Ini kesempatan yang sangat bagus. Tengah malam nanti aku harus keluar dari rumah ini. Aku tidak mau menjadi tahanan pria gila dan mesum itu! batin Amel sembari tersenyum smirk.
Di meja makan terlihat Lusyia dan Lioren yang sedang menikmati makanan nya dengan wajah di tekuk dan kesal. Mood kedua istri Lavender itu benar-benar buruk pagi ini. Lioren dan Lusyia sangat membenci Amel sebab telah berani merusak momen sarapan pagi mereka bersama Lavender.
Jika Lusyia dan Lioren sedang sibuk dengan makan pagi tak menyenangkannya, maka beda halnya dengan Lavender yang sedang menghabiskan waktunya di club terkenal miliknya. Lavender duduk di ruang VIP bersama para sahabat dan kaki tangan nya, jangan lupakan para wanita penghibur dan penggoda yang berada di sekeliling mereka.
"Cis,,," ucap para sahabat Lavender yang sedang bersulang, ada yang sedang sibuk berciuman dengan salah satu wanita penggoda. Ada yang sibuk tertawa bersama dua wanita penghibur. Ada yang bersikap dingin dan cuek seperti Lavender, dan ada yang sibuk dengan minuman alkoholnya sehingga membuat sih peminum sedikit mabuk. Walaupun mereka di ruangan VIP tapi mereka masih bisa mendengar suara musik dj dan melihat semua orang yang sedang berjoget tak jelas dari balik dinding kaca raungan VIP yang mereka tempati itu.
"Tuan, apa kau butuh kehangatan?" ucap seorang wanita penggoda yang sangat sexy sembari mengelus wajah Lavender dengan jemari lentiknya. Luck yang melihat keberanian wanita penggoda itu marah dan ingin menjauhkan wanita penggoda itu dari Tuannya, namun sayang Lavender menghentikan pergerakan Luck dengan bahasa tangan nya. Luck yang di beri isyarat oleh Tuannya pun tidak bisa berbuat apa-apa selain mengamati pergerakan Tuannya dan wanita penggoda itu.
Berani sekali wanita jal*ng ini menyentuh Tuan. Apa dia tidak tau dia sedang berurusan dengan siapa? bahkan Tuan saja tidak pernah menyentuh kedua istrinya tetapi wanita jal*ng ini dengan beraninya menyentuh dan menggoda Tuan! Nona Lusyia dan Nona Lioren yang sudah jelas istri sahnya saja tidak berani menyentuh tuan tanpa seizinnya. batin Luck geram.
Wanita itu semakin menjadi menggoda Lavender bahkan tanpa merasa malu wanita itu sudah duduk di pangkuan Lavender sembari mencium pipi pria dingin dan tampan itu. Para sahabat Lavender tersenyum melihat Lavender dan wanita penggoda itu. Tidak biasanya Lavender mau di dekati dan di sentuh oleh wanita manapun, kecuali kedua istrinya yaitu Lusyia dan Lioren, itupun tidak sevulgar wanita penggoda itu.
Waktu terus berjalan tidak terasa hari sudah tengah malam, Lavender masih berada di club bersama para sahabatnya dan penghuni Mansion sudah pada tidur, tak terkecuali Amel. Gadis itu sedang bersiap-siap mengikat kain untuk di jadikan tali buat penyangga turunnya. Karena hari sudah tengah malam, penjagaan di mansion itupun sangat lemah bahkan terlihat beberapa bodyguard yang tertidur sambil duduk. Amel tak menyia- nyiakan kesempatan emas itu. Dengan lihai dan penuh keberanian Amel turun secara perlahan dari kamar lantai dua itu. Setelah sampai di bawah, dengan segera Amel berjalan dan mengendap-ngendap ke arah gerbang mansion itu.
Akhirnya aku berhasil keluar dari rumah menyeramkan itu!
Amel sangat senang ketika sudah berhasil keluar dan berlari tanpa mengeluarkan suara. Gadis ini benar-benar nekat dan tak memperdulikan jalanan yang sepi dan gelap. Bahkan Amel tidak berfikir dengan hal buruk yang akan menimpanya jika dia berjalan sendirian.
Waktu sudah menunjukkan jam setengah 2 pagi, terlihat sebuah mobil mewah masuk ke perkarangan mansion mewah di kompleks perumahan elit itu. Mansion itu adalah mansion terbesar, terluas, termewah dan termegah di perumahan elit itu. Terlihat Luck keluar dari pintu pengemudi lalu berjalan ke arah pintu penumpang, dengan cepat pria tampan, gagah, dengan rahang yang kokoh dan bermuka datar membuka pintu penumpang.
Setelah pintu itu terbuka, terlihat seorang pria yang lebih tampan dan lebih garang daripada Luck. Ya siapa lagi kalau bukan Lavender. Pria arogant yang di gilai oleh banyak kaum hawa di berbagi penjuru daerah. Lavender keluar dari mobil itu dengan sedikit sempoyongan, sehingga membuat Luck membantunya untuk masuk ke dalam mansion miliknya.
Terlihat beberapa pelayan tengah menyambutnya walaupun waktu sudah hampir shubuh. Benar-benar the real Sultan sih Lavender. "Siapkan air hangat," perintah Lavender sembari terus berjalan menuju kamarnya di lantai paling atas.
"Baik Tuan," ucap Kepala Pelayan dengan anggukan kepala ke arah Lavender. Kepala pelayan dengan cepat mengikuti Lavender dan beberapa pelayan wanita di belakangnya.
"Airnya sudah siap Tuan," ucap Kepala Pelayan sembari mengangguk hormat.
Lavender yang sudah gerah dan merasa tubuhnya lengket langsung masuk ke kamar mandi lalu berendam. Terlihat lavender menyenderkan kepalanya di ujung bak mandi sembari memejamkan matanya dengan rileks.
Di tempat lain terlihat Amel sedang berada di kosnya, terlihat wajah kelelahan dan mata yang sangat mengantuk di matanya. Gadis ini lelah di sebabkan berjalan dari mansion Lavender menuju ke kediamannya. Amel membutuhkan waktu hampir dua jam untuk berjalan ke kontrakannya.
Badan aku sakit semua... sepertinya aku harus memanggil tukang urut. Ya Allah... mau remuk rasanya kakiku ini, pinggangku juga pegel lagi. Ini pasti semua ulah empat wanita sialan itu! lihat saja kalian, aku akan balas perbuatan kalian yang tercelah itu! batin Amel gemas dengan geng beauti girl.
Terlihat wajah Amel memerah bercampur kelelahan ketika mengingat kelakuan geng beauty girl. Gadis ini benar-benar kesal, marah, dan dendam. Amel yang sudah kelelahan pun akhirnya merebahkan tubuhnya dan tertidur.
Di mansion, terlihat lavender baru saja menyelesaikan ritual mandinya sembari duduk dan menunggu Kepala Pelayan menyelesaikan mengeringkan rambutnya. Setelah selesai, Lavender memakai baju tidur yang sudah di siapkan oleh para pelayan. Luck yang sudah selesai dengan urusannya langsung pergi ke kamar tamu lalu beristirahat.
"Apa saja yang di lakukan gadis itu hari ini?" tanya Lavender sembari meminum segelas air putih sembari melirik Kepala Pelayan.
Kepala Pelayan yang di tanya langsung Gelagapan dan bingung harus berbicara apa. Kepala pelayan menarik nafas dengan pelan lalu dengan sedikit takut menjelaskan semua hal yang terjadi. "Maaf Tuan, Nona Amel kabur. Kami sudah mencarinya di berbagai daerah di mansion ini dan komplek perumahan ini, tetapi kami tidak menemukannya Tuan," jelas Kepala Pelayan yang membuat darah Lavender langsung mendidih.
"Bruk!" Lavender membanting gelas yang ia pegang ke marmer kamarnya. Pria itu menatap nyalang pada Kepala Pelayan. Urat leher Lavender keluar, matanya memerah dan wajahnya memancarkan kemarahan yang teramat sangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments