Acara Pernikahan Bima dan Arimbi
Setelah melewati berbagai drama dan kedartingan antara Ghani, Bara dan Bima setiap Minggu, akhirnya pria itu melamar Arimbi, gadis pujaannya. Arimbi tetap menyelesaikan pendidikannya di Harvard sedangkan Bima tetap kuliah di Universitas Indonesia.
Ghani, Bara, dan Raka Pradipta, opa Arimbi dari pihak Arum, dengan terpaksa menerima Bima karena pria itu sangat gigih dan cuek setiap mendapatkan Omelan opa dan papa mertuanya. Kalau Luna Pradipta bilang, Bima itu keras kepala dan super ndableg.
Meskipun begitu semua keluarga besar Arimbi bisa melihat bagaimana Bima benar-benar pantas masuk ke dalam klan Pratomo meskipun tingkat keakuran dengan Ghani, Bara dan Hoshi bisa dikatakan minus.
Hoshi yang melihat Rina datang sambil marah-marah hanya bisa melengos dari layar laptopnya karena semua keluarga besar menyaksikan lewat live streaming yang dilakukan Anarghya.
Perasaan tuh cewek Arab kok makin bohay ya?
***
Hari ini Hoshi menghadiri acara pernikahan adik sepupunya yang paling dia sayangi. Bukan berarti dia tidak sayang dengan sepupu perempuannya yang lain, tapi bagi Hoshi, Arimbi adalah adik yang paling dekat dan paling bisa membuatnya tidak berkutik.
Acara malam Midodareni pun berjalan lancar meskipun Bima manyun tidak boleh makan dan hanya minum air putih.
"Tahu gitu aku makan dulu di rumah!" sungutnya.
"Kan udah aku bilang, kamu nggak percaya" kekeh Abi.
"Lapar aku mas" rengek Bima dramatis.
"Anggap saja puasa Senin Kamis" sahut Hoshi sebal. Besok ijab kok bisa-bisanya lebay begini sih nih cumiii.
"Ya elah muka cewek! Ini tuh hari Jumat bukan Kamis!" sahut Bima sebal.
"Kan gue bilang anggap saja. Paham kagak lu?" sarkasme Hoshi. Kedua pria tampan itu pun saling menatap tajam membuat Abi, Rajendra, Rama dan Ega menggelengkan kepalanya.
"Kayaknya besok yang kawin Hoshi sama Bima deh! Soalnya mereka kalau berantem kayak suami istri" ledek Joey Bianchi sambil makan saladnya. "Mau Bim?"
Bima menatap sepiring salad itu dengan muka ingin menangis. "Aku lapaaaarrr."
"Salahnya nggak makan dulu tadi!" seru para pria-pria tampan itu durjana.
Radit dan Prayogha yang melihat kerusuhan antara Bima dan para sepupu Arimbi hanya tertawa.
"Alhamdulillah, Bima bisa diterima di keluarga Giandra dan klan Pratomo ya Dit" ucap Prayogha.
"Alhamdulillah Ga. Rejekinya Bima." Radit menepuk bahu mantan kakak iparnya.
"Terkadang aku malu lho sama keluarga mereka, Dit. Mengingat kejadian yang lalu."
Radit hanya tersenyum. "Mereka sudah melupakan, Ga. Toh yang ditatap adalah ke depannya bukan masa lalu."
"Iya. Aku bersyukur Bima mendapatkan keluarga yang baik."
***
Hoshi sedang memilih es krim ketika suara feminin membuat dirinya menoleh. Tampak Rina mengenakan gaun berwarna biru tosca menunjukkan bahunya yang mulus dengan rambut digerai dan ditata ikal. Wajahnya memakai make up yang cocok dengan gaunnya dan Hoshi dibuat terpana melihatnya.
Rina sendiri sedang asyik mengobrol dengan Falisha dan Freya, sepupunya Arimbi yang memang sebaya dengan dia.
Dasar cewek Arab! Mentang-mentang bodinya mulus main pamer saja! Tapi kok makin gemesin sih!
Rina yang merasa ada yang memperhatikan lalu menoleh ke belakang dan melihat Hoshi sedang mengambil es krim.
Perasaan kayaknya tadi si mulut cabe perhatiin gue tapi kok malah asyik ambil es krim?
Rina pun melanjutkan ngobrolnya dengan duo F cicit Vivienne Neville dan Jammie Arata.
Perasaan gue ajah deh kayaknya si bon cabe lirik gue.
Hoshi duduk manis di sebuah kursi sambil menyantap es krimnya.
Tambah cantik aja lu neng!
***
Hoshi merengut ketika diminta menjemput Arimbi karena Oma Rhea dan Oma Alexandra maunya menunggu di bawah. Kedua Oma itu tidak mau kecapekan karena nanti malam masih ada acara resepsi.
Arimbi pun keluar dengan gaun pengantin yang cantik, wajahnya yang memakai make up simple tampak semakin cerah apalagi aura kebahagiaan terpancar dari matanya.
"Cantiknya adik gue" bisik Hoshi sambil memeluk Arimbi.
"Jangan cium mukanya Arimbi! Luntur tar kena lambe cabe setan lu!" omel Rina yang berada di belakang Arimbi.
"Jiaaaahhh, cewek Arab satu ini! Sukanya bener" gelak Hoshi.
"Lama-lama sekalian aku minta penghulu nikahkan kalian berdua!" ucap Arimbi sambil cekikikan.
"Ogah!" seru Hoshi dan Rina bersamaan.
Ketiganya pun turun tangga dan Hoshi memegang tangan Arimbi agar tidak jatuh. Setelahnya Arimbi diapit Alexandra dan Rhea berjalan menuju tempat ijab qobul di halaman belakang yang luas. Semua keluarga besar sudah duduk disana.
Rina yang berjalan terburu-buru, tersimpret gaunnya yang panjang. Beruntung Hoshi masih di tangga dan dengan sigap memeluk tubuh gadis keturunan Arab itu hingga tidak terjatuh.
Bang Hoshi, bibirnya dikondisikan dong...
"Elu tuh! Jalan yang benar, cewek Arab! Kenapa sih kagak pakai celana jeans saja lu!" omel Hoshi. Kalau dilihat dekat gini, cantik juga nih cewek Arab. Mana wangi banget tubuhnya. Eh Hoshi! Sadar cumiiii !
"Ya salam gue pakai celana jeans jadi Bridesmaids! Yang ada gue dijewer Tante Gendhis!" balas Rina. Jiaaaahhh, kok elu jadi cakep gini sih cabai setan? "Elu mau sampai kapan peluk gue? Modus apa keenakan?"
Hoshi segera melepaskan pelukannya. "Elu kali yang modus keenakan dipeluk sama cowok ganteng begini!" Ya ampun! Kenapa jantung gue berdebar-debar begini padahal cuma peluk si cewek Arab.
"Idiiihhh! Ganteng dari Monas?" balas Rina sambil membenarkan gaunnya. "Udah ah! Acara sudah mau dimulai!" Yah, kenapa dipeluk si cabe setan enak banget sih? Rina, Rina! Kelamaan jomblo lu!
Rina pun berjalan mendahului Hoshi yang tak lama menyusulnya.
***
Hoshi melirik ke arah Rina yang hari ini memakai gaun Bridesmaids warna pink. Dirinya merasa sebal melihat gadis itu tampak ribet berjalan dengan gaun panjang itu.
Kalau ribet, kok ya dipakai tho cumiii! Hoshi mendengus kesal. Cewek sukanya nyusahin diri sendiri demi penampilan!
Usai acara ijab yang penuh dengan slengean ala Bima, akhirnya tiba acara makan - makan untuk para tamu undangan.
Hoshi melihat Rina tampak kesulitan berjalan karena gaunnya yang memang panjang dan ribet.
"Eh cewek Arab, duduk manis. Kamu dah kerepotan gitu jalannya!" ledek Hoshi.
"Enak saja duduk manis. Gue mau makan enak!" balas Rina.
"Kamu minta apa, aku ambilkan" jawab Hoshi yang membuat Rina melongo. Nih si mulut cabe kesambit apaan kok jadi kalem begini?
"Serius lu?" Rina memincingkan matanya.
"Serius. Gue sepet lihat elu kayak dress malfunction begitu. Dah elu duduk manis, minta apa, gue ambilin! Mumpung gue lagi baik nih!" Hoshi menatap tajam ke Rina.
Gadis itu meminta makanan yang diinginkannya dan Hoshi mengambilkannya. Keduanya makan bersama sampai Ega dan Rama ikut menyusul bareng Joey Bianchi dan Luca Bianchi.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Visual eyang Arga Pratomo dan eyang Ajeng Pratomo, orang tua Adrian, Adriana, Aryanto dan Adinda Pratomo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Murti Puji Lestari
ternyata mereka berdua sama sama pengsan selama ini, dan baru sadar sekarang😂😂😂
2024-09-20
1
Murti Puji Lestari
setuju arimbi 👍
2024-09-20
1
Murti Puji Lestari
selama ini pengsan mas, baru sadar sekarang 😂😂😂
2024-09-20
1