"Selamat pagi calon ayah mertua dan para calon kakak ipar,"
Perhatian tiga pria yang sedang berkumpul di meja makan teralihkan oleh kemunculan seorang perempuan muda berambut pendek dan berpakaian minim. Hans Nero menyambutnya dengan baik, tapi tidak dengan Alex dan Cris yang tampak acuh dan dingin padanya.
Dia adalah Amelia Cesar, putri tunggal dalam keluarga Cesar sekaligus gadis yang di tunangkan dengan Nathan. Tapi sayangnya Nathan selalu bersikap acuh dan dingin padanya, karena sejak awal dia menentang keras perjodohan tersebut.
"Ayah mertua, lihatlah apa yang aku bawakan untukmu. Ini adalah cake kesukaanmu dan aku membelinya di toko kue langganan Ibu, semoga Ayah Mertua menyukainya."
"Anak baik, seharusnya kau tidak perlu repot-repot membawakan ku kue segala. Tapi terimakasih ya, kau memang sangat baik dan selalu memperhatikanku."
Amelia tersenyum dan tersipu malu. "Ayah Mertua terlalu memuji, kau membuatku malu. Oya, Ayah Mertua, dimana Kak Nathan? Apa dia belum bangun?" Tanya Amelia karena tidak menemukan keberadaan Nathan.
"Mungkin masih di kamarnya. Sebentar lagi juga akan turun, bagaimana kalau kau ikut sarapan bersama kami?" Usul Tuan Nero.
"Wah, sepertinya bukan ide buruk. Dan kebetulan sekali aku memang sangat lapar."
Alex dan Cris hanya memutar jengah matanya. Mereka benar-benar muak dengan tingkah dan perilaku wanita itu. Dia terlalu munafik dan penuh tipu muslihat, dan sampai kadal Beranak biawak, mereka tidak akan setuju jika Amelia menjadi bagian dari keluarga Nero.
-
Tokk... Tokk.. Tokk...
"Kakak, apa kau sudah bangun?"
Nathan menoleh setelah mendengar suara ketukan pada pintu dan seruan keras seseorang di depan pintu kamarnya. Tanpa keluar melihatnya, tentu saja Nathan tau siapa yang berteriak dan mengetuk pintu sekeras itu.
"Masuklah, pintunya tidak di kunci." Sahut Nathan menimpali.
Sosok Hanna yang dalam balutan dress putih bermotif bunga Daisy terlihat meliukkan kakinya memasuki kamar bernuansa biru laut tersebut. Senyum di bibir Hanna mengembang sangat lebar. Kemudian pandangannya jatuh pada lengan kanan Nathan.
"Eo...!! Kak, apakah tribal ini asli?" Tanya Hanna sambil menyentuh tribal tatto yang menghiasi lengan kanan Nathan. Pagi ini Nathan memakai kemeja lengan terbuka sehingga Hanna bisa melihat tribal itu dengan jelas. "Kakak, kenapa kau diam dan hanya menatapku saja. Jawab, apakah tribal ini asli?" Tanya Hanna sekali lagi.
"Hm," Nathan mengangguk. "Kenapa? Apakah terlihat jelek?"
Hanna menggeleng. "Sangat indah, tribal ini sangat pas dengan kepribadianmu yang dingin dan kejam. Dan yang jelas aku sangat menyukainya." Ujar Hanna sambil tersenyum lebar.
Nathan mengacak rambut Hanna dengan gemas. Dimatanya gadis ini memang selalu menggemaskan. "Ayo turun, Papa dan yang lain mungkin sudah menunggu kita untuk sarapan." Ujar Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Hanna.
Hanna dan Nathan berjalan beriringan meninggalkan kamar tersebut dan pergi turun untuk menyantap sarapannya bersama keluarganya yang lain.
-
"Ayah mertua, boleh aku memanggilnya?" Tanya Amelia dengan begitu bersemangat.
"Aku rasa tidak perlu. Karena Nathan sudah datang bersama Princess kami!!" Jawab Cris menimpali.
Kemudian Amelia menoleh dan mendapati Nathan yang sedang menuruni tangga bersama seorang gadis cantik. Mereka terlihat sangat mesra, dan si gadis memeluk lengan terbuka pemuda itu. Melihat hal tersebut membuat Amelia menjadi kesal dan marah.
Baru saja Amelia hendak menghampiri mereka berdua dan membuat perhitungan dengan Hanna. Tiba-tiba saja gadis itu melepaskan pelukannya dari lengan Nathan lalu berlari menghampiri Hans Nero.
"Morning, Dad." Sapa Hanna lalu memeluk dan mencium pipi Tuan Nero.
"Morning Too, Dear. Bagaimana tidurmu semalam, Sayang? Apakah tidurmu nyenyak?" Tanya Tuan Nero pada putri bungsunya itu.
Hanna mengangguk. "Sangat, aku belum pernah tidur senyenyak semalam sejak kepergianku ke London beberapa tahun lalu." Jawab Hanna menuturkan.
"Princess, mana ucapan good morning untuk kami? Masa cuma sama Papa saja? Kau membuat kami iri." Cris mempoutkan bibirnya.
Hanna terkekeh geli. Kemudian dia menghampiri kedua Kakaknya, lalu memeluknya. "Kenapa kalian harus iri pada, Daddy, sih. Seharusnya kalian berdua tahu, jika Daddy adalah cinta pertamaku," ucap Hanna sambil memeluk kedua Kakaknya itu.
"Tentu saja kami iri, karena kau selalu tidak ada pada kami. Yang selalu kau utamakan adalah papa dan Nathan, padahal diantara Kami berempat, kita berdua yang paling menyayangimu." tegas Alex.
"Enak saja kalian berdua, mengaku paling menyayangi Hanna. Apa pernah saat dia sakit kalian begadang semalaman untuk menjaganya, papa yang paling diantara kita berempat!!" sahut Hans Nero tak mau kalah.
Melihat perdebatan ayah dan kedua Kakaknya, buat Nathan menghela nafas panjang. Mereka memang seperti itu jika sudah berhubungan dengan Hanna. Mereka selalu berebut Siapa yang paling menyayangi gadis itu. Dan jika sudah begitu, pasti tidak ada yang mau mengalah.
Semua orang dalam keluarga Nero begitu menyayangi dan memanjakan Hanna, terutama Hans Nero. Meskipun Hanna bukan Putri kandungnya, tetapi dia sangat menyayanginya selalu memanjakan Hanna.
Dulu saat Hanna masih kecil, dan ketika dia sakit Hans selalu menjaganya dan tidak tidur sepanjang malam hanya untuk menemani putrinya itu. Begitu pula dengan ketiga kakaknya, mereka juga sangat menyayangi dan memanjakan Hanna.
Nathan yang awalnya begitu dingin, satu-satunya orang yang tidak menerima keberadaan Hanna dalam keluarga Nero. Ini menjadi sangat menyayanginya, Nathan selalu menjadi pelindung Hanna sejak gadis itu berusia 15 tahun.
"Kak, Nathan. Siapa sebenarnya gadis itu?! Kenapa semua orang begitu menyayanginya, bahkan kau tidak marah ketika dia memeluk lengan mu!!" Amelia yang merasa penasaran, langsung bertanya pada Nathan.
Nathan menoleh dan menatap dingin, perempuan di sampingnya. Lebih tepatnya pada lengan kanannya, yang dipeluk oleh Amelia. Jangan kasar nathan menyentak tangan Amelia, dia tidak suka gadis itu bersikap manja padanya. Meskipun dia berstatus sebagai tunangannya.
"Jangan sembarangan menyentuhku!! Sebaiknya jaga batasan mu!! Dan jika kau ingin tahu siapa dia, dia adalah Hanna, putri bungsu keluarga Nero!!" ucap Nathan dan pergi begitu saja.
Amelia mengepalkan tangannya, dia kesal karena Nathan selalu bersikap dingin dan acuh padanya. Padahal telah bertunangan. Amelia tidak tahu dengan cara apa lagi, harus meluluhkan pemuda itu agar mau melirik sedikit padanya.
Lalu pandangan Amelia bergulir pada Hanna, sebuah seringai tercetak di bibir merahnya. Dia tahu harus melakukan apa. Amelia berjalan menghampiri Hanna lalu mengulurkan tangan padanya.
"Halo, kau Hanna kan. Perkenalkan, aku adalah Amelia, tunangan Kak Nathan." Ucap amelia memperkenalkan diri.
Hanna menoleh. Gadis itu mengurai senyum lebar. "Hai, calon kakak ipar. Salam kenal, semoga kakakku bersikap baik padamu." Ucap Hanna dengan senyum mengejek. Dia tau jika Nathan tidak menyukai gadis ini, karena Nathan sudah banyak bercerita tentangnya.
-
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
buaya dikadal in
2022-07-21
0
Areum
jadi Alex & cris d langkahi oleh Nathan , bukannya Alex anak pertama 🤭
2022-06-03
1
Rini Utya
semangat"....
2022-05-24
0