Setelah berpamitan dengan ibu mertua dan saudara suamiku, aku dan Mas Bayu bergegas mencari angkot ke kontrakan baru yang lokasinya dekat dengan rumah bapak ibuku.
Aku dan Mas Bayu harus berjalan kurang lebih dua puluh kilometer untuk mencari angkot di jalan besar karena rumah ibu mertuaku masuk gang dan tidak ada angkot yang lalu lalang disana.
Prediksiku harusnya dua kali naik angkot dan kurang lebih sekitar lima puluh lima menit perjalanan dari rumah ibu mertua ke kontrakan baruku.
Dalam perjalanan aku dan suamiku berdiskusi mengenai usaha nantinya yang akan kita jalankan.
'Mas, ada ide tidak ? Kira-kira usaha apa yang bakal kita jalankan nanti' tanyaku ke suamiku.
'Karena kamu pinter masak, bagaimana jika kita usaha catering saja. Nanti, kamu bagian masaknya. Mas bagian marketingnya kebetulan kantor lama Mas dulunya cari catering yang murah dan enak' ide suamiku kepadaku.
'Nanti, Mas juga rencana akan promosikan catering kita dengan menyebarkan brosur dan menghubungi kenalan Mas yang lainnya. Mas yakin usaha catering kita bakal besar nantinya ' ujar Mas Bayu kepadaku dengan semangatnya.
'Sebenarnya aku dari awal ingin buka usaha online shop mas tetapi benar juga katamu jika kita buka onlineshop, kita butuh cari produk yang akan kita jual. Sementara aku bisa masak, catering keliatannya lebih cocok buat usaha kita diawal. Mungkin setelah catering kita sukses, kita bakal buka usaha online shop yah Mas' kuutarakan keinginku ke suamiku.
'Boleh, juga idemu Kiana. Mas setuju banget' jawab suamiku kepadaku.
'Semoga usaha pertama catering kita sukses yah Mas supaya jika sudah ada modal banyak kita bisa buka usaha onlineshop dan usaha lainnya. Amien 🙏🙏' jawabku kepada suamiku.
'Amien🙏🙏, Kiana' doa suamiku.
Mas Bayu memang sebelumnya pernah bekerja menjadi marketing sales di kantor lamanya. Kemampuan promosi dan kenalannya yang banyak tidak diragukan lagi. Apalagi bapak mertuaku memang dikenal sebagai marketing manager di perusahaan ternama sebelum dia meninggal.
Sambil berdiskusi mengenai usaha yang bakal kita rintis bersama, tidak terasa kita sudah sampai di kontrakan baruku.
'Alhamdullilah yah Mas akhirnya kita sampai di kontrakan ' jawabku kepada suamiku.
'Iya, Kiana. Akhirnya, kita bisa keluar dari rumah ibuku. Maafkan, Mas yah Kiana keluarga mas membuat kamu tersiksa, belum lagi sampai sekarang Mas masih belum bisa menafkahimu' jawab suamiku.
'Udah, mas jangan dibahas lagi. Nanti, kita usaha bersama disini. Dan kita bisa kumpulin uang yang banyak Mas ' jawabku dengan semangatnya kepada suamiku.
Sesampainya di kontrakan, kita berberes pakaian dan membersihkan sedikit kontrakan kita. Selang berapa menit, bapak dan ibu datang ke kontrakan baru kita.
'Asalamu'allaikum...' kata Bapakku
'Wa ‘alaikusalam wa rahmatullahi wabarakatuh.. ' jawab Mas Bayu
'Hai, nak Bayu. Gimana kabarnya ?' tanya bapakku kepada Mas Bayu.
'Kabar baik dan sehat selalu, pak' jawab Mas Bayu dengan ramah kepada bapakku diselingi senyum bahagia di wajahnya.
'Kiana, mana Bayu ? ' tanya ibu kepada Mas Bayu.
'Ada, bu di kamar bu lagi berberes pakaian sambil menyusui Soni' ujar Mas Bayu.
'Kalian udah makan siang, kebetulan ibu ada bawa sedikit makanan kesukaan Kiana nich Bayu. Ada ayam bumbu dan sayur asem' kata ibuku ke Mas Bayu.
'Wah, pas banget bu kita baru sampai dan belum sempat makan siang' jawab Mas Bayu.
'Ayuk, dimakan dulu Bayu selagi hangat. Panggil Kiana ajak makan juga bersama' kata ibuku.
'Baik, bu
Kiana..Kiana kesini, ibu datang sayang' panggil Mas Bayu kepadaku.
'Iya, mas. Aku kesana tunggu sebentar yah' jawabku ke suamiku.
Aku bergegas ke ruang tamu mendengar panggilan Mas Bayu. Kebetulan anakku Soni udah tidur dengan lelapnya mungkin karena capek di perjalanan tadi.
'Asalamu'allaikum, bapak.. Asalamu'allaikum, ibu' sapaku ke orangtuaku. Sambil mencium punggung tangan kedua orang tuaku secara bergantian.
'Kiana, itu ibu ada bawa makanan kesukaan kamu nak. Ayam bumbu dan sayur lodeh, kamu dan Bayu makan dulu aja selagi masih hangat' ujar ibuku kepadaku.
'Wah, makasih banyak bapak ibu. Pas banget perutku udah mulai kriuk kriuk' ujarku kepada ibu dengan malunya.
'Bapak ibu boleh masuk kamarmu dulu Kiana liat Soni, sambil kalian makan siang' kata bapak kepadaku.
'Boleh, pak masuk aja. Kebetulan Soni barusan tidur, pak mungkin karena kecapekan sepanjang perjalanan tadi' kataku kepada bapakku.
'Cucu ku udah besar dong Kiana' dengan senangnya bapak berujar.
Bapak ibu sudah lama tidak ketemu Soni anakku sejak Soni lahir, hal ini dikarena aku jarang ke rumah orang tuaku berhubung sejak menikah dengan Mas Bayu aku selalu membantu ibu mertuaku melakukan pekerjaan rumah tangga. Yah, lebih tepatnya disebut babu di rumah mertua sendiri. Hahaha, malangnya nasibku, batinku. Sampai-sampai orang tua sendiri terabaikan karena baktiku kepada mertuaku.
Cuma sekitar sepuluh menitan bapak ibu balik dari kamar kita.
'Anakmu tumbuh sehat yah, Kiana. Bapak ibu liat di kamar tidak berani gendong karena Soni lagi enak tidur. Biarkan saja Soni tidur, nanti jika dia sudah bangun. Bapak mau main dengan cucu bapak' ucap bapakku.
'Iya, pak' aku menjawab sambil makan dengan lahapnya karena sekarang udah hampir jam satu siang dan masakan ibu memang enak sekali. Aku bisa memasak juga belajar dari ibuku dan mungkin bakat masak turunnya dari ibuku.
Setelah selesai makan, aku dan Mas Bayu menghampiri bapak dan ibu di ruang tengah.
'Kata ibumu, kalian mau hidup mandiri yah. Makanya keluar dari rumah ibu mertuamu' tanya Bapak kepadaku.
'Iya, pak aku dan Mas Bayu tidak enak selalu ngerepotin ibu mertuaku. Kita mau hidup mandiri, pak. Kebetulan kita sudah sepakat mau buka usaha catering, pak. Bapak tidak usah narik angkot lagi, pak kita bersama nerusin usaha catering, pak ' saranku kepada Bapakku.
'Benar, pak. Aku barusan menghubungi kantor lamaku, mereka tertarik catering tiap hari dengan kita. Besok rencananya aku akan ke kantor lamaku membawa menu catering selama seminggu ' kata Mas Bayu dengan semangatnya kepada Bapak.
'Wah, cepat sekali gerakmu Mas. Padahal baru tadi di angkot kita diskusikan masalah usaha kita' jawabku kepada suamiku
'Iya, dong Kiana. Namanya usaha siapa cepat, dia yang dapat. Lagian sejak kamu memberi surprise nasi kuning ketika aku ulang tahun sebelum resign dari kantor lamaku. Mereka sudah suka sekali dengan masakanmu dan berkata istrimu cocok buka usaha rumah makan' kata Mas Bayu
'Oiya, Mas. Aku baru tau, senangnya mereka suka masakanku, Mas' ujarku kepada suamiku
Selagi bapak ibu disini dan Soni sedang tidur. Ayuks, kita susun menu catering selama seminggu ajakku kepada bapak, ibu dan Mas Bayu. Mana tau ada ide dari bapak dan ibu, jadi besok Mas Bayu tinggal bawa menu cateringnya ke kantor lama Mas Bayu. Aku, bapak dan ibu besok akan belanja bersama di pasar dekat sini.
'Ide yang bagus, Kiana. Kita harus semangat biar usaha kita cepat sukses. Amien 🙏😇' kata Mas Bayu kepadaku beserta Bapak dan ibu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Junita
maaf Thor 20 km apa gak kejauhan y,,,trs hari Sabtu bank itu libur,,,maaf cm masukan...
2022-05-21
0