'Ana, ayo cepat kirim whatsapp sekarang juga' perintah ibu mertua ke Ana anak gadisnya.
'Baik, bu' ujar Ana dan dia sibuk memencet handphonenya.
Semoga dengan aku berpura-pura sakit, Bayu akan balik lagi ke sini. Dan Kiana dipastikan akan patuh dengan suaminya untuk tinggal disini, batin ibu mertua.
*****
Pov Kiana
Akhirnya novel terbaruku terbit juga dan masuk kategori Rekomendasi Novel Populer di aplikasi tempat aku posting tulisan onlineku.
Senang rasanya banyak yang menyukai karya tulis onlineku. Banyak sekali komentar dari pembaca yang tidak suka dengan karakter mertua di karya tulisku ini.
Saking populernya, pihak percetakan menghubungi aku untuk membuat versi buku novelnya dan rencananya akan diluncurkan versi buku novelnya dalam beberapa bulan lagi.
Tidak pernah terbayang di pikiranku, menjadi penulis online dan menghasilkan pundi-pundi rupiah dari sini.
Tak henti-hentinya aku mengucap syukur atas berkat rejeki yang bertubi-tubi.
Alhamdulilah..Alhamdulilah..., batinku.
Akupun semakin rajin belajar menulis online bersama dengan teman seprofesiku melalui aplikasi Zoom maupun belajar sendiri dari youtube dengan bermodalkan handphone baru yang kemaren aku beli dengan koko Cina.
Sedang asyik nya aku nonton youtube di channel tempat aplikasi aku posting novel online, tiba-tiba Mas Bayu masuk ke kamar dengan muka cemas.
'Ada apa, Mas ?' tanyaku ke Mas Bayu.
'Ibu, Kiana' jawab Mas Bayu.
'Iya, ibumu kenapa Mas' tanyaku ke Mas Bayu.
'Barusan Ana whatsapp aku katanya ibu lagi sakit, Kiana' jawab Mas Bayu.
'Oiya, Mas. Apa Mas Bayu mau ke rumah ibu buat lihat situasi ibu sekarang ? tanyaku ke Mas Bayu.
'Iya, Kiana. Aku mau lihat sekarang tapi kamu juga ikut ya' jawab Mas Bayu kepadaku.
'Tapi... Mas.. Soni gimana ? Bapak ibu kan sudah balik ke rumah' jawabku.
'Gini, saja Kiana. Kita ke rumah bapak ibumu dulu titip Soni anak kita. Setelah itu kita langsung ke rumah ibuku' jawab Mas Bayu kepadaku.
'Baiklah, mas' jawabku ke suamiku.
Sebenarnya Soni anakku bisa saja, aku bawa ke rumah ibu mertuaku tapi aku tau sifat ibu mertuaku dan iparku yang masih suka memerintah aku dan Mas Bayu walaupun kita sudah tidak di rumah itu lagi dengan mereka.
Aku tidak mau perkembangan Soni anakku tidak baik karena sering melihat kita diperlakukan tidak pantas oleh keluarga suamiku.
Aku dan Mas Bayu, siap-siap ke rumah bapak ibuku untuk mengantar Soni anakku sekalian bawa berapa masakan buat bapak dan ibu karena sejak kita buka catering aku selalu mengantarkan gulai ke rumah bapak ibu supaya ibuku tidak usah memasak lagi karena pasti udah capek membantu kita dari pagi untuk persiapan catering.
Karena jarak kontrakan dan rumah bapak ibu dekat makanya kita berjalan kaki ke rumah bapak ibuku.
Tok..Tok.. Tok..
Aku dan Mas Bayu mengetuk pintu rumah bapak dan ibu.
'Asalamu'allaikum...' kata aku dan Mas Bayu.
'Wa ‘alaikusalam wa rahmatullahi wabarakatuh.. ' jawab bapak dan ibu.
'Bu, aku letak makanan nya di tudung yah bu' kataku kepada ibuku.
'Baik, Kiana. Makasih yah' jawab ibuku.
'Oiya, ibu bapak. Aku titip Soni yah karena mau ke rumah ibu mertuaku, kata Ana ibu lagi sakit' kataku kepada bapak dan ibuku.
'Sakit apa ibu mertuamu' tanya ibuku
'Belum tau, bu makanya kita mau kesana melihat keadaan ibu' jawab Mas Bayu ke ibuku.
'Hati-hati dijalan yah, nak' kata ibuku ke aku dan Mas Bayu.
'Baik, bu' serentak aku dan Mas Bayu menjawab.
Sebelum berangkat ke rumah ibu mertuaku, kita menyempatkan membeli buah dan roti buat buah tangan di supermarket. Habis dari supermarket, kita langsung pesan taksi online melalui aplikasi online di handphoneku.
Diperjalanan seperti biasa aku menyempatkan menulis tulisan onlineku melanjutkan bab yang tadi tertunda. Selang hanya sekitar dua puluh lima menitan, aku dan Mas Bayu sudah berada depan rumah ibu mertuaku.
Sesampainya didepan rumah ibu mertuaku, kulihat warung ibu mertua tutup. Kelihatannya benar kata Ana, ibu mertua lagi sakit.
'Asalamu'allaikum, bu..ibu..' bergegas Mas Bayu masuk ke rumah ibu mertua dengan cepatnya.
'Masuk ke kamar ibu saja, Mas ' kata Ana ke Mas Bayu.
'Ibu, sakit apa ?' tanya Mas Bayu ke ibunya sambil menatap ibunya.
'Cuma kelelahan, Bay. Maklum ibu sudah tua, sudah tidak sekuat dulu' ujar ibu mertua ke Mas Bayu.
'Ini bu, sedikit buah dan roti buat ibu' jawab Mas Bayu sambil meletakkan buah tangan tadi yang dibeli di supermarket di meja kamar ibu.
'Ibu sudah berobat atau minum obat' tanya aku ke ibu mertua.
'Eeh, Kiana anakmu mana kok tidak dibawa'.
Ibu mertua tidak menjawab pertanyaanku malah mengalihkan pertanyaan dengan menanyakan anakku Soni.
Sementara Mba Nur dan Ana di ruang tengah sedang asyik nonton televisi sambil masing-masing sibuk dengan handphonenya.
'Bayu, sebaiknya kamu balik lagi ke rumah ini. Ibu kelelahan mengurus rumah dan warung' kata ibu mertuaku kepada Mas Bayu.
Benar firasatku tentang ibu mertuaku, dia ada maunya makanya minta kita ke rumah ini. Bukannya kasihan tapi aku malah makin tidak suka dengan ibu mertuaku dan masih terbayang dengan jelas di otakku gimana perlakuan kasar dia kepada aku dan Mas Bayu. Lagian pikirku dia dirumah ini juga tidak sendirian, kan ada Ana, Mba Nur dan Mas Budi. Masa ibu mertua tidak minta bantuan ke mereka, pikirku.
'Oiya, selagi kamu disini Kiana. Bisa minta tolong ibu cuci baju di kamar mandi. Ibu lelah sekali cucian di ember sudah numpuk banget' kata ibu mertuaku.
'Hah..' aku langsung kesal dengan kelakuan ibu mertuaku kali ini.
'Bu, kita kesini buat liat ibu sakit. Tapi jika aku lihat, ibu baik-baik saja. Lagian kenapa Kiana yang ibu suruh cuci baju, kita sudah tidak tinggal lagi di rumah ini. Sementara di ruang tengah Ana dan Mba Nur lagi santai nonton televisi. Kenapa ibu tidak minta bantuan ke mereka kenapa ke Kiana istriku' jawab Mas Bayu.
Kelihatannya Mas Bayu sudah tau akal-akalan ibu mertuaku dengan gaya berpura-pura sakitnya. Makanya Mas Bayu kelihatan agak marah dengan perlakukan ibu mertua ke aku.
Aku keluar dari kamar ibu mertua dan langsung menyamperin Mba Nur dan Ana sambil berkata, 'Kalian apa gunanya dirumah ini, tapi tidak bisa membantu ibu. Dan kamu Mba Nur kenapa cucian di kamar mandi numpuk terus kamu tidak bantu ibu mencuci trus kamu Ana kenapa tidak mau belajar berberes malahan semua kerjaan ibu yang kerjain. Apa kalian tidak punya hati nurani, orang tua kalian perbudak seperti itu ?' jawab aku kepada mereka dengan kesalnya.
'Aku kan punya anak, Kiana dan juga kerja mana bisa bantu ibu. Memasak aja udah untung buat keluarga ini' pembelaan dari Mba Nur.
'Lagian klo kamu tidak mau bantu ibu mencuci baju, yasudah kenapa harus maki-maki kami' ujar Ana ke aku.
'Ana, jika ibu sakit dan warung tutup terus. Gimana dengan uang kuliahmu ? Siapa yang akan tanggung ? Apa kamu sudah bisa menghasilkan ?' jawabku kepada Ana.
'Yasudah, aku bisa minta ke Mas Budi' jawab Ana dengan santainya.
'Apa ? Mana bisa begitu, gaji suamiku mana boleh buat uang kuliahmu' jawab Mba Nur
'Tuch kan dengar sendiri istri Mas Budi tidak mau berbagi dengan mu Ana' jawabku.
'Kiana, ayo kita pulang' kata Mas Bayu kepadaku.
'Ayuks, Mas' jawabku kepada Mas Bayu.
'Tunggu.. dulu..' ibu mertua keluar dari kamar.
'Menginaplah disini berapa hari, minimal sampai ibu sehat lagi' kata ibu mertua kepada kami.
'Maaf, bu jika kita menginap disini hanya dijadikan babu kita tidak mau, bu' jawab Mas Bayu dengan tegasnya.
Kemudian aku dan Mas Bayu cepat-cepat keluar dari rumah ibu mertua dan memesan taksi online melalui aplikasi ku di handphone.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Rindayu
bagus bayu, kamu harus tegas kaya gitu biar gak di tindas oleh ibu kamu
2022-05-05
1