Setelah selesai dari kantor lamanya Mas Bayu, kita bergegas mengantar orderan tumpeng dan nasi kotak adik teman kantor lamanya Mas Bayu.
Jarak antara kantor lama Mas Bayu dan alamat tujuan dekat banget jadi hanya butuh lima menitan kita sudah sampe dengan angkot bapak yang disupirin oleh Mas Bayu.
Betapa terkejutnya, kita ternyata alamat tujuan tempat pengantaran orderan tumpeng dan nasi kotak ulang tahunnya adalah kantornya Mas Budi.
Karena orderan hari ini lumayan banyak, Mas Bayu tidak sempat mengecek rincian alamat pengantaran tumpeng dan nasi kotak ulang tahunnya. Diawal kita kira alamat rumah ternyata alamat kantoran.
Pantesan tadi Mas Budi lewat di kantor lamanya Mas Bayu. Ternyata jarak kantor lamanya Mas Bayu dan Mas Budi sangat dekat.
Mas Bayu langsung menghubungi adik teman kantor lamanya melalui telepon supaya mengabari bahwa kita sudah dibawah.
Dan betapa terkejutnya kita, tenyata adik teman kantor lama Mas Bayu adalah salah satu teman Mas Budi yang tadinya bersama Mas Budi yang tadi meminta maaf atas perlakuan Mas Budi yang tidak pantas kepada kami.
'Loohh, Mas nya yang tadi kan yah' tanya adik temannya kantor lamanya Mas Bayu.
'Iya, Mas. Kenalkan saya Bayu, ini istri saya Kiana. Kita diminta Aji (teman kantor lamanya Mas Bayu) untuk mengantar tumpeng dan nasi kotak ke sini' jawab Mas Bayu suamiku.
'Oiya, soal yang tadi aku benar-benar minta maaf yah Mas main percaya saja sama si Budi. Kenalkan Mas Bayu, saya adik Aji nama saya Panji, Mas' jawab Panji kepada Mas Bayu.
'Yuks, mas kita naik keatas. Nanti, aku kenalkan Mas Bayu dengan teman kantorku yang lain. Kebetulan disini juga lagi cari catering kantoran, Mas. Nanti sebelum aku bagi-bagi tumpeng ulang tahun dan nasi kotaknya, aku kabarin ke teman-temanku yang lain yah, Mas. Karena kata Mas Aji masakan istri Mas Bayu enak banget' kata Panji lagi ke Mas Bayu.
'Wah, makasih pujiannya' jawabku kepada Panji.
Lift tujuan ruang kantornya Panji kebuka dan kita bertiga naik lift sambil membawa tumpeng dan nasi kotak ulang tahunnya Panji.
'Hai..Hai.. semua kenalin ini Mas Bayu dan istrinya Kiana. Berhubung hari ini gw ultah, ini ada sedikit tumpeng dan nasi kotak yah. Silahkan kalian cicipi yah, buat yang suka masakan tumpeng dan nasi kotak nya, kalian bisa menghubungi Mas Bayu dan Mba Kiana yah. Dijamin makanannya enak dan pastinya buat kalian ketagihan' kata Panji ke teman-teman kantor di ruangannya.
Kebetulan disana juga ada Mas Budi, dia pura-pura sibuk kerja sehingga tidak mendengar dan melihat aku dan Mas Bayu.
Sementara teman Mas Budi yang lain, yang tadi ketemu di kantor lama Mas Bayu, langsung terpana dan ada yang berkata.
'Looh, bukannya itu....'
'Udah..udah.. Jangan dibahas lagi, lihat tuch orangnya saja cuek' Panji sambil memayunkan mulut ke Mas Budi.
Kebetulan Mas Bayu ada membawa berapa brosur promosi catering kita dan sudah memberikan kepada Panji.
'Nah, ini ada brosurnya guys. Kalian bisa lihat menu dan harganya yah. Menunya yang pasti enak-enak dan harganya bersahabat banget. Rugi looh jika kalian tidak langganan. Dimana lagi, kalian bisa dapat catering dengan harga murah dan enak ini' Panji mempromosikan catering kita sambil membagikan brosur promosi ke teman-teman kantornya.
Berhubung jarak kantornya Budi dan kontrakanku lumayan jauh sebelum balik, aku dan Mas Bayu izin ke toilet kantornya dahulu sebelum balik ke kontrakan.
'Maaf, Panji kita mau ke toilet dulu bisa. Toiletnya dimana yah?' tanya Mas Bayu.
'Ooh, disana Mas' Panji sambil menunjuk ke arah kanan ruangan kantornya.
Aku dan Mas Bayu bergegas ke toilet, sebelum sampai toilet kita berpapasan dengan Mas Budi.
'Puas, kalian mempermalukan aku hari ini' jawab Mas Budi.
'Looh, bukannya Mas nya tidak kenal kita. Yuks, Mas tidak usah diladenin banyak orang stress sekarang' jawab aku ke Mas Bayu.
Akupun dan Mas Bayu berlalu dari hadapan Mas Budi dan bergegas ke toilet.
Setelah dari toilet, aku dan Mas Bayu berpamitan dengan Panji untuk balik ke kontrakan dan kita sangat bersyukur ada tambahan tiga puluh lima nasi kotak dari kantor Panji.
'Makasih yah, Panji udah bantu promosikan catering kita ke teman-teman kantornya' kata Mas Bayu ke Panji.
'Sama-sama Mas Bayu. Kata kakakku Mas Bayu dulu sebelum resign dari kantor juga suka membantu Mas Aji. Makanya aku dititipin pesan juga sama Mas Aji supaya membantu mempromosikan catering Mas Bayu ke teman kantorku' jawab Panji ke Mas Bayu.
'Kita pamitan dulu yah' jawab aku dan Mas Bayu
'Alhamdulilah... Alhamdulilah...' ucapku dan Mas Bayu.
Tak henti-hentinya kita mengucap syukur atas rejeki hari ini 😇😇
Sesampainya di kontrakan sekitar jam empat sorean karena jarak kantor Mas Budi dan kontrakan yang lumayan jauh dan jalanan kebetulan agak macet.
Selesai bersih-bersih kusempatkan menulis tulisan onlineku.
'Kiana, sholat dulu menulisnya dilanjutkan nanti' kata Mas Bayu kepadaku.
Mas Bayu baru selesai shalat dan duduk santai di tepi ranjang sambil memainkan handphone keliahatannya lagi menghitung penghasilan catering kita. Karena sejak usaha catering jalan, aku dan ibu cuma bagian masak sementara hampir semua urusan catering Mas Bayu yang handle mulai dari promosi sampe keuangan.
Modal diawal memang dari hasil menulis onlineku tetapi setelah ada penjualan catering dan margin yang lumayan semua sudah diganti Mas Bayu ke aku.
Karena aku terlalu sibuk dengan tulisan onlineku, sampai-sampai aku tidak beranjak dari ranjang dan aku cuma menjawab.
'Iya, mas. Sebentar lagi tanggung' jawabku sambil lanjut menulis lagi.
'Kiana, jangan tunda sholat supaya rejeki juga tidak tertunda' jawab Mas Bayu kepadaku.
Astagfirullahaladzim, ucapan Mas Bayu barusan merupakan tamparan keras bagiku yang suka mengejar hal duniawi dan suka melupakan sholat.
Ini sering aku lakukan menunda ibadah demi pekerjaan duniawi yang belum selesai.
Ya, Allah ampuni dosa hamba ini, batinku.
'Iya, Mas' segera aku letakkan handphoneku dan siap-siap sholat. Setelah selesai sholat, aku melanjutkan lagi menulis onlineku tadi yang tertunda.
'Oiya, Kiana. Gara-gara kejadian tadi di kantor lamaku. Aku berpikir, bagaimana jika kita ketemu dengan saudaraku diluar, kita tidak usah menegur mereka. Supaya mereka tidak malu dengan kita, dan kita juga tidak direndahkan mereka lagi' tanya Mas Bayu kepadaku.
'Ooh, iya Mas. Tapi tadi saat Mas Budi mau menamparku, aku senang Mas melindungi ku' jawabku kepada Mas Bayu.
'Iya, Kiana. Aku sebagai suamimu tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu termasuk itu keluarga sendiri' jawab Mas Bayu dengan senyum.
Bersyukurnya aku punya suami, yang walaupun kakinya cacat tapi dengan sekuat tenaga selalu berusaha melindungiku, batinku.
'Mas, aku ada ide kan hasil jualan catering kita sudah lumayan. Gimana jika kita membeli kaki palsu buat Mas Bayu. Nanti jika uangnya masih kurang, aku akan nambahin dari uang hasil menulis onlineku' ideku kepada Mas Bayu.
'Tapi.. Kiana..' ujar Mas Bayu.
Aku tau Mas Bayu keberatan karena uang untuk membeli kaki palsu lumayan harganya. Nanti, akan kuyakinkan lagi Mas Bayu supaya mau menggunakan kaki palsu mengingat banyak orang termasuk keluarganya suka merendahkan kita hanya karena kaki Mas Bayu cacat.
*******
### Di Warung Ibu Mertua ###
Hari ini banyak ibu-ibu yang berkumpul di warung ibu mertua. Biasa ada berapa yang mau belanja, sedangkan yang lain ada yang sedang sibuk ngegosip.
'Eehh, tau tidak ibu-ibu. Si Kiana istri Bayu udah terkenal looh sebagai novelis di aplikasi berbayar xxxx' jawab ibu pertama.
'Masa sich bu, bukannya Kiana hanya tamatan SMA bener kan bu' ibu yang lain bertanya sambil menujuk ke arah ibu mertua.
Ibu mertua cuek karena sedang melayani pembeli yang lainnya.
'Bu, bisa utang tidak. Cabe, bawang merah dan bawang putih' jawab ibu yang lainnya.
'Boleh, bu tapi utang yang kemaren masih ada seratus lima puluh ribu yah. Yang belanja ini empat puluh lima ribu. Totalnya seratus sembilan puluh lima ribu yah' jawab ibu mertua ke ibu yang lain.
'Saya mau beli beras' kata ibu yang lainnya.
'Bentar yah, bu. Saya lagi ngeladenin ibu yang ini dulu yah' jawab ibu mertua ke ibu yang tadi.
Beginilah suasana di warung ibu mertua di pagi hari jika lagi ramai, sementara ibu mertua sendirian sejak Mas Bayu dan Kiana keluar dari rumah itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Ghiie-nae
Sepertinya aku sudah baca novel ini di aplikasi Fizzo....
bedanya hanya blurb...
dan kata-katanya hanya sedikit yang di ubah...
2022-05-16
1
Suttiaminatun
suami istri yg hebat , mendahulukan kebutuhan kaki palsu, meskipun harganya mahal.
2022-05-16
0