"Ya sudah, kalau begitu nanti aku akan menghubungi Yuta. Aku akan meminta bantuannya. Jika Airin kembali ke bar itu, akan ku suruh Yuta untuk memberi tahukannya kepadamu. Jadi sekarang kau tak perlu cemas lagi. Mana ada wanita yang mau hamil tanpa suami," jelas Leon panjang lebar.
"Semoga saja ucapannya mu benar Leon. Bagaimanapun juga aku harus bertanggung jawab atas bayi itu," ucap Gara frustasi.
"Apa kau akan menikahinya?" tanya Leon ingin tahu.
***
"Menikahinya?" jawab Gara sambil bertanya.
"Ya," jawab Leon menaikkan satu alisnya.
"Jika dia mau aku akan menikahinya. Kemudian aku akan urus perceraian dan mengambil hak asuh atas anak itu nantinya," jawab Gara memicingkan matanya.
"Kenapa? Bukankah dia cantik?" tanya Leon tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.
"Kalau aku menikahinya untuk seumur hidupku, aku belum siap. Aku masih ingin menikmati masa bujangan ku. Aku masih ingin berpetualang dengan gadis-gadis di luaran sana. Jika aku menikah, pasti langkah ku akan terikat, dan tak akan ada lagi yang namanya kebebasan. Aku belum siap untuk semua itu Leon. Kau mengerti kan maksudku?!" jelas Gara membuat Leon tambah tidak habis pikir.
"Terserah kau saja. Aku sebagai sahabat hanya mengingatkan, jangan bermain api, nanti kau akan terbakar Gara," ujar Leon mengingatkan Gara.
"Iya, iya, aku akan hati-hati dalam bermain api. Kau tenang saja. Jika terbakar, kau kan ada sebagai pemadam nya," jawab Gara bercanda.
"Huhh.. Kau memang susah untuk diingatkan," balas Leon rolls eyes.
.
.
Beberapa jam kemudian, Gara dan juga Leon akhirnya sampai di Jakarta. Agar tak kelelahan, mereka bergantian untuk mengemudikan mobilnya.
Sesampainya di apartemen, Gara langsung mandi dan tidur untuk menghilangkan rasa lelahnya.
Begitu juga dengan Leon, yang memang tinggal satu apartemen dengan Gara.
Sedangkan Airin yang lebih dulu tiba di Jakarta, kini juga tengah beristirahat di sebuah penginapan murah yang tak jauh dari terminal.
Besok gadis cantik yang tengah hamil itu berencana akan mencari sebuah tempat yang bisa ia gunakan untuk usaha sekaligus untuk tempat tinggal.
Lelah bergelut dengan perasaannya, akhirnya Airin bisa tidur dengan nyenyak melupakan beratnya masalah dan beban hidupnya untuk sesaat.
.
.
""Mas aku punya sesuatu untukmu,"" ucap Airin kepada Gara memberikan sebuah kotak hitam.
""Apa ini sayang?"" tanya Gara yang saat itu baru bangun dan bersandar di kepala ranjangnya karena Airin memberikan sebuah kotak hitam untuknya.
""Coba tebak deh, semoga saja kamu suka,"" jawab Airin tersenyum manis.
""Hmmmmm, apa kau memberiku jam tangan lagi agar aku selalu ingat waktu dan tidak kerja terus menerus?"" ucap Gara sambil memperhatikan kotak hitam tersebut.
""Salah,"" jawab Airin tersenyum.
""Apa ini tiket liburan?, agar aku dan kamu bisa menghabiskan waktu berdua?"" tebak Gara lagim
""Salah lagi Ya sudah, sepertinya kamu tak akan pernah benar untuk menjawabnya. Kamu langsung buka aja ya, semoga suka sayang,"" perintah Airin lembut.
""Baiklah, aku akan membukanya,"" jawab Gara yang sudah penasaran. Ia pun akhirnya membuka isi kotak tersebut dan termenung tidak dapat berkata apa-apa saat itu juga. Gara menutup mulutnya untuk sesaat dan menatap Airin dan kotak hitam itu berkali-kali secara bergantian.
""Kamu.. Kamu serius sayang?"" tanya Gara meneteskan air matanya.
""Iya aku serius. Apa kamu menyukainya?"" tanya Airin yang merasa lucu melihat reaksi Gara.
""Sangat-sangat suka. Makasih sayang. Ini adalah kado terindah untukku,"" jawab Gara yang seketika itu berdiri lalu memeluk sang istri tercinta.
.
.
Gara apaan sih. Lepas gak," ucap Leon yang terbangun karena merasa sesak lalu berusaha melepaskan pelukan Gara.
"Terima kasih Airin," ucap Gara masih dengan mata tertutup.
"Gara bangun. Ini aku Leon. Kau mimpi ya?" ucap Leon yang masih dipeluk erat Gara.
(CERITANYA KARENA KELELAHAN, SEHABIS MANDI GARA DAN LEON LANGSUNG MENGHEMPASKAN TUBUHNYA KE RANJANG UKURAN KING SIZE YA SAY.. DAN POSISI TIDURNYA SEMBARANG ARAH AJA GITU)
Karena Gara tak juga bangun, dan malah akan mencium Leon, lekas-lekas Heru mengambil gelas yang berisi air di meja sebelahnya lalu menyemburkannya kepada Gara.
Seketika itu juga Gara sadar dan segera melepas pelukannya dari Leon.
"Kau kenapa menyiram ku ha?" tanya Gara kaget dan langsung terbangun.
"Salah sendiri. Kenapa kau memelukku? Kau memimpikan Airin kan?" skakmat Leon membuat Gara mengingat kembali mimpinya.
"Ahhh.. Enggak.. Siapa yang mimpiin dia. Jangan asal ngomong ya," bohong Gara yang tak mau ketahuan.
"Sudahlah. Aku ini sahabatmu. Apa lagi yang kau pikirkan sampai-sampai kau kepikiran wanita itu?" tanya Leon sembari mengecek ponselnya dan mencari nomor seseorang.
"Kau mau menghubungi siapa malam-malam begini?" tanya Gara penasaran.
"Aku akan mencoba menghubungi Yuta. Siapa tau Airin kembali ke sana," jawab Leon meletakkan benda pipih di telinganya.
.
.
Menunggu informasi dari Leon, Gara memilih memainkan ponselnya dan melihat-lihat akun media sosial milik Airin. Siapa tau ada sedikit celah untuk dia menemukan keberadaan Airin.
Ternyata benar saja, Beberapa jam yang lalu, Airin mengunggah foto ia tengah tiduran dengan seekor kucing putih dengan caption yang menyentuh.
Di keterangan fotonya tertulis ___"Aku lelah dengan semua ini. Sangat-sangat lelah. Andaikan aku boleh meminta, aku hanya ingin hidup di planet lain sendirian dan mati sendirian,"___
"Hhhhhh. Buat apa dia membuat postingan seperti ini? Bukankah dia sendiri yang mau menjual kesuciannya, itu artinya dia harus siap dong dengan semua resikonya," gumam Gara. Sesaat kemudian, Leon memberi kabar jika Airin sama sekali tidak ke bar milik Yuta.
"Biarkan saja. Kau lihat ini. Aku akan memantaunya di akun media sosial miliknya. Sepertinya dia orang yang rajin mengunggah segala sesuatu ke sosial media," ucap Gara tersenyum kecut.
"Maklumlah, namanya aja masih labil, dia saja masih dua puluh tahun. Berbeda denganmu yang sudah kepala tiga," sela Leon mengejek.
"Kau mengejekku? Terus apa bedanya dengan kau? Bukankah kau juga sudah kepala tiga?" tanya Gara yang tidak terima di ejek oleh sahabatnya itu.
"Tapi aku tidak pernah meniduri gadis yang jauh dibawah mu," jawab Leon menyindir.
"Hhhhh, salah sendiri, kenapa kau doyan dengan wanita yang berumur," balas Gara kembali mengejek Leon.
"Jangan salah, yang berumur itu lebih berpengalaman," ujar Leon tak mau kalah.
"Hhhhh terserah kau saja," balas Gara mengakhiri obrolan kotor mereka dan kembali melanjutkan tidurnya.
.
.
Keesokan paginya, Airin yang sudah mandi sedari tadi kini telah bersiap-siap untuk mencari tempat tinggal sekaligus tempat yang bisa ia gunakan untuk membuka usaha.
Ia berjalan menyusuri jalanan ibukota, melihat kanan dan kiri, siapa tau ada tempat seperti yang ia inginkan.
Baru setengah perjalanan, Airin memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.
Ia memutuskan untuk memakan bubur ayam kaki lima yang berdekatan dengan pusat perkantoran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Shiro Yuki
baru kali ini ad asisten ma bos walaupun sahabat koplak tinggal bareng dan tidur bareng 1 ranjang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😁
2022-12-08
3
Lilisdayanti
CEO luxcnut 🤭🤭 ngakak aqu bacanya,,pada kocak,,
2022-11-18
0
ulilwafa
ngakak😁😁😁
2022-11-08
0