Pagi ini Hoshi mendapatkan kabar kalau Bimasena, kekasih Arimbi akan datang ke Massachusetts untuk berlibur semester. Visa dari kedutaan Amerika sudah keluar, jadi pria tinggi itu pun bisa menemui Arimbi yang berkuliah di Harvard.
Ngapain juga si cumi itu main ke Amrik? Bikin malas saja!
Pagi ini Hoshi ada tugas di kampus jadi tidak ikut menjemput Bima di bandara. Arimbi dan Ega, putra Danisha dan Iwan, yang akan menjemput. Ega sendiri sedang proses pindah kuliah dari fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo ke Harvard Medical School.
Selama kuliah di MIT, Hoshi serumah dengan Arimbi, Rama dan Ega di rumah milik keluarga Rama. Para orang tua mereka ingin mereka tetap dalam satu rumah agar lebih gampang pengawasannya meskipun mereka tahu anak-anak mereka seperti apa.
Setelah seharian berkutat di kampus, akhirnya Hoshi pulang dengan menebeng mobik temannya yang satu arah dengan rumah Rama. Tadi pagi dia memang minta diantar oleh Ega dan Arimbi sebelum berangkat menjemput Bima.
Sesampainya di dalam rumah, dia melihat Ega yang sedang sibuk memasukkan beberapa baju ke tas.
"Lu mau kemana Ga?" tanyanya.
"Besok mau ke mansion Blair. Tadi Arimbi ngajak kesana, sekalian mau kenalin ke Opa Duncan dan Oma Rhea" jawab Ega.
"Ke rumah Opa Duncan? Seriously?" Hoshi menyeringai. Bagus! Bisa buat darting lagi gue!
"Emang kamu mau ikut?"
"Ikutlah!" jawab Hoshi.
"Berarti pakai Range Rover mas Rama deh, nggak bisa pakai mini Cooper Arimbi." Ega menoleh ke arah Rama yang baru selesai mandi hanya mengenakan celana jeans sedangkan kaosnya masih di tangan. "Mas, besok pinjam Rovernya boleh?"
"Mau kemana?" tanya Rama sambil menyampirkan kaosnya di bahunya.
"Ke rumah Opa Duncan dan Oma Rhea" jawab Ega.
"Sekalian aja lah. Mas Rama juga mau kesana tengok anggreknya Oma." Rama McCloud adalah putra Arjuna McCloud yang paling nyeleneh dari semua generasi kelima Pratomo. Dia satu-satunya orang yang paling demen soal tanaman dan pada saat dia memilih kuliah di Harvard business School bukannya jurusan pertanian membuat banyak keluarganya bingung.
"Sekolah bisnis tapi tanaman hobi" ucapnya ketika sang papa bertanya kenapa tidak mengambil jurusan agriculture.
"Ya sudah berarti berlima kita besok. Kalau aku nggak kesiangan" cengir Rama.
Hoshi hanya melengos dan memutuskan menuju dapur karena tahu Arimbi pasti sedang memasak untuk makan malam. Betapa terkejutnya melihat Bima disana membantu Arimbi memasak. Macam sudah seperti suami istri saja sih!
"Sampai juga si Werkudara? Kagak berantem sama mas Rama? Secara kan yang satu Mahabarata, satunya Ramayana" ledek Hoshi sambil menatap sinis ke Bima. Entah kenapa Hoshi suka banget usil dengan pria sebayanya itu.
"Dih muka cewek! Datang-datang julid!" balas Bima.
"Eh emang elu bisa masak? Yang ada elu recokin Rimbi! Apa jangan-jangan elu modus biar bisa berduaan dengan adikku?" Hoshi pun memilih duduk di kursi pantry mengawasi keduanya memasak.
"Jangan remehkan gue, Hoshi!" cebik Bima.
"Kalian masak apa malam ini?" tanya Hoshi.
"Nasi ayam Hainan" jawab Arimbi. "Kamu mandi dulu deh, Hosh."
Hoshi pun berdiri. "Masak yang enak ya!"
Bima rasanya ingin menghancurkan timun yang sedang dipotongnya gara-gara sebal melihat gayanya Hoshi.
***
Hoshi keluar dari kamarnya setelah mandi dan melihat Arimbi dibantu oleh Bima dan Ega menata meja makan. Tampak Rama juga membawakan teko besar berisikan air lemon beserta lima gelas untuk minum mereka berlima. Menu malam ini adalah nasi ayam Hainan seperti permintaan Ega.
"Akhirnya dimasakin ini" cengirnya.
"Semoga enak! Yang masak si Werkudara soalnya" ledek Hoshi yang mengambil posisi duduk sebelahan dengan Bima demi mencegah remaja itu duduk bersebelahan dengan Arimbi. Tentu saja Bima langsung mendelik tidak percaya melihat kelakuan Hoshi.
"Sudah, Arimbi duduk sebelahan sama aku" ucap Ega.
"Yakin yang masak Bima?" tanya Rama.
"Eh yang racik bumbunya aku, mas Bima cuma bantu masak nasinya dan potong ayam" protes Arimbi.
"Kamu itu kalau belum mencoba, jangan suudzon muka cewek!" omel Bima.
"Melihatnya saja bikin malas" balas Hoshi.
"Kalau malas, nggak usah makan!" sarkasme Bima kesal.
"Udah deh. Kalian tuh mau makan atau mau ribut? Kalau mau berantem, tuh di halaman belakang sana!" hardik Rama yang paling tua di rumah. Tahun ini Rama berusia 23 tahun dan sedang menyelesaikan S2 nya. Jika ada waktu libur, Rama pasti ke New York untuk bekerja di McC Customs.
Hoshi dan Bima saling menatap tajam satu sama lain sedangkan Arimbi dan Ega hanya bisa menghela nafas panjang. Liburan yang bakalan rusuh!
***
Hoshi tiba di rumah kedua opa dan omanya dari pihak Abiyasa dan Reana, Duncan dan Rhea Blair. Kedua kakak sepupunya itu adalah kembar, anak dari Kaia Blair dan Rhett O'Grady.
Mansion Blair tampak mewah dan elegan tapi tidak sesuai jika para penghuninya harus menerima keluarga besarnya yang semuanya gesrek.
Kini Rhea menyambut para cucunya yang good looking semua dengan bahagia. Bagi Duncan dan Rhea, kehadiran mereka adalah mood booster tersendiri bagi para opa dan oma yang masih sehat itu.
Apalagi mendengar ada seorang remaja pria yang sejak dua tahun lalu membuat Ghani dan Bara darting membuat Duncan penasaran. Sebab saat lebaran tahun lalu, semua keluarga ke Tokyo dan Bima tidak boleh ikut oleh Bara meskipun remaja itu mengeyel panjang lebar dengan calon papa mertuanya ( menurut Bima sih begitu ).
Hoshi melihat Opanya sangat antusias dengan orang asing itu, membuat dirinya semakin durjana ingin ngerjain Bima. Kapan lagi bisa iseng di mansion Blair?
***
Hoshi tidak habis berpikir, bisa-bisanya Bima dengan cueknya memanggil Arimbi dengan panggilan 'jeng'. Opanya, Eiji memang memanggil Omanya Diajeng Aya-aya. Bagi Hoshi, cukuplah opanya yang lebay, jangan ditambah lagi!
Pagi ini Hoshi masuk ke dalam ruang gym untuk melakukan treadmill seperti biasa. Ketika sedang asyik berjalan diatas treadmill, Bima pun masuk ke dalam ruang gym. Tampak wajah jutek Hoshi membuat mood Bima berantakan.
"Nape lu?" tanya Hoshi dengan nada cuek.
"Sepet mata gue lihat elu" balas Bima.
"Kalau sepet, pergi saja lu" Hoshi pun mengganti mode running di treadmill nya.
Bima hanya memandang sepupu kekasihnya dengan kesal. "Kalau kamu berani, hadapi aku!"
Hoshi menghentikan larinya di treadmill.
"Apa gue nggak salah dengar?" tanyanya sambil menarik dua kupingnya. "Elu nantang gue? Yakin?"
Bima menghampiri pria itu. "Yakin lah! Bakalan gue buktiin gue ga bakalan kalah sama elu!"
"Jangan mewek depan Arimbi kalau elu kalah" seringai Hoshi.
BUGH!
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Bonus Babang Hoshi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
ya ampun hoshi julidmu mbok dikurangi dikit porsinya
2024-09-19
1
za_syfa
emang bener bener deh Hoshi usilnya kebangetan
2022-05-16
1
~AruN~
😌 g tahan juga deh, tau ada notif. niat hati ingin menabung episod dulu biar agak bnyakan, eeeehhg...trnyta!
g tahan godaan akkuuuh! terlalu penasaran sama cerita tentang si Hoshi kali ini akan dbawa kmn sm kakak author yg selalu bikin cerita g gampang ketebak alurnya.suka kadang² jd plot twist gt.
kaaaan..kaaaan...akhirnya aku cuma bisa bilang...
NEEEEXXTTTT!!! lanjuuuut lagi doooonkk 🤭
2022-05-10
5