Sore hari, Baim merasa bosan karna belum ada kegiatan yang membuatnya sibuk, Layaknya setrikaan, Dia mondar-mandir, didekat Nur yang sedang memotong kain milik konsumen.
"Kamu sudah tidak kerasan tinggal disini ?" Tanya Nur yang merasa terganggu dengan Sikap Baim yang mondar mandir , karna telah membuyarkan fokus Nur saat memotong kain, dengan pola kemeja itu.
"Hmmm, gak juga, Aku cuma sedang bosen saja, biasanya Aku tuh jam segini tuh, sibuk dengan ponsel atau nongkrong di cafe sama teman,!" Keluh Baim.
"Kalau begitu, kembalilah pada dunia mu dan teman-temanmu ! Tapi, waktu kamu tergeletak di depan rumahku, Aku tidak melihat ada ponsel, yang Aku temukan cuma dompet saja , Aku gak tahu loh ya, jangan berpikiran Aku yang mengambil Ponselmu !" Guman Nur karna takut di tuduh.
"Tidak kok mbak, Ponsel ku memang sengaja Aku buang ke sungai malam itu, sebagai tanda bahwa Aku akan membuang masa laluku. Dan untuk dompet, isinya memang cuma sisa 100ribu, itu pun untuk mahar mbak. Oh iya, tadi uang nya Sudah Aku letakkan di meja kamar mbak, ya, saat Aku mau ngambil ktp tadi !" Ucap Baim.
"Hmmmmmm , dari pada bosan, tonton tv aja tuh, tinggal colokin, nyala, kalau untuk remotnya memang gak ada !"pinta Nur, sambil menunjuk ruang tengah.
"Ini ? Ini memangnya masih nyala,? kok jelek amat ?!"Baim jujur.
"Jujur amat sih kalau ngomong !!"
"Maaf , bukan maksud gitu, Hmmm ini memang kayak tv rusak. tapi Aku janji, kalau Aku sudah punya penghasilan, Aku akan belikan tv yang layarnya seperti mbak, yang cembung kayak gini nih sudah jadul banget !"ucap Baim percaya diri.
"Kayak Aku? "Nur keheranan.
"Iya, langsing, bening dan jernih seperti mbak, kalau cembung gini jadinya kayak mbak sri, hahaha "papar Baim.
"Kamu itu jangan suka nge hina tubuh orang lain, gak boleh apa ya namanya, body shaming!" Nur memperingatkan Baim, tapi Baim tidak peduli, Ia malah fokus dengan tv yang baru saja Ia nyalakan.
"Gak papa deh meski gambarnya banyak semutnya, yang penting bisa mengobati bosan" Baim pun duduk dengan santai nya di ruang tengah.
"Nur..Nur..."tanpa salam dan mengedor pintu, tiba-tiba ada wanita masuk, dengan suara tergopoh-gopoh.
"Lilis ? Kenapa baru sekarang kesini, katanya pagi-pagi mau kesini "Nur membalas sapaan Lilis.
"Iya, tadi pagi repot, oh iya, punyaku sudah jadi kan, mana, mau Aku cobain dulu" setelah menerima 3 gamis yang di sodorkan Nur, Lilis pun hendak mencobanya, Ia mau melepas dasternya tanpa noleh- dulu
"Eh lis, jangan buka daster disini, tuh ada orang !" Nur menunjuk ke Baim yang sedang menontong tv.
Lilis pun tidak jadi membuka daster di depan Nur, tapi Ia langsung masuk ke kamar Nur tanpa permisi. Setelah selesai Ia pun menghampiri Nur.
"Ini tolong dikecilkan dikit ya, Ternyata sama, ketiga gamis nya bagian pinggangnya kebesaran," setelah itu Ia pun bertanya biayanya.
"Berapa biayanya 3 gamis ini Nur?"
"150 ribu "jawab Nur singkat.
"Waduh, kok mahal, padahal model nya cuma lurus gitu dong kamu kasih diskon gih, kan Aku jahitnya 3 gamis sekaligus" Lilis merajuk.
"Ya sudah, Aku ngalah, 140 saja , gimana?"Nur mencoba mengalah.
"Masak cuma diskon 10 ribu, di penjahit samping rumahku murah loh, satu gamis itu cuma 35 ribu"Lilis malah membandingkan dengan penjahit lain.
"Terus kenapa kamu tidak jahit disana saja !"Nur mulai kesal.
"Jahitan masih harus diperbaiki kok mahal sih Nur, Nih Aku bayar 100 dulu ya, nanti tak lunasi kalau suamiku gajian" Grutu Lilis di depan Nur langsung.
"Sudah nawar, ngutang lagi, hargain dong kerja keras penjahit, Dia sampe lembur semalem loh, mbak nya kok gak ada pengertiannya sama sekali ya !" Baim menyahut, karna tak tahan dengan ucapan Lilis.
"Emang siapa kamu main nyaut aja,"Lilis langsung menoleh ke sumber suara.
"Aku suaminya Mbak Nur , jadi siapa pun yang kurang ajar padanya , Akan Aku bela Dia !" Mendengar itu , lilis langsung membulatkan matanya dengan mulut menganga , karna tak percaya jika Brondong di depannya adalah suaminya Nur.
"Tidak mungkin, kamu bukan suaminya, sejak kapan Dia nikah, apa lagi kamu itu masih muda, sedangkan si Nur kan sudah perawan tua, jangan-jangan kamu cuma preman yang pacaran sama nur ya atau kau itu di bayar Nur untuk jadi suaminya ya ?" Lilis tidak percaya.
"Jadi Perempuan mulut nya kok pedes banget sih ! Aku ini suaminya, pergi sana ! Aku gak suka ada mak lampir memasuki rumah ini, pergi sana dasar nenek lampir ! mulutnya tidak bisa di rem, pedas leves 20 !! " Umpat Baim yang sangat kesal dengan Lilis
"Awas kamu ya, main usir orang, dasar kurang ajar! Aku tidak bisa di giniin, Aku akan lapor pak Rt kalau ada laki-laki lain di Rumah ini !" Ancam Lilis, Ia pun segera membawa 3 gamisnya tanpa di bungkus.
"Aku gak mau jahit di sini lagi, sudah mahal, Ada penunggu nya lagi, dasar perawan tua !" Lilis masih menggrutu tak karuan saat keluar dari Rumah Nur, sambil menendang pintu.
"Mbak itu kok diem aja sih di gituin ?"Baim protes.
"Resiko jadi penjahit, Aku sudah biasa dapat komplain dari kostumer "Nur pun hanya bisa diam, karna hal seperti itu memang sering Ia alami. Komplain masalah jahitan yang kurang sempurna, atau masalah bayaran yang dihutang, bahkan ada yang gak bayar karna pura-pura lupa, dan sering di bicarakan di belakang, kalau jahitannya tidak bagus.
"Tapi yang seperti itu jangan di diemin, Aku tidak mau istriku disakitin, pokoknya sekarang kalau ada yang berani seperti itu lagi, Aku akan ada di barisan paling depan membela istriku, jangan diterima lagi jika ada yang modelan begitu mau jahit " ucap Baim penuh ke khawatiran.
Sementara Nur tetap terdiam, Ia pun tersenyum melihat Baim yang sedang emosi seperti itu , Ia juga merasa senang ada yang membelanya.
malam pun menjelang,
"Mbak, kalau boleh Aku minta, malam ini Aku tidur di kamar ujung ya, kalau di Dipan itu badanku jadi sakit semua, karna cuma beralaskan tikar, masak mbak tega sama suami sendiri. Oh iya, memang nya itu kamar siapa?" pinta Baim saat malam tiba.
"Itu kamar kakakku , baju yang kamu pakai itupun punya dia. Ya sudah silahkan tidur sana, asal jangan diberantakin !"
"Memangnya ada dimana kakak iparku sekarang ?" tanya Baim sok ngaku kakak ipar.
"Dia ikut istrinya, di kota, biasanya pulang setahun sekali" Nur menjawab dengan wajah sedikit sedih, Baim pun bisa menangkap itu.
"Ya sudah sana tidur, ini kuncinya !" Tambah Nur sembari menyerahkan kunci kamar kakaknya.
"Ternyata kamar ini sangat rapi, kasurnya pun jauh lebih bagus dan lebih empuk, lemarinya, mejanya lumayan bagus, beda sama punya mbak nur, kasurnya tidak empuk , lemarinya juga sudah sangat usang, ini penuh tanya jadinya.
Akhirnyaaaa, Aku bisa tidur di kasur juga, sayangnya...Aku belum bisa menikmati malam pertamaku, tapi ya sudahlah, Aku harus sabar menunggu hati mbak Nur terbuka, cinta memang harus sabar !"ujar Baim setelah membaringkan Tubuh nya di kamar itu.
sedangkan diisudut kamar yang lain, ada seorang Ibu yang sedang merindukan anaknya.
"Arman, ..Apakah sudah dapat kabar tentang Alvin, Ibu sudah sangat merindukannya !" Ucap Bu Hanum, Ibu nya Baim yang sedang sakit karna merindukannnya.
"Ibu yang sabar ya, orang-orang Arman sedang mencarinya, lagi pula Alvin itu sudah dewasa, Ibu tidak perlu mengkhawatirkannya, apalagi saat minggat, dia meninggalkan surat, untuk jangan mencarinya, karna Dia ingin kembali saat sukses, berarti Ia pergi punya tujuan, kalau sudah bosan minggat, Dia pasti balik lagi " hibur Arman, kakak Baim.
"Sudahlah Bu, Alvin itu memang harus belajar dari pengalaman, tidak perlu berada dalam dekapan ketek Ibunya terus!"
Pak Bambang masuk, dan mengomeli istrinya yang sedang memikirkan anak nya itu
"Ya sudah , Ibu tidur dulu ya, Arman mau ke kamar"ijin Arman.
Di kamarnya, istri nya sedang menunggunya.
"Mas, sebaiknya kita Honeymoon saja yuk, masak pengantin baru gini , kamu masih saja sibuk dengan Ibu mu, belum lagi kesibukan Mas di Rumah Sakit, Honeymoon, nya yang dekat saja, gakpapa atau Ke Bali aja yuk !"pinta Nadia pada suaminya, yang seorang dokter.
"Iya sayang... Aku usahakan, nunggu Ibu sehat ya, kasian Dia, sejak Alvin pergi, Ibu sakit-sakitan. Kalau Aku tinggal Ibu untuk bulan madu, Ibu pasti tambah sedih karna kedua anaknya tidak ada, jadi yang sabar ya." bujuk Arman.
"Aku ini istrimu Mas, kita masih pengantin baru loh ! Ayah mertua kan bisa jagain Ibu ! ya sudah, Mas memang tidak mencintaiku, sana pergi !"
"Jangan begitu dong sayang, Mas masak di cuekin"
"Sudah !malam ini tidak ada jatah untuk Mas "Nadia semakin merajuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
UNTUNG BAIM GK JDI SAMA NADIA,, KETAUAN TU SIFAT ASLINYA.. EGOIS..
2022-11-20
4
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
pasti Nadia in macam istri yg susah di atur
2022-06-17
1
penghuni terakhir
apes bgt Arman dpt istri cwe matre gitu...
2022-05-30
1