Membatalkan Perjodohan!!

"A...Apa?! Kau ingin membatalkan perjodohan?!"

Jacky begitu terpukul setelah mendengar keputusan Hanna yang ingin membatalkan perjodohan dengannya. Padahal sebelumnya Hanna setuju dan menerima perjodohan tersebut.

Tiada angin tiada hujan, Hanna mengatakan ingin membatalkan Perjodohan tersebut.

Jacky meraih tangan Hanna dan mengunci sepasang manik Hazel nya. "Berikan aku alasan kenapa kau ingin membatalkan Perjodohan tersebut?!"

Hanna menarik kedua tangannya yang digenggam oleh Jacky. "Karena aku masih ingin menikmati masa mudaku, dan aku memiliki cita-cita yang ingin segera aku wujudkan." Jawabnya memberi penjelasan.

"Jika hanya itu alasannya, tidak perlu sampai membatalkan perjodohan kita. Aku menyukaimu, sejak awal Paman memperkenalkan kita, jadi aku mohon pikirkan lagi."

Hanna menggeleng. "Tidak, Jacky. Keputusanku sudah bulat, lagipula kau bukanlah orang yang aku cintai. Jika pun harus menikah, aku hanya ingin menikah dengan orang yang aku cintai. Untuk itu aku mohon mengertilah, dan hargai keputusan ku!!" tegas Hanna.

"Memangnya berapa harga dari keputusan itu, aku bisa membayarnya sebanyak yang kau mau. Jangan kau pikir karena aku terlihat culun dan bodoh, maka aku juga miskin. Aku adalah anak orang kaya, dan hidupku selalu bergelimang harta!!"

"Hanna menghela nafas panjang. Memangnya untuk apa memiliki harta yang banyak tetapi tidak bahagia?! Jacky, hentikan drama picisan mu itu, sudah cukup dan hubungan kita sampai di sini saja!! Maaf, aku harus pergi!!"

Hanna menyambar tasnya yang ada di atas meja dan pergi begitu saja. Sedangkan Jacky yang baru saja di tolak dan dicampakan oleh Hanna langsung menangis histeris layaknya bocah 5 tahun yang tidak dibelikan permen oleh ibunya.

-

-

"KAKAK!!!"

Hanna melambaikan tangannya saat melihat keberadaan Nathan di parkiran. Pemuda itu menepati janjinya untuk menjemput Hanna setelah menyelesaikan urusannya.

"Apa kau sudah menunggu lama?! Maaf, ternyata anak mami itu lebih merepotkan dari yang aku bayangkan. Untung saja aku tidak jadi menikah dengannya, jika sampai perjodohan itu benar-benar terjadi, pasti hidupku akan dipenuhi dengan drama." Ujar Hanna.

Nathan menyentil gemas ujung hidung Hanna. "Kakak bilang juga apa, pria seperti itu tidaklah baik untukmu!!" Ucapnya. Hanna mengangguk setuju, Nathan memang paling memahami dirinya.

Lalu Hanna menatap sang kakak penuh tanya."Lalu menurut Kakak pemuda seperti apa yang cocok denganku?! Apakah kau memiliki teman dekat yang baik? Bisakah kau mengenalkannya padaku, jomblo terus lama-lam membosankan juga!!" Gadis itu mendengus berat.

"Tidak ada!! Sebaiknya jangan sampai terlibat dengan teman-temanku, karena tak satu pun ada yang sehat otaknya!!" Jelas Nathan.

Hanna mengangguk. "Benar juga, semua teman-temanmu memang gila, apalagi si tiang caplang itu. Ya Tuhan, membayangkannya saja sudah membuatku merinding. Lebih baik aku cari sendiri saja pasangan ideal untukku!!" Oceh Hanna panjang lebar.

"Kau terlalu banyak bicara, Nona. Ayo pulang, mungkin Papa sudah cemas mencari putri kesayangannya yang hilang dan tidak pulang-pulang!!"

Hanna terkekeh. Dengan semangat gadis itu mengangguk. Ia segera masuk ke dalam mobil Nathan, diikuti pemuda itu yang kemudian duduk disampingnya.

-

-

Amelia menolak untuk makan, dia mengancam akan bunuh diri jika Nathan tetap pada pendiriannya. Membuat Tuan Cesar menjadi bingung dan panik, apalagi Amelia adalah putri satu-satunya.

Nyonya Cesar mendesak suaminya agar bicara dengan Tuan Nero. Dia tidak ingin kehilangan Amelia, apalagi Amelia orangnya sangat nekat. Dia tidak akan segan-segan melukai dirinya sendiri jika apa yang menjadi keinginannya tidak di penuhi.

"Sampai kapan kau akan diam saja seperti orang bodoh, suamiku?! Sebaiknya segera temui Tuan Nero dan minta dia mempertimbangkan kembali keputusannya, aku tidak ingin kehilangan Amelia!!"

"Aku tau, kau jangan membuatku semakin panik!! Aku akan bicara dengannya, tapi kau jangan mendesak ku terus menerus!!"

"Aku akan membunuhmu jika putri kita sampai kenapa-napa!!"

"Iya, iya, aku akan pergi sekarang juga!!"

Nyonya Cesar mendesah berat. Dia tidak tau dulu mimpi apa sampai-sampai memiliki suami yang begitu tidak berguna. Jika bisa di ulang, dia tidak akan sudi menikah dengannya!!

-

-

Nathan dan Hanna yang baru saja tiba di rumah kebingungan mendengar suara ribut-ribut dari dalam sana. Mereka mendengar suara seseorang yang memohon-mohon pada ayah mereka.

Kedua kakak beradik itu pun saling bertukar pandang, keduanya segera masuk untuk melihat apa yang terjadi. "Ada apa ini, Pa?!" Tanya Nathan setibanya dia di dalam.

"Nathan. Kebetulan sekali kau datang di waktu yang tepat. Nathan, kita harus pergi ke rumah Paman Cesar sekarang juga. Amelia.. Amelia.. Dia tidak mau makan dan mengancam akan bunuh diri jika kau tidak merubah keputusanmu itu!!" Jelas tuan Nero setengah panik.

"Tidak!!" Nathan menolak dengan tegas. "Aku tidak akan merubah keputusanku. Dia mati atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku!! Dan kau Paman, sebaiknya suruh putrimu itu untuk berhenti berpura-pura lagi. Itu adalah gaya lama, dan aku tidak akan terpengaruh dengan ancaman bodoh seperti itu!!" Tegas Nathan.

Tuan Cemas menghampiri Nathan kemudian berlutut dikakinya. "Tuan Muda, saya mohon. Dia adalah putri saya satu-satunya. Jika saya kehilangan dia. Hidup saya bisa hancur. Tuan Muda, Anda adalah orang yang sangat baik, tolong berbelas kasihlah pada putri saya," mohon Paman Cesar.

Nathan menarik napas panjang dan menghelanya. "Kita pergi ke rumahmu!! Aku akan bicara dengannya,"

"Terimakasih, Tuan Muda. Anda memang sangat baik hati."

Hanna mundur perlahan-lahan dan dia kemudian pergi begitu saja. Gadis itu pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua. Dan kepergiannya menyiratkan sebuah tanda tanya di benak Nathan, sedangkan Tuan Nero terlihat mengurai senyum tipis kertas.

Dia tau apa yang ada di dalam benak putrinya itu. Dan sebagai seorang ayah, Tuan Nero akan membantu sebisanya. Tapi sekarang ada urusan yang harus diselesaikan terlebih dulu.

-

-

Nathan hanya menatap datar perempuan yang sedang menangis dan meraung itu. Di dalam ruangan tersebut hanya ada dia dan Amelia. Amelia memegang sebuah belati yang dia arahkan pada lehernya.

"Kak Nathan, jika kau masih tidak mau mengubah keputusanmu!! Maka detik ini juga aku akan mati di depan matamu!!" Ancam Amelia bersungguh-sungguh.

"Kalau begitu, maka lakukan saja!! Bukankah itu adalah keinginanmu untuk mati?! Jika kau ingin mati dengan cara menggunakan seperti itu, lakukan saja, aku tidak akan menghalangi mu!!"

"Kak Nathan, kau...!! Kau sungguh ingin Amelia mati?!" Amelia menatap Ken tak percaya.

Nathan tau jika perempuan itu tidak bersungguh-sungguh. Pisau yang ada di tangannya bukanlah pisau sungguhan, pisau itu adalah sebuah pisau miniatur yang tumpul di kedua sisinya. Jangankan untuk memotong nadi, untuk melukai kulit saja tidak bisa.

Jika berpikir Nathan adalah orang bodoh, maka itu salah besar. Nathan bukankah orang bodoh yang mudah untuk di tipu dan diperdaya.

-

-

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Areum

Areum

Amelia jng ragu" utk bunuh diri jngn kan Nathan q 10000% juga setuju 😏

2022-06-03

0

mom kazira

mom kazira

knp yg dijodohkan cm nathan aj kn msih ada 2 anaknya lg abang2nya?

2022-05-19

1

Amelia Amel

Amelia Amel

semangat

2022-05-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!