Bab 13

Sepeninggal Gara, Leon hanya duduk sendirian di sofa bar tersebut ditemani dengan sebotol minuman. Tiba-tiba datang seorang wanita mabuk yang berjalan ke arahnya.

***

Wanita tersebut tak sengaja tersandung kakinya sendiri, dan jatuh ke pelukan Leon.

"Auu," ucap Leon yang berada di bawah tubuh wanita cantik itu.

.

"Upsss sorry," ujar wanita cantik tersebut. Kedua mata mereka saling bertatap-tatapan untuk sesaat. Namun beberapa saat kemudian wanita itu tiba-tiba saja ******* bibir Leon dan mempermainkannya.

Leon yang masih terperangah, hanya bisa diam saat wanita itu semakin liar dalam menciumi bibir Leon.

Namun beberapa saat kemudian, Leon akhirnya tersadar lalu mendorong tubuh wanita mabuk itu ke samping.

"Siapa kau? Kenapa kau mencium ku?" tanya Leon kepada wanita mabuk itu.

"Aku.. Aku siapa aku? Aku tidak tau siapa aku. Tapi aku tau kamu siapa," jawab wanita mabuk itu lalu terkekeh.

"Kau kenal aku?" tanya Leon penasaran.

"Ya.. Kau.. Kau Leon kan. Laki-laki yang telah begok yang meninggalkan seorang wanita yang mencintainya demi seorang pelacur. Dan akhirnya pelacur itu juga meninggalkanmu dengan laki-laki lain. Hahaha.. Dasar bodoh. Kau tau, kau adalah Ayah yang sangat bodoh di dunia ini.. Kau sangat bodoh. Kelak, saat anakmu yang sangat cantik itu tumbuh besar, dia tidak akan mau menerima mu sebagai Ayah nya," ucap wanita mabuk tersebut berhasil membuat Leon sangat-sangat penasaran.

"Apa.. Apa yang kau maksud? Wanita yang mencintaiku? Aku Ayah? Anak? Aku bahkan belum menikah. Bagaimana bisa aku punya anak. Dasar wanita mabuk. Jangan sembarang bicara kau," jawab Leon bingung.

"Hahaha.. Leon.. Leon. Tak salah aku memanggilmu bodoh. Kau memang belum menikah. Tapi kau terlalu sering bercocok tanam dengan kakakku sampai dia hamil dan melahirkan seorang putri yang cantik sekali meski dia sangat mirip dengan mu," ucap wanita mabuk tersebut.

"Hhhh kau jangan bercanda. Apa buktinya jika aku memang sudah memiliki seorang anak? Apa kau bisa menunjukkannya kepadaku?" tanya Leon mulai tertarik dengan ocehan wanita mabuk itu.

"Bukti?? O yaaa, aku punya buktinya," jawab wanita itu sembari mengambil ponsel dari dalam tasnya.

Ia kemudian menunjukkan sebuah foto anak kecil berusia satu tahun. Wajahnya mirip sekali dengan Leon. Saat melihat foto itu, Leon sangat kaget. Jantungnya berdegup kencang. Namun ia berusaha mengendalikan dirinya.

"Hhhh hanya foto? Itu bukan bukti," ucap Leon tersenyum smirk.

"Kau mau bukti yang akurat lagi?" tanya wanita mabuk tersebut.

"Ya. Jiak kau tidak memilikinya, aku tak akan mempercayainya," jawab Leon yang mulai meragukan ucapan wanita itu.

Wanita yang separuh mabuk itu kemudian kembali mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu ia mengeluarkan sebuah amplop berwarna putih yang tersegel.

"Ini. Ini adalah bukti yang sangat akurat untukmu," ujar wanita tersebut memberikan sebuah amplop kepada Leon.

"Apa ini?" tanya Leon penasaran sembari mengambil amplop tersebut dari tangan wanita itu.

"Itu adalah rambut dari anak yang ada di foto tadi. Kau boleh melakukan tes DNA dengan rambut itu," ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan Leon yang masih termenung dengan amplop di tangannya.

"Oh ya, aku harap setelah hasilnya keluar, kau jangan menyesal dan jangan frustasi. Ingat, waras itu mahal," ucap wanita itu berbalik, lalu meninggalkan Leon kembali.

Antara percaya dan tidak percaya, Leon yang kini benar-benar penasaran itu langsung pergi meninggalkan Gara yang masih sibuk dengan pertempurannya di bar milik Yuta itu.

Ia langsung tancap gas menuju rumah sakit yang beroperasi dua puluh empat jam untuk segera melakukan tes DNA.

Selama dalam perjalanan, Leon mencoba mengingat-ingat kembali dengan siapa saja ia pernah melakukan hubungan badan dan mengeluarkan benihnya di dalam rahim sang wanita.

"Aaaaa sial. Terlalu banyak wanita yang ku tiduri sampai-sampai aku lupa kepada siapa saja benihku ini aku sumbangkan," teriak Leon memukul stir mobil yang ada di hadapannya.

Sementara itu, Gara yang telah selesai dengan permainannya kini sedang bersandar di ranjang yang ia gunakan untuk memuaskan nafsunya sembari menunggu wanita bayarannya selesai mandi.

Biasanya setelah bergulat, Gara lah yang harus mandi terlebih dahulu. Namun saat ini Gara terlalu lelah, di tambah saat ini ia banyak pikiran, sehingga laki-laki tampan itu tidak fokus dalam menuntaskan hajatnya.

Gara kemudian meraih ponselnya yang ada di meja tepat di sebelahnya, lalu menghubungi Leon untuk memberi tahukan jika ia akan pulang cepat. Namun beberapa kali Gara menghubungi Leon, sama sekali tak ada jawaban dari sahabatnya itu. Jangankan pesan, telpon saja tak pernah ia angkat.

"Kemana dia? Apa jangan-janga si Leon masih bermain dengan wanitanya," tanya Gara kepada dirinya sendiri.

Tak sampai lima menit kemudian, wanita bayaran Gara keluar pertanda dirinya telah selesai mandi. Tanpa sepatah kata sedikitpun, Gara langsung setengah berlari menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa percintaannya dengan wanita bayaran tersebut.

Beberapa saat kemudian, Gara yang sudah selesai mandi dan berpakaian, segera meninggalkan kamar dan juga wanita tersebut dengan sejumlah uang yang ia taruh begitu saja di atas kasur.

Gara pun menyusul Leon di tempat terakhir ia dan juga Leon tengah duduk sebelum akhirnya berpisah.

"Leon mana? Apakah selama itu?" gumam Gara penasaran.

Gara memutuskan untuk duduk lalu memesan minum sembari menunggu Leon yang di sangkanya masih bermain dengan wanita bayarannya.

Kira-kira satu jam Gara menunggu, namun Leon belum juga menunjukkan batang hidungnya.

Sudah berkali-kali Gara mencoba menghubungi Leon, namun tak ada jawaban sama sekali.

Lelah menunggu, Gara akhirnya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu menggunakan taksi. Namun saat di parkiran yang tak jauh dari pintu masuk bar tersebut, Gara tak melihat mobilnya sama sekali.

"Anjiir, si Leon ternyata pergi. Lalu ngapain saya nungguin dia lama-lama. Awas saja kau Leon," umpat Gara saat melihat mobilnya sudah tidak ada di parkiran.

Sementara Leon yang sudah sampai di rumah sakit, segera menuju meja resepsionis guna untuk menanyakan perihal tes DNA yang akan ia lakukan.

"Maaf Pak, untuk tes DNA, Bapak bisa kembali lagi siang nanti, karena dokternya sudah pulang Pak," jelas petugas rumah sakit tersebut.

"Apa? Siang nanti? Saya gak mau. Saya maunya sekarang. Kau jangan membohongiku ya?" ucap Leon kepada petugas tersebut.

"Maaf Pak, saya tidak bohong. Dokternya sudah pulang," jawab petugas itu sekali lagi.

"Bukannya rumah sakit ini buka dua puluh empat jam? Lalu kenapa dokternya tidak ada," tanya Leon seperti orang bodoh.

"Maaf Pak, rumah sakit ini memang buka dua puluh empat jam, tapi itu untuk keadaan gawat darurat," jelas petugas tersebut.

Karena ponselnya berdering, Leon pun memutuskan untuk pergi dan sembari mengoceh tak jelas.

"Tampan-tampan tapi bodoh," ucap petugas tersebut menatap kepergian Leon

Terpopuler

Comments

Lilisdayanti

Lilisdayanti

nah loh,, gara2 pada sengkle 🤣🤭🤭 pada buntutan kan 🤣🤣🤣🤣yakin kocak banget ceritamu thur 🤭🤭🙈

2022-11-18

1

Yulia Prihatin91#SoLo#

Yulia Prihatin91#SoLo#

Leon 11_12 teryata ama gara
sama gilanya

2022-11-01

0

Henny Suryani

Henny Suryani

mudah2an airin gk brjodoh ama gara

2022-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 PENGUMUMAN
12 Bab 11
13 Bab 12
14 Bab 13
15 Bab 14
16 Bab 15
17 Bab 16
18 Bab 17
19 Bab 18
20 Bab 19
21 Bab 20
22 Bab 21
23 Yuk mampir.. "Ustadzah Dadakan"
24 Bab 22
25 Bab 23
26 Bab 24
27 Bab 25
28 Bab 26
29 Bab 27
30 Bab 28
31 Bab 29
32 Bab 30
33 Bab 31
34 Bab 32
35 Bab 33
36 Bab 34
37 Bab 35
38 Bab 36
39 Bab 37
40 Bab 38
41 Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)
42 Bab 40
43 Bab 41
44 Bab 42
45 Bab 43
46 Bab 44
47 Bab 45
48 Bab 46
49 Bab 47
50 Bab 48
51 Bab 49
52 Bab 50
53 Bab 51
54 Bab 52
55 Bab 53
56 Bab 54
57 Bab 55
58 Bab 56
59 Bab 57
60 Bab 58
61 Bab 59
62 Bab 60
63 Bab 61
64 Bab 62
65 Bab 63
66 Bab 64
67 Bab 65
68 Bab 66
69 Bab 67
70 Bab 68
71 Bab 69
72 Bab 70
73 Bab 71
74 Bab 72
75 Bab 73
76 Bab 74
77 Bab 75 (Hidup Lagi??)
78 Bab 76
79 Bab 77
80 Bab 78
81 Bab 79
82 Bab 80
83 Bab 81
84 Bab 82
85 Bab 83
86 Bab 84
87 Bab 85
88 Bab 86
89 Bab 87
90 Bab 88
91 Bab 89
92 Bab 90
93 Bab 91
94 Bab 92
95 Bab 93
96 Bab 94
97 Bab 95
98 Bab 96
99 Bab 97
100 Bab 98
101 Bab 99
102 Bab 100
103 Bab 101
104 Bab 102
105 Bab 103
106 Bab 104
107 Bab 105
108 Bab 106
109 Bab 107
110 Bab 108
111 Bab 109
112 Bab 110
113 Bab 111
114 Bab 112
115 Bab 113
116 Bab 114
117 Bab 115
118 Bab 116
119 Bab 117
120 Bab 118
121 Bab 119
122 Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)
123 Bab 121
124 Bab 122
125 Bab 123
126 Bab 124
127 Bab 125
128 Bab 126
129 Bab 127
130 PENGUMUNAN
131 Bab 128
132 Bab 129
133 Bab 130
134 Bab 131
135 Bab 132
136 Bab 133
137 Bab 134
138 Bab 135
139 Bab 136
140 Bab 137
141 Bab 138
142 Bab 139
143 Bab 140
144 Bab 141
145 Bab 142
146 Bab 143
147 Bab 144
148 Bab 145
149 Bab 146
150 Bab 147
151 Bab 148
152 Bab 149
153 Bab 150
154 Bab 151
155 Bab 152
156 Bab 153
157 Bab 154
158 Bab 155
159 Bab 156
160 Bab 157
161 Bab 158
162 Bab 159
163 >>>Novel Baru<<<
164 Bab 160
165 Bab 161
166 Bab 162
167 Bab 163
168 Bab 164 TAMAT
169 Novel Baru "PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN"
170 PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN
171 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 3
172 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4
173 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 5
174 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 6
175 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 7
176 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 8
177 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 9
178 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 10
179 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 11
180 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 12
181 Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 13
182 Masih Anget Hanya Di Noveltoon
183 Cinta Terhalang Ekonomi sudah Bab 2 ya sayyy...
184 Bab 3 Cinta Terhalang Ekonomi
185 Bab 4 Cinta Terhalang Ekonomi
186 Bab 5 Cinta Terhalang Ekonomi
187 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
188 SUDAH TAYANG!!! Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
189 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 2
190 Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 3
191 DINIKAHI PAK GURU (NOVEL BARU)
192 Dinikahi Pak Guru Bab 2
193 Dinikahi Pak Guru Bab 3
194 Dinikahi Pak Guru Bab 4
Episodes

Updated 194 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
PENGUMUMAN
12
Bab 11
13
Bab 12
14
Bab 13
15
Bab 14
16
Bab 15
17
Bab 16
18
Bab 17
19
Bab 18
20
Bab 19
21
Bab 20
22
Bab 21
23
Yuk mampir.. "Ustadzah Dadakan"
24
Bab 22
25
Bab 23
26
Bab 24
27
Bab 25
28
Bab 26
29
Bab 27
30
Bab 28
31
Bab 29
32
Bab 30
33
Bab 31
34
Bab 32
35
Bab 33
36
Bab 34
37
Bab 35
38
Bab 36
39
Bab 37
40
Bab 38
41
Bab 39 (Kisah masa lalu Paman Sam, Lyra, Dan Juga Liona)
42
Bab 40
43
Bab 41
44
Bab 42
45
Bab 43
46
Bab 44
47
Bab 45
48
Bab 46
49
Bab 47
50
Bab 48
51
Bab 49
52
Bab 50
53
Bab 51
54
Bab 52
55
Bab 53
56
Bab 54
57
Bab 55
58
Bab 56
59
Bab 57
60
Bab 58
61
Bab 59
62
Bab 60
63
Bab 61
64
Bab 62
65
Bab 63
66
Bab 64
67
Bab 65
68
Bab 66
69
Bab 67
70
Bab 68
71
Bab 69
72
Bab 70
73
Bab 71
74
Bab 72
75
Bab 73
76
Bab 74
77
Bab 75 (Hidup Lagi??)
78
Bab 76
79
Bab 77
80
Bab 78
81
Bab 79
82
Bab 80
83
Bab 81
84
Bab 82
85
Bab 83
86
Bab 84
87
Bab 85
88
Bab 86
89
Bab 87
90
Bab 88
91
Bab 89
92
Bab 90
93
Bab 91
94
Bab 92
95
Bab 93
96
Bab 94
97
Bab 95
98
Bab 96
99
Bab 97
100
Bab 98
101
Bab 99
102
Bab 100
103
Bab 101
104
Bab 102
105
Bab 103
106
Bab 104
107
Bab 105
108
Bab 106
109
Bab 107
110
Bab 108
111
Bab 109
112
Bab 110
113
Bab 111
114
Bab 112
115
Bab 113
116
Bab 114
117
Bab 115
118
Bab 116
119
Bab 117
120
Bab 118
121
Bab 119
122
Bab 120 (Episode-Episode Terakhir)
123
Bab 121
124
Bab 122
125
Bab 123
126
Bab 124
127
Bab 125
128
Bab 126
129
Bab 127
130
PENGUMUNAN
131
Bab 128
132
Bab 129
133
Bab 130
134
Bab 131
135
Bab 132
136
Bab 133
137
Bab 134
138
Bab 135
139
Bab 136
140
Bab 137
141
Bab 138
142
Bab 139
143
Bab 140
144
Bab 141
145
Bab 142
146
Bab 143
147
Bab 144
148
Bab 145
149
Bab 146
150
Bab 147
151
Bab 148
152
Bab 149
153
Bab 150
154
Bab 151
155
Bab 152
156
Bab 153
157
Bab 154
158
Bab 155
159
Bab 156
160
Bab 157
161
Bab 158
162
Bab 159
163
>>>Novel Baru<<<
164
Bab 160
165
Bab 161
166
Bab 162
167
Bab 163
168
Bab 164 TAMAT
169
Novel Baru "PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN"
170
PENYESALAN SETELAH KEHILANGAN
171
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 3
172
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 4
173
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 5
174
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 6
175
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 7
176
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 8
177
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 9
178
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 10
179
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 11
180
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 12
181
Penyesalan Setelah Kehilangan Bab 13
182
Masih Anget Hanya Di Noveltoon
183
Cinta Terhalang Ekonomi sudah Bab 2 ya sayyy...
184
Bab 3 Cinta Terhalang Ekonomi
185
Bab 4 Cinta Terhalang Ekonomi
186
Bab 5 Cinta Terhalang Ekonomi
187
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
188
SUDAH TAYANG!!! Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2
189
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 2
190
Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara 2 Bab 3
191
DINIKAHI PAK GURU (NOVEL BARU)
192
Dinikahi Pak Guru Bab 2
193
Dinikahi Pak Guru Bab 3
194
Dinikahi Pak Guru Bab 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!