Bab 17

'Kenapa jantungku berdetak kencang gini ya?' batin Airin.

'Aduh, jantungku pargoy lagi,' batin Gara.

***

"Oh ya mba, saya boleh gak ngelus perut mba nya. Soalnya gemes banget," pinta Gara/Mara.

"Boleh.. Elus aja," jawab Airin sedikit canggung.

Gara pun akhirnya memberanikan diri untuk mengelus perut Airin. Entah apa jadinya jika Airin mengetahui jika perempuan jadi-jadian itu adalah Gara. Laki-laki yang pernah menodainya hingga hamil anak kembar tiga sekaligus.

'Ya Allah, ini benar darah daging ku? Ternyata rasanya begini saat akan menjadi seorang ayah,' batin Gara yang mulai menitikkan air matanya.

"Mara kamu kenapa menangis?" tanya Airin bingung.

"Saya cuma terharu Airin. Saya ingin sekali bertemu dengan anak saya. Tapi istri saya, eh maksud saya suami saya sangat membenci saya, jadi saya dan anak saya dipisahkan," jawab Gara mengarang cerita.

"Oh ya? Kasihan sekali. Anakmu umur berapa?" tanya Airin kasihan.

"Umurnya baru enam bulan," jawab Gara membuat Airin terkejut.

"Berarti masih bayi dong," jawab Airin merasa iba.

"Iya. Airin makasih ya sudah izinin saya mengelus perut kamu ini," jawab Gara yang masih saja mengelus perut buncit Airin.

"Iya sama-sama," jawab Airin.

"Duh, si Gara lama banget sih," ucap Leon yang sedari tadi menunggu di dalam mobil.

"Apa telpon saja ya," tambah Leon mulai bosan.

Saat Gara sedang sibuk bercerita dengan Airin, toba-tiba ponselnya berdering.

Seperti biasa, Gara langsung mengangkat panggilan telpon itu dan langsung menjawabnya dengan kesal dan juga dengan suara laki-lakinya.

"Ada apa lagi sih Leon. Kau bisa tidak menunggu sebentar saja,"

DEG

"Suara itu," ucap Airin yang terdengar oleh Gara. Seketika itu juga Gara terdiam dan langsung menoleh ke Airin.

"Kau?" ucap Airin menutup mulutnya dan mata yang berkaca-kaca.

"Mau apa kau kesini?" tambah Airin dengan tetesan air matanya.

"Aku.. Aku..-," jawab Gara gugup.

'Sialan si Leon,' batin Gara yang mengumpati Leon karena menelpon di saat yang tidak tepat.

"Jawab, ngapain kamu disini?" bentak Airin dengan nafas yang tersengal-sengal.

"Aku.. Aku cuma mau memastikan keadaan mu dan juga anak kita," jawab Gara terbata-bata.

"Anak kita? Ini bukan anak kita. Tapi anakku," jawab Airin dengan nada emosi.

"Tapi aku yang punya bibitnya. Aku berhak atas anak itu," ucap Gara membela diri.

"Kau ingat tuan? Kau hanya membeli kesucian ku, bukan rahimku," jawab Airin menunjuk kidal Gara.

"Hahahaha.. Airin.. Airin.. Kalau kau memperhitungkan jual beli, aku juga bisa," jawab Gara tertawa.

"Mak.. Maksudmu?" tanya Airin menautkan kedua alisnya.

"Kau ingat, kau hanya menjual kesucian mu padaku. Lalu kenapa kau malah menyimpan benihku? Berarti kau memang niat memiliki anak dariku kan?" ucap Gara yang langsung mendapat tamparan keras dari Airin.

"Kau jangan sembarang tuduh ya. Aku mana tahu jika aku hamil anakmu," jawab Airin kesal.

"Ya sudah, kalau begitu mari kita berdamai. Aku janji akan bertanggung jawab dengan anak yang kau kandung saat ini," usul Gara memegang tangan Airin.

"Lepaskan tanganku. Aku gak mau dan aku gak butuh pertanggung jawabanmu. Biarlah anak ini tidak pernah tau siapa Ayah kandungnya," jawab Airin sambil melepaskan tangannya dari genggaman Gara.

"Kau tidak bisa begitu dong Airin. Aku janji akan merubah semua sifat buruk ku," ucap Gara memohon.

"Maaf, aku tidak bisa. Kerja sama di antara kita sudah tidak ada lagi," jawab Airin berdiri hendak meninggalkan Gara.

"Airin tunggu, kau tidak bisa pergi begitu saja. Kau tau, aku punya banyak uang. Jika kau tidak mau berdamai denganku, maka setelah anak ini lahir, aku akan membayar pengacara untuk mengurus hak asuh anak ini. Dan akan ku pastikan kalau kau tak akan bisa lagi bertemu dengan anak-anak kita," ucap Gara mengancam dan menatap Airin dingin dengan mata elangnya.

Mendengar ancaman Gara, seketika ada rasa takut yang tiba-tiba saja muncul dalam hati Airin. Naluri seorang ibu akan takut kehilangan sang anak mulai menyelimuti pikiran dan hatinya.

Airin mencoba mempertimbangkan keinginan Gara untuk berdamai dengannya.

"Baik, aku akan mau berdamai denganmu," jawab Airin dengan mata yang berkaca-kaca. Bagaimana tidak, jika ia menolak permintaan Gara, ia takut jika Gara benar-benar mengambil hak asuh atas calon anak kembarnya. Jika ia kabur, dirinya tak tau lagi kemana dia akan pergi karena uang nya sudah tidak ada lagi untuk berpindah dari satu tempat, ke tempat lainnya.

"Kau serius?" tanya Gara senang.

"Ya aku serius. Tapi aku akan memberi beberapa syarat," ucap Airin menantang Gara.

Syarat? Syarat apa?" tanya Gara penasaran.

"Yang pertama, kita tidak akan pernah menikah. Yang kedua, kita tidak akan tinggal satu rumah, dan yang ketiga, jangan pernah menyentuh atau memegang bahkan hanya sekedar tangan," ucap Airin dengan melipat kedua tangan di dada.

"Lalu bagaimana aku akan menjumpai anak-anakku?" tanya Gara merasa syarat dari Airin tak masuk akal.

"Gampang, kau tinggal berulang saja setiap hari. Susah amat," jawab Airin cuek.

"Baiklah, tapi aku juga mempunyai syarat untukmu," ucap Gara membuat Airin membelalakkan matanya.

"Katakan," jawab Airin ketus.

"Kau harus tinggal di rumah yang telah aku sediakan. Kau tenang saja. Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu dan juga kebutuhan calon anak kita. Aku gak mau kau sampai menolaknya," ucap Gara membujuk Airin.

"Baik. Aku akan memenuhi syarat mu," jawab Airin menatap Gara.

"Baguslah. Mulai nanti malam kau tak akan menginap di toko kecil ini lagi. Jika kau masih ingin berjualan, kau akan di antar supir setiap harinya untuk pulang pergi ke toko ini," ujar Gara dengan mata mengelilingi sekitar tempat ia berdiri

"Ya sudah, sekarang kau pulanglah. Aku mau bekerja," ucap Airin mengusir Gara lalu berdiri menghampiri pembeli yang baru saja masuk.

Bukannya pulang, Gara selalu menatap Airin lekat. Tak perduli Airin sudah berkali-kali membelalakkan matanya kepada Gara agar laki-laki tampan itu berhenti untuk menatapnya. Namun Gara masih saja nekat untuk menatap Airin lekat.

Setelah pelanggan tersebut pergi, Airin langsung menghampiri Gara dan mencubit pinggangnya sehingga membuat Gara kesakitan.

"Kenapa kau mencubit ku hmmm?" tanya Gara menggosok pinggangnya yang sakit.

"Kenapa kau dari tadi menatapku? Kau membuatku tak nyaman," jawab Airin menatap Gara kesal.

"Aku hanya membayangkan hidup dan menua bersamamu," jawab Gara menggombal. Entah sejak kapan laki-laki yang terkenal kasar dan dingin itu menjadi manis dengan perempuan.

Setelah di tinggal Liona menikah dengan pamannya sendiri, Gara menjadi laki-laki yang haus akan wanita. Gara juga terkenal tidak memiliki hati dan perasaan kepada wanita manapun tak terkecuali kepada Airin waktu saat pertama kali dia menginginkan Airin dulu.

NOTE: Maaf ya Reader jika pengetikan Author masih banyak typonya..

Maklumin aja ya, Author sempat-sempatin menulis di tengah kesibukan Author sebagai ibu rumah tangga dengan tiga bocah yang masih kecil-kecil. Di tambah lagi dengan pekerjaan rumah yang tak ada Endingnya.

Makasih sudah setia menunggu dan menanti setiap episode dari karya Author.

Jangan lupa kasih VOTE, Like, dan Komennya ya..

Terima kasih..

Salam Sayang Author NyonYa_DoReMi

Terpopuler

Comments

Lutvivii 432

Lutvivii 432

APA SIH. GW MALU ANJERRR🙂😫

2023-06-21

1

Yulia Prihatin91#SoLo#

Yulia Prihatin91#SoLo#

semangat gara
auto ngakak sendiri

2022-11-01

0

Nur Evida

Nur Evida

tetap semangat thor🌹

2022-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 PENGUMUMAN
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Yuk mampir.. "Ustadzah Dadakan"
24 Bab 22
25 Bab 23
26 Bab 24
27 Bab 25
28 Bab 26
29 Bab 27
30 Bab 28
31 Bab 29
32 Bab 30
33 Bab 31
34 Bab 32
35 Bab 33
36 Bab 34
37 Bab 35
38 Bab 36
39 Bab 37
40 Bab 38
41 Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)
42 Bab 40
43 Bab 41
44 Bab 42
45 Bab 43
46 Bab 44
47 Bab 45
48 Bab 46
49 Bab 47
50 Bab 48
51 Bab 49
52 Bab 50
53 Bab 51
54 Bab 52
55 Bab 53
56 Bab 54
57 Bab 55
58 Bab 56
59 Bab 57
60 Bab 58
61 Bab 59
62 Bab 60
63 Bab 61
64 Bab 62
65 Bab 63
66 Bab 64
67 Bab 65
68 Bab 66
69 Bab 67
70 Bab 68
71 Bab 69
72 Bab 70
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75 (Hidup Lagi??)
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Bab 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)
123 Bab 121
124 Bab 122
125 Bab 123
126 Bab 124
127 Bab 125
128 Bab 126
129 Bab 127
130 PENGUMUNAN
131 Bab 128
132 Bab 129
133 Bab 130
134 Bab 131
135 Bab 132
136 Bab 133
137 Bab 134
138 Bab 135
139 Bab 136
140 Bab 137
141 Bab 138
142 Bab 139
143 Bab 140
144 Bab 141
145 Bab 142
146 Bab 143
147 Bab 144
148 Bab 145
149 Bab 146
150 Bab 147
151 Bab 148
152 Bab 149
153 Bab 150
154 Bab 151
155 Bab 152
156 Bab 153
157 Bab 154
158 Bab 155
159 Bab 156
160 Bab 157
161 Bab 158
162 Bab 159
163 >>>Novel Baru<<<
164 Bab 160
165 Bab 161
166 Bab 162
167 Bab 163
168 Bab 164 TAMAT
169 Novel Baru "PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN"
170 PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN
171 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 3
172 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4
173 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 5
174 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 6
175 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 7
176 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 8
177 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 9
178 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 10
179 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 11
180 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 12
181 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 13
182 Masih Anget Hanya Di Noveltoon
183 Cinta Terhalang Ekonomi sudah Bab 2 ya sayyy...
184 Bab 3 Cinta Terhalang Ekonomi
185 Bab 4 Cinta Terhalang Ekonomi
186 Bab 5 Cinta Terhalang Ekonomi
187 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
188 SUDAH TAYANG!!! Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
189 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 2
190 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 3
191 DINIKAHI PAK GURU (NOVEL BARU)
192 Dinikahi Pak Guru Bab 2
193 Dinikahi Pak Guru Bab 3
194 Dinikahi Pak Guru Bab 4
Episodes

Updated 194 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
PENGUMUMAN
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Yuk mampir.. "Ustadzah Dadakan"
24
Bab 22
25
Bab 23
26
Bab 24
27
Bab 25
28
Bab 26
29
Bab 27
30
Bab 28
31
Bab 29
32
Bab 30
33
Bab 31
34
Bab 32
35
Bab 33
36
Bab 34
37
Bab 35
38
Bab 36
39
Bab 37
40
Bab 38
41
Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)
42
Bab 40
43
Bab 41
44
Bab 42
45
Bab 43
46
Bab 44
47
Bab 45
48
Bab 46
49
Bab 47
50
Bab 48
51
Bab 49
52
Bab 50
53
Bab 51
54
Bab 52
55
Bab 53
56
Bab 54
57
Bab 55
58
Bab 56
59
Bab 57
60
Bab 58
61
Bab 59
62
Bab 60
63
Bab 61
64
Bab 62
65
Bab 63
66
Bab 64
67
Bab 65
68
Bab 66
69
Bab 67
70
Bab 68
71
Bab 69
72
Bab 70
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75 (Hidup Lagi??)
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Bab 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)
123
Bab 121
124
Bab 122
125
Bab 123
126
Bab 124
127
Bab 125
128
Bab 126
129
Bab 127
130
PENGUMUNAN
131
Bab 128
132
Bab 129
133
Bab 130
134
Bab 131
135
Bab 132
136
Bab 133
137
Bab 134
138
Bab 135
139
Bab 136
140
Bab 137
141
Bab 138
142
Bab 139
143
Bab 140
144
Bab 141
145
Bab 142
146
Bab 143
147
Bab 144
148
Bab 145
149
Bab 146
150
Bab 147
151
Bab 148
152
Bab 149
153
Bab 150
154
Bab 151
155
Bab 152
156
Bab 153
157
Bab 154
158
Bab 155
159
Bab 156
160
Bab 157
161
Bab 158
162
Bab 159
163
>>>Novel Baru<<<
164
Bab 160
165
Bab 161
166
Bab 162
167
Bab 163
168
Bab 164 TAMAT
169
Novel Baru "PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN"
170
PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN
171
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 3
172
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4
173
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 5
174
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 6
175
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 7
176
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 8
177
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 9
178
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 10
179
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 11
180
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 12
181
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 13
182
Masih Anget Hanya Di Noveltoon
183
Cinta Terhalang Ekonomi sudah Bab 2 ya sayyy...
184
Bab 3 Cinta Terhalang Ekonomi
185
Bab 4 Cinta Terhalang Ekonomi
186
Bab 5 Cinta Terhalang Ekonomi
187
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
188
SUDAH TAYANG!!! Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
189
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 2
190
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 3
191
DINIKAHI PAK GURU (NOVEL BARU)
192
Dinikahi Pak Guru Bab 2
193
Dinikahi Pak Guru Bab 3
194
Dinikahi Pak Guru Bab 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!