"Iya bahagia kenapa ma? Mama dapat arisan lagi ya. Traktir Gara dong ma," ucap Gara menebak apa yang membuat mamanya bisa sebahagia ini.
***
"Gara kamu tau, ini gak ada apa-apanya dengan arisan yang mama pernah terima sebelum-sebelumnya. Tadi itu kan mama menemani Airin untuk memeriksakan kandungannya ke dokter," ucap Mama Lena antusias.
"Iya, teruuussss..," ujar Gara menaikkan kedua alisnya.
"Gara, anak kamu yang ada di kandungan Airin itu ternyata kembar tiga sayang. Mama bahagia banget. Kalo papamu tau, pasti dia juga tak kalah bahagia," ucap Mama Lena antusias sekali.
"Apa? Ma.. Mama seriuuss?" tanya Gara memegang kedua bahu mamanya.
"Iya sayang. Mama serius. Mama juga sudah mengetahui jenis kelaminnya," ucap mama Lena membuat Gara ingin tau.
"Apa ma? Gara kasih tau Gara dong ma," tanya Gara tak kalah antusiasnya.
"Jenis kelaminnya satu perempuan dan dua laki-laki. Ini adalah kejutan terindah yang mama pernah dapat selama hidup mama," jawab Mama Lena dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya.
"Beneran ma?" tanya Gara memastikan ucapan mamanya.
"Iya sayang, beneran. Kamu senang gak?" tanya Mama Lena lagi.
"Ya senang lah ma. Gara senang banget. Gara janji akan merubah semua sifat buruk Gara. Dan Gara janji akan membuat Airin menerima Gara dengan senang hati. Gara gak mau sifat buruk Gara nanti menurun ke anak-anak Gara. Dan Gara juga gak mau kalo nanti saat sudah besar anak-anak Gara membenci Gara ma," ucap Gara yang mulai bertekad untuk merubah dirinya sendiri setelah mengetahui jika ia akan menjadi Ayah dari tiga orang anak kembar.
"Iya sayang. Mama mendukung kamu dan mama selalu mendoakan kamu agar kamu konsisten dalam perubahanmu," ucap mama Lena.
"Amin.. Makasih ma," jawab Gara.
"Ya sudah, kalau gitu mama mau ke kantornya papa mu dulu. Mama akan memberitahukan kabar bahagia ini. Mama yakin papa kamu pasti akan sangat bahagia mendengarnya," pamit mama Lena kepada putra semata wayangnya.
"Oke ma. Hati-hati di jalan," jawab Gara menatap kepergian mamanya.
"Leon, keruangan saya sekarang," perintah Gara dalam panggilan telepon.
"Kenapa Gar? Gue lagi mager nih," jawab Leon malas.
"Ada yang ingin saya sampaikan. Kesini sekarang atau
gak..-"
"Atau gak kau akan mengirimku ke kutub utara. Ya kan?" tebak Leon yang sudah tau apa yang akan di katakan sahabtnya.
"Itu kau tau," jawab Gara terkekeh.
"Oke. Oke, saya akan kesana sekarang," ujar Leon kesal.
Tok.. Tok..
"Masuk," jawba Gara rolls eyes.
"Permisi. Anda memanggil saya?" tanya Leon dengan wajah sok baiknya.
"Ya, silahkan duduk Pak Leon," jawab Gara mengikuti drama Leon.
"Ada apa ya Pak?" tanya Leon kembali dengan senyuman super lebarnya.
"Begini, kapan kau akan menemaniku ke temanmu yang tukang make over itu? Aku ingin segera menemui Airin," ucap Gara to the point.
"Sebentar, saya akan menghubunginya dulu," jawab Leon merogoh ponselnya.
.
.
Beberapa jam kemudian, Gara pun selesai di make over oleh temannya Leon.
"Cewek, godain abang dong," ucap Leon menggoda Gara yang saat ini sudah berpakaian wanita.
"Ihhh.. Apaan sih bang. Adek malu tau," jawab Gara dengan suara bancinya.
"Pffftthhh gak jadi deh.. Abang geli," balas Leon yang ilfil dengan gaya Gara.
"Udah, ayo berangkat. Saya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Airin," perintah Gara.
"Ya udah, Ayo," jawab Leon sembari berjalan keluar dari ruangan Gara dan diikuti Gara dari belakang.
Saat Gara dan Leon berjalan menuju loby, banyak karyawan yang memandang aneh kepada Gara.
"Itu, Itu, saudara Pak Gara atau kembarannya ya? Kok mirip banget sih?" ucap salah satu karyawan yang melihat Gara berjalan dengan Leon.
"Apa itu kekasihnya Pak Leon ya? Mana cantik banget lagi," bisik karyawan lainnya.
"Eh tapi kapan datangnya ya? Kok kita nggak ngelihat ya?" bisik karyawan lainnya.
"Gara, kau dengar mereka berkata apa?" tanya Leon menyenggol bahu Gara.
"Udah, kau diam saja. Aku gak mau mereka semua pada mengetahuinya," jawab Gara berbisik.
Tak butuh waktu lama, Gara dan Leon pun sampai di depan toko bunga milik Airin.
"Kau yakin ini akan berhasil?" tanya Gara mulai gugup.
"Aku yakin. Airin tak akan mencurigai mu, secara kau sangat mirip sekali dengan perempuan sungguhan," jawab Leon merayu sambil mencolek dagu Gara.
"Jangan bercanda," ucap Gara yang merasa Leon sedang mengejeknya.
"Siapa yang bercanda sih. Kau itu memang mirip wanita sungguhan. Sekarang masuklah. Ingat, jangan sampai ketahuan," pesan Leon kepada Jeno.
Gara pun akhirnya memantapkan langkahnya untuk masuk ke dalam toko bunga milik Airin.
"Permisi, Ada yang bisa saya bantu?" tanya Airin kepada Gara yang telah menggunakan pakaian wanita tersebut.
"Ahhh, iya, saya mau mencari bunga mawar putih tapi yang masih fresh, apakah masih ada?" tanya Gara gugup. Ia takut akan ketahuan oleh Airin.
"Ada, mari ikut saya," jawab Airin lembut.
"Kamu hamil ya? Berapa bulan?" tanya Gara dengan suara ala-ala perempuan, tapi lebih ke banci😂😂
"ini mau jalan enam bulan," jawab Airin sambil mengambil bunga mawar putih.
"Ini bunganya masih fresh semua, silahkan dipilih, nanti biar saya kemas," ucap Airin sambil mengusap perutnya.
"Ah iya makasih," jawab Gara dengan jantung jedag-jedug.
'Duh, kok gue jedag-jedug gini ya?,' batin Gara memilih bunga dengan tangan gemetaran.
'Ini orang kenapa ya? Kok gemetaran?' batin Airin memperhatikan Gara yang sangat grogi plus takut.
Setelah selesai memilih bunga, Gara pun memberanikan diri untuk mendekati Airin.
"Hmmm mbak.. Kalo saya lihat kayanya anak mba nya kembar deh," ucap Gara yang sudah tau Airin hamil anak kembar.
"Kok mba nya tau?" jawab Airin tersenyum.
"Iya, soalnya kelihatan banget mba nya besar banget. Saya boleh tebak jenis kelaminnya?" tanya Gara yang memang sudah mengetahui jenis kelamin bayi yang di kandung Airin.
"Boleh.. Kebetulan saya sudah tau jenis kelamin bayi saya. Kalo mba nya benar, saya kasih bonus dua tangkai mawar," jawab Airin mengangkat dua jarinya.
"Beneran mba?" tanya Gara pura-pura antusias.
"Iya bener," jawab Airin tersenyum.
"Baik, menurut saya jenis kelaminnya dua laki-laki dan satu perempuan," jawab Gara dengan menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum.
"Loh, ko mba nya tau sih," tanya Airin heran.
"Ya asal aja mba," jawab Gara tersenyum.
"Ya sudah, kalo gitu sesuai janji. Saya akan kasih mba bonus dua mawar," ucap Airin menepati janjinya.
"Makasih. Mba baik ya orangnya. Oh ya kenalan nama saya Gara, maksud saya Mara.. Nama saya Amara.. Mba bisa panggil saya Mara," ucap Gara hampir saja keceplosan.
"Saya Airin," jawab Airin membalas uluran tangan dari Gara.
DEG
'Kenapa jantungku berdetak kencang gini ya?' batin Airin.
'Aduh, jantungku pargoy lagi,' batin Gara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
As Thyen
visualnya jelek
2023-06-15
0
Lilisdayanti
aaaaaahhh kering gigiqu,,🤣🤣🤣🤣🤣
2022-11-18
0
🏕V⃝🌟🍾ᚻᎥ∂ ᶢᵉˢʳᵉᵏ 💃V@X💃
ampun cantik bgt gaes
2022-11-02
0