Balasan Amel

"Ya ampun,,, Aku lupa Melin. Aku otw ya," ucap Amel buru-buru membenahi dirinya dan mengambil tasnya. Dengan terburu-buru Amel menancap gasnya.

"Tin,,," klakson Amel pada orang-orang yang berada di depannya. "Brak." tanpa Amel duga ia telah menabrak sebuah mobil mewah yang sangat keren dan bagus.

"Tuan ada yang menabrak mobil kita Tuan," ucap Luck pada Tuan mudanya.

"Ct," decit pria yang berada di dalam mobil mewah itu. Terlihat wajah dingin yang tak senang dengan kejadian ini tetapi tetap memilih cuek.

"Aduh,,, kenapa berhenti mendadak sih ni mobil!" ucap Amel kesal sekaligus takut karena telah menabrak mobil di depannya.

"Cklek," seorang pria berwajah dingin dan muram keluar dari pintu depan. Pria itu berjalan dan datang ke arah Amel.

"Ya ampun,,, bonyok lecet lagi bemper mobilnya," keluh pria itu ketika melihat belakang mobil yang ia bawah tadi.

"Minggir mbak," ucap pria dingin itu dengan datar.

"Mas saya akan ganti rugi Mas tapi saat ini saya sedang terburu-buru. Mas mau saya ganti berapa?" tanya Amel sembari mengeluarkan dompetnya.

"5 miliar!" ucap pria itu dengan datar sembari menatap Amel dengan wajah dinginnya.

Amel yang sedang sibuk membuka dompetnya langsung berhenti dan terdiam ketika mendengar nominal yang di sebutkan pria itu.

Ini mimpi atau tidak ya. Batin amel linglung.

"Kok banyak banget Mas? Mas mau memeras saya ya!" ucap Amel mulai kesal pada pemilik mobil itu.

"Kalau mbak tidak mau ganti rugi kita bisa ke kantor polisi," ucap pria itu dengan tenang dan datar.

Polisi lagi polisi lagi. Gimana ini ya. Gumam Amel pelan.

"Mas jangan bawah masalah ini ke kantor polisi, tolong berikan saya keringanan. Saya tidak punya uang sebanyak itu Mas." ucap Amel dengan wajah sendunya. "Mas begini saja. Ini saya berikan KTP saya sebagai jaminan tetapi jangan bawah saya ke kantor polisi. Ini saya tinggalkan nomor handphone saya. Nanti kita bicarakan lagi Mas, saya benar-benar sedang buru-buru," ucap Amel sembari memberikan KTP dan nomor handphonenya pada pria yang mobilnya ia tabrak itu.

Pria itu diam lalu melihat KTP dan nomor handphone yang sudah berada di tangan kanannya. Pria itupun kembali melihat ke arah Amel, tapi sayang seribu sayang Amel sudah tidak berada di sana lagi. "Luck," panggil pria yang berwajah tampan, Arogan, dingin dan datar serta badan yang terlihat sixpack walaupun menggunakan jas.

"Maaf Tuan telah membuat Anda menunggu," ucap Luck meminta maaf kepada bosnya itu.

"Ayo," satu kalimat yang keluar dari mulut sexy nan merah milik Lavender Kenrich Daroll. Bos dan asisten itupun kembali ke dalam mobil.

"Apa yang kau katakan pada gadis itu?" yanya Lavender dengan nada dingin dengan mata tajam yang menusuk ke arah depan.

"Saya meminta gadis itu untuk mengganti kerusakan mobil ini Tuan," ucap luck dengan tenang dan santainya.

"Buang-buang waktu saja!" ucap Lavender dengan nada datarnya.

"Tapi kerugian kita mencapai 5 miliar Tuan," ucap Luck yang selalu memperhitungkan segala sesuatu dengan sangat baik.

"Apa kau lupa siapa aku Luck!" ucap Lavender dengan santai. Aura maskulin nya keluar.

Gadis mana saja yang melihat Lavender pasti akan langsung jatuh hati seketika karena melihat Lavender yang bagaikan raja Yunani yang perkasa.

"Maaf Tuan," ucap Luck yang tidak bisa membantah ucapan Lavender.

"Hm,,," dehem Lavender dengan aura yang dingin.

Di kampus dengan wajah yang masih cemas Amel berjalan ke arah ruang kelasnya.

"Tok tok tok," Amel mengetuk pintu kelas. Terlihat dosen mata kuliahnya sudah masuk dan semua orang yang berada di kelas itu melihat ke arahnya.

"Lihat sih udik itu. Bisa-bisanya dia baru datang jam segini!" ucap Nesya dengan wajah yang merendahkan.

"Maaf Pak saya terlambat," ucap Amel dengan pandangan ke arah bawah.

"Cepat duduk, jangan di ulangi lagi!" ucap dosen itu dengan tegas. Untunglah hari ini masuk mata kuliah yang dosennya sudah tua dan baik.

Untung saja bapak ini pengertian dan baik. Batin amel bersyukur.

"Loh Pak, kok dia di izinkan masuk sih!" protes Nesya pada dosennya itu.

"Iya Pak, dia kan terlambat! Bapak harus tegas dong!" sambung Dini membuat drama di siang hari.

"Sudah-sudah,,, cepat perhatikan apa yang saya tulis ini," ucap Dosen paru baya itu sembari melanjutkan menulisnya di papa tulis.

"Huh, nggak seru!" umpat Lolita pelan pada dosennya itu.

Amel berjalan ke kursi yang kosong. Dia melewati Nesya dan teman-temannya ke bangku paling pojok itu. Dengan jahilnya Lolita menggeser kakinya untuk menjegal Amel. Amel Yang melihat kaki Lolita yang sengaja ingin membuatnya jatuh dengan cepat menendang kaki kering gadis itu sebagaimana yang ia rasakan malam itu.

"Aw,,," Aduh Lolita kesakitan dengan tangan yang mengelus bekas tendangan Amel.

"Apa itu ribut-ribut!" tegur dosen dari depan.

"Nggak ada Pak," ucap Lolita menutupi rasa sakitnya.

Emangnya enak di tendang kakinya? makanya kalau nggak mau di sakiti, jangan pernah menyakiti orang. Rasakan pembalasan ku!

Batin Amel sembari melirik tajam ke arah Lolita dan teman-temannya.

"Matanya dong," bisik Dila pelan sembari mengarahkan dua jarinya ke matanya lalu ke mata Amel. Amel yang melihat itu langsung memutar bola matanya malas. Dia sangat enggan meladeni orang yang nggak penting dalam hidupnya. Dengan cepat Amel melangkahkan kakinya lalu duduk di kursinya.

Di kantin terlihat Lolita sedang sibuk memeriksa kakinya yang di tendang amel. "Sialan itu gadis miskin! kaki aku sakit banget di tendang olehnya," umpat Lolita ketika sudah duduk di salah satu meja kantin.

"Ini es batunya beb," ucap Dila sembari memberikan satu plastik kecil es batu yang sudah di balut dengan sapu tangan. Dengan cepat Lolita mengompres kaki keringnya yang sedikit bengkak dan membiru.

Awas ya lo gadis miskin. Dendam Lolita dalam hati.

Terlihat seorang wanita tuan membawa sebuah nampan yang berisikan makanan dan minuman ke arah meja yang di tempati geng beauty girl. "Silahkan Nona, ini pesanannya," ucap bibi penjaga kantin.

"Makasih bi," ucap Dila dengan tersenyum manisnya.

Dari semua anggota beauty girl, hanya Dila lah yang paling baik dan ramah. Dia jahat disebabkan mengikuti kelakuan teman- temannya. "Cepat makan! dah laper," ucap Nesya dengan wajah judes nan dinginnya.

Akhirnya geng beauty girl pun mulai memakan pesanannya sedangkan Lolita masih sibuk dengan kompres-mengkompres kakinya. "Eh Din, nggak lama lagi loh ulang tahun kan?" tanya Lolita tiba-tiba.

"Iya, kalian datang ya ke party ku," ucap Dini dengan wajah angkuhnya.

"Pasti dong bestie," ucap Dila bersemangat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!