"Ya harus menggunakan pakaian perempuanlah. Lalu pakaian apa lagi. Memang kau pikir Airin mau berhubungan lagi denganmu sebagai Gara? Aku sih noo," jawab Leon membuat Gara menepuk jidatnya.
***
"Ya ampun Leon.. Yang benar saja. Masak saya harus memakai pakaian perempuan sih? Nanti kalau ada yang tau gimana? Muka saya mau di taruh dimana?" ucap Gara tak habis pikir dengan ide gilanya Leon.
"Kalau kau tidak mau ya sudah. Aku tidak memaksa. Lagian siapa yang akan mengetahuinya sih? Kalo di lihat-lihat ya Gar, kau juga cocok menjadi seorang perempuan," ujar Leon menatap Gara dengan senyuman liciknya.
"Gak. Aku gak mau. Cari ide lain saja," ujar Gara menolak ide gila Leon.i
"Aku gak ada ide lagi. Kalau kau mau, aku akan mengenalkan mu kepada temanku yang pintar sekali dalam mengubah bentuk wajah seseorang dengan make up," tawar Leon menaik-naikkan alisnya.
Gara mencoba mencerna ucapan Leon. Dia ingin sekali bisa dekat dengan Airin. Tetapi Airin pasti tidak akan mau untuk menerima kehadiran Gara.
'Sepertinya tidak ada cara lain lagi. Mau gak mau aku terpaksa menyetujui ide gilanya si Leon ini,' batin Gara menimang-nimang kembali ide Gara.
"Baik, saya setuju," ucap Gara akhirnya menerima tawaran gila Leon.
"Kau serius?" tanya Leon memastikan.
"Serius lah. Demi Airin dan juga calon anak gue. Entah kenapa saya pengen banget ngelus perutnya Airin," jawab Gara curhat.
"Mungkin kamu mengidam," jawab Leon asal.
"Ngidam?" tanya Gara heran.
"Iya ngidam. Jangan bilang kau tak tau apa itu ngidam," tebak Leon.
"Memang saya tidak tau. Ngidam itu sejenis apa?" tanya Gara serius.
"Hhhhhhh.. Ngidam itu sejenis keinginan. Biasanya itu terjadi pada sebagian wanita hamil. Tapi aku heran, kenapa kamu yang mengidam," ucap Leon keheranan.
"Apa jangan-jangaaaaannn,-?" ucap Gara terputus sambil memegang perutnya.
"Jangan-jangan apa?" balik Leon bertanya.
"Jangan-jangan saya hamil.. Oh tidak. Alu harus minta pertanggung jawaban kepada siapa?" ucap Gara dengan gaya shock yang di buat-buat.
"Hahahhaa.. kamu itu laki-laki anjir. Gak ada sejarahnya laki-laki itu hamil. Ada-ada aja," jawab Leon ngakak dengan candaan Gara.
"Lalu kenapa saya bisa ngidam? Pasti saya hamil," ucap Gara asal.
"Ya sudah, kalau kau memang hamil, biar aku bantu mencarikan wanita mana yang berhasil menghamili mu," ujar Leon dengan ekspresi marah yang di buat-buatnya.
"Wahhh terimah kasih Leon.. Kau begitu perhatian kepadaku," jawab Gara berpura-pura terharu..
Mereka berdua pun diam untuk sesaat, namun sesaat kemudian melepaskan tawanya bersamaan. Itu lah Gara dan Leon. Mereka sangat serius dalam pekerjaan, namun kadang bersikap gila di luar kantor.
Pernah juga mereka berkelahi pukul-pukulan dan saling marahan untuk sesaat hanya karena masalah perempuan yang ternyata tidak mencintai mereka berdua.
Gara dan Leon sudah bersahabat semenjak mereka masih di dalam rahim Ibunya masing-masing. Mama Gara dan juga Mamanya Leon, adalah sahabat dari kecil juga sebelumnya.
Kembali ke ide gilanya Leon, Gara yang menyetujui ide Leon tersebut berniat akan menjalankan rencana gilanya itu mulai besok. Sehabis pulang kantor, Gara akan mengganti identitas dan gaya berpakaiannya dengan gaya perempuan, agar ia dengan mudah keluar masuk toko bunga tersebut.
"Baiklah, besok kita akan mulai permainannya. Sekarang mari kita pulang. Aku sangat lelah dan ingin tidur cepat," ucap Leon yang sudah terbayang kasur empuknya.
"Siapa bilang kau akan tidur cepat hari ini," balas Gara melihat Leon sekilas.
"Lalu kita mau kemana lagi? Bukankah kita sudah tidak punya pekerjaan lagi?" tanya Leon kesal.
"Temani aku ke bar. Sudah beberapa hari ini juniorku puasa. Aku ingin memberikan santapan yang nikmat untuknya," jawab Gara sudah terbayang dada dan juga paha yang mulus.
"Aku tidak mau. Kau pergi saja sendiri. Aku mau istirahat," jawab Leon menolak.
"Leon. Apa kau lupa dengan tanda tangan kontrak kita waktu itu?" tanya Gara mencoba mengingatkan sesuatu kepada Leon.
Leon kembali mengingat isi dari surat yang pernah ia tanda tangani saat pertama kali bekerja di kantor Gara.
"Huhhhh.. Iya.. Iya..Oke.. Aku akan menemanimu," jawab Leon rolls eyes.
.
.
"Aduh, kenapa perutku tiba-tiba lapar sekali ya?" tanya Airin sambil mengusap perut buncitnya.
"Kamu lapar ya sayang?" cakap Airin kepada bayi dalam kandungannya.
Sedangkan di apartemen, Gara yang baru saja sampai, dan hendak turun dari mobilnya tiba-tiba merasakan perutnya sangat lapar sekali.
Gara kemudian memerintahkan Leon untuk memutar mobilnya kembali ke jalan raya dan mencari penjual bakso yang bakso nya di goreng.
"Gara kau serius? Kita akan cari kemana penjual bakso itu,? Kalau bakso biasa aku bisa mencarikannya untukmu," ucap Leon bingung.
"Aku tidak mau tau, pokoknya kau carikan saja apa permintaanku," perintah Gara tak dapat di tolak.
"Kau ini selalu membuatku pusing. Entah apa yang ada di benakmu. Kau yang mengidam, aku yang kerepotan," oceh Leon sembari memutar balik mobilnya.
Sedangkan Airin kini tengah berada di trotoar jalan raya.
Ia melihat kiri dan kanan untuk mencari makanan apa yang diinginkannya.
Meskipun banyak jenis makanan yang dijajakan para penjual makanan di tepi jalan, namun tak satupun yang dapat menggugah selera Airin. Wanita hamil itu kemudian memutuskan duduk di sebuah halte pinggir jalan tersebut.
Gara dan Leon yang dari tadi berkeliling akhirnya menemukan penjual bakso yang baksonya bisa di goreng sebelum dihidangkan.
Gara dan Leon masing-masing memesan satu mangkok bakso goreng. Saat bakso milik Leon habis, Gara kembali memesan satu mangkok lagi. Begitu seterusnya hingga Gara menghabiskan lima mangkok bakso dengan sendirinya.
"Kau rakus sekali Gara," ucap Leon geleng-geleng kepala.
"Aku sendiri juga tidak tau. Perutku rasanya lapar sekali. Dan aku ingin sekali memakan bakso goreng ini," jawab Gara yang kekenyangan.
Sementara itu Airin yang sedang duduk di halte merasakan perutnya tiba-tiba sangat kenyang dan begah.
"Kenapa perutku rasanya kenyang dan begah banget. Padahal aku belum makan apa-apa sama sekali," gumam Airin yang kekenyangan sambil mengusap perutnya.
Karena tak merasa lapar, Airin akhirnya memutuskan untuk segera pulang dan beristirahat.
Begitu juga dengan Gara dan Leon, mereka akhirnya pulang lalu kembali keluar pada tengah malam ke bar milik Yuta dan menghabiskan malamnya dengan wanita-wanita penghibur.
"Leon, saya mau check in dulu. Kalau kamu mau juga, kamu tinggal pilih wanita mana yang kamu mau, nanti saya akan membayarkannya untukmu," ucap Gara lalu pergi meninggalkan Leon sendirian.
*Hhhh dasar cassanova," ucap Leon rolls eyes.
Sepeninggal Gara, Leon hanya duduk sendirian di sofa bar tersebut ditemani dengan sebotol minuman. Tiba-tiba datang seorang wanita mabuk yang berjalan ke arahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Nawang Ratri
kadang gue kadang aku kadang saya
2023-02-23
0
Yulia Prihatin91#SoLo#
gara bener2 ya bilangnya mau taubat sama mamahnya kok ingkar janji
2022-11-01
0
Nurmalina Gn
aish.....tak tobat juga si gara gara ni
2022-10-30
0