Club

"Di rumahnya lah apa lagi," ucap melinda secara spontan.

"Dia mengadakan party di club malam yang cukup terkenal Melinda. Ini tempat yang tidak baik. Jadi saran aku jangan datang ke sana! ucap Amel sembari menatap mata Melinda.

"Ya ampun Mel,,, namanya anak muda. Biasalah kalau mengadakan party di klub," ucap Melinda yang tidak memikirkan akibat kedepannya.

"Apa kau bisa menjamin keselamatanmu jika datang ke klub itu?" tanya Amel dengan serius.

"Mel, cobalah mengerti... Dini berniat baik mengundang kita dan besok adalah hari spesial nya," ucap Melinda dengan wajah sendu. "Ayo dong Mel... aku nggak ada teman jika datang ke sana," rayu Melinda dengan wajah berharap nya.

"Hm, baiklah Melin. Tapi ingat, kita cuma sebentar!" ucap Amel dengan tegas kepada Melinda.

"Iya Mel," ucap Melinda dengan mimik yang terlihat antusias.

Terlihat Lolita sedang menyapu baju dan seluruh tubuhnya dengan penuh rasa jijik.

"Ih,,, jijik banget tadi aku ngerakul teman sih gadis udik itu." ucap Lolita menjerit jijik di kamar mandi.

"Kenapa kau jijik Lolita? melinda itu anak pengusaha sukses loh," ucap Dila yang tau sedikit tentang Melinda.

"Iya tapi kan dia temannya sih gadis udik! Pasti kuman sih gadis udik sudah berpindah ke tubuhnya. Iw,,," nyinyir Lolita lagi.

Lolita sibuk membersihkan tubuhnya. Dini dan Nesya sibuk dengan make up di wajahnya. Sedangkan Dila sibuk dengan handphonenya. "Kalian nginap di rumah gue ya guys," ucap Dini sembari memoles blush on di pipinya.

"Ok," ucap ketiganya secara bersamaan.

🌺🌺🌺

Di klub besar dan paling terkenal di kota itu terlihat banyak orang yang mengenakan gaun bagus dan sexy. Ada yang sedang makan, ada yang sibuk mengobrol, dan ada yang sedang sibuk berjoget ria. "Wou,,, seru banget pesta lo Din," ucap Dila sembari berjoget tak jelas.

Dila dan Lolita sibuk berjoget sembari berpegangan tangan satu sama lain. "Kenapa gadis udik itu belum datang juga ya?!" ucap Nesya pada Dini sembari mengendarkan pandangannya ke berbagai arah.

"Menurut lo mereka datang tidak ya?" yanya Dini sedikit ragu.

"Pasti mereka datang, aku yakin itu!" ucap Nesya dengan penuh keyakinan.

Di depan klub terlihat dua orang gadis keluar dari dalam taxy. Mereka menggunakan gaun yang lumayan bagus tetapi masih tertutup. Amel terdiam ketika memandang bangunan yang berada di depannya itu. Klub itu berada di lorong yang sangat sepi. "Apa kau yakin Mel ini tempatnya?" tanya Melinda yang baru tau jika di sini ada klub. Dia kira gang ini adalah perumahan para penduduk kecil.

"Hm," dehem Amel singkat. Dia masih tidak yakin untuk menginjakkan kakinya ke dalam sana.

Kenapa perasaan ku rada nggak enakan ya. Sebaiknya aku pulang saja. Perasaan ku pasti tidak salah. Batin Amel dengan tangan yang tiba-tiba dingin dan berkeringat.

"Mel ayo," ajak Melinda sembari menarik pergelangan tangan Amel.

"Melinda, sebaiknya kita pulang saja. Perasaan ku tidak enak," ucap Amel berterus terang kepada Melinda. Amel terlihat sangat cemas dengan firasatnya.

"Kita baru saja sampai, bahkan kita belum menginjakkan kaki di dalam sana. Ayolah Mel,,, itu hanya perasaan mu saja," ucap Melinda yang tidak peka dengan apa yang di rasakan Amel.

Akhirnya dengan terpaksa Amel mengikuti langkah kaki Melinda. Dua gadis itu masuk ke dalam klub yang lumayan luas. Rupanya di dalam klub itu ada ruangan khusus untuk mengadakan party. Amel melihat banyak orang yang sedang berlenggak lenggok baik itu pria maupun wanita, semua nya bercampur baur. "Sexy-sexy banget ya Mel mereka," ucap Melinda yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di dalam klub.

"Namanya juga klub pasti yang beginilah tampilannya Melin," ucap Amel dengan penuh sabar.

"Di mana ya party sih Dini?" tanya Melinda bingung sembari melihat ke berbagai penjuru.

"Maaf Nona, apakah anda ingin pergi ke acara party ya?" tanya salah satu pelayan di sana.

"Iya Mas," ucap Melinda dengan cepat.

"Mari saya antar," ucap pelayan itu dengan sangat sopan dan ramah.

Rupanya Dini sudah mengatur semuanya dengan sempurna. Bahkan dia mengatur beberapa pelayan untuk menunjukkan tempat party nya. "Guys lihat," ucap Lolita ketika tak sengaja melihat Melinda dan Amel yang berjalan seperti orang tersesat. Nesya langsung tersenyum devil ketika melihat Amel yang sudah datang.

"Kalian tau kan apa yang akan kita lakukan," ucap Nesya pada ketiga temannya itu.

"Semuanya sudah beres Nesy. Santai saja!" ucap Dini sembari tersenyum ke arah Nesya.

Empat gadis itu sudah mengatur semua rencananya. "Hay,,, ayo ke sana," sapa Dini welcome kepada Melinda dan Amel.

Dini mengajak Melinda dan Amel duduk di meja yang sudah di siapkan. "Ayo di makan," ucap Dini dengan sangat rapahnya. Bahkan Nesya pun ikut ramah pada Melinda terutama Amel.

"Ini es cream nya enak banget loh," tawar Nesya sembari menyodorkan sesuap es krim ke depan mulut Amel.

"Aku kurang suka es krim," tolak Amel mentah-mentah.

"Sorry Mel, Gue nggak tau kalau Lo nggak suka es krim. Kalau begitu kalian berdua silahkan makan ya," ucap Nesya mempersilah kan dua wanita itu.

Empat gadis itupun pergi meninggalkan Amel dan Melinda di meja itu. Geng beauty girl berjoget mengikuti alur musik dj. "Mel aku ke toilet sebentar ya. Tali braku lepas," bisik Melinda pada Amel.

"Jangan lama-lama." ucap Amel pada Melinda.

"Ok," ucap Melinda lalu melangkahkan kakinya mencari toilet.

"Mau ke toilet Melinda?" tanya Lolita ketika melihat Melinda seperti orang kebingungan mencari jalan keluar.

"Iya Lolita," ucap Melinda tanpa rasa curiga.

"Yuk aku antar," ucap Lolita sembari menarik tangan Melinda.

Tidak lama mereka berjalan, akhirnya sampai juga mereka di toilet. "Melinda mau ngapain?" tanya Lolita penasaran.

"pengen buang air kecil." ucap Melinda beralasan.

"Tasnya biar aku pegang saja. Kalau basa kan sayang," ucap Lolita sok perhatian.

"Ya sudah ni," Melinda menyodorkan tas branded nya.

Wow bagus banget tas anak ini. Bahkan tasnya lebih mahal dari tas yang aku punya. Ini tas branded LIMITED EDITION. Batin Lolita kagung dengan tas Branded yang di pegang nya.

"Tring," terdengar suara panggilan masuk dari handphone milik Melinda. Dengan lancang Lolita mengangkat telpon itu.

"Sayang kamu di mana?" ucap seorang wanita dari ujung telepon.

Ini pasti mamanya Melinda. Batin Lolita menebak.

"Hallo tante... ini temannya Melinda yang mengangkat telpon. Anak tante sedang di toilet," ucap Lolita sok ramah.

"Oh temannya Lolita. Kalian lagi di mana sayang?" tanya Mama Melinda dari ujung telepon.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!