Baru setengah perjalanan, Airin memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu.
Ia memutuskan untuk memakan bubur ayam kaki lima yang berdekatan dengan pusat perkantoran.
***
Saat sedang menyantap bubur ayamnya, Airin tak sengaja melihat kesebuah ruko yang bertuliskan tulisan dikontrakkan. Kebetulan di sana juga ada pemilik ruko yang sedang membersihkan tempat yang akan ia sewakan.
Airin segera menghabiskan makanannya lalu pergi ke ruko yang dikontrakkan tersebut setelah membayar makanan yang ia makan tadi.
"Permisi Bu, kenalkan nama saya Airin. Kalau saya boleh tau, apakah ruko ini masih disewakan?" tanya Airin lembut.
"Iya, ruko ini masih disewakan, apa kamu berminat menyewanya?" tanya ibu-ibu tersebut.
"Kalau saya boleh tau, harga sewanya berapa ya harga sewanya pertahun?" tanya Airin.
"Harga setahunnya enam puluh juta. Didalam sudah tersedia kasur, dan perabotan rumah tangga lainnya," jawab ibu-ibu tersebut.
"Enam puluh juta ya Bu. Boleh kurang?" tanya Airin menawar.
"Udah murah itu lo dek," jawab ibu-ibu tersebut.
"Gimana kalau lima puluh juta. Saya akan bayar hari ini juga. Lagian saya baru saja merantau, dan saya juga sedang hamil muda. Saya di kota ini hanya seorang diri Hu, suami saya telah pergi dengan wanita lain" ucap Airin berbohong.
"Kasihan sekali nasibmu dek. Ya sudah kalau begitu kita sepakat ya lima puluh juta. Mari ikut saya. Rumah saya tidak jauh dari sini, kita bicarakan semuanya di rumah saja," ajak ibu-ibu tersebut yang kasihan melihat Airin.
setelah melakukan semua pembayaran, hari itu juga Airin langsung pindah dan menghuni ruko tersebut.
"Aku mau buka usaha apa ya disini?" ucap Airin bertanya pada dirinya sendiri sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan rukonya tersebut.
Setelah berpikir keras, Akhirnya Airin mendapat ide untuk membuka toko bunga.
Airin memilih usaha toko bunga karena disekitaran rukonya merupakan area perkantoran dan tak ada yang membuka toko bunga disekitaran lokasi tersebut.
Beberapa hari kemudian, toko bunga Airin resmi dibuka.
"Leon, bukannya disini sebelumnya tempat berjualan sarapan pagi?" tanya Gara saat melewati toko bunga Airin. Saat itu Gara belum tau jika Airin lah pemilik toko bunga tersebut.
Entah apa jadinya, jika Gara mengetahui jika Airin yang selama ini ia cari keberadaannya ternyata ada disekitaran kantornya sendiri.
"Ia ya, ohh, mungkin sewanya telah habis dan di gantikan oleh penjual toko bunga itu," jawab Leon masih tetap fokus mengemudi.
Dua bulan telah berlalu. Baik Gara maupun Airin sama-sama sibuk dengan dunianya masing-masing.
Usaha bunga yang Airin buka terbilang cukup laris dan ramai pengunjung.
Suatu ketika, tepat di hari ulang tahun mamanya, Gara berencana akan membelikan bunga kesukaan sang mama tercinta.
"Leon, kamu pulang saja duluan, hari ini mama ulang tahun, saya berencana akan membelikannya bunga yang ada didekat kantor kita itu," ucap Gara yang tengah merapikan beberapa dokumen di atas meja kerjanya.
"Baiklah, kalau gitu aku akan pulang naik taksi saja. Kau pulanglah dengan mobil," jawab Leon yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Tidak.. Tidak. Aku akan suruh supir untuk menjemput ku nanti. Kau pakai saja mobil itu pulang," balas Gara.
"Baiklah. Kalau begitu sampaikan ucapan selamat ulang tahun dariku kepada Tante Lena," ucap Leon bersiap-siap untuk pulang.
"Baik. Nanti aku sampaikan," jawab Gara sembari menelpon supir pribadinya.
.
.
"Pak, kita berhenti dulu ya di toko bunga itu," perintah Gara menunjuk toko bunga yang berada di depan jalan tersebut.
"Baik pak," jawab Pak Udin, supir Gara.
Tak sampai satu menit, mobil Gara berhenti tepat di parkiran ruko milik Airin.
Saat Gara akan memasuki toko bunga tersebut, langkahnya terhenti saat melihat Airin sedang melayani pembeli lainnya.
"Itu? Itu Airin?" ucap Gara mengucek kedua matanya. Ia tak menyangka jika Airin ternyata berada di toko bunga tersebut.
"Aku gak salah lihat kan? Itu benar-benar Airin. Ya aku yakin itu pasti Airin. Tapi kenapa wajahnya terlihat lebih chubby ya?" ucap Gara bicara pada dirinya sendiri.
"Selama ini aku mencari keberadaan mu, ternyata kamu berada dekat sekali denganku. Tak akan aku biarkan lagi kamu pergi dan hilang begitu saja." ucap Gara tersenyum smirk.
Gara mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam toko bunga tersebut. Ia memilih menyuruh Pak Udin untuk membelikan bunga untuk sang mama supaya Airin tidak mengetahui keberadaannya.
Tak lama kemudian, Pak Udin kembali ke mobilnya dengan membawa satu buket mawar putih.
Saat Pak Udin akan melajukan mobilnya, Gara melarangnya untuk sesaat. Ia masih ingin melihat Airin untuk beberapa saat lagi.
Gara melihat Airin berjalan keluar toko dan mengatur bunga-bunga yang ia pajang diluar rukonya.
Betapa terkejut dan shock nya Gara saat melihat perubahan pada tubuh Airin. Ia kini lebih berisi dan perutnya terlihat membesar.
'Perutnya? Perutnya besar? Itu berarti dia benar-benar hamil anakku,' batin Gara melihat Airin dari atas sampai bawah.
"Jalan Pak," perintah Gara kepada Pak Udin.
Sepanjang perjalanan pulang, Gara selalu memikirkan Airin.
Gara merogoh ponsel nya ada di sakunya, lalu berselancar di internet mengenai kehamilan dan makanan sehat untuk ibu hamil.
'Oke, mulai besok aku akan bertanggung jawab atas kamu dan kehamilan mu. Aku akan memastikan anak kita akan tumbuh dengan sehat di dalam sana," batin Gara sembari mencari-cari informasi tentang kehamilan.
'Kira-kira kandungan Airin berapa bulan ya?' batin Gara bertanya-tanya.
Saat itu juga Gara teringat kepada temannya yang kini berprofesi sebagai dokter kandungan.
Gara mencari nomor Yocky, sahabat nya yang berprofesi sebagai dokter kandungan tesebut.
"Halo Yocky, kau dimana?" tanya Gara serius.
"Ini saya lagi di rumah sakit. Ada apa Gara?" tanya Yocky penasaran. Tidak biasa-biasanya Gara menghubunginya selama ini.
"Kita bisa ketemu gak, ada yang mau saya tanyakan padamu," ucap Gara to the point.
"Tumben? Tidak biasa-biasanya kau mengajak ku bertemu," jawab Yocky menaikkan satu alisnya.
"Aku mau berkonsultasi denganmu," jawab Gara membuat Yocky semakin heran.
"Konsultasi? Tunggu.. Tunggu. Gara kau tau, aku ini dokter kandungan. Bukankah selama ini kau sudah mengetahuinya?" ujar Yocky.
"Karena kau dokter kandungan aku mau berkonsultasi denganmu. Kau tak usah banyak tanya lagi. Nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu. Jadi kapan kau ada waktu Dokter Yocky Wijaya?" tanya Gara sekali lagi.
"Baiklah, aku tunggu penjelasan mu malam nanti. Kita akan bertemu di Star Cafe jam delapan nanti. Apa kau bisa?" balik Yocky bertanya.
"Jam delapan malam di Star Cafe. Baik aku bisa. Sampai berjumpa nanti," jawab Gara sebelum memutuskan panggilannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Haruchiyo..
woi astagaa ,ainh syungguh terkejot karena star cafe itu nama cafe yang ada di Deket rumah aing anjrit😭
2022-10-17
2
Yusni Ali
Semoga Gara di suruh cepetan nikah sama mamanya, ..
.
2022-06-24
0
Laila Permatasari
mudah2an nanti emaknya si gara kaga galak
2022-06-17
3