Pov Kiana
Setelah Mas Bayu berangkat ke kantor lamanya, aku menunggu bapak dan ibu di kontrakanku karena rencananya hari ini kita akan ke pasar membeli kebutuhan buat catering kita.
Sambil menunggu bapak dan ibu, aku bermain dulu dengan anak semata wayangku Soni. Tak lama kemudian selang sekitar dua puluh lima menit, bapak, ibu dan Yuni adikku datang.
'Assala'mualaikum..' ujar bapakku
'Wa ‘alaikusalam wa rahmatullahi wabarakatuh.. ' jawabku ke mereka sambil mencium pundak tangan bapak dan ibuku.
'Hai, Yuni. Gimana sekolahmu ?' tanyaku ke adikku.
'Aman, kak. Bulan depan aku mau ujian kelulusan SMA ku kak. Makanya aku harus rajin belajar, aku juga sudah dapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah kak. Doakan yah kak, semoga aku lulus dengan nilai yang baik' jawab Yuni kepadaku.
'Pasti, Yuni kakak doakan. Kamu yang semangat belajarnya yah, Yuni. Buat bapak ibu bangga denganmu yah' jawabku kepada adikku sambil mengelus kepala Yuni dengan lembut.
Hari ini, bapak dan ibu datang bersama dengan Yuni adikku karena adikku hari ini jadwal sekolah online. Sejak Covid, Yuni seminggu hanya dua kali sekolah tatap muka selebihnya Yuni sekolah online melalui aplikasi Zoom.
Tampak Yuni juga membawa tas sekolahnya, rencananya Yuni hari ini yang jaga anakku Soni sedangkan aku, bapak dan ibu pergi ke pasar dengan menaiki angkot bapak.
'Bapak ibu sudah sarapan ? Jika belum, masih ada lontong sayur di tudung, pak' tanyaku kepada orang tuaku.
'Sudah, Kiana. Tadi ibumu buat nasi goreng' jawab bapakku.
'Baik, pak. Berarti kita bisa langsung berangkat ke pasar yah pak' jawabku kepada bapak.
Sebelum berangkat kusempatkan cek saldo rekeningku melalui internet banking harusnya hari ini sudah masuk untuk pembayaran menulis onlineku yang kedua, dimana nominalnya sekitar enam juta enam ratus ribu rupiah.
Setelah aku login dan memasukkan password di internet bankingnya, sesuai dengan prediksiku saldo di rekeningku sudah bertambah sebesar enam juta enam ratus ribu rupiah.
Alhamdullilah, batinku. Tak henti aku mengucap syukur sejak kemaren rekeningku menggendut dari menulis onlineku. Dalam waktu yang bersamaan aku menerima sms juga dari Mas Bayu, dia mengabarkan jumlah teman kantor lama dia yang bakalan catering bersama kita minggu ini.
Keseluruhan ada tujuh puluh orang dari sms yang dikirim Mas Bayu.
Alhamdullilah.. Alhamdullilah, batinku
Pagi ini aku dapat rejeki bertubi-tubi batinku belum lagi orang tua dan adikku yang dengan senang hati membantu kita dalam merintis usaha catering ini. Tak henti-henti aku mengucap syukur, benar kata bapak jika rejeki tidak bakal kemana 🙂🙂🙂
Setelah itu, aku, bapak dan ibu berangkat dengan angkot yang bapak supir. Kebetulan jarak kontrakan ke pasar langganan ibu tidak terlalu jauh jadinya hanya berselang kurang lebih sepuluh menit kita sudah sampai di pasar langganan ibu.
Kita belanja kebutuhan catering sesuai dengan catatanku. Kebetulan karena ini pasar langganan ibuku, aku banyak dikenalkan dengan pedangang disini dan karena aku belanja dengan jumlah yang banyak aku dapat dengan harga yang lebih murah.
'Yang pedagang ayam itu namanya Cicik Yaya, Yang pedagang ikan itu namanya Mpok Ani, Sedangkan pedagang sayur buah itu namanya Mba Meri' kata ibuku kepadaku mengenalkan nama-nama pedagang langganan ibuku di pasar.
'Baik, bu. Mereka semua ramah-ramah dan baik yah, bu' kataku kepada ibuku.
Tidak semua catatan yang aku bawa, aku beli. Seperti sayur dan buah, aku hanya menyerahkan catatan nya ke pedagangnya supaya dua hari lagi barang yang aku butuhkan sudah disiapkan karena aku ingin menjaga kualitas kesegaran dari sayur dan buah ku nantinya dan kebetulan juga kulkas di kontrakanku tidak besar jadi tidak muat semua barang belanjaanku.
Untung aku, ibu dan bapak bertiga kepasar dan memang banyak sekali barang belanjaan kita karena jumlah catering teman kantor lama Mas Bayu saja udah tujuh puluh orang, belum lagi kita juga beli untuk kebutuhan dapur aku dan ibu. Jika aku sendirian dipastikan aku tidak bakal kuat mengangkat semua belanjaan cateringku.
Rencanaku belanja banyak karena sekalian buat catering juga buat aku masak untuk keluarga kecilku dan juga bapak dan ibu.
Setelah kurang lebih lima puluh lima menit kita keliling untuk belanja, waktunya aku, bapak dan ibu pulang ke kontrakan.
Sesampai di kontrakan, hanya sekitar lima belas menitan terdengar teriakan dari Mas Bayu.
'Assala'mualaikum..' ujar Mas Bayu
'Wa ‘alaikusalam wa rahmatullahi wabarakatuh.. ' jawabku, bapak dan ibu secara bersamaan ke Mas Bayu.
Mas Bayu masuk sambil mencium punggung tangan bapak dan ibuku.
'Banyak yah yang langganan catering kita Bayu dari kantor lamamu. Tadi Kiana cerita ke bapak dan kita juga barusan pulang belanja dari pasar' ujar bapak ke Mas Bayu.
'Alhamdullilah, pak ada sekitar tujuh puluh orang dari kantor lamaku, pak. Nanti sekitar sorean, teman ku Toni juga bakal mengabari untuk catering dari teman kantornya juga, pak' jawab Mas Bayu ke bapak.
'Alhamdullilah' jawab Bapak.
Setelah itu aku, ibu dan Yuni bergegas ke dapur untuk mempersiapkan catering yang akan dimulai besok mulai dari memotong sayur dan lauk serta meracik bumbu. Sementara Mas Bayu dan bapak masih sibuk berdiskusi di ruang tengah bersama Soni anakku.
*************
Sorenya sebelum berangkat ke masjid tempat Pak Asep, aku dikabarin Mas Bayu ada sekitar tambahan tiga puluh catering harian lagi dari kantornya Toni sahabat Mas Bayu. Jadi total untuk catering harian ada sekitar seratus paket.
Tak henti-hentinya aku mengucap syukur atas berkat rejeki yang bertubi-tubi.
Alhamdulilah..Alhamdulilah..., batinku.
Sorenya sekitar jam lima sorean, Mas Bayu dan bapak sudah siap-siap mau ke masjid tempatnya Pak Asep. Sebelumnya, bapak sudah membuat janji untuk ketemu dengan Pak Asep di masjid.
Setelah mengantar bapak dan Mas Bayu kedepan kontrakan, aku melanjutkan menulis onlineku di kamar.
Sementara ibu sedang asyik bermain dengan anakku sedangkan Yuni adikku sedang belajar karena besok Yuni ada ujian di sekolahnya.
Sambil menulis online, tiba-tiba handphoneku ada sms masuk. Aku lihat dari Mas Bayu dan aku dikabarin Mas Bayu bahwa kita dipercaya untuk menyiapkan nasi kotak untuk acara akad nikah di masjid Pak Asep.
Alhamdulilah..Alhamdulilah..., batinku. Tak henti-hentinya aku selalu mengucap syukur atas berkat rejeki yang aku terima hari ini dari pagi sampai sore.
'Assala'mualaikum..' ujar Mas Bayu dan bapak.
Wah, cepat juga Mas Bayu dan bapak ke masjid, pikirku.
'Wa ‘alaikusalam wa rahmatullahi wabarakatuh.. ' jawabku kepada bapak dan Mas Bayu.
Muka bapak dan Mas Bayu senang banget habis dari masjid Pak Asep. Dan mereka menceritakan mengenai pertemuan dengan Pak Asep, untuk catering pertama akad nikah akan ada sepuluh hari lagi yakni di hari Jumat. Ada sekitar tiga puluh nasi kotak yang harus kita siapkan kata Mas Bayu dan bapak kepadaku.
Alhamdulilah..Alhamdulilah..., batinku. Tak henti-hentinya aku selalu mengucap syukur atas berkat rejeki sepanjang hari ini.
Ketika sedang asyik bercerita mengenai Pak Asep. Tiba-tiba, handphone Mas Bayu berdering.
'Ana..' kata Mas Bayu
'Mas, besok aku dan ibu ke kontrakan kalian yah' jawab Ana adik iparku. Aku mendengar percakapan mereka karena Mas Bayu sudah membuka loadspeaker handphonenya.
'Kok mendadak, Ana. Ada apa ?' tanya Mas Bayu
'Sekitar jam tujuh pagi yah Mas, aku dan ibu ke kontrakan Mas. Ada yang perlu dibicarakan kata ibu' jawab Ana kepada Mas Bayu. Setelah itu tiba-tiba Ana mematikan handphone sepihak tanpa berkata-kata lagi.
Ada apa yah tiba-tiba ibu mertuaku dan Ana mau ke kontrakanku ??? 🤔🤔🤔
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments