Makan Malam Romantis!!

"Riders tercinta. Tinggalkan Like Komentnya 🙏🙏🙏 setelah membaca"

-

-

No"Kak!! Bagaimana, aku cantik tidak dengan gaun ini?"

Hanna berputar di depan Nathan. Gadis itu terlihat begitu cantik dan anggun dalam balutan sebuah dress putih tulang sepanjang lutut Yangs sedikit mengembang di bagian bawahnya. Ada hiasan tiara dan pita di pinggangnya.

Nathan mengangguk. "Kau selalu terlihat cantik dengan pakaian manapun, tapi malam ini kau sangat-sangat cantik." Ucapnya.

Kemudian Hanna menghampiri Nathan yang sedari tadi sibuk memasang dasinya, tapi selalu gagal. Hanna mendengus geli, kemudian dia berdiri di depan Nathan dan mulai memasang dasinya dengan benar.

"Kak, kau kau payah sekali sih, masa memasang dasi begini saja tidak bisa." Cibir Hanna ditengah kesibukannya. "Mulai sekarang kau harus lebih banyak belajar lagi," kemudian dia mengangkat kepalanya dan menatap Nathan dengan serius.

Nathan mengangguk. "Baiklah, nanti aku akan belajar memasangnya dengan benar. Lagipula aku tidak terbiasa memakai dasi, jadi wajarlah jika aku tidak bisa!!" ucap Nathan mencoba membela diri.

Itu memang benar. Nathan memang tidak pernah memakai dasi seumur hidupnya, bahkan ketika masih sekolah dulu. Karena selalu Hanna yang membantunya, itulah kenapa dia sangat payah dengan hal satu itu.

Hanna tersenyum lebar. "Nah, selesai. Dan kau harus memberiku pajak untuk bayarannya!" Gadis itu mengerlingkan matanya. Dan tentu saja pajak itu langsung dibayar lunas oleh Nathan.

Nathan menarik tengkuk Hanna lalu membenamkan bibirnya pada bibir gadis itu. Melum*tnya dan memagutnya dengan keras namun terasa lembut. Sebelah tangan Nathan berada di pinggang Hanna, sedangkan tangan satu lagi menekan bagian kepalanya.

Posisi mereka tak lagi berdiri. Nathan menempatkan Hanna dipangkuannya. Kedua kaki Hanna melingkari pinggang Nathan, ciuman lembut itu berubah menjadi French kiss. Namun ciuman itu berakhir beberapa saat kemudian, Hanna sudah mulai kehabisan napasnya.

"Hosh.. Hosh... Hosh..!! Ka..Kakak, apa kau ingin membunuhku dengan ciumanmu?!" Protes Hanna sambil mengambil napas sebanyak-banyaknya.

"Dasar kau ini, kenapa tetap saja payah!! Padahal aku sudah beberapa kali mengajarimu bagaimana caranya berciuman yang benar!!"

Hanna mencerutkan bibirnya. "Jangan meledekku, itu karena aku belum berpengalaman sebelumnya. Apalagi kau adalah orang pertama yang menciumku, jadi aku mana tau bagaimana caranya berciuman dengan benar!!" ucap Hanna membela diri.

"Lain kali aku akan mengajarimu lagi dengan perlahan-lahan. Sudah saatnya berangkat, ayo.." Nathan berdiri lebih dulu lalu mengulurkan tangannya pada Hanna.

Gadis itu tersenyum lebar. Dan dengan senang hati Hanna menerima uluran tangan Nathan. Rencananya malam ini mereka akan pergi berkencan dan makan di restoran mewah.

Alex dan Cris hanya bisa gigit jari melihat bagaimana mesranya pasangan muda itu. Melihat Nathan dan Hanna yang tampak serasi membuat mereka ingin segera memiliki pasangan juga.

Tapi mereka masih harus berpikir dua kali lipat, karena jika mereka memiliki kekasih lalu menikah. Itu artinya mereka harus merelakan masa mudanya untuk menafkahi anak orang. Membayangkan hal itu membuat Cris dan Alex berpikir ulang untuk segera menemukan pasangan.

"Kenapa kalian bengong saja?! Jika ingin seperti mereka, makanya cepat cari pasangan sana. Dasar BU-DI!!" cibir Tuan Nero sambil melewati mereka begitu saja.

"PAPA!!"

-

-

Nathan menghentikan mobil mewahnya di depan sebuah restoran Eropa. Pemuda itu turun lebih dulu lalu berjalan memutar dan membukakan pintu untuk Hanna. Hanna tersenyum lebar lalu menerima uluran tangan Nathan.

Mereka disambut oleh seorang pelayan yang berdiri di depan pintu masuk. Lalu pelayan lain membawa mereka menuju meja yang sudah Nathan pesan sebelumnya. Hanna sedikit bingung pasalnya tak ada pengunjung lain di restoran selain mereka berdua. Lalu pandangannya bergulir pada Nathan.

"Aku sudah menyewa tempat ini," ucap Nathan seolah mengerti kebingungan Hanna.

"Hah!! Benarkah? Tapi untuk apa, Kak? Apa itu tidak terlalu membuang-buang uang?"

Nathan menggeleng. "Aku hanya ingin makan malam dengan tenang tanpa gangguan. Apalagi ini adalah kencan pertama kita setelah bertunangan," jawab Nathan lalu meneguk wine nya.

Lalu pandangan Hanna turun pada cincin berlian yang tersemat dijari manisnya. Gadis itu tersenyum lebar. Itu adalah cincin dan bukti nyata jika dia dan Nathan telah bertunangan. "Kakak, benar. Lagipula aku juga tidak suka ketika sedang makan ada banyak pasang mata yang memperhatikan." ujar Hanna.

Selanjutnya makan malam mereka lewati dengan tenang. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Hanna maupun Nathan. Hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bersentuhan. Ya meskipun obrolan-obrolan ringan tak jarang disela-sela makan malam romantis itu.

Beberapa pelayan datang mengantarkan pesanan Nathan yang lain. Makanan dengan porsi sedikit namun memiliki harga selangit, dan hanya mereka yang berdompet tebal yang bisa datang ke restoran ini.

"Coba makanan yang baru datang ini, aku sendiri yang merequest langsung untukmu." Pinta Nathan.

Mendengar yang Nathan katakan membuat Hanna penasaran bagaimana rasanya. Lalu dia mencobanya dan rasanya sangat lezat, cocok dengan selera lidahnya yang menyukai makanan manis pedas dan asam. "Em, ini sangat enak sekali." Ucapnya.

"Jadi kau menyukainya?" Hanna mengangguk.

"Tentu saja, makanan ini sangat enak jadi bagaimana mungkin aku tidak menyukainya." Ujar Hanna.

"Kalau begitu makan malam lagi, setelah ini kita jalan-jalan ke tempat lain. Aku masih belum ingin pulang." Ucap Nathan, Hanna mengangguk.

Nathan ingin menebus waktunya yang terbuang sia-sia selama Hanna terbaring koma. Dan dia ingin menciptakan banyak hal romantis dengan gadisnya ini.

-

-

"Huaaaa..."

Hanna memandang takjub ke arah langit dimana puluhan kembang api dengan berbagai warna dan bentuk di lepaskan. Saat ini keduanya berada di sungai Han. Salah satu sungai yang paling terkenal di Korea selatan.

Nathan berjalan menghampiri Hanna dengan kedua tangannya yang tersembunyi di dalam saku celananya. "Bagaimana, indah bukan? Kau menyukainya?" Ucap Nathan yang entah sejak kapan berdiri di samping Hanna.

Gadis itu menoleh. "Jadi Kakak yang menyiapkan semua kembang api itu?" Dia menatap Nathan tak percaya.

Nathan mengangkat bahunya. "Tidak juga, tapi aku rasa mereka bertiga." Tunjuk Nathan pada tiga orang yang sedang melambaikan tangan pada Hanna. Siapa lagi jika bukan Tuan Nero, Alex dan Cris.

Hanna tersenyum lebar. Kemudian dia melambaikan tangannya pada ketiga pria hebatnya. Hanna meninggalkan Nathan lalu berlari menghampiri mereka bertiga. "Papa, Kakak!!" serunya. Dan ketiganya berlari menghampirinya sambil merentangkan tangan.

Nathan hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala. Detik berikutnya sudut bibirnya tertarik ke atas. Lalu dia berbalik dan kembali menatap ke arah langit yang di penuhi kembang api.

Dalam hatinya Nathan berdoa supaya kebahagiaan yang dia rasakan saat ini selamanya bertahan dan tidak akan pernah berkahir, selamanya.

-

-

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Areum

Areum

aduh alex & cris jngn pelit" np klu menikah pasti cari uang buat ngasih makan anak orang 🤣🤣🤣

2022-06-03

0

Areum

Areum

aduh Alex & cris jng pelit" np klu menikah pasti cari uang buat anak orang 🤣🤣😭

2022-06-03

0

Erlin Novianti Ahmad

Erlin Novianti Ahmad

bagus alurnya

2022-05-31

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!