Kediaman Lavender

"Aku tidak suka dengan wanita yang sudah di sentuh seseorang!" ucap pria itu sembari meminum segelas wine.

"Kami baru membeli seorang gadis Tuan. Gadis itu belum pernah di sentuh oleh siapapun," ucap pemilik klub itu ketika baru mengingat gadis yang baru di belinya beberapa menit yang lalu.

"Bawah dia ke mansion ku," ucap pria tampan itu lalu bangkit dan pergi dari tempat terkutuk itu.

"Luck," panggil Lavender sebelum keluar total dari ruangan itu.

"Iya Tuan," ucap Luck sembari mendekat.

"Urus surat perjanjian agar pria tua ini tidak mengambil apa yang sudah menjadi milikku," ucapnya lalu melanjutkan langkahnya.

"Baik Tuan," ucap Luck sembari mengangguk kan kepalanya dengan pelan. Luck pun menyuruh bawahannya untuk mengurus semuanya.

Di sebuah mansion mewah, terlihat Lavender dan Luck sedang berada di sebuah kamar, yang di mana sudah ada seorang wanita di kasur itu. "Tuan Nona ini yang kemarin menabrak mobil kita," ucap Luck memberi tahu.

"Bahkan KTP dan nomor handphone nya masih ada bersama saya Tuan," ucap Luck lagi.

"Bagus itu akan membuatnya semakin terikat denganku," ucap Lavender dengan nada dinginnya.

"Siapkan semuanya. Malam ini aku akan menikahinya," ucap Lavender dengan wajah dingin yang terus memandang ke arah Amel.

"Baik Tuan," Luck tidak bisa menolak dan membantah semua kemauan bosnya ini.

Dan benar saja, Lavender benar-benar menikahi gadis yang sedang tertidur itu. Sekarang mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana perasaan Amel ketika bangun, yang tau-tau sudah menjadi istri seseorang yang tak di kenalnya? Entah lah, hanya Tuhan yang tau.

Saat ini Amel masih setia dengan tidurnya, tak ada satupun pelayan di mansion itu yang berani membangunkannya. sedangkan

Lavender sedang berada di ruang kerjanya, dia sangat sibuk memeriksa semua berkas- berkas penting yang harus ia selesaikan secepat mungkin.

Di pagi ya dingin terlihat seorang gadis yang baru saja sadar dari tidurnya. Gadis itu mengucek matanya dengan kedua tangan nya. Setelah kesadaran gadis itu kembali, mata indah itu menerawang ke setiap penjuru ruangan. Dia sangat bingung dengan kamar yang ia tempati saat ini.

Di mana aku? apa ini hanya mimpi? Ya ampun... kepalaku pusing sekali.

Amel menampilkan wajah datar yang bercampur dengan wajah bingung. Biarpun dia tidak tau sedang berada di mana, gadis ini tidak terlihat takut dan panik sama sekali. Amel mulai bangkit dari ranjang empuk yang di tiduri nya lalu mulai berjalan menyusui ruangan luas dan mewah itu.

Luas sekali kamar ini, bahkan jika di bandingan dengan rumahku ini sangat berbeda jauh. Perbandingan antara laut dan setitik pasir.

Dengan rasa penasaran yang tinggi Amel terus menyusuri dan berjalan ke arah ke luar kamar. Kaki mulus mungil itu berjalan dengan pelan. Wajahnya celingak celinguk karena bingung dengan tempat yang di masuki nya saat ini.

Samar samar Amel mendengar suara berisik dari ruangan yang terlihat seperti dapur. Amel terus berjalan ke asal suara itu. Amel mendatangi dapur itu dengan penuh kehati- hati. Amel sudah seperti pencuri profesional saja. "Cklek" Amel mendorong pintu yang lumayan besar dan mewah itu dengan pelan tetapi masih menimbulkan suara. Orang yang sedang sibuk di dapur pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah Amel.

"Nona," sapa salah satu pelayan yang langsung menghampiri Amel. Amel yang di panggil Nona pun langsung terkejut dan terheran. Di dalam hatinya mungkin berkata, sejak kapan aku menjadi Nona? itulah sekiranya yang bisa di tangkap dari ekspresi wajahnya.

"Nona terlihat kelelahan jadi kami tidak membangunkan Nona. Ayo Nona kita ke meja makan. Kami sudah menyediakan berbagai makanan untuk sarapan pagi ini," ucap pelayan itu dengan sangat ramah dan penuh hormat.

"Maaf kalau boleh tau, ini di mana? rumah besar ini milik siapa?" tanya Amel sembari menatap kearah pelayan itu menunggu jawaban.

"Ini rumah suami Nona, Tuan Lavender," ucap pelayan itu sembari tersenyum dengan wajah yang sedikit bingung dengan ekspresi yang di tampilkan Amel.

Apa Nona tidak tau jika tuan lavender sudah menikahinya beberapa jam yang lalu?

"Silahkan Nona," ucap pelayan itu sembari menarikan kursi makan untuk Amel.

Sejak kapan aku menikah? siapa itu Lavender? apa ini hanya mimpi? Ya Tuhan aku bisa gila kalau terus berada di tempat ini.

Tidak lama Amel duduk di kursi meja makan tibalah dua wanita cantik nan sexy. Penampilan dua wanita itu sangat glamour dan wangi, kelihatannya dua wanita itu sangat mengurus dan merawat dirinya. Lihat saja wangi parfumnya sangat semerbak. Dua wanita itu berwajah judes dan jutek. Mereka menatap diri Amel dengan pandangan yang tak suka. Terlihat aura permusuhan dan kebencian yang di tampilkan kedua wanita cantik itu.

Kenapa mereka menatapku seperti itu? mereka ini siapa sih?

Amel membalas tatapan kedua wanita itu dengan wajah datar dan alis yang terangkat sebelah. Jangan katakan dia Amel jika dia menunduk dan takut kepada seseorang yang tidak bersahabat dengan nya. Pelayan yang melihat Amel menatap kedua wanita sexy dan glamour itupun langsung segera mungkin menjelaskan kepadanya. "Perkenalkan Nona, wanita yang bergaun merah ini Nona Lusyia dan wanita yang bergaun berwarna navy ini Nona Lioren. Nona Lusyia dan Nona Lioren adalah istri Tuan Lavender. Nona Lusyia adalah istri pertama Tuan Lavender sedangkan Nona Lioren adalah istri kedua Tuan Lavender," jelas pelayan yang menyambut Amel tadi.

Amel terdiam seribu bahasa mulutnya terbuka sedikit. Dia benar-benar bingung dan terkejut. Bagaimana mungkin ada wanita yang di poligami tinggal seatap? ini benar- benar gila. Hati Amel bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia bisa berada di situasi seperti ini.

Lusyia istri pertama Lavender tersenyum devil ketika melihat ekspresi yang di tampilkan Amel. Tak jauh berbeda dari Lusyia, Lioren pun memberikan senyuman devil juga ke arah Amel yang sedang terdiam menatap ke arah mereka. "Hello,,," ucap Lusyia sembari mengibaskan tangannya tepat di depan wajah Amel. Istri pertama Lavender itu terlihat senang dengan keterkejutan Amel.

Sepertinya aku mempunyai saingan lagi. Cih aku tidak akan membiarkan wanita manapun untuk merebut posisiku di rumah ini. Batin Lusyia dengan wajah yang arogan.

"Hm," terdengar deheman maskulin dari seorang pria tampan dan gagah yang baru saja tiba di meja makan.

Lusyia dan Lioren langsung duduk di sebelah Lavender. Seperti biasanya mereka selalu bersaing merebut dan meluluhkan hati Lavender. Dengan senyum cerah bagaikan bunga bangkai, Lusyia dan Lioren melayani Lavender dengan sangat penuh kehati-hatian.

Amel hanya melihat dan menyaksikan tiga orang yang berada di hadapannya ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!