Club' Malam

Hanna sedang duduk termenung di beranda saat Nathan pulang. Gadis itu bangkit dengan buru-buru dan menghampiri sang kakak yang tampak acuh dan dingin padanya. Hanna menggenggam pergelangan tangan Nathan membuat langkah pemuda itu terhenti detik itu juga.

Nathan hanya menatap datar pada Hanna yang terus menatapnya. "Ada apa kau menghalangi jalanku?! Minggir lah, aku lelah dan ingin istirahat!!" Sinis Nathan ketus.

"Tidak!! Sebelum Kakak bicara denganku," Hanna menggeleng.

"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan denganmu?! Bukankah kau sendiri yang ingin menjaga jarak dariku?! Dan aku sudah mengabulkan keinginanmu itu!!" Tegas Nathan.

"Memangnya kapan aku meminta Kakak untuk menjaga jarak dariku?! Kapan aku mengatakannya, Kak?! Bukankah aku hanya mengatakan tidak bisa melewati batasan ku?! Tapi kenapa Kakak malah salah paham dan keliru mengartikan maksudku?!"

Nathan mendesah berat. "Hanna, aku lelah dan tidak ingin berdebat denganmu. Jadi sebaiknya kau minggir, biarkan aku lewat!!" Nathan menyentak tangan Hanna dan melewatinya begitu saja. Hanna menitihkan air matanya. Hatinya sedih karena Nathan bersikap dingin padanya.

Sementara itu...

Tuan Nero yang melihat hal itu merasa sedih juga. Padahal dia ingin mereka berdua bisa dekat. Tapi sepertinya ada dinding tak kasat mata yang menjadi penghalang diantara mereka. Dan ia harus segera mengambil tindakan agar mereka akur kembali.

-

-

"Hanna, kau mau pergi kemana?" Tegur Alex saat berpapasan dengan sang adik di tangga.

"Keluar sebentar, aku ada janji dengan teman-temanku. Aku sudah meminta ijin papa akan pulang terlambat malam ini."

"Tidak baik anak gadis malam-malam masih di luar. Jadi jangan pulang terlalu malam," pesan Alex yang kemudian dibalas anggukan oleh Hanna.

"Aku tau, Kak!! Aku tidak akan pernah melupakan nasehat kalian. Aku pergi dulu."

Kali ini Hanna keluar rumah tanpa sopir yang selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Dia mengemudi sendiri, karena jika pergi dengan diantarkan oleh sopir, maka Hanna tidak mungkin bisa merasakan kebebasan seperti yang dia inginkan.

Saat ini hatinya sedang gundah dan pikirannya sedikit kacau. Pertengkarannya dengan Nathan benar-benar membuatnya tidak nyaman. Dan dia butuh peralihan saat ini, mungkin pergi ke club' malam tidak ada salahnya, asalkan tidak minum terlalu banyak maka tidak akan jadi masalah.

45 menit berkendara. Hanna tidak di sebuah club malam. Gadis dalam balutan mini dress hitam bermodel kemben itu terlihat meliukkan tubuhnya memasuki tempat berkumpulnya pada pendosa tersebut.

Setelah menunjukkan identitasnya. Hanna diijinkan masuk oleh dua satpam yang berjaga di pintu.

Hentakan musik yang mendekatkan telinga menyambut kedatangan Hanna. Lampu disko aneka warna yang berputar di langit-langit club' akan membuat pusing siapa pun yang tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat semacam ini.

Tapi hal itu tidak berlaku bagi Hanna. Karena saat masih di London. Datang ke club' malam sudah menjadi kebiasaannya, menghabiskan waktunya untuk bersantai bersama teman-temannya.

"Nona, kau baru ya datang kemari?! Ini pertama kalinya aku melihatmu di sini?" Ucap si bartender sambil memberikan minuman pesanan Hanna.

"Ya," gadis itu menjawab singkat.

Kemudian Hanna menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Tempat ini memang jauh lebih tenang dari tempat di lantai satu dan dua. Musik yang diputar di tempat ini bukanlah musim disko yang memekakkan telinga, melainkan musik berirama Jaz yang terdengar halus dan santai.

Bukan berarti Hanna tidak bisa menemukan para pendosa di lantai tiga ini. Justru ini adalah pusatnya.

Bilik-bilik yang ada di lantai tiga tertutup rapat dan di isi oleh mereka yang sedang menyalurkan nafsu birahi. Ada juga yang sedang bermesraan di sofa-sofa merah yang berada di sudut ruangan.

Sedangkan sofa hitam di tempati oleh mereka yang hanya ingin bersantai menenangkan pikiran sambil menikmati minuman pesanan masing-masing yang pastinya mengandung alkohol.

"Tempat ini sangat ramai, apa ini club' malam paling terkenal di kota ini?" Tanya Hanna pada sang bartender.

"Bisa dibilang begitu. Apalagi saat malam Minggu tiba, tempat ini pasti penuh sesak dengan para pengunjung." Jelas si bartender.

Bartender itu memperhatikan Hanna dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan Hanna salah pengunjung paling cantik yang pernah datang ke clubnya ini. Pria itu pun tak mau kehilangan momen langkah seperti ini.

Diam-diam dia mengambil potret Hanna lalu mengunggahnya ke media sosial miliknya dengan caption #Bidadari_Sesungguhnya. Meskipun diambil dari samping, namun tak bisa menutupi kecantikan Hanna yang memang nyaris sempurna.

Dalam hitungan detik saja, postingan itu langsung di banjiri like dan komen dari warga net. Mereka mengatakan jika Hanna adalah gambaran bidadari yang sebenarnya.

TING...!!

Sebuah pesan masuk ke nomor pribadinya. Kedua matanya membelalak melihat siapa yang mengiriminya pesan dan isi pesan itu sendiri. Dalam pesan itu, si pengirim meminta dia untuk segera menghapusnya atau mati?!

Tak ingin mendapat masalah dari raja iblis, Leon pun segera menghapus postingan tersebut. Kemudian Leon mendekati Hanna dan memberanikan diri untuk bertanya.

"Nona, apa kau mengenal Nathan Nero?" Tanya Leon memastikan.

Kemudian Hanna mengangguk. "Tentu saja aku mengenalnya, dia adalah Kakakku!!" Jawab Hanna dan membuat mata Leon sekali lagi membelalak.

"A..Apa?! Kakak?!"

Hanna mengangguk. "Lebih tepatnya, Kakak angkat. Memangnya kenapa? Apa dia sering datang ke sini?" Tanya Hanna memastikan.

"Ya, dia adalah temanku dan dia pelanggan tetap di sini. Bukan, lebih tepatnya Club' malam ini adalah miliknya. Nona besar, bisakah kau pulang sekarang? Aku bisa terkena masalah jika kau tetap berada di sini," mohon Leon.

Hanna mendengus berat. "Aku mengerti, kau tidak perlu menangis dan merengek juga. Aku akan pulang sekarang." Hanna bangkit dari duduknya dan melenggang pergi. Bahkan dia tidak di ijinkan untuk membayar minumannya tadi.

-

-

Hanna yang baru saja tiba di rumah memicingkan matanya bingung melihat para pelayan menekuk wajahnya dan berekspresi sedih. Ia juga melihat beberapa orang berdiri di depan kamar sang ayah.

Penasaran apa yang terjadi. Hanna pun bergegas masuk ke dalam dan mendapati ketiga kakaknya tengah berdiri di samping sang ayah yang sedang berbaring dan terlihat lemah.

Hanna mendekati mereka bertiga. "Kakak, apa yang terjadi pada, Papa? Bukankah tadi dia masih baik-baik saja?! Kenapa sekarang bisa jadi seperti ini?" Hanna menatap ketiga kakaknya dengan penasaran.

"Kakak, juga tidak tau Hanna. Tiba-tiba Papa jatuh sakit dan tidak bisa apa-apa. Dia lemas dan katanya sakit semua. Bahkan Papa mengatakan akan segera... Huaaa... Aku tidak sanggup mengatakannya!!" Tangis Cris pecah seketika.

"Hanna, putriku. Jangan menangis, Nak. Papa sudah tua dan tubuh ini memang sering sakit-sakitan. Papa rasa umur yang melekat dalam badan ini sudah tidak lama lagi, untuk itu Papa ingin agar kau segera menikah."

"Apapun yang Papa inginkan. Akan Hanna kabulkan, tapi tolong Papa harus bertahan dan sehat kembali." Tangis Hanna semakin pecah. Alex dan Cris juga terlihat menyusut air matanya. Hanya Nathan yang tampak tegar.

"Hanna, kendati usia Papa tidak lama lagi. Untuk itu kau harus mengabulkan keinginan terakhir Papamu ini ya, Nak,"

"HUAA... PAPA JANGAN BICARA SEPERTI ITU!!" tiba-tiba Cris berteriak dan mengejutkan semua yang ada di sana. "Papa akan hidup dan berumur panjang. Katakan, Pa. Dengan siapa Hanna akan menikah. Kami pasti akan setuju dan merestuinya." Ujarnya.

Tuan Nero mengambil napas panjang dan menghelanya perlahan. "Papa ingin, agar Hanna menikah dengan Nathan!!" Ucapnya dan sontak membuat mata Hanna dan Nathan sama-sama membelalak.

"APA?! MENIKAH DENGAN KAK NATHAN?!"

-

-

Bergabung.

Terpopuler

Comments

Areum

Areum

astogeee PP Nero akting mu q kasih jempol 👍👍👍👏🤣🤣🤣
semoga aja Hana setuju 😂

2022-06-03

0

DhilaZiya Ulyl

DhilaZiya Ulyl

😂😂😂😂smoga gak ketauan ya paa... 🤭🤭🤭

2022-05-19

0

Acih Suarsih

Acih Suarsih

hahahaha paa Nero sakitnya boongan, good job papa

2022-05-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!