Taksi yang kunaikin berhenti pas depan kounter handphone, kulihat ada koko Cina yang lagi jaga kounter handphone.
Dari penampilan si koko kliatannya dia ngerti banget, spesifikasi handphone yang kubutuhkan untuk menunjang menulis onlineku.
'Koh, aku lagi cari handphone nich tapi budget aku tidak begitu besar yang penting bisa upload cepat dan bisa browsing internet dan social media' kataku ke koko yang jaga kounter.
'Memang, budget mbak berapa ?' tanya si koko kepadaku.
'Kisaran dua jutaan koh' jawabku ke si koko penjaga kounter.
Dengan cekatan si koko keluarin berapa alternatif handphone.
'Ini, mba yang hitam harga dua juta dua ratus ribu rupiah, yang putih harga dua juta tujuh ratus ribu rupiah dan yang merah harga dua juta lima ratus ribu rupiah. Tiga-tiganya rekomendasi banget jika mbaknya butuh internet dengan kecepatan yang bagus buat upload atau jika mbaknya jualan online buat Livestreaming juga bisa' si koko menyodorkan ketiga handphone itu padaku.
Kulihat-lihat dan aku sangat tertarik dengan handphone warna merah, selain warnanya yang menurutku keren, tampilan juga kayak handphone harga lima jutaan.
'Aku ambil yang warna merah aja, ko' kataku kepada si koko penjaga kounter handphone.
'Bisa bayar pakai gesek kartu ATM kan ko' ujarku
'Iya, bisa mbak' jawab si koko kepadaku
Kusodorkan kartu ATM aku ke si koko dan si koko langsung gesek kartu ATM aku ke mesin ATM kounternya dan memencet nominal handphone merah yang aku inginkan yakni dua juta lima ratus ribu rupiah. Selagi di kounter handphone, sekalian aku langsung isi pulsa dan kuota handphone baruku.
Akhirnya handphone buat pamer sekaligus buat kerja bisa aku miliki. Berikutnya aku mau beli baju, tas dan juga cincin emas dua puluh empat karat pastinya. Supaya aksi pamerku ke keluarga suami lebih kelihatan berkelas pikirku.
Hanya dua ruko setelah kounter hanphone si koko Cina, ada ruko penjual emas. Pas banget pikirku, aku mau liat-liat dulu mana tau ada yang aku suka.
Sesampaiku di toko emas, aku melihat sebuah cincin emas yang aku suka. Langsung aku tawar harganya ke mba yang jaga. Yes, aku dapat dengan harga yang lebih murah.
Cincin emas dua puluh empat karat akhirnya sudah melingkar manis di jariku yang mungil. Senang rasanya aku udah keliatan seperti wanita berkelas.
Tinggal beli baju dan tas, tidak lupa aku juga beli baju buat suamiku dan anakku. Mengingat sejak kecelakan yang menimpa suamiku yang mengakibatkan kakinya cacat, belum pernah suami dan anakku punya baju baru lagi.
Setelah membeli baju dan tas buat aku dan baju baru buat suami dan anakku. Aku bergegas mencari taksi buat pulang ke rumah mertuaku karena ini sudah hampir jam tiga sore dan waktunya aku pamer ke mereka.
'Oke, waktunya pulang' gumamku dalam hati.
Dalam perjalanan pulang ke rumah mertuaku, kusempatkan mengetik tulisan onlineku sekitar lima ratusan kata di handphone baruku karena sejak melihat saldo rekening yang menggendut, semangat menulisku semakin menjadi-jadi.
Alhamdullilah... tak henti-hentinya aku mengucap syukur.
Selang sekitar setengah jam, taksi yang aku naikin sudah sampai di samping depan rumah ibu mertuaku. Tepatnya pas didepan warung ibu mertuaku, hari sudah menjelang sore sekitar jam tiga lewat empat puluh lima menit dan warung ibu mertuaku kelihatan sepi banget.
Prakk!!!
Kututup pintu taksi yang baru saja kunaikin dengan beberapa kantong belanja ditangan kanan dan kiriku sambil memegang handphone baru bewarna merah yang kebeli sama si koko Cina tadi.
Kulihat ibu mertuaku melongo melihat penampilanku yang berubah, aku pura-pura tidak melihat dengan cueknya aku berlalu dari hadapannya.
Aku pun dengan santainya masuk dengan senyum yang lebar di pipiku sambil sesekali angkat handphone baruku, biar mereka lihat juga cincin emas dua puluh empat karat punyaku yang baru melingkar cantik di jari mungilku, pikirku. Terdengar langkah kaki ibu mertua mengikutiku dari belakang.
'Assalamulaikum... Mas Bayu' kataku memanggil suamiku Mas Bayu.
'Kiana, udah jam berapa ini ? Kok kamu belum masak makan siang, aku udah laper nich. Untung tadi masih ada nasi goreng yang buat sarapan, jika tidak bisa mati kelaparan aku' kata Mba Nur sambil memegang perutnya.
'Banyak sekali belanjaanmu, Kiana ? Itu kamu pake handphone baru dan emas. Dapat uang dari mana? ' tanya ibu mertuaku.
'Paling juga ngutang klo tidak mencuri bu' timbal Ana, adik iparku.
Aku diam saja sambil tetap memainkan handphoneku, ku anggap mereka tidak ada.
'Kiana, kamu dengar tidak ibu tanya? Kenapa diam saja' ujar ibu mertuaku.
'Sini, liatin ke aku benaran emas palsu atau tidak ?' kata Nur kepadaku
Seketika itu juga karena suara mereka yang keras, Mas Bayu datang menghampiriku.
'Udah, pulang Kiana. Yuks, kita siap-siap' ujar Mas Bayu.
'Hah, siap-siap kemana? ' kata ibu mertua.
'Oiya, ini Mas. Aku beli nasi rendang buat kamu makan. Udah makan siang belum mas?' ujarku ke suamiku.
'Selain nasi rendang, aku juga beli baju baru buat Mas dan Soni. Ini mas' kusodorkan kantong belanjaanku ke Mas Bayu.
'Makasih, sayang. Wah, nasi rendangnya baunya enak banget nich. Pas banget, Kiana aku belum makan. Yuks, kita makan dulu sebelum siap-siap' kata Mas Bayu kepadaku.
'Hah, siap-siap katamu Bayu' ibu mertuaku semakin bingung dengan perkataan Mas Bayu.
'Oiya, bu. Tar lagi aku, Kiana dan Soni bakal pindah ke kontrakan karena kita tidak enak ngerepotin ibu dan Mas Budi terus. Kebetulan Kiana ada sampingan menulis online dan rencananya nanti kita akan buka online shop kecil-kecilan bu. Doakan yah, bu semoga kita bisa mandiri' ujar suamiku ke ibunya dengan sopannya.
'Gitu tuch, bu. Baru juga nulis online udah gaya sok kaya gitu. Udah mau keluar rumah lagi, memang mau tinggal di jalan kali mereka sambil ngemis. Hahaha' sindir Mas Budi kakak iparku.
Aku hanya diam dan ngomong ke Mas Bayu, kuanggap mereka hanya nyamuk yang tidak kuanggap sama sekali.
'Yuks, Mas. Tidak usah diladenin mereka, aku capek habis pulang mau istirahat dulu' kataku.
Akupun berlalu dari hadapan mereka dan Mas Bayu yang menjelaskan semuanya ke ibu mertuaku.
Dikamar aku menyusui anakku sambil melanjutkan menulis onlineku, sejak aku punya handphone baru, aku makin semangat menulis dan mulai belajar menulis online dari penulis terkenal yang ada di youtube.
Berhubung aku pulangnya sudah sorean, besok rencananya aku dan Mas Bayu pindahan ke kontrakan baru dekat rumah ibu bapakku. Bedanya hari ini, aku tidak mau memasak karena tadi buat aku dan Mas Bayu sudah ada nasi bungkus dari Rumah Makan Padang yang kebeli sebelum ke rumah bapak ibu.
Buat keluarga suamiku, biarlah mereka berpikir gimana caranya buat makan malam hari ini supaya mereka terbiasa beradaptasi sebelum aku pindah dari rumah ini, pikirku.
Malamnya, aku berberes semua barangku yang bakal dipindahkan ke kontrakan dan tidur lebih awal. 😁😁😁😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments