Kembali Ke Kediaman Lavender

Tanpa keduanya sadari, salah satu bawahan Lavender yang menjadi mata-mata yang mengawasi gerak-gerik Amel mengambil gambar mereka yang terlihat sangat mesra. Mungkin siapa saja yang melihat itu akan mengirah jika mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.

Setelah mengatakan itu, Amel pun pergi ke kediaman Lavender menggunakan taksi. Sepanjang perjalanan wajah gadis itu terlihat sangat cemas. Ia menggigit kuku-kuku nya untuk menetralkan rasa khawatirnya.

Jika saja aku tidak menghadiri pesta sih sial*n itu, pasti nasibku tidak akan seperti ini! ah, ya sudahlah... menyesal pun takkan mengembalikan semua nya seperti sedia kala. batin Amel berusaha mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.

Beberapa menit membela jalan, kini akhirnya Amel tiba di depan rumah mewah yang sangat tertutup dan besar. Dengan ragu-ragu gadis itu menekan bel dan tak lama terbukalah pintu gerbang secara otomatis. Di dalam sana Amel menatap Luck dan beberapa anak buahnya yang sepertinya sudah menunggu kedatangan Amel di sana. Dengan sikap cuek dan kakinya, Luck mengantar Amel menuju ruang dimana Lavender berada.

Saat ini Amel terlihat seperti narapidana yang sedang di kawal oleh para polisi keamanan. Tak ada yang bisa ia lakukan selain terus berjalan mengikuti arahan dari Luck. Beberapa saat mengelilingi rumah mewah bak istana itu, kini Amel pun sudah berada di depan kamar yang sangat di kenalnya, kamar siapa lagi kalau bukan kamar Lavender.

"Silahkan Nona, Tuan sudah menunggu anda di dalam," ucap Luck sembari sembari menjulurkan tangannya mempersilahkan.

Setelah mengatakan itu, Luck pun menatap para bawahan nya seakan berkata, ' pergilah, tugas kalian sudah selesai,' itulah yang sekiranya di tangkap oleh anak buah Luck.

Luck segera membuka pintu kamar Lavender lalu masuk ke dalam dengan Amel yang mengikuti nya dari belakang.

"Tuan," panggil Luck pada Lavender yang sedang berdiri membelakangi nya dan Amel.

Mendengar suara Luck, Lavender pun langsung membalikkan tubuh atletisnya dengan tatapan tajam yang langsung terarah pada Amel. "Akhirnya kau sendiri yang datang menemui ku," ucap Lavender dengan sangat santai nya lalu berjalan menuju sopa. Ia terlihat berduduk santai sembari mengambil koran yang berada di depan nya. "Ada perlu apa kesini?" tanya Lavender seakan-akan tidak tau apa-apa.

Amel yang geram mengepalkan tangannya melihat sikap mengesalkan Lavender. Dengan cepat gadis itu sedikit memajukan tubuhnya. "Kau ini bodoh atau berpura-pura bodoh, biasanya orang kalau sudah jelek, minimal harus pintar lah!" ejek Amel membalas sikap menjengkelkan Lavender.

Lavender yang mendengar hinaan Amel refleks menggebrak meja dengan koran yang masih terbuka lebar. Saat ini mata tajamnya terlihat semakin tajam dan semakin menakutkan. Amel yang sedikit gugup dan takut berusaha bersikap tenang di hadapan suaminya itu. "Apa kau bilang? hm?" tanya Lavender dengan wajah yang terlihat menahan amarah.

"Selain bodoh, ternyata kau juga tuli!" ucap Amel yang seketika mendapatkan amukan dari Lavender.

"Beraninya kau!" bentak Lavender yang refleks melempar gelas jusnya ke arah Amel.

Amel yang melihat itu langsung sigap mengelak. Luck yang melihat itu terlihat heran dan tak menyangka dengan respon Lavender yang berbeda dari biasanya jika berhadapan dengan seorang wanita. "Nggak kena, wek,,," ejek Amel sembari menjulurkan lidahnya pada Lavender.

Sabar Lavender, gadis ini berbeda dari yang lainnya. Kau harus mempunyai trik khusus untuk meluluhkan nya hingga ia bertekuk lutut padamu. batin Lavender tanpa melepaskan tatapan tajam nya dari Amel.

"Sudalah, tidak usah berbasa-basi dan banyak drama, sekarang katakan, dimana kau sembunyikan Sisil!" ucap Amel dengan sangat tegasnya. Dan tanpa takut ia membalas tatapan tajam Lavender dengan tatapan maut nya.

"Wah, wah, wah," puji Lavender sembari bertepuk tangan. Kini pria itu sudah berdiri dan berjalan mendekati Amel yang sudah mengambil ancang-ancang. untuk menghindar. "Kau hebat sekali ya, sudah tukang selingkuh, suka kabur, kurang aj*r pula! kau ini sangat tidak tau diri ya. Di kasih surga dunia, malah memilih neraka dunia. Kau mau mati ya!" bentak Lavender di ujung kalimat dengan tangan yang sudah meremas rahang Amel dengan kuat.

Walaupun merasa sakit, namun Amel berusaha tetap bersikap biasa-biasa saja seolah-olah ia tak merasakan sakit dan takut sedikitpun. "Lepas!" ucap Amel dengan wajah menantang nya.

"Jika aku tidak mau, kau mau apa? huh?" ucap Lavender dengan wajah yang hampir menyentuh wajah Amel.

"Aku akan memberikan mu hadiah, ini hadiah nya, bug," ucap Amel dan tanpa ragu-ragu menendang kehormatan Lavender dengan dengkulnya.

"Dasar wanita sialan!" maki Lavender sembari mengerang sakit. Ia memegang kehormatan nya dengan kuat seakan berharap rada sakit nya segera hilang.

Anda sangat menyeramkan Nona, saya sampai ikut ngilu melihat tendangan anda! Sangat luar biasa, anda merupakan satu-satunya wanita yang berani menentang Tuan. batin Luck yang terus memperhatikan dua orang yang berada di depannya.

"Dimana Sisil brengs"k!" bentak Amel yang sudah kehilangan kesabaran menghadapi tingkah Lavender. "Baiklah jika kau tidak ingin memberitahuku, biar aku saja yang mencarinya sendiri, dasar pria gila!" umpat Amel sembari berjalan keluar kamar Lavender.

Lavender hanya memperhatikan Amel sembari memegang kehormatan nya yang masih terasa ngilu dan berdenyut sakit.

"Apa yang kau lakukan, awasi dia!" bentak Lavender pada Luck yang terlihat mematung di tempatnya.

"Baik Tuan," ucap Luck bergegas menyusul Amel.

Setelah merasa kan kehormatan nya sudah kembali normal, Lavender pun segera menyusul Amel. "Pasti dia berada di sana!" gumam Amel sembari terus berjalan ke arah kamar tamu yang di jaga beberapa pengawal.

"Minggir!" ketus Amel sembari mendorong para pria berbadan besar itu dari pintu kamar tamu.

"Maaf Nona, anda tidak bisa masuk ke dalam," ucap salah satu penjaga menghalangi Amel. Luck yang melihat itu langsung berdehem. Para pengawal yang mengerti dengan kode keras itupun langsung mengijinkan Amel untuk masuk.

Dan seperti dugaan nya, Sisil benar-benar berada di dalam sana. Amel tersenyum senang sebab melihat Sisil dalam keadaan baik-baik saja dan tak seperti di gambar yang ia lihat sebelumnya. "Sisil," panggil Amel yang langsung memeluk Sisil.

Sisil yang melihat itu langsung menangis takut di pelukan Amel. "Amel,,, aku takut,,, hiks," lirihnya sembari memeluk tubuh Amel dengan erat.

"Nggak usah takut, ada aku di sini Sil. Maaf ya, gara-gara aku kamu jadi masuk ke dalam masalah ku," ucap Amel sembari mengelus punggung Sisil guna menenangkannya.

"Mel, ayo kita pergi dari tempat ini. Mereka semua sangat menyeramkan Mel," ucap Sisil yang menyembunyikan wajahnya di leher Amel. Ia tak berani melihat para pria yang berada di belakang Amel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!