Kedatangan Ibu Mertua

### Di Rumah Ibu Mertua ###

'Yah, telur lagi telur lagi' sindir Ana ke Nur.

'Eehh, anak manja. Apa katamu Ana ? Udah untung hari ini, aku masak sarapan buat kamu. Bukannya bersyukur, ngeluh mulu keluar dari mulut manjamu itu' ketus Mba Nur ke Ana.

'Apa-apaan sich kalian ini, pagi-pagi udah ribut aja' ujar Mas Budi ke Ana dan Mba Nur.

'Itu tuch, Mas. Adik kesayanganmu yang super manja. Tiap kali aku masak, pasti ngeluh terus kerjanya. Lagian klo dia tidak suka dengan masakanku, kan dia bisa masak sendiri. Palingan dia bisanya masak mie instant, karena cuma itu yang dia bisa' lapor Mba Nur ke suaminya Mas Budi.

Dengan muka sewot, Ana menanggapi Mba Nur. Karena Ana tidak bisa terlalu banyak memerintah seperti yang dia lakukan ke Kiana, berhubung delapan puluh persen kebutuhan rumah tangga ditanggung oleh Mas Budi, kakaknya. Jadi istrinya udah seperti ratu di rumah ibu mertua.

Pagi ini menunjukkan jam enam kurang lima menit, Ana, Mas Budi dan Mba Nur lagi di ruang makan. Sementara ibu mertua lagi mencuci baju di kamar mandi sendirian, karena sejak Kiana tidak ada hampir semua tugas rumah tangga, ibu mertua yang mengerjakan jadi kelihatan ibu mertua kelelahan sekali.

Sementara Mas Budi dan Mba Nur tidak begitu bisa diharapkan karena masih bertingkah seperti raja dan ratu dirumah itu sementara Ana anak gadis kesayangan ibu mertua tidak bisa apa-apa.

Setelah selesai mencuci baju, ibu mertua menghampiri mereka di ruang makan.

'Gimana bu, jadi kan hari ini ibu ke kontrakan Bayu ? ' tanya Mas Budi ke ibu mertua.

'Iya, Budi. Ibu harus kesana dan memaksa mereka untuk pindah ke rumah ini. Jujur dengan tubuh ibu yang sudah renta ini, ibu sudah tidak kuat lagi melakukan pekerjaan rumah tangga' jawab ibu mertua dengan ekspresi kelelahan.

'Makanya, bu. Punya anak gadis diajarin buat melakukan pekerjaan rumah tangga. Jangan cuma bisanya menghamburkan uang saja' celoteh Mba Nur kepada Ana.

'Dasaaarr ,Mba Nur. Ngomongnya kayak udah terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga saja. Itu aja semuanya masih ibu yang ngerjain, Mba Nur cuma bantu masak aja. Belum lagi, masakan Mba Nur tidak enak beda dengan masakan Mba Kiana' jawab Ana sambil menahan amarah karena biasanya Ana selalu diam jika Mba Nur mengomeli dia.

'Dasar anak manja' tangan Mba Nur hampir memukul Ana. Tapi tangan Mba Nur ditahan sama Mas Budi.

'Berani tanganmu menyentuh aku, aku cakar mukamu yang sok kecantikan itu' geram Ana kepada Mba Nur.

Kali ini Ana tidak tinggal diam karena Mba Nur mau memukul dia. Untung Mas Budi bisa menahan amarah Ana.

'Udah...udah... Kalian ini, ribut saja.. Bukannya membantuku urusan rumah tangga malah bisanya berantem saja' ujar ibu mertua.

'Iya, bu. Bayu dan Kiana harus balik di rumah ini. Ibu harus memaksa mereka buat balik. Tidak mungkin aku dan Nur bantu ibu untuk pekerjaan rumah tangga dan warung terus. Kita tiap hari kerja, bu. Masa ibu tega jadikan kita sapi perah.

Aku kerja di kantor sementara Nur kerja di salon dan kita menanggung delapan puluh persen kebutuhan rumah ini , jika aku harus bantu ibu juga buka warung dan angkat barang di warung. Bisa kelelahan aku bu' ujar Mas Budi.

Ibu hanya bisa terdiam dengan ucapan Mas Budi barusan, begitu juga dengan Ana anak kesayangan ibu mertua.

Setelah itu, ibu mertua melanjutkan sarapannya. Mas Budi dan Mba Nur siap-siap berangkat kerja, karena sejak Bayu dan Kiana sudah tidak dirumah itu lagi, mereka berangkat kerja lebih awal karena Mas Budi menitipkan anaknya ke mertuanya.

'Ana, sudah siap belum ? Cepatan kita harus berangkat sekarang ke kontrakan Mas Bayu' jawab ibu mertua.

'Iya, bu. Bentar lagi, bu aku keluar' jawab Ana ke ibi mertua.

Hari ini warung ibu mertua buka setengah hari karena, Ana dan ibu mertua mau ke kontrakan Mas Bayu dan Kiana untuk memaksa mereka balik ke rumah ini.

'Tok..tok..tok'

Terdengar ada yang mengetuk pintu, sementara aku, ibu, bapak dan Mas Bayu sedang sibuk mempersiapkan kebutuhan catering kami. Karena jumlah pesanan yang lumanyan banyak, bapak dan Mas Bayu juga ikut turun tangan.

Untung ada Yuni adikku yang melihat Soni anakku di kamar.

'Iya, siapa ? Bentar yah' jawabku

Betapa terkejutnya aku, ternyata ibu mertua dan Ana adik iparku. Pikirku mereka datang agak siangan karena kemarin di telepon tidak menyebutkan kapan datangnya, jadi karena kita sedang fokus dengan catering tidak kepikiran sepagi ini mereka sudah datang ke kontrakanku.

Karena setau aku juga, biasanya pagi Ana ada jadwal kuliah tidak mungkin dia bolos kuliah hanya karena mau ke kontrakan aku dan Mas Bayu.

'Hai, Kiana. Anakmu mana ? Ibu ada bawa kue kesukaan Soni nich' ucap ibu mertuaku.

'Oh, Soni sedang di kamar bu lagi tidur biasanya dia bangun sekitar jam delapan pagi, bu' jawabku kepada ibu mertuaku.

'Masuk bu, duduk disini. Bentar aku panggil Mas Bayu dulu yah, bu' jawabku lagi kepada ibu mertuaku.

Kupanggil Mas Bayu dan kita berdua duduk di ruang tengah bersama dengan Ana dan ibu mertuaku.

Sementara bapak dan ibu masih melanjutkan persiapan catering kita karena jam setengah sebelas harusnya semua orderan sudah siap berhubung bapak dan Mas Bayu akan mengantarkan ke langganan kita.

'Gini, Bayu dan Kiana. Ada baiknya, kalian balik lagi ke rumah. Sejak kalian tidak ada, kami merasa ada sesuatu yang kurang' ucap ibu mertua kepada aku dan Mas Bayu.

Ucapan ibu mertua barusan sama sekali tidak menggugah hatiku karena masih terbayang gimana perlakuan kasar mereka.

'Iya, Mba Kiana masakan Mba Nur tidak enak. Masa hampir tiap hari aku makan telur terus. Bisa bisulan aku nanti' jawab Ana.

'Hush!!' siku ibu mertua disenggolkan ke Ana.

'Oohh, maksud aku. Aku kangen bermain sama Soni, Mba' poles Ana.

'Iya, Kiana. Ibu kangen banget sama Soni' jawab ibu mertua

'Maaf, bu. Bukannya tidak mau kembali lagi ke rumah ibu. Sepertinya kami akan tetap disini bu sambil buka usaha' tolak Mas Bayu dengan sopannya.

'Usaha apa ?' tanya ibu mertuaku.

'Usaha catering, bu baru mulai kok bu. Doakan yah bu semoga sukses' jawab Mas Bayu kepada ibu mertuaku.

'Padahal, ibu dan Ana kesini ingin menjemput kalian balik ke rumah. Nanti kalian bisa buka usaha catering juga dirumah, semua perlengkapan dapur rumah kita sudah lengkap. Kalian bisa menggunakannya. Sekalian Kiana bisa ajarin Nur dan Ana masak. Maklum mereka tidak bisa masak' jawab ibuku.

'Iya, mba. Aku mau belajar masak sama Mba Kiana. Habis Mba Nur tiap hari masaknya telur..telur mulu. Bosan aku' celoteh Ana dengan manjanya.

Aku hanya terdiam saja, karena sebenarnya sudah muak dengan mereka. Tapi karena masih menghargai Mas Bayu aku masih duduk di ruang tamu bersama mereka.

Astaga, udah keluar dari rumah ibu mertuapun. Hidup aku dan Mas Bayu masih mereka atur 😪😪😪😪😪😪😪

Belum lagi ibu mertuaku seenaknya main perintah aku buat ajarin Mba Nur dan Ana, kenapa tidak dia aja yang mengajari masak mereka ?? batinku 😑😑😑

Terpopuler

Comments

Rindayu

Rindayu

ibu mertuanya punya niat lain itu, ada udang di balik bakwan

2022-05-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!