Bab 18

Setelah di tinggal Liona menikah dengan pamannya sendiri, Gara menjadi laki-laki yang haus akan wanita. Gara juga terkenal tidak memiliki hati dan perasaan kepada wanita manapun tak terkecuali kepada Airin waktu saat pertama kali dia menginginkan Airin dulu.

***

Namun seiring berjalannya waktu, sepertinya sikap angkuh dan kejam Gara mulai berangsur-angsur menghilang.

"Hidup bersamaku?" ucap Airin menautkan kedua alisnya.

"Ya," jawab Gara dengan senyuman dan tatapan imutnya berkedip-kedip.

"Dengar ya Tuan atau Nyonya Amara, jangankan hidup dan menua bersamamu. Untuk menjadi sekedar teman saja aku tidak akan sudi," ucap Airin tersenyum smirk.

"Hay, aku ini laki-laki tulen. Jangan panggil aku Nyonya Amara lagi. Aku ini Gara. Gara Emanuel," ucap Gara membuat Airin kaget.

"Gara.. Gara Emanuel?" ucap Airin menutup mulutnya tak percaya.

"Ya.. Aku Gara Emanuel. Kenapa? Kau mengenalku sebelumnya?" tanya Gara penuh selidik.

"Ti.. Tidak. Aku tidak mengenalmu sebelumnya. Sudah, sebaiknya kau pulang. Aku mau istirahat," usir Airin yang masih kaget dengan nama Gara Emanuel.

"Aku sudah hilang, kau tak boleh tinggal dan tidur di ruko sempit ini lagi. Aku gak rela, calon buah hatiku tinggal di tempat seperti ini," jawab Gara.

"Terserah," balas Airin rolls eyes.

"Aku akan pergi dulu sebentar untuk membeli rumah untukmu. Kau jangan kemana-mana. Ingat, jangan pernah berpikir untuk kabur karena apa? Karena kemanapun kau kabur, aku pasti akan bisa menemukanmu," ucap Gara sebelum meninggalkan Airin di toko miliknya.

"Hai Nyonya Gara kau kembali juga akhirnya. Kau tak lihat, aku sudah berlumut menunggumu disini," umpat Leon yang sedari tadi menunggu Gara di dalam mobil.

"Oh iya maaf. Aku melupakanmu. Sekarang ayo kita ke rumah utama. Aku pernah melihat rumah di jual tak jauh dari rumah kedua orang tuaku itu. Dan jangan panggil aku nyonya, atau aku akan melaporkan semua sifat buruk mu kepada kedua orang tuamu," ancam dan perintah Gara tanpa rasa bersalah.

"Kau bukannya minta maaf, malah langsung memerintah ku dan mengancam ku. Aku tidak mau. Kau sendiri saja yang bawa mobilnya ke sana. Aku ngantuk mau tidur," protes Leon lalu keluar dari pintu kemudi dan secara tiba-tiba membuka pintu sebelah kemudi tempat Gara duduk.

"Kau mau ngapain?" tanya Gara kaget.

"Ya duduk lah. Kau pindah ke sana," ucap Leon mendorong Gara ke kursi kemudi.

"Kau.. Harusnya aku yang marah karena kau menelpon ku saat aku berbicara dengan Airin. Gara-gara kau, penyamaran ku jadi terbongkar," jelas Gara yang kini sudah berada di kursi kemudi dengan kesal.

"Bodo amat," jawab Leon memejamkan matanya.

"Sial," umpat Gara kesal lalu melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya.

Empat puluh menit kemudian, Gara akhirnya sampai di rumah yang akan dijual oleh pemiliknya itu. Rumah minimalis yang mewah, yang letaknya tak jauh dari rumah kedua orang tuanya.

"Saya akan transfer uangnya sekarang ya Pak," ucap Gara menekan nominal harga rumah yang akan dibelinya untuk Airin.

"Baik, dan ini sertifikat dan kunci rumahnya," ucap Bapak-bapak penjual rumah tersebut.

"Makasih," jawab Gara mengambil sertifikat tersebut dan memberikannya kepada Leon.

"Saya akan segera mengurus pembalikan nama yang ada di sertifikat ini besok," ucap Leon yang mengerti maksud Gara.

"Bagus," jawab Gara.

Setelah jual beli rumahnya selesai, Gara mampir sebentar ke rumah kedua orang tuanya untuk memberikan kabar gembira kepada Papa dan Mama nya.

"Gara, kau beli rumah itu untuk orang tuamu kah?" tanya Leon penasaran.

"Tidak," jawab Gara menggeleng.

"Lalu?" tanya Leon lagi.

"Aku membelinya untuk Airin dan juga buah hati kami," jelas Gara membuat Leon mengerutkan keningnya.

"O iya, apakah dia sudah mau menerimamu?" tanya Leon benar-benar penasaran.

"Boro-boro," jawab Gara santai.

"Lalu kenapa kau membeli rumah untuknya?" tanya Leon lagi.

Akhirnya Gara menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan juga Airin dengan rinci kepada Leon. Termasuk bayi kembar yang dikandung Airin.

Leon pun turut senang, karena sedikit demi sedikit Gara sudah mulai berubah dilihat dari raut wajahnya saat bercerita tentang Airin.

"Apa? Airin hamil anak kembar tiga?" ucap Leon tak percaya.

"Ya.. Kau tak percaya?" jawab Gara tersenyum bahagia. Senyuman yang sudah lama hilang dari diri seorang Gara Emanuel.

"Entahlah.. Aku harus percaya atau tidak," jawab Leon memang kurang percaya.

"Kalau kau tak percaya, silahkan saja kau tanyakan kepada mamaku nanti," ucap Gara tersenyum.

"Kalau memang itu benar, entah Airin yang sangat subur, entah kau yang terlalu rakus waktu itu. Satu kali berhubungan langsung jadi, bahkan kembar tiga lagi," seru Leon tak menyangka.

"Kau meragukan ku? Jika Airin hamil hanya dengan satu kali berhubungan dan anaknya kembar tiga, itu berarti bibit ku sangat unggul. Kenapa harus Airin?" ucap Gara tak terima dengan ucapan sahabatnya itu.

"Ya.. Ya.. Kau selalu kuat dan selalu unggul," jawab Leon mengalah. Leon tau, percuma berdebat dengan seorang Gara Emanuel yang tak pernah mau kalah sedikitpun.

"Ya dong," jawab Gara degan sangat bangga.

"Cih..," decih Leon rolls eyes.

Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah kedua orang tua Gara.

"Kebetulan ada papa di sini. Papa tau..--," ucapan Gara terputus karena di sela langsung oleh sang papa Sony Emanuel.

"Papa tau, pasti kamu mau memberi tahukan kepada papa kalau wanita yang bernama Airin itu hamil kembar tiga. Iya kan," ucap papanya terkekeh.

"Papa pasti tau dari mama kan," jawab Gara sedikit kesal.

"Ya dong. Terus dari siapa lagi? Bukankah anak papa satu ini terlalu sibuk dengan urusannya sendiri?" sindir papa Sony menaikkan satu alisnya.

"Ya bukannya gitu pa. Papa kan tau Gara itu sibuk di kantor. Kalau papa gak percaya, tanya aja sama Leon. Iya kan Leon," ucap Gara mengedip-ngedipkan matanya kepada Leon.

"Ah... Hmmm.. Iya Om.. Hehe," jawab Leon salah tingkah.

"Haha.. Sudahlah. Kalian ini mau membohongi papa. Papa pikir kalian tidak tau kelakuan kalian di luaran sana. Kalau tidak, bagaimana mungkin kamu bisa menghamili anak orang. Mama sudah cerita semuanya pada papa," ucap Papa Sony membuat Gara dan Leon menundukkan kepalanya.

"Kamu juga Leon. Kalau kamu mengikuti kelakuan nakal Gara, Om pastikan sebentar lagi kamu juga bakalan menghamili anak orang," ucap Papa Sony menyemprot Leon.

"Iya Om. Saya gak akan mengikuti kelakuan buruk Gara lagi. Saya belum mau punya anak Om," jawab Leon menyudutkan Gara.

"Leon, kau apaan? Kau tak ingat dengan wanita mabuk yang menghampirimu malam itu?" ucap Gara mengingatkan

Terpopuler

Comments

Dyah Retno

Dyah Retno

sama" sedeng nih bos Ama ank buah

2022-10-27

0

Jenna Joni

Jenna Joni

rumah yg besarnya hampir sama kaya penthouse dibilang minimaslis

2022-10-20

0

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

laaahh, beli rumah kek mo beli es Kojek ajah.

2022-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 PENGUMUMAN
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Yuk mampir.. "Ustadzah Dadakan"
24 Bab 22
25 Bab 23
26 Bab 24
27 Bab 25
28 Bab 26
29 Bab 27
30 Bab 28
31 Bab 29
32 Bab 30
33 Bab 31
34 Bab 32
35 Bab 33
36 Bab 34
37 Bab 35
38 Bab 36
39 Bab 37
40 Bab 38
41 Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)
42 Bab 40
43 Bab 41
44 Bab 42
45 Bab 43
46 Bab 44
47 Bab 45
48 Bab 46
49 Bab 47
50 Bab 48
51 Bab 49
52 Bab 50
53 Bab 51
54 Bab 52
55 Bab 53
56 Bab 54
57 Bab 55
58 Bab 56
59 Bab 57
60 Bab 58
61 Bab 59
62 Bab 60
63 Bab 61
64 Bab 62
65 Bab 63
66 Bab 64
67 Bab 65
68 Bab 66
69 Bab 67
70 Bab 68
71 Bab 69
72 Bab 70
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75 (Hidup Lagi??)
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Bab 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)
123 Bab 121
124 Bab 122
125 Bab 123
126 Bab 124
127 Bab 125
128 Bab 126
129 Bab 127
130 PENGUMUNAN
131 Bab 128
132 Bab 129
133 Bab 130
134 Bab 131
135 Bab 132
136 Bab 133
137 Bab 134
138 Bab 135
139 Bab 136
140 Bab 137
141 Bab 138
142 Bab 139
143 Bab 140
144 Bab 141
145 Bab 142
146 Bab 143
147 Bab 144
148 Bab 145
149 Bab 146
150 Bab 147
151 Bab 148
152 Bab 149
153 Bab 150
154 Bab 151
155 Bab 152
156 Bab 153
157 Bab 154
158 Bab 155
159 Bab 156
160 Bab 157
161 Bab 158
162 Bab 159
163 >>>Novel Baru<<<
164 Bab 160
165 Bab 161
166 Bab 162
167 Bab 163
168 Bab 164 TAMAT
169 Novel Baru "PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN"
170 PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN
171 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 3
172 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4
173 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 5
174 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 6
175 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 7
176 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 8
177 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 9
178 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 10
179 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 11
180 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 12
181 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 13
182 Masih Anget Hanya Di Noveltoon
183 Cinta Terhalang Ekonomi sudah Bab 2 ya sayyy...
184 Bab 3 Cinta Terhalang Ekonomi
185 Bab 4 Cinta Terhalang Ekonomi
186 Bab 5 Cinta Terhalang Ekonomi
187 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
188 SUDAH TAYANG!!! Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
189 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 2
190 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 3
191 DINIKAHI PAK GURU (NOVEL BARU)
192 Dinikahi Pak Guru Bab 2
193 Dinikahi Pak Guru Bab 3
194 Dinikahi Pak Guru Bab 4
Episodes

Updated 194 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
PENGUMUMAN
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Yuk mampir.. "Ustadzah Dadakan"
24
Bab 22
25
Bab 23
26
Bab 24
27
Bab 25
28
Bab 26
29
Bab 27
30
Bab 28
31
Bab 29
32
Bab 30
33
Bab 31
34
Bab 32
35
Bab 33
36
Bab 34
37
Bab 35
38
Bab 36
39
Bab 37
40
Bab 38
41
Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)
42
Bab 40
43
Bab 41
44
Bab 42
45
Bab 43
46
Bab 44
47
Bab 45
48
Bab 46
49
Bab 47
50
Bab 48
51
Bab 49
52
Bab 50
53
Bab 51
54
Bab 52
55
Bab 53
56
Bab 54
57
Bab 55
58
Bab 56
59
Bab 57
60
Bab 58
61
Bab 59
62
Bab 60
63
Bab 61
64
Bab 62
65
Bab 63
66
Bab 64
67
Bab 65
68
Bab 66
69
Bab 67
70
Bab 68
71
Bab 69
72
Bab 70
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75 (Hidup Lagi??)
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Bab 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)
123
Bab 121
124
Bab 122
125
Bab 123
126
Bab 124
127
Bab 125
128
Bab 126
129
Bab 127
130
PENGUMUNAN
131
Bab 128
132
Bab 129
133
Bab 130
134
Bab 131
135
Bab 132
136
Bab 133
137
Bab 134
138
Bab 135
139
Bab 136
140
Bab 137
141
Bab 138
142
Bab 139
143
Bab 140
144
Bab 141
145
Bab 142
146
Bab 143
147
Bab 144
148
Bab 145
149
Bab 146
150
Bab 147
151
Bab 148
152
Bab 149
153
Bab 150
154
Bab 151
155
Bab 152
156
Bab 153
157
Bab 154
158
Bab 155
159
Bab 156
160
Bab 157
161
Bab 158
162
Bab 159
163
>>>Novel Baru<<<
164
Bab 160
165
Bab 161
166
Bab 162
167
Bab 163
168
Bab 164 TAMAT
169
Novel Baru "PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN"
170
PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN
171
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 3
172
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4
173
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 5
174
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 6
175
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 7
176
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 8
177
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 9
178
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 10
179
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 11
180
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 12
181
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 13
182
Masih Anget Hanya Di Noveltoon
183
Cinta Terhalang Ekonomi sudah Bab 2 ya sayyy...
184
Bab 3 Cinta Terhalang Ekonomi
185
Bab 4 Cinta Terhalang Ekonomi
186
Bab 5 Cinta Terhalang Ekonomi
187
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
188
SUDAH TAYANG!!! Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
189
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 2
190
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 3
191
DINIKAHI PAK GURU (NOVEL BARU)
192
Dinikahi Pak Guru Bab 2
193
Dinikahi Pak Guru Bab 3
194
Dinikahi Pak Guru Bab 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!