Hoshi sekali lagi harus mendapatkan bogem dari Bima dan semua keluarganya yang menonton acara MMA ala klan Pratomo memenangkan Bima. Kali ini sang mama yang merawat wajahnya dan Yanti bisa melihat putranya kesal bisa kalah dengan pacar Arimbi itu.
Eiji meminta rematch antara cucunya dan Bima di sebuah bangunan milik keluarga besar Pratomo. Abi ditunjuk sebagai wasitnya dengan ditonton semua anggota keluarga yang berada di New York termasuk Freya dan Fayza, putri Ashley Sky dan Kristal Ruiz.
Bonus Babang Hoshi
"Sudah lah, Hosh. Kalah tuh kalah saja" senyum Yanti sambil memberikan salep ke bibir dan pelipis putranya.
"Aku mandi dulu ma" Hoshi berdiri dan menuju kamar mandi.
"Tiger" panggil Yanti yang membuat putra semata wayangnya menoleh. "Terimalah Bima, boy. Dia benar-benar mencintai Arimbi."
Hoshi hanya mengangguk. "Setidaknya aku sudah membuktikan sendiri, ma."
Yanti tersenyum. "That's my son."
***
Hoshi kembali kuliah seperti biasa dan selama itu pula dia mempelajari bisnis daddy-nya Levi dan Tantenya Kaia tentang perusahaan Giandra Otomotif Co yang bergerak di produksi mesin pesawat bekerjasama dengan pihak Boeing.
Hari ini dia pulang setelah selesai berkonsultasi tentang skripsinya dan ketika memarkirkan motornya terdengar suara ribut-ribut di dalam rumah bahkan terdengar teriakan histeris Arimbi.
Buru-buru Hoshi melempar helm mahalnya sembarangan di garasi. Yang ada dipikirannya adalah adiknya berteriak seperti itu.
"Ada apa? Arimbi! Kenapa?" seru Hoshi ketika sudah dalam rumah. Dilihatnya Arimbi menangis dalam pelukan Ega.
"Kita ke Jakarta malam ini!" putus Ega.
"Ada apa?" tanya Hoshi bingung.
"Bima kecelakaan" jawab Rama yang sedang menelpon. "Halo, Abi. Bisa pinjam pesawat Blair?"
Hoshi menghampiri Arimbi dan memegang wajah adiknya. "Werkudara kenapa Rimbi?"
"Mas Bima...mas Bima... rumahnya... meledak" jawab Arimbi di sela-sela tangisnya. Hoshi terkejut.
"Kok bisa?" Hoshi tidak habis pikir siapa yang ingin mencelakakan Bima. Meskipun dia suka sebal dengan bocah itu, nggak kepikiran sampai kesana. Mendingan hajar di ring Dojo.
"Kita berangkat semua ke Boston Logan airport. Mas Abi akan menjemput kalian disana. Ini pesawat milik Opa Duncan sedang disiapkan" ucap Rama.
"Mas Rama nggak ikut?" Ega mengambil duffle bag Dan beberapa dokumen penting. "Rimbi, Hoshi, pasport kalian dimana?"
"Pasport ku di laci meja komputer, punya Arimbi di laci meja riasnya di kotak kayu" sahut Hoshi sambil memeluk Arimbi.
"Nggak usah bawa baju, beli disana saja!" putus Rama. "Aku nggak ikut karena urus tesis."
***
Rama menyetir Range Rover nya secepat dia bisa menuju Boston Logan Airport karena pesawat yang membawa Abi akan landing satu jam lagi.
Arimbi hanya bisa meletakkan kepalanya di bahu Hoshi yang memeluknya erat. Melihat adik sepupunya yang cantik itu tampak sendu dan sedih, membuatnya terenyuh juga. Arimbi ternyata sama saja dengan si Werkudara. Sama-sama saling cinta.
Melihat mobil keluarga McCloud datang, petugas bandara yang sudah diberitahukan bahwa akan ada pesawat pribadi milik keluarga Blair akan mendarat, membukakan pintu khusus hingga mobil milik Rama itu bisa masuk ke runway milik keluarga klan Pratomo.
Tak lama pesawat milik keluarga Blair pun mendarat dan tampak Abi turun setelah pendaratan sempurna. Pria bertubuh tinggi besar seperti sang opa Duncan itu pun langsung memeluk erat Arimbi yang menyongsongnya.
"Yuk berangkat. Rama, good luck buat tesisnya" ucap Abi ke sepupu tampannya.
"Iya mas. Titip mereka ya. Bima sudah dibawa ke rumah sakit sama Travis. Barusan Oom Arya ngabari" lapor Rama.
"Oke. Kalau kamu bisa nyusul, segera ya. Siapa tahu kita butuh bantuanmu." Abi lalu menghela Arimbi masuk ke dalam pesawat diikuti oleh Ega dan Hoshi.
"Oke mas." Rama menunggu sampai pesawat itu take off lalu dia kembali ke mobilnya dan kembali ke rumah.
***
Arimbi sudah berada di dalam pesawat milik keluarga Blair bersama Abi, Ega dan Hoshi. Sepanjang jalan gadis itu tidak bisa menangis dan hanya termangu karena semuanya sudah dia keluarkan tadi di rumah. Seolah tidak percaya tadi dirinya melihat Bima terpental dan sedetik kemudian gelap.
"Rimbi, percaya sama mas Abi. Bima itu kuat, sayang. Dia akan selamat." Abi memeluk Arimbi.
"Aku juga tidak mau dia mati. Nggak ada musuh debat nanti!" ucap Hoshi yang langsung mendapat pelototan dari Abi dan Ega.
"Lambenya dikondisikan cumiiii !" desis Ega sebal. Disaat lagi suasana panik dan tegang begini, bisa-bisanya sepupu lucknutnya bilang begitu. Ega melihat Arimbi memasrahkan kepalanya di bahu Abi.
Hoshi menatap pemandangan dari jendela pesawat. Awas kalau kamu milih mati, Werkudara! Gue gak bakalan ijinkan elu mati! Enak saja bikin adik gue nangis!
***
Pesawat yang membawa rombongan dari New York tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah menempuh perjalanan hampir 19 jam. Sopir Bara sudah siap dengan dua mobil Range Rover menjemput mereka dan Arimbi meminta langsung ke rumah sakit.
Sesampainya disana, Hoshi melihat Oomnya Nathan Pratomo dan sepupunya Safira Pratomo sudah datang. Kalau Oom Nathan sampai terbang dari Singapura... berarti sama Tante Haura yang dokter syaraf... Duh!
Arimbi langsung menghambur ke dalam pelukan Arum sang mami sedangkan Bara mengusap kepala putrinya yang hanya beda sepuluh Senti darinya. Arimbi memang tinggi.
"Bagaimana si Werkudara Oma?" tanya Hoshi ke Alexandra.
"So far, rusuk patah, bahu kanan dislokasi, kepala terkena benturan hebat. Makanya Oma minta Tante Haura pulang ke Jakarta untuk memeriksa Bima" jawab Alexandra. "Lagipula, kita belum tahu motifnya apa membuat rumah dan bengkel Bima hancur berantakan."
Hoshi terkejut mendengar rumah dan tempat usahanya hancur padahal bengkel itulah yang menjadi kebanggaannya selama dia bercerita di mansion Blair.
Hoshi melirik ke arah Prayogha Baskara yang sedang duduk bersama James Blair. Dia tahu kalau pria paruh baya itu adalah ayah kandung Bima. Segera Hoshi berjalan menuju sofa dan duduk berhadapan dengan James dan Prayogha.
"Hoshi. Bagaimana perjalanan?" tanya James.
"Alhamdulillah lancar, Oom. Boleh tahu ini siapa?" tanya Hoshi berlagak pilon.
"Ini bapak Prayogha Baskara, ayah Bima."
Hoshi mengulurkan tangannya. "Quinn." Prayogha menerima uluran tangan Hoshi dan menjabatnya.
"Maaf sebelumnya, apakah pak Prayogha bisa mengira akan seperti ini sebelum memutuskan berhubungan dengan mantan istri anda?" Hoshi menatap dingin ke Prayogha.
"Hoshi..." tegur James Blair yang tahu keponakannya kalau sudah keluar mulut cabenya makin menyebalkan.
"Kalau sudah begini, siapa yang jadi korban? Bima! Padahal dia tidak urusan dengan urusan anda!"
Prayogha hanya diam saja.
"Saya minta anda berpikir dan merenung. Semua itu adalah hukum sebab akibat. Siapa yang menabur dia yang menuai meskipun yang kena dampaknya adalah orang-orang sekitarnya yang tidak tahu apa-apa. Saya tidak akan memaafkan anda jika terjadi sesuatu pada Bima!"
***
Yuhuu Up Jam Brunch Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
Hoshi Bima itu Edward Abi jilid 2, meski saling julid tetep saling sayang dan care
2024-09-20
1
Murti Puji Lestari
yang dikutuk rina mendem semar mendem😅😅😅
2024-09-20
1
Nurmawati
biar pedes tpi banyak yg suka ya hoshi
2022-06-29
1