"Datang ya guys," ucap Dini dengan ramah sembari memberikan senyum kebohongan yang sangat manis kepada semua siswa yang di undang nya.
Ilfeel banget gue berbicara sama orang rendahan seperti meraka! Sabar Dini sabar,,, nyinyir Dini dalam hati.
"Kalian jangan lupa datang ya ke acara bestie kita," ucap Dila dengan ramah yang di anggukan oleh Lolita di sebelahnya.
"Hay Amel,,, Lagi apa?" tanya Nesya berbasa basi dengan senyum palsu di wajah cantiknya. Amel melirik ke arah Nesya yang menurutnya nggak masuk di akal.
Sejak kapan gadis menor ini tobat? apa dia hilang ingatan, Hm. Benar-benar aneh. Batinnya sembari melirik Nesya dengan alis yang di angkat sebelah.
"Kamu kenapa?" ucap Nesya sembari mempertahankan senyum terpaksa nya.
"Ada apa?!" tanya amel langsung to the point dengan tampang cueknya.
Ih,,, gemes sekali aku! kalau bukan karena udangan party ini pasti sudah ku gonyo gonyo tu tampang jelek dan udiknya! Umpat Nesya dalam hati.
"Amel kamu datang ya ke acara party sih Dini. Semua siswa kampus di undang loh,,,"
ucapnya sembari tersenyum manis. Nesya menyodorkan satu undangan yang di desain sangat mewah dan elegan kepada Amel.
Kenapa dia tiba tiba sok baik begini? seperti bukan dia saja. Batin amel menerka-nerka.
"Ambil dong," rayu Nesya pada Amel. Nesya menyodorkan kertas undangan itu dengan kedua tangannya, tak lupa senyum busuk yang ia tampilkan ke arah Amel.
Amel melirik ke arah Nesya lalu beralih melihat ke arah undangan yang di sodorkan Nesya. "Makasih," ucapnya singkat lalu mengambil undangan dari tangan Nesya secara cepat.
Nesya melihat ke arah lain lalu memasang wajah aslinya yang beringas, jutek, dan gerahamnya yang mengeras. "Ya sudah ya Mel,,, jangan lupa datang ke party bestie ku," ucap Nesya dengan tampang manisnya lalu berjalan pergi meninggalkan Amel. Nesya mengeraskan wajahnya ketika sudah tidak di lihat lagi oleh Amel.
Di kantin terlihat Dini dan teman-temannya sudah berkumpul dan tertawa. Tidak lama datanglah Nesya di tempat duduk teman temannya. "Kenapa Nesy?" tanya Dini ketika melihat raut wajah Nesya yang terlihat kesal.
"Aku kesal banget dengan tampang sih gadis udik itu. Pingin sekali ku cakar-cakar wajah jeleknya itu! " ucap nesya mengeluarkan semua unek-unek nya. Wajahnya terlihat memerah sebab menahan amarah sendari tadi.
"Jangankan kau Nesy. Aku dan Dila saja sendari tadi lelah tersenyum terus di depan mahasiswa-mahasiswa miskin itu!" ucap Lolita dengan kesal dan serius.
Dila menganggukan kepalanya dengan bibir yang monyong kearah Nesya. "Iya tu," ucap Dila sembari menganggukkan kepalanya.
"Jadi gimana Nesy, di terima nggak?" tanya Dini memastikan bahwa undangannya sudah di terima oleh Amel.
"Aman," ucap Nesya sembari tersenyum jahat.
"Bagus!" ucap Dini sembari tersenyum devil.
Waktu hening sesaat, Dila melihat ketiga wajah bestienya satu persatu. "Kalian tau Melinda nggak?" tanya Dila kepada tiga sahabatnya itu.
"Melinda?" tanya Lolita bingung dengan dahi yang mengkerut.
Dini meletakkan gelas jus yang baru saja ia minum. "Melinda siapa Dil?" tanya Dini dengan gaya cueknya.
"Kalian benar benar nggak tau?" tanya Dila sembari memajukan kepalanya tepat di tengah meja.
Lolita membulatkan matanya kaget ketika Dila memajukan tubuhnya. "Biasa saja kali Dil!" ucap Lolita sembari mendorong kepala Dila dengan tangan kanannya.
Nesya menautkan kedua alisnya ke arah Dila. "Siapa Melinda?" tanya Nesya penasaran dengan sosok Melinda.
"Melinda itu teman dekatnya sih Amel," Jelas Dila sembari memakan cemilannya.
"Huh?" ketiganya masih tidak paham dengan apa yang di katakan Dila.
"Ya ampun,,, sabar kalilah aku punya teman seperti kalian," ucap Dila mengoceh dengan wajah jenuh.
"Is,,, cepetan!" sentak Nesya yang tidak sabar dengan penjelasan Dila.
"Ok, ok. Melinda itukan teman dekat sih Amel, jadi kita deketin saja tu sih Melinda biar dia mau mengajak dan merayu Amel agar datang ke party nya sih Dini. Kalau nggak gitu apa kalian bisa menjamin jika dia bakalan datang?" ucap Dila yang tiba-tiba bijak.
"Ya ampun bestie ku ini,,, pinter banget sih," puji Dini sembari memeluk Dila dengan posesif.
"Tumben pinter Dil," ucap Lolita meledek teman sebangku nya itu sembari mengaduk jus yang ia pegang.
"Saran yang bagus," ucap Nesya sembari menepuk bahu Dila dengan penuh bangga.
Dila yang mendapat sanjungan dari ketiga sahabatnya pun langsung tersenyum devil sebab merasa bangga dengan pemikirannya sendiri. "E e. Itu sih Melinda. Ayo kita samperin, mumpung dia lagi sendiri," ucap Dila ketika tak sengaja memandang ke arah Melinda.
"Come on girl," ucap Nesya dengan logat kebarat-baratannya dan tersenyum jahat.
Mereka berempat pun bangkit dari duduknya lalu berjalan dengan santai ke arah Melinda yang sedang sibuk memakan makanannya.
"Hay Melinda," sapa Nesya sembari menyenderkan pinggulnya ke meja Melinda.
Melinda mengendarkan pandangannya ke arah geng beauty girl yang tengah mengelilinginya. "Hay," ucap Melinda dengan pelan. Dia bingung dengan keempat gadis itu.
"Melinda kamu datang ya ke partynya aku,,, sudah dapat undangan belum?" tanya Dini dengan senyum bohongnya.
"Sudah," ucapnya singkat karena tidak tau mau merespon apa.
"Mel," ucap Lolita sembari merangkul pundak Melinda dengan di barengi senyum yang sangat manis dan ramah.
"Hm," dehemnya menyahut.
"Nanti ajak Amel ya ke party nya sih Dini. Rayu dong,,, sih Dini ingin banget semua siswa di kampus ini bisa datang ke acara partynya," rayu Lolita dengan wajah sok imutnya.
"Melinda,,, Please bantuin kita ya," ucap Dini dengan wajah yang sedikit mewek.
"Akan ku usahakan," ucap Melinda dengan singkat.
Nesya menyenggol kaki Lolita dengan pelan seakan mengkode, "Jangan di usahakan aja Mel, tapi ajak ya,,, kasihan sih Dini, ini acara sepesial dia," rayu Lolita seperti buaya betina.
"Iya nanti aku ajak dia," ucap Melinda sembari menatap mata Lolita.
Nesya dan Dini tersenyum devil ketika Melinda melihat ke arah Lolita. "Makasih ya Melinda, kita nggak tau mau bilang apa lagi sama lo," ucap Nesya sok imut dan penuh drama.
"Kita masuk kelas dulu ya," ucap Dila sembari menepuk pundak Melinda.
"Iya," ucap Melinda dengan sedikit senyuman.
Yes yes yes,,,, Batin Nesya penuh kemenangan.
Awas ya kau Amel. Akan ku balas kau karena telah menendang kakiku! Batin Lolita dengan penuh dendam.
"Mel," panggil Lolita ketika sudah berada di depan bangku Amel.
"Ya?" ucap Amel singkat sembari fokus kepada buku yang ia baca.
"Besok kau datangkan Mel ke partynya sih dini?" tanya Melinda memastikan.
"Nggak," tolak Amel terang-terangan.
"Loh kenapa?" tanya Melinda terkejut.
"Nggak punya waktu!" ucap Amel dengan ekspresi dinginnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments