisahan Nur
31
Anugrah ditengah Musibah
32
Hati yang tersakiti
33
Cakaran Alexa
34
Terimakasih Aisyah
35
Viral
36
Serasa Asing
37
Duka keluarga Hanum
38
Rindu Ayah
39
Musafir cinta
40
perenungan diri
41
Asal usul yang di pertanyakan
42
Tukang sayur
43
Terungkapnya kebenaran
44
Dikejar dosa
45
Sebuah pengakuan
46
Demam
47
obrolan pagi
48
Katahuan
49
Sigap bertindak
50
Nadia diserang
51
Maafkan Aku !
52
Kejutan untuk Baim
53
cinta untuk Nadia
54
Resepsi Anggun dan Dava.
55
Kehilangan
56
Nadia di culik
57
Kenangan mantan
58
kehilangan
59
kekuatan baru untuk Nur
60
Dinner
61
Dinner 2
62
kepercayaan yang terkikis
63
bukan anak kandung
64
penyesalan Burhan
65
cerai
66
cerai
67
kedatangan Ranti
68
saling menyalahkan
69
karyawati Baru
70
sesal
71
terjebak
72
bukti
73
Dilema Aisyah
74
Terjebak dalam badai
75
Takkan mendua
76
Makan malam dirumah mertua
77
Sakit Bu Hanum
78
Teror
79
Sang Arjuna
80
Di Talak
81
penyelamatan Baim.
82
Dendam dan amarah
83
permintaan terakhir Cintya
84
Lelah bertahan
85
kehadiran Ibu kandung
86
Aku Lelah bertahan ,Mas !
87
Gaun untuk Ranti
88
pacar bayaran
89
kegagalan Gladis
90
Gladis tertangkap.
91
Maukah menikah denganku ?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!