"Sama-sama sayang. sudah, hapus air matamu. Makan dulu yuk," ucap Mama Lena mengajak Airin makan di luar.
***
Mereka pun akhirnya makan di toko Airin.
"Oh ya Airin, apa kamu sudah memeriksakan kehamilan kamu ke dokter?" tanya Mama Lena di sela-sela makannya.
"Sudah Bu, tapi hanya ke Bidan yang ada di ujung jalan itu" jawab Airin menunduk.
"Terus bagaimana keadaannya?" tanya Mama Lena penasaran.
"Baik kok Bu," jawab Airin seadanya.
"Ya sudah, sehabis ini kita ke dokter, gimana?" ajak Mama Lena untuk memeriksakan kandungan Airin.
"Gak usah Bu, saya tidak merepotkan Ibu," jawab Airin keberatan.
"Siapa yang merepotkan hmm.. Saya malah senang. Kamu tau, saya sudah menganggap anak yang ada di dalam kandungan kamu itu sebagai calon cucu saya sendiri. Kalau suami saya tau, jika saya mengangkat kamu sebagai anak, dan sebentar lagi kamu akan melahirkan, saya jamin dia pasti akan senang," jelas Mama Lena.
"Baiklah Bu, sehabis ini kita akan ke Dokter. Makasih ya Bu, Ibu sudah sangat baik kepada saya," jawab Airin bahagia.
"Sama-sama sayang. Ayo lanjut lagi makannya," ajak Mama Lena.
Akhirnya setelah mereka makan, Mama Lena dan Airin langsung pergi ke rumah sakit untuk melakukan cek kehamilan.
Sesampainya di rumah sakit, Airin yang pergi dengan mobil Mama Lena tak sengaja bersenggolan dengan Gara. Hanya saja saat itu Gara tengah menggunakan masker karena laki-laki tampan itu tidak tahan dengan khas dari rumah sakit.
"Auuuu," ucap Airin yang tubuhnya terjatuh ke lantai akibat menabrak tubuh kekar Gara.
Menyadari yang di tabrak nya adalah Airin, Gara membantu Airin berdiri lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.
Mama Lena yang mengetahui itu adalah putranya, dibuat deg-degan dengan kejadian tersebut.
Ia takut jika Airin menyadari jika laki-laki tersebut adalah putranya Gara.
Sedangkan Leon hanya bisa menonton kejadian tersebut lalu pergi menyusul Gara ke luar rumah sakit.
"Airin kau tak apa-apa?" tanya Mama Lena mencemaskan Airin.
"Aku tidak apa-apa kok Bu. Rasanya aku pernah bertemu dengan laki-laki yang menabrak ku tadi, tapi entah dimana aku lupa," ucap Airin membuat Mama Lena semakin cemas.
"Mungkin kau salah sayang. Dia menggunakan masker, dan wajahnya juga tak jelas. Sudahlah, lupakan, sekarang mari kita menunggu di dekat ruangan dokternya," ajak Mama Lena mencoba mengalihkan perhatian Airin.
"Oh iya, ayo Bu," ucap Airin membuat Mama Lena lega.
Sementara itu, di dalam mobil yang masih terparkir di area rumah sakit tersebut.
"Kau kenapa kabur sih?" tanya Leon heran.
"Kau tak liat, tadi di dalam ada Airin dan mama. Selain itu aku tadi juga sudah menabraknya. Bagaimana jika dia tau itu aku. Bisa-bisa dia akan pergi lagi," jawab Gara dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Kau belum mencoba tapi sudah menebaknya. Lalu kapan kau akan menampakkan wujud mu di hadapan Airin?" tanya Leon sedikit penasaran.
"Kau pikir aku ini hantu," jawab Gara kesal.
"Bukan, maksud ku kapan kau akan menemui Airin," tanya Leon memperbaiki kosa katanya.
"Aku belum tau. Aku akan mendekatinya secara perlahan," jawab Gara yang masih ngos-ngosan.
"Lalu bagaimana dengan rencana kau yang akan menjadi perempuan untuk mendekati Airin? Apakah batal?" tanya Leon lagi.
"Tentu tidak. Aku akan memulainya sehabis pulang kantor nanti," ucap Gara menyenderkan kepalanya di kursi mobil.
Sedangkan di rumah sakit, nama Airin baru saja di panggil oleh Dokter kandungan.
"Airin ayo, namamu sudah di panggil. Biar Ibu temani ya," ajak Mama Lena membimbing tangan Airin.
"Makasih Bu, saya berasa seperti punya orang tua kandung di sini," jawab Airin terharu.
"Sama-sama sayang. Ibu juga senang bisa dekat denganmu," balas Mama Lena.
"Ada yang bisa kami bantu Bu?" tanya dokter berhijab dengan ramah.
"Saya mau memeriksakan kandungan saya Dok," ucap Dokter cantik tersebut.
"Baik, kalau begitu silahkan berbaring di ranjang sebentar ya Bu, biar saya periksa," suruh Dokter tersebut dengan senyuman ramahnya.
Airin pun akhirnya di tuntun oleh Mama Lena ke ranjang yang ada di dalam ruangan dokter tersebut.
"Saya akan melakukan pemeriksaan USG, mohon bajunya di keatas kan ya Bu," perintah Dokter kandungan tersebut.
Airin pun mengangkat bajunya ke atas, dan dokter pun langsung menempelkan alat USG tersebut di perutnya setelah memberikan cairan di atas perut Airin.
"Selamat ya Bu, bayinya kembar tiga, ini kepalanya satu, kepalanya dua,dan ini kepalanya yang ketiga. yang seperti ini tangannya, dan ini kakinya," ucap Dokter tersebut menjelaskan sambil menggerak-gerakkan alat USG tersebut di perut Airin.
Mama Lena sangat kaget dan juga senang melihat perkembangan janin yang ada di dalam perut Airin. Matanya tak berkedip melihat layar monitor yang menampilkan sketsa wajah calon cucunya.
Begitu juga dengan Airin, wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu itu sangat bahagia melihat calon buah hatinya yang tumbuh dengan sehat. Mereka tak menyangka jika Airin hamil anak kembar tiga sekaligus.
"Airin, apakah kau tak penasaran dengan jenis kelaminnya?" tanya Mama Lena melihat Airin sekilas.
"Penasaran sih Bu. Kira-kira jenis kelaminnya apa ya Bu?" jawab Airin juga penasaran.
"Kita akan minta Dokter untuk melihat jenis kelaminnya ya sayang," ucap Mama Lena.
"Memang bisa Bu?" tanya Airin tak percaya.
"Ya bisalah sayang," jawab Mama Lena tersenyum melihat Airin yang masih kampungan.
Mama Lena pun meminta Dokter untuk melihatkan jenis kelamin bayi yang di kandung Airin.
"Yang saya lihat, jenis kelaminnya disini laki-laki nya dua dan perempuannya satu ya Bu, ini ada Monas nya dua," ucap sang Dokter menunjukkannya melalui layar monitor.
"Benar Dok, jenis kelamin anak saya laki-laki dan perempuan?" tanya Airin masih tak percaya.
"Benar Bu. Ini organ vitalnya," ucap Dokter itu sekali lagi.
"Selamat ya Airin. Kamu jaga ya cucu Ibu baik-baik. Udah gak sabar Ibu melihat si kembar lahir ke dunia ini," ujar Mama Lena sangat-sangat senang.
"Iya Bu, makasih ya sudah perhatian sama Airin," jawab Airin bahagia.
.
.
Sehabis menemani Airin ke Dokter, Mama Lena langsung pergi menuju kantor Gara. Wanita separuh baya itu berjalan dengan senyum yang mengembang. Bagaimana tidak, Mama Lena yang hanya memiliki satu anak itu, kini akan diberi tiga cucu sekaligus.
Sesampainya di ruangan Gara, Mama Lena langsung memeluk putra semata wayangnya Gara Emanuel.
"Mama kenapa?" tanya Gara yang heran melihat tingkah laku mamanya.
"Gara kamu tau, mama senang sekali. Dan mama bahagia sekali," jawab sang mama kepada putranya itu.
"Iya bahagia kenapa ma? Mama dapat arisan lagi ya. Traktir Gara dong ma," ucap Gara menebak apa yang membuat mamanya bisa sebahagia ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Lilisdayanti
aqu ga tau mau koment apa,,sceritanya kaya di dunia nyata,,kaya kisah hari2 di dunia nyata,,,biasanya CEO itu kejam galak sadis dingin kaya kulkas 10 pintu,,🙈🙈
2022-11-18
0
Vivian
astage nganga aku thor
kembar 3
2022-10-31
1
Vivian
😂😂😂
2022-10-31
0