Bosan....!!!
Adalah kondisi dimana diri merasa tidak tertarik dengan sekitar, tidak ada yang dapat dilakukan. Begitu pula dengan yang dirasakan oleh dara cantik satu ini. Seharian tanpa melakukan apa-apa membuat Hanna menjadi sangat bosan.
Sebenarnya Hanna adalah tipe gadis yang tidak mau diam. Dia selalu memiliki kegiatan yang bisa dilakukan, tapi itu dulu ketika dia masih berada di London.
Dulu hidupnya begitu bebas tanpa kekangan dan pengawasan dari pihak mana pun. Namun hidupnya berubah 180° setelah kembali ke kota kelahirannya. Dia selalu diawasi oleh ketiga kakaknya. Mereka selalu melarangnya untuk melakukan hal-hal gila yang bisa membuatnya berada dalam bahaya.
Hanna adalah tipe gadis yang suka tantangan dan benci kekangan. Tapi kali ini dia benar-benar tidak berdaya, karena uang harus dia hadapi adalah 4 singa jantan yang siap menerkam mangsanya kapan saja. Apalagi Nathan dan ayahnya, mereka yang paling mengerikan diantara berempat itu.
"Kenapa cemberut?" tegur Alex saat tanpa sengaja melihat sana yang sedang melamun dan duduk termenung di beranda rumah.
Gadis itu mengangkat wajahnya dan menetap kakaknya itu dengan tatapan memelas. "Kak, Alex. Kau yang paling menyayangiku diantara yang lain, dan paling tampan diantara kalian bertiga. Aku benar kan?" dengan percaya diri Alex mengangguk.
"Tentu saja, memangnya siapa yang bisa menandingi ketampanan Kakak tertua mau ini. Nathan, apa Cris?! Mereka berdua lewat, meskipun diantara kita bertiga Nathan yang paling banyak digandrungi wanita. Tetapi dilihat dari sisi manapun, tetap kakakmu ini yang paling tampan." pacar Alex membanggakan dirinya sendiri.
Dan Hana hanya mengangguk kaku. Bagaimana dengan begitu percaya diri, Alex membandingkan ketampanannya dengan Nathan. Dilihat dari sisi manapun, tentu saja Nathan yang paling tampan.
Kemudian Hanna bangkit duduknya dan menghampiri Alex. Dengan manja, Hanna bergelayut di lengan Kakaknya. "Kak, Alex. Aku bosen, bagaimana kalau kakak mengijinkan ku pergi keluar jalan-jalan," bujuk Hanna.
"Tapi, Hanna. Bagaimana kalau Papa sampai mengetahuinya dan memarahi Kakak? Kakak tidak berani, lebih baik minta yang lain saja oke."
Hanna menggalang. "Bagaimana kalau Kak Alex ikut saja, dengan begitu kenapa tidak akan marah karena ada yang menjagaku. Ya, ayolah Kakak. Kau kan yang paling baik, yang paling tampan dan yang paling rendah hati. Mau ya," rengek Hanna memohon.
Alex menghela nafas panjang. Dengan kaku dan dengan terpaksa, dia pun mengangguk. Menyetujui ajakan Hanna. "Baiklah, ayo kita pergi."
"Yeee... Kau memang yang terbaik, Kak."
-
-
"Tu...Tuan Nathan, to..tolong ampuni kami. Ba..Barang itu, sudah tidak ada pada kami."
Pria itu memohon supaya nyawanya diampuni oleh Nathan. Tapi sepertinya orang-orang itu tidak mengenal Nathan dengan sangat baik, karena pria seperti Nathan tidak pernah kenal kata ampun bagi siapa pun yang berani membuat masalah dan membuat marah dirinya.
"Kalian telah membuat kesalahan besar, dan hukuman yang pantas untuk manusia-manusia tak berguna seperti kalian adalah kematian!!"
"Jangan, Tuan. Sekali saja, beri kami kesempatan!!" Mohon pria itu sambil memeluk kaki Nathan.
Brakk..
Nathan menendang orang itu tepat di wajahnya. Membuat dua gigi depannya copot seketika. "Kesempatan kedua, kau bisa mendapatkannya di neraka!!! Bereskan mereka semua!!" Perintah Nathan pada anak buahnya.
"Baik, Tuan!!"
Nathan meninggalkan ruangan yang seketika menjadi lautan darah tersebut. Dia tidak perlu mengotori tangannya sendiri hanya untuk mengambil napas orang-orang bodoh itu. Karena anak buahnya bisa mewakilkan untuk dirinya.
-
-
"HUAAA...."
Alex berteriak histeris sambil menutup rapat-rapat kedua matanya. Nyawanya serasa tercabut dari tubuhnya secara perlahan-lahan. Mulutnya terus saja berkomat-kamit, memohon pada Tuhan supaya melindungi dirinya.
Hanna yang melihat reaksi berlebihan kakaknya hanya bisa mendengus dan terkekeh. Menurutnya Alex sangatlah menggelikan. Pria itu sangat ketakutan karena Hanna mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Buka matamu, Kak. Tenang saja, aku tidak mungkin membuatmu mati sebelum kau menikah dan bercocok tanam,"
"Diamlah, Han. Kakak benar-benar menyesal karena mengijinkanmu mengemudi. Huaaa... Hanna, kurangi sedikit kecepatan mobilnya. Kakak sangat takut, Kakak mual dan ingin muntah." Teriak Alex histeris.
"Astaga, kenapa kau ini sangat penakut sekali. Bagaimana kalau kita bermain-main sebentar saja."
Kedua mata Alex membulat, tubuhnya menegang. Hanna menambah kecepatan pada mobilnya. Dan mobil itu sekarang melaju dengan kecepatan penuh. "HANNA!!!"
"Hahahaha..." Dan dengan entengnya Hanna malah tertawa keras melihat wajah pucat sang kakak.
Merasa tak tega, Hanna pun mengurangi kecepatan pada mobilnya dan mobil itu sekarang melaju dengan kecepatan normal. Kini Alex bisa tenang. "Gadis kurang ajar, Kakak pasti akan meledakkan kepalamu jika kau berani mengulanginya lagi!!"
"Kekeke, padahal itu tadi sangat seru dan menyenangkan. Kakak saja yang terlalu penakut. Aku lapar, sebaiknya sekarang traktir aku makan, oke." Hanna menghentikan mobilnya di sebuah cafe. Cafe itu sangat terkenal dan banyak dikunjungi kaula muda.
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?!"
Deg...
Dengan kaku Hanna menoleh setah mendengar suara yang begitu familiar itu. Gadis itu tersenyum tiga jari, sedangkan Alex langsung beringsut menjauh sebelum mendapatkan masalah dari si bungsu ini.
Hanna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Kak, Nathan. Kebetulan sekali ya kita bertemu di sini. Aku bosan di rumah makanya aku meminta Kak Alex menemaniku jalan-jalan keluar. Kakak mau makan siang juga? Bagaimana kalau kita makan sama-sama saja, Kak Alex yang akan mentraktir kita." Ujarnya.
"Yakk!! Kenapa malah aku yang mentraktir kalian." Protes Alex keluar dari persembunyiannya.
Hanna pun segera mengeluarkan jurus mautnya untuk membujuk sang kakak. "Ayolah, Kak Alex. Masa iya orang dengan julukan Mr.Dolar mentraktir makan adik-adiknya saja tidak bisa. Bukankah kau yang paling tampan dan baik, hm?" Bujuk Hanna.
Mendengar pujian Hanna membuat Alex berubah pikiran. "Tentu saja, aku ini adalah Mr.Dolar yang paling tampan dan baik hati. Jika hanya mentraktir kalian sih bukan masalah pastinya."
Nathan hanya bisa menggelengkan kepala melihat bagaimana Hanna melakukan tipu muslihat pada Alex, parahnya lagi tipu muslihatnya malah berhasil dan dengan mudahnya Alex menuruti kemauan gadis itu.
Bruggg...
"Aaahhh..."
Dengan sigap Nathan menahan tubuh Hanna yang oleng karena tidak sengaja di tabrak oleh seseorang yang sedang terburu-buru.
Dan kejadian tak terduga itu membuat kontak mata diantara mereka berdua tak bisa terhindarkan lagi, dia pasang bola mata berbeda warna itu saling mengunci dan menatap dalam diam.
Muncul getaran aneh di dada Hanna ketika menatap sepasang biner milik Nathan. Getaran yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Nathan memastikan. Hanna menggeleng. Meyakinkan pada sang kakak jika dia baik-baik saja. "Ya sudah, ayo masuk."
-
-
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
getar2 cinta
2022-07-21
0
Areum
sebentar lagi ada benih" cinta tumbuh 🥰
2022-06-03
0
Kiky Dwi
semangat kak
2022-05-22
1