"Ahh. Maaf Airin. Saya hanya takjub denganmu. Kalau begitu saya boleh minta nomor ponselmu Airin, biar saya lebih gampang untuk memesan bunga disini. Selain itu, agar kamu bisa cerita apa pun masalahmu kepada saya," jelas Mama Lena mengeluarkan ponsel ya.
***
Airin kemudian mencatat nomor ponselnya di ponsel Mama Lena.
"Ya sudah, Airin saya pulang duluan ya. Sekalian saya pesan bunga mawar putihnya ya. Terima kasih sudah mau berbagi cerita dengan saya. Saya senang sekali, karena saya tidak punya anak perempuan, dan saya ingin sekali punya anak perempuan," jelas Mama Lena sembari pamit kepada Airin.
"Sama-sama Bu. Saya juga senang karena ada tempat untuk berbagi. Selama ini saya selalu memendam semua permasalahan saya sendiri. Berkat Ibu sekarang saya menjadi sedikit lebih lega," ucap Mama Lena.
"Ya sudah, mulai sekarang anggap saja saya ini sebagai Ibu kandung kamu sendiri. Kamu bisa bercerita apa pun semuanya kepada saya," ujar Mama Lena mengusap pucuk kepala Airin.
"Terima kasih Bu," jawab Airin merasa bahagia.
Setelah dari tempatnya Airin, Mama Lena memilih untuk menyinggahi kantor anaknya Gara yang tak jauh dari toko Airin.
"Gara," ucap Mama Lena membuka pintu ruangan Gara.
"Mama.. Gimana, apa mama berhasil mendekati Airin?" tanya Gara penasaran.
"Tentu. Gara kamu tau, Airin itu ternyata anak yang baik dan sopan. Tak hanya cantik, dia juga mempunyai hati yang lembut," jawab Mama Lena tersenyum.
"Oh ya.. Airin bicara apa saja sama mama?" tanya Gara kembali.
"Kamu tau dia bicara apa? Dia bicara banyak sekali. Berkat dia mama tau bagaimana sifat kamu yang sebenarnya," jawab Mama Lena mempelototi Gara.
"Mak.. Maksud mama apa? Gara gak ngerti," tanya Gara pura-pura pilon.
"Kamu jangan pura-pura bodoh Gara. Kamu pikir mama gak tau. Setiap malam kamu selalu ke bar, bermain wanita dan bergonta ganti pasangan untuk di bawa tidur," jawab Mama Lena membuat Gara terkejut.
'Aduh, mampus gue. Kenapa si Airin bilang kayak gitu sih sama mama. Kan ribet jadinya,' batin Gara merutuki Airin.
"Ahh nggak kok ma. Airin mengada-ngada kali tuh. Mama jangan percaya," jawab Gara menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Gara.. Gara.. Gimana mama gak percaya, buktinya aja kamu sudah menghamili anak orang," skakmat Mama Lena membuat Gara tertunduk dan tidak dapat membela diri lagi.
"Maafin Gara ma. Gara janji gak akan mengulanginya lagi," jawab Gara yang masih tertunduk.
"Ya sudah, kalau gitu mama mau pulang dulu. Besok mama akan menemui Airin lagi. Selain itu, besok mama akan membelikan beberapa kebutuhan Airin dan juga janinnya, seperti vitamin, dan buah-buahannya.
"Ok ma. Tapi maaf ma, Gara tidak bisa menemani mama. Mama kan tau sendiri posisi Gara di mata Airin," ucap Gara menatap mamanya.
"Ya sudah tidak apa-apa, tapi mama mau kamu janji sama mama. Jangan pernah lagi merusak dan menyakiti hati seorang wanita. Mama gak mau kamu menjadi seorang cassanova Gara. Emang kamu mau jika suatu saat nanti karma datang menghampiri mu?" ucap Mama Lena menasehati putranya.
"Iya ma, Gara janji sama mama,* jawab Gara menaikkan dua jarinya sambil tersenyum imut.
"Baik kalau gitu mama pulang dulu," pamit sang mama kepada Gara.
Saat jam pulang kerja, Gara dan Leon bersiap-siap akan pulang.
"Kita pulang kemana Gar?" tanya Leon sembari duduk di sofa ruangan Gara.
"Kita pulang ke apartemen saja. Urusan Airin, biar mama yang mengurusnya," jawab Gara menutup laptopnya.
"Kau sudah memberi tahu Tante Lena?" tanya Leon kaget.
"Sudah," jawab Gara santai sembari keluar dari ruangannya yang diikuti Leon dari belakang.
"Lalu Tante Lena bilang apa?" tanya Leon benar-benar penasaran.
"Kau kepo juga ya Leon," canda Gara yang kini sudah di dalam lift khusus CEO.
"Ya bukannya kepo, cuma pengen tau aja. Kau tau kan, aku ini kalau penasaran tidak bisa tidur nyenyak. Ujung-ujung nya berpengaruh kepada pekerjaan," alasan Leon agar Gara mau berbagi cerita dengannya.
"Lebay," balas Gara rolls eyes.
"Jadi gimana? Gimana reaksi Tante Lena?" tanya Leon masih penasaran.
Bosan dengan ocehan Leon, Gara akhirnya menceritakan reaksi kedua orang tuanya kepada Leon.
"Kau serius Gara? Aku pikir Tante Lena akan marah terus mencabut semua fasilitas mu," canda Leon santai.
"Doa mu jelek sekali Leon. Jika itu terjadi, maka setelah semua fasilitas ku di kembalikan, maka kau lah orang pertama yang akan aku pecat tanpa pesangon," balas Gara yang juga bercanda.
"Hahaha.. Kenapa aku? Aku salah apa?" tanya Leon merengek.
"Karena kau membantuku untuk mendapatkan Airin," jawab Gara tersenyum smirk.
"Lah, bukannya kau yang menyuruhku?" tanya Leon.
"Kenapa kau mau?" jawab Gara yang kini sudah berada di dalam mobilnya.
Saat mobil yang di kemudikan Leon telah keluar dari area kantornya, Gara menyuruh Leon untuk berhenti di toko bunga.
Leon sama sekali belum tau jika toko bunga itu milik Airin.
"Kau mau ngapain berhenti di toko bunga? Kau akan membeli bunga buat siapa?" tanya Leon penasaran.
"Aku bukan membeli bunga, tapi aku hanya ingin melihat perut si pemilik toko bunga tersebut," jawab Gara yang fokus melihat ke toko bunga tersebut.
"Apa? Kau ingin melihat perut pemilik toko bunga tersebut? Kau gila? Buat apa?" tanya Leon semakin penasaran dan tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.
"Ya buat melihat calon anakku lah, lalu buat apa lagi?" jawab Gara masih fokus melihat ke toko bunga milik Airin.
"Maksudmu apa? Aku sama sekali tidak mengerti," tanya Leon bingung.
"Huhhhh.. Jadi yang membuka usaha bunga itu adalah Airin. Kau tau, sekarang perutnya sudah membesar. Aku suka itu. Entah kenapa aku ingin sekali mengelus perut buncitnya itu. Tapi aku tidak tau caranya gimana. Apa kau punya ide Leon Wang?" tanya Gara melihat Leon sekilas.
"Jadi.. Jadi Airin pemilik toko bunga itu. Apa dia tau jika kantor kau berada dekat dengan tokonya?" tanya Leon penasaran.
"Tidak, dan jangan sampai dia mengetahuinya. Bisa-bisa dia kabur lagi," jawab Gara memerhatikan toko tersebut. Namun Airin tak kunjung keluar.
"Kau tenang Gara. Aku punya ide bagus. Jika kau mengikuti ide ku. Aku jamin kau akan bisa mengusap perut Airin. Bahkan kau bisa berteman dekat dengannya," ujar Leon tersenyum smirk.
"Kau serius?" tanya Gara yang kini penasaran.
"Ya, aku serius," jawab Leon tersenyum penuh arti.
"Aku mau. Aku akan melakukan apapun agar aku bisa mengusap perut Airin dan juga dekat dengannya kembali," jawab Gara yakin.
"Kau yakin?" tanya Leon memastikan.
"Ya yakinlah. Bagaimana caranya?" jawab Gara penasaran.
"Gampang. Kau tinggal ganti saja gaya berpakaian mu. Lalu kau masuk ke dalam toko bunga itu untuk berpura-pura membeli bunganya. Setelah itu kau ajak deh dia bicara," jawab Leon melihat Gara.
"Semudah itu?" tanya Gara heran.
"Ya semudah itu," jawab Leon.
"Tapi aku harus menggunakan pakaian apa?" tanya Gara sangat penasaran.
"Ya harus menggunakan pakaian perempuanlah. Lalu pakaian apa lagi. Memang kau pikir Airin mau berhubungan lagi denganmu sebagai Gara? Aku sih noo," jawab Leon membuat Gara menepuk jidatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Lilisdayanti
gincloooooonggg wkwkwkwkwkwkwk 🤭🤭🤭 jadi banci 🤣🤣🤣🤣ga kebayang,,, anggap saja MS dakem 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭
2022-11-18
0
🏕V⃝🌟🍾ᚻᎥ∂ ᶢᵉˢʳᵉᵏ 💃V@X💃
ide bagus sekalian ngerjain gara🤣🤣🤣
2022-11-02
1
Yulia Prihatin91#SoLo#
ide gila leon
hahaha
menyamar jadi wanita gara gara apa kata DUNIA sang casanova
2022-11-01
1