Ancaman Lavender

Wajah Amel yang dingin menarik perhatian Lavender. Pria tampan nan gagah itu melirik dan menatap wajah Amel dengan mata tajamnya.

Siapa pria ini? kenapa dua perempuan ini seperti bertekuk lutut padanya? sehebat apa sih pria ini? benar-benar drama yang menjijikan! batin Amel tanpa memutuskan perhatiannya pada tiga sosok di depannya.

Kenapa gadis ini mengacuhkan ku. Sejarah hidupku, tidak pernah kutemui satupun wanita kecuali mereka akan bertekuk lutut dan berusaha menggodaku. batin Lavender terlihat tak suka dengan respon Amel.

Lavender terus menatap Amel dengan mata tajamnya. Bahkan dia tidak memperdulikan kedua istrinya yang cantik dan sexy itu. Kedua wanita yang berada sisi Lavender terlihat kesal disebabkan Lavender melirik ke arah Amel dan tidak memperdulikan diri mereka.

Sialan wanita ****** ini, Dia baru masuk di rumah ini sudah berani mengalihkan perhatian Lavender dariku. Batin Lusyia menatap gemas pada Amel.

Akan aku pastikan kalian berdua akan pergi dari rumah ini dan dari kehidupan Lavender. Aku membenci kalian berdua wanita jal*ng! batin Lioren menatap sinis Lusyia dan Amel secara bergantian.

Amel yang kepalanya sudah pusing semakin bertambah pusing. Amel dengan cepat menampar dan mencubit pipinya. "Auw," aduh Amel kesakitan ketika merasakan sakit di pipinya.

Ini bukan mimpi,,, ini benar-benar nyata!

Mata Amel melebar seketika ketika sudah sadar jika hal yang di alaminya ini benar kenyataan. "Kenapa aku berada di sini? siapa kalian?" ucap Amel dengan suara lantang dan penuh amarah.

"Duduk dan makan makanan mu," ucap Lavender dengan suara berat dan dinginnya. Lavender mengatakan itu dengan wajah dingin, arogan dan mata yang sangat tajam. Bahkan Lusyia dan Lioren takut melihatnya.

"Tidak! aku harus pulang," ucap Amel dengan kekeh sembari bangkit dari duduknya.

"Selangkah saja kau keluar dari rumah ini, akan aku patahkan kakimu!" ancam Lavender dengan tegas dan dingin. Amel yang pada dasarnya wanita keras kepala tidak memperdulikan ucapan yang di lontarkan Lavender kepadanya. Dia menganggap ucapan Lavender hanya angin lalu. Dengan cepat wanita keras kepala itu melangkahkan kakinya mencari pintu keluar mansion itu.

"Brak," Lavender menggebrak meja lalu bangkit dari duduknya. Semua orang yang berada di ruangan itu mulai takut di buatnya.

Wanita ini sudah berani membuat masalah di di rumah ini. Dasar wanita pembawa sial! batin Lioren dengan mata tajam yang menghunus ke arah Amel yang semakin menjauh.

Lavender bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Amel yang sedang sibuk mencari pintu keluar. Amel melirik ke berbagai arah dengan keadaan yang sangat bingung dan kesal. Tanpa amel sadari, Lavender sudah berada di belakang punggungnya.

"Slep," Lavender mengambil tangan Amel lalu menariknya sehingga tubuh Amel berbalik ke arahnya dengan cepat. Amel melihat kemarahan di wajah dingin Lavender dengan wajah yang di tekuk dan kesal. Suami istri yang baru menikah ini sama-sama menekuk dan menahan amarahnya, bahkan keduanya sama-sama memiliki tingkat keras kepala yang tinggi.

"Lepaskan aku!" Sentak Amel sembari melepaskan dan menghempaskan tangan Lavender dengan kuat. Kini Amel menatap tajam ke arah Lavender, gadis pemberani ini dengan beraninya menentang pria berkuasa dan kaya seperti Lavender. Lavender yang mendengar bentakan istri ketiganya ini mengeraskan rahangnya lalu dengan segera meraih tangan amel lalu dengan paksa menyeret dan membawa gadis itu ke lantai atas.

"Lepas," ucap Amel sembari terus berusaha melepas kan tangan Lavender yang mencekram tangan nya dengan kuat, Amel sampai meringis di buatnya.

"Brak," Lavender membuka pintu kamarnya dengan kasar dan keras sehingga menimbulkan suara benturan yang kuat.

"Bruk," Lavender menghempaskan tubuh Amel dengan kuat sehingga gadis itu terjatuh di atas ranjang empuk milik Lavender. Lavender terus saja menatap ke arah Amel tanpa berniat mengalihkan pandangannya sedikitpun.

"Apa yang kau inginkan!" teriak Amel ke arah Lavender. Gadis ini benar-benar marah sebab di perlakukan dengan sangat kasar oleh pria yang berada di depannya.

"Berhenti melawan dan menurut lah!" ucap Lavender dengan tegas sembari menatap mata Amel dengan mata tajamnya.

"Cih!" Amel berdecit ketika mendengar penuturan Lavender kepadanya. "Kenapa kau menahan ku di sini? apa masalahmu!" ucap Amel dengan nada dingin dan mengancam.

"Kau sekarang sudah menjadi istri sah ku! bukan hanya itu, kau juga sudah aku beli dan jangan lupa kau mempunyai hutang 5 miliar kepadaku!" ucap Lavender dengan dingin dan penuh penekanan pada setiap kalimatnya.

"Jangan mengarang ya! dan jangan mimpi!" ucap Amel dengan ketus pada Lavender.

Lavender mulai berjalan dan mendekat ke arah Amel. Wajah dingin, tubuh sispek dengan gaya maskulin membuat wanita mana saja yang melihat dirinya akan bersorak histeris sekaligus takut dengan wajah menyeramkan nya.

Amel yang melihat Lavender yang semakin mendekat langsung memundurkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk menghindar. Lavender semakin mendekat lalu dengan gerakan cepat pria itu menarik tangan Amel, bahkan karena sangking cepatnya gerakan itu membuat Amel tidak bisa menghindar dari Lavender.

Lavender mencekram dagu dan pipi mulus milik Amel. Dengan paksa Lavender memalingkan wajah Amel tepat di depan wajahnya. Lavender menatap mata tajam Amel yang sepertinya sudah mulai di selimuti air mata. Walaupun air mata Amel mulai keluar tapi gadis ini tetap menampilkan wajah garang dan mata tajam yang memerah.

"Sekali saja kau melawan ku dan berniat kabur dari sini, aku akan menghancurkan semua orang-orang yang kau sayangi!" Ancam Lavender tanpa melepas cengkraman nya dari wajah mulus Amel. Setelah mengatakan kalimat singkat itu, Lavender melepaskan wajah Amel dengan kasar dan berlalu pergi meninggalkan Amel sendirian di kamar besar nan mewah itu.

"Hiks,,," dari sekian lama gadis ini tak pernah menangis, kini pertahanannya runtuh juga di kamar itu. Dia menangis dengan pilu sembari menghapus air matanya dengan kasar.

Aku tidak boleh menangis, aku tidak boleh lemah, aku harus pergi dari tempat menyeramkan ini. Apa dia kira aku akan menyerah hanya dengan ucapan receh nya itu? cih, aku ini Amel bukan melo. batin nya dengan tekat yang sangat kuat.

Amel bangkit dari ranjang king size itu lalu berjalan menuju kamar pertama yang ia tempati. Gadis itu mengunci pintu dengan sangat rapat bahkan semakin rapatnya, sampai-sampai menjadikan meja sebagai penyangga pintu. Setelah selesai menyangga pintu, Amel beralih ke arah jendela kamar yang di tempati nya itu, dia mencoba membuka dan mendorong jendela itu dengan sedikit hentakan. Terlihat wajah terkejut dan senang yang di tampilkan Amel. Dia tidak menyangkah jika jendela kamar itu bisa terbuka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!