"Jam delapan malam di Star Cafe. Baik aku bisa. Sampai berjumpa nanti," jawab Gara sebelum memutuskan panggilannya.
***
Lima belas menit kemudian Gara akhirnya tiba di rumah utamanya.
"Sore ma," ucap Gara mencium pipi kiri dan pipi kanan mamanya.
"Sore juga Gara. Putra tampan mama," jawab Lena, mamanya Gara.
"Selamat ulang tahun ya ma. Semoga mama panjang umur dan banyak rezeki. Oh ya, mama mau kado apa dari Gara?" ucap Gara memberikan bunga mawar kesukaan Mama Lena.
"Amiiinnn..Amiiinnn.. Makasih sayang. Kamu yakin mama boleh memilih kado mama sendiri?" tanya Mama Lena tersenyum.
"Iya ma. Apa sih yang enggak buat mama," jawab Gara kepada Mamanya.
"Hmmmm.. Mama mau cucu dari kamu sayang. Mama sama papa mau iri sama temen-temen kami yang sudah mempunyai cucu.
Bahkan ada temen mama cucunya sudah TK, dan temennya mama ini setiap hari selalu antar jemput cucunya. Gimana? Kamu mau kan kasih mama cucu?" tanya Lena berharap.
"Mama yakin mau cucu? Apa mama gak mau berlian keluaran terbaru dari toko langganan kita?" ucap Gara meyakinkan Mama Lena.
"Ya yakinlah sayang," jawab Mama Lena yakin.
"Hmmmm.. Ya sudah, kalau gitu permintaan mama akan Gara kabulkan. Dan selamat. Sebentar lagi mama sama papa akan menjadi nenek dan kakek," ucap Gara membuat Mama Lena kaget.
"Mak.. Maksud kamu sebentar lagi kamu akan menikah gitu?" tanya mama Lena penasaran.
"Bukan ma. Tapi sebenarnya Gara telah menghamili seorang wanita. Gara minta maaf ya ma. Gara udah kecewain mama sama papa," jelas Gara tertunduk.
"Tidak.. Tidak.. Kamu pasti bercanda kan sayang. Gara jangan gitu ah. Gak lucu tau,* ujar Mama Lena yang tidak mempercayai ucapan Gara.
"Gara serius ma. Gara serius," balas Gara yang masih duduk tertunduk.
"Lalu.. Lalu dimana wanita itu sekarang? Kenapa dia tidak mencari mu dan meminta pertanggung jawaban darimu?" tanya Mama Lena yang sudah shock dengan perkataan putranya.
"Dia.. Dia membuka toko bunga di dekat kantor Gara, tapi dia tidak tau jika perusahaan Gara berada dekat dengan toko bunga miliknya. Gara belum menemuinya ma Gara takut kalau dia akan kabur lagi seperti dulu," jawab Gara gugup.
"Kabur? Kenapa dia kabur? bukankah dia hamil anak kamu? Lalu kenapa dia kabur? Hhhhh.. Ini sungguh tidak masuk akal Gara. Bilang saja kalau kamu prank kan?" ucap Mama Lena mulai tak percaya.
"Ini bukan prank ma. Gara serius. Ceritanya begini. Namanya Airin. Sebelumnya dia bekerja di sebuah bar milik teman Gara. Saat Gara melihatnya, terjadilah hal itu. Saat itu juga, Airin memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan memilih untuk hidup di kampung halamannya. Waktu Gara berusaha mencari Airin ke kampungnya, salah seorang warga bilang, jika Airin sudah di usir dari kampung itu karena hamil tanpa suami. Gara awalnya berniat ma mau bertanggung jawab untuk membesarkan anak itu, tapi sejak itu Gara kehilangan jejak Airin. Tapi tadi waktu Gara mau membeli bunga buat mama, Gara melihat Airin di toko bunga itu. Awalnya Gara kira dia hanya pembeli, tapi Gara baru tau jika dia yang memiliki toko bunga itu. Gara mengurungkan niat Gara untuk membeli bunga sendiri dan menyuruh Pak Udin yang membelinya. Dan saat Airin berada di luar tokonya, Gara liat perutnya sudah membesar," jelas Gara panjang lebar.
"Apa kamu sudah yakin, jika yang ada di dalam rahim perempuan itu adalah darah daging mu?" tanya Mama Lena memastikan.
"Ya yakinlah ma. Gara yang pertama kali menyentuhnya, dan Gara juga tau bagaimana Airin," jelas Gara kepada mamanya.
"Baik. Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang? Kasihan anak yang ada di salam kandungannya itu. Mama kecewa sekali sama kamu Gara, tapi apapun yang terjadi, kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan mu," ucap Lena menatap putranya itu.
"Gara mau ma. Gara mau bertanggung jawab. Tapi Gara takut saat Gara menemui Airin lagi, dia akan pergi lagi seperti waktu itu," ucap Gara sembari berjalan ke meja makan untuk mengambil minum.
" Ya sudah, kalau begitu, mama akan membantumu," ucap Lena membuat Gara menghentikan minumnya.
"Membantu Gara? Bagaimana caranya?' tanya Gara segera duduk di samping sang mama.
"Mama akan mampir ke toko bunga itu, kemudian secara perlahan, mama akan mendekati perempuan itu. Mama akan membuat hubungan pertemanan yang sedekat mungkin dengannya. Nah pada saat itu kamu temuilah perempuan itu. Kalau kita kebetulan bertemu saat itu, anggap saja kita tidak saling mengenal satu sama lain," jelas Mama Lena menjelaskan rencananya.
"Ide bagus sih ma. Lalu bagaimana jika Airin kabur lagi ma? Kemana lagi Gara harus mencarinya?" tanya Gara menunggu jawaban sang mama.
"Ya maka dari itulah tujuan mama mendekati perempuan itu. Jika dia pergi setelah kamu menemuinya, setidaknya mama bisa mengetahui keberadaannya" jelas Mama Lena kepada Gara Emanuel.
"Mama benar. Lalu, kapan mama akan menemuinya? Aku mau mama menjaganya dan juga kandungannya. Bagaimanapun yang ada dalam perutnya itu adalah darah daging Gara ma. Gara gak mau anak itu hidup dalam kesusahan," ucap Gara membuat Mama Lena tersenyum.
"Gara-Gara. Lalu kamu pikir mama akan membiarkan anak itu tumbuh dan hidup dalam kesusahan begitu? Bagaimanpun juga dia itu calon cucu mama. Meskipun mama tidak mengenal perempuan itu, tapi mama akan tetap menjaganya dan juga kandungannya. Kamu tenang saja. Besok mama akan ke sana dan akan membeli beberapa bunga. Setelah itu mama akan melakukan pendekatan dengannya," jelas Mama Lena membuat Gara puas.
Setidaknya, Gara tidak perlu memikirkan lagi mengenai tumbuh kembang calon anaknya itu.
"Ya sudah, kalau begitu, terima kasih ya mama. Gara mau mandi dulu," ucap Gara sambil berdiri lalu setengah berlari ke lantai dua rumah mewah itu.
"Ya sudah, jangan lupa untuk turun saat jam makan malam. Sebentar lagi papamu akan kembali dari luar negri," teriak Mama Lena menatap punggung putra semata wayangnya itu.
"Oke ma," jawab Gara memberikan jempolnya sebelum menghilang di lantai dua itu.
.
.
.
Keesokan paginya, Gara yang semalam menginap di rumah utamanya itu sedang menikmati sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.
"Gara, apa benar apa yang dikatakan mama itu?" tanya Pak Sony, papanya Gara.
"Yang mana ya pa?" jawab Gara sambil mengunyah nasi goreng telurnya
"Yang kamu menghamili anak orang," jawab Papa Sony.
"I.. Iya pa. Gara minta maaf pa," ucap Gara menghentikan makannya lalu menundukkan kepalanya.
Gara merupakan anak yang sangat sopan dan takut sekali kepada kedua orang tuanya. Terutama papanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
Lilisdayanti
🥰🥰🥰🥰😘😘😍😍😍🤭🤭🤭🤭🤭👍
2022-11-18
0
🏕V⃝🌟🍾ᚻᎥ∂ ᶢᵉˢʳᵉᵏ 💃V@X💃
cerita nya bagus aku suka
2022-11-01
0
Nurmalina Gn
memanglah si gara gara ini.....
2022-10-30
0