Saat itu juga bulu kuduk Airin seketika merinding. Gadis cantik itu menghembuskan nafas kasar dan sedikit mendes*h karena perlakuan dari Gara yang baru pertama kali ia rasakan seumur hidupnya.
"Kau menggodaku dengan desa*an mu Airin?" tanya Gara dengan nafas yang juga telah memburu.
"Ma.. Maaf tuan. Saya bukan bermaksud begitu. Saya hanya merasa geli. Sungguh ini pengalaman pertama bagi saya," ucap Airin ketakutan.
"Pengalaman pertama?" tanya Gara penasaran.
***
"I.. Iya tuan," jawab Airin gugup. Sedangkan tangannya meremas ujung gaunnya.
Mendengar jawaban dari Airin, bukannya merasa iba, Gara malah semakin bernafsu untuk meniduri Airin. Sudah lama ia tidak tidur dengan gadis perawan.
"Berapa usiamu?" tanya Gara tersenyum smirk.
"Umur saya dua puluh tahun tuan," jawab Airin yang masih menunduk.
"Jackpot," satu kata yang keluar dari mulut Gara sebelum ia merebahkan tubuh gadis muda itu lalu menindihnya dengan tubuh kekarnya.
Beberapa saat kemudian, Airin terpekik sehingga membuat Gara terkejut.
"Aaaaaaaaa," teriak Airin membuat Gara kaget.
"Kau.. Kau kenapa berteriak Airin?" tanya Gara heran.
"Ma.. Maaf tuan. Saya belum pernah melihat benda itu sebelumnya," ucap Airin menunjuk junior milik Gara yang gagah perkasa tersebut dengan satu tangannya, dan tangan satunya lagi masih menutup matanya.
Baru kali ini Gara melihat gadis sepolos Airin sehingga membuat Gara mengulum senyumnya dan mengecup kening Airin sekilas.
Gara mencoba mengalihkan perhatian Airin dengan memuji dan mengajak gadis itu berbicara, sedangkan tangannya masih meremas salah satu gunung kembar milik Airin.
Saat Airin sudah terbuai akan sentuhan dan pelayanan yang Gara berikan, dengan satu kali hentakan yang cukup kuat Gara berhasil membobol mahkota berharga milik Airin.
"Ahhhhh tuan sakiiitt," lirik Airin menahan sakit. Tangannya meremas kuat sprei dan air matanya kembali menetes karena rasa perih dan juga rasa kecewa karena telah gagal mempertahankan kehormatannya sebagai seorang wanita.
Darah segar keluar dari kewanitaan Airin, menodai sprei putih yang menjadi saksi betapa panasnya permainan mereka.
Airin kembali teringat dengan pesan kedua orang tuanya sesaat sebelum ia pergi meninggalkan kampung halamannya.
---Airin, ingat nak, ibukota itu lebih kejam daripada ibu tiri. Jangan sekali-kali kamu terbuai akan surga dunia yang disuguhkan kehadapan mu. Ingat tanggung jawab mu kepada yang di atas nak. Dan ingat, jaga selalu kehormatan mu sebagai seorang wanita. Ayah sama Ibu mempercayaimu nak,--- ucap sang Ayah tercinta yang kini terbaring lemah di rumah sakit.
'Maafkan Airin Ayah. Maafkan Airin. Airin tidak bisa menjaga kepercayaan Ayah dan Ibu. Kini Airin sudah menjadi wanita kotor Ayah, Ibu,' batin Airin di sela-sela permainan panas yang disuguhkan Gara.
"Ampun tuan sakit," lirih Airin disaat ia merasakan kewanitaannya perih dan juga panas.
Namun Gara sama sekali tidak memperdulikannya. Ia beranggapan jika Airin sama saja halnya dengan wanita-wanita yang pernah ia tiduri sebelumnya. Wanita yang rela menjual kesuciannya demi mengikuti zaman dan gaya hidup yang tinggi.
Gara terus menghujam Airin dengan rakus dan tanpa ampun. Dua jam lebih Gara memimpin permainan tersebut. Berbagai gaya telah mereka coba, sehingga pada akhirnya Gara sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak yang ia tahan.
Tanpa Gara sadari, ia lupa menggunakan pengaman yang biasanya tak pernah ia lupa saat bermain dengan wanita manapun, hingga Gara mengeluarkan benihnya didalam rahim Airin serentak juga dengan pelepasan yang dilakukan Airin.
Sesaat permainannya telah selesai, Airin berusaha bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dengan tertatih-tatih guna membersihkan tubuhnya.
"Mau kemana kau Airin?" tanya Gara yang masih terkulai di atas kasur.
"Sa.. Saya mau mandi tuan," jawab Airin terbata-bata.
.
.
.
Betapa kagetnya Airin saat ia tengah membersihkan tubuhnya, Gara tiba-tiba saja masuk dan memeluknya dari belakang.
"Tu..Tuan mau ngapain?" ucap Airin kaget.
"Terserah saya mau ngapain. Kamu masih bekerja untuk saya," jawab Gara lalu memulai kembali permainannya.
Airin hanya pasrah saat Gara kembali melakukan permainan panasnya.
"Oh Airin, ini nikmat sekali," lenguh Gara di sela-sela permainannya.
Sudah lama sekali Gara tidak merasakan kenikmatan ranjang yang senikmat ini semenjak ditinggal menikah oleh Liona, mantan kekasihnya yang menjalin cinta dengannya selama kurang lebih empat setengah tahun.
Liona memilih meninggalkan Gara karena saat itu perusahaan milik Gara terancam bangkrut dan gulung tikar.
Liona sendiri memilih menikah dengan kakak dari Ayah Gara, yang usianya terpaut jauh dari Liona.
Model cantik itu mau menikah dengan Paman Sam karena harta dan juga tahta yang diberikan oleh Paman Sam kepada Liona.
Gara begitu hancur saat ia tau Liona mengkhianati cintanya dengan memutuskan menikah dengan Pamannya sendiri.
Semenjak saat itu Gara menjadi berubah, dari pribadi yang periang dan penyayang menjadi laki-laki kejam yang sangat dingin dan kejam kepada semua wanita.
Semenjak pengkhianatan Liona, Gara menjadi terpacu untuk bangkit kembali sehingga ia bisa kembali sukses seperti saat sekarang ini.
Begitu banyak wanita yang singgah di hati Gara sesudah Liona, namun tak ada yang mampu bertahan karena sifat dan kelakuan Gara yang dingin dan juga semena-mena kepada wanita.
.
.
.
Setelah Gara dan Airin selesai mandi, Gara langsung pergi begitu saja dengan meninggalkan setumpuk uang yang sangat banyak bagi Airin.
Gara meninggalkan kamar itu tanpa bicara sepatah katapun kepada Airin.
Saat Gara akan membuka pintu kamar tersebut, Airin tiba-tiba memanggilnya kembali.
"Tu...Tuan," panggil Airin mengehentikan langkah Gara.
"Ada apa? Kau belum puas?" ucap Gara membuat hati Airin perih.
Airin berjalan ke arah Gara dan membawa hampir setengah dari uang yang diberikan Gara lalu memberikan uang itu kepada Gara kembali.
"Apa ini?" tanya Gara penasaran.
"Maaf tuan, ini kebanyakan. Saya kembalikan sisanya kepada anda," jawab Airin lalu kembali mengemasi sisa uangnya lalu pergi meninggalkan Gara yang masih diam membeku mencerna ucapan Airin tadi.
"Ck.. Wanita yang menarik," gumam Gara berbicara pada dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Lilisdayanti
mampir aqu thur 🤭
2022-11-18
0
Soraya
permisi numpang duduk dl ya thor
2022-11-01
0
Yulia Prihatin91#SoLo#
dah jadikan istri aja gara siapa tahu ada kebahagiaan setelah itu
tumbuh benih cinta
2022-11-01
0