Senin ini Hoshi resmi diperkenalkan oleh Bara Giandra sebagai pengganti pemegang jabatan CTO ( Chief Technology Officer ) yang sudah masuk masa pensiun dan kedepannya akan menggantikan Bara sebagai CEO Giandra Otomotif Co.
Hoshi duduk bersama Bara untuk bertemu dengan para pejabat perusahaan yang didirikan oleh ayah Abimanyu Giandra itu.
Bang Hoshi di ruang meeting
Wajah dingin Hoshi memang membuat banyak orang terintimidasi apalagi fakta bahwa dia putra si jenius Levi Reeves dan salah satu anggota tim teknologi di Amerika, membuat semakin banyak orang segan dengannya.
Aura tuan Reeves sangat berbeda dengan tuan Bara. Batin semua orang disana.
"Jadi hari ini adalah hari peresmian Paramudya Quinn Reeves menjadi CTO yang baru menggantikan Julian Handoyo yang memasuki masa pensiun. Saya minta kita tetap memiliki etos kerja seperti yang sudah berjalan selama ini sebagai perusahaan solid dan stabil." Bara menatap ke semua anak buahnya. "Quinn? Sambutan?"
Sejak kecil Hoshi selalu memperkenalkan diri sebagai Quinn dan jarang memakai nama Hoshi untuk ke publik. Baginya, nama Hoshi hanya untuk di kalangan keluarga dan sahabat dekat. Hanya Bima dan Rina saja yang memanggilnya seenak perutnya seperti halnya Hoshi memanggil mereka berdua.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" sapa Hoshi yang dibalas para pihak yang berada di ruang meeting. "Sepertinya saya tidak perlu memperkenalkan diri saya lagi. Oke, saya memang ditarik dari Giandra Otomotif Co New York untuk menggantikan pak Julian Handoyo." Hoshi menoleh ke arah pria yang hampir seusia Oom Mario dan Marco Bianchi. "Terimakasih sudah membawa Giandra Otomotif Co Jakarta menjadi salah satu perusahaan yang diperhitungkan."
Julian Handoyo mengangguk ke arah Hoshi. Sebagai pejabat senior, Julian yang membantu Bara pada saat pria itu mulai masuk memegang perusahaan Ogannya.
"Saya bukan orang yang sulit tapi jika ada yang mempersulit, saya akan jauh lebih bisa membuat simpul tali yang sulit hingga seorang pelaut pun tidak bisa melepaskan simpulnya." Mata hitam Hoshi menatap tajam ke semua orang disana membuat Bara hanya bisa menghela nafas panjang mendengar ucapan judes keponakannya.
Belum apa-apa sudah membuat orang keder.
"Saya minta kerjasama yang baik dengan anda semua. Seperti yang pak Bara katakan tadi, perusahaan yang solid dan stabil harus kita pertahankan dan harus kita tingkatkan lagi kinerjanya."
Semua orang disana mengangguk paham karena siapapun mengakui bahwa para keturunan klan Pratomo adalah orang-orang yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing apalagi Hoshi adalah salah satu jenius di generasinya.
***
"Ini ruangan pak Julian, pak Paramudya" ucap Taufan yang akan menjadi asistennya Hoshi selama dia di Jakarta. Taufan Abisatya sebelumnya menjadi asisten Julian selama setahun terakhir ini dan sekarang dia bersama Hoshi.
Hoshi pun memindai ruangan milik Julian Handoyo dan memilih-milih beberapa barang yang dia ingin ganti kecuali lemari dari jati yang memang klasik tempat menyimpan banyak file-file yang hendak dibacanya.
"Saya minta kursi diganti, ini, ini, dan ini diganti yang baru semua. Kalau perlu, kamu hubungi pihak PRC group untuk mendekorasi ulang ruangan ini" perintah Hoshi yang dicatat oleh Taufan.
"Baik pak Para..."
"Quinn saja manggilnya. Paramudya kepanjangan" ucap Hoshi sembari memegang gorden yang warnanya menurutnya sangat kuno.
"Baik pak Quinn." Taufan pun mengangguk patuh.
"Acara saya apa hari ini Fan?" tanya Hoshi.
"Sementara tidak ada pak karena hari ini hanya perkenalan bapak saja."
Hoshi pun tersenyum. "Bagus lah." Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Wa'alaikum salam. Cewek Arab! Kamu dimana?"
Taufan menaikkan sebelah alisnya. Cewek Arab?
***
Rina melongo tidak percaya melihat menu makanan yang ada di hadapannya adalah semua menu yang ada di pesta pernikahan duo F dengan porsi satu orang masing-masing.
"Itu kan yang kamu pengen? Makanlah dan habiskan." Hoshi menatap tajam ke arah gadis itu.
"Lu mau bikin gue gemuk?" pelotot Rina.
"Kamu nggak bakalan gemuk, cewek Arab."
"Terus apaan?" tanya Rina sambil memotong lamb grilled yang memang selalu menjadi favoritnya setiap makan ke RR's Meal apalagi kalau dibayari oleh keluarga Arimbi.
"Bohay" jawab Hoshi cuek yang membuat Rina berhenti memasukkan potongan daging domba itu di depan mulutnya.
"Hoshi!" bentaknya kesal karena lagi-lagi si mulut cabe membuat moodnya drop.
"Apa? Aku suka cewek bohay. Capek lihat para sepupuku bodinya kurus-kurus, apalagi si Nisa."
Rina mengingat seorang gadis tinggi kurus yang sempat dikerubungi oleh sepupu Arimbi lainnya.
"Jadi yang kamu cium itu si Nisa?" Rina menatap Hoshi sambil tersenyum. "Aku kira malah kekasih mu, Hosh."
"Aku tidak pernah mencium wanita manapun kecuali saudaraku sendiri dan itu pun hanya sebatas pipi dan dahi." Hoshi memakan steaknya.
Rina melongo. "Lalu ... Yang di parkiran...?"
"Kenapa? Ya itu pertama kalinya aku mencium wanita di luar para sepupuku."
Oh my God. Hoshi bukan tipe pria pembual tapi kalau itu ciuman pertama Hoshi ... Kok bisa wow begitu? Belajar dari mana?
Hoshi menatap Rina. "Kenapa? Bingung aku bisa mencium kamu seperti itu?"
Rina hanya bisa mengangguk.
"Kalau aku tidak ada perasaan sama kamu, tidak mungkin aku bisa melakukannya, Rin. Terserah kamu mau anggap apa tapi yang jelas, aku akan merebut kamu dari si tukang gali kubur itu!"
"Namanya Yudha! Dan dia bukan tukang gali kubur Hoshiiii !" Rina tampak gregetan dengan pria berwajah cantik tapi songong di hadapannya.
"Sama saja tukang gali" acuh Hoshi sambil makan.
Boleh nggak aku lempar pisau ini ke muka dia?
"Mas Hossshiiii!" teriak seorang gadis cantik yang tiba-tiba masuk ke ruang VIP RR's Meal.
Hoshi dan Rina menoleh lalu gadis itu tiba-tiba memeluk Hoshi erat.
"Tolong bayarin" rengek nya.
"HAAAAHH? Bayarin apa?" teriak Hoshi kesal.
"Makan" ucap gadis itu sambil mengerjap-ngerjapkan matanya yang indah.
Safira Pratomo
"Siapa ini Hosh?" tanya Rina.
"Rina Kareem, perkenalkan Safira Pratomo, anaknya Dokter Nathan Pratomo dan dokter Haura Pratomo yang datang waktu Werkudara jadi korban ledakan itu."
Rina melongo. "Ya ampun. waktu itu kan masih ABG. Sekarang sudah jadi wanita cantik" puji Rina.
"Makasih mbak Rina. Beneran kan aku jadi wanita" senyum Safira.
"Ngomong-ngomong kamu minta dibayarin apa?" tanya Hoshi bingung adiknya yang ceroboh ini belum pulang ke Singapura. Dan mengacaukan acara kencan ku! Brengsek!
"Makan. Aku tuh tadi dipalak Oom-oom makan siang, ya udah kesini. Tapi aku lupa bawa dompet" ucap Safira sambil manyun.
"Oom oom?" alis Hoshi naik sebelah sedangkan Rina hanya cekikikan. "Siapa yang malak kamu?"
"Safira! Kamu itu kabur kemana sih!"
Ketiga orang di ruang VIP itu menoleh ke arah pintu dan tampak seorang pria Indonesia dengan wajah judes melotot ke Safira yang beringsut di balik punggung Hoshi.
"Bagas Hadiyanto?"
"Paramudya Quinn?"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
visualnya cuantikkkk pake banget kelakuan ceroboh pake banget juga 😅😅😅
2024-09-20
1
Murti Puji Lestari
ginuk ginuk kalau kata haris 😂😂😂
2024-09-20
1
za_syfa
Bagas kenal sama Hoshi juga
2022-05-16
1