Setelah menyusun menu catering selama seminggu bersama bapak, ibu dan Mas Bayu. Aku bergegas belajar menulis online apalagi hari ini ada jadwal kelas menulis online yang diadakan aplikasi tempat aku posting berapa artikelku.
Untung ada handphone baru yang baru kubeli sama kokoh Cina kemaren dan aku sudah install aplikasi Zoom di handphoneku. Senang rasanya hobi menulisku menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Selagi aku sibuk nge-Zoom, Mas Bayu dan bapak sedang berdiskusi serius. Aku tidak tau mereka bercerita tentang apa karena akupun lagi sibuk belajar bersama teman-teman seprofesiku, banyak sekali testimonial dan ilmu-ilmu baru yang aku dapat dari mereka yang sudah lebih sukses menjadi penulis terkenal.
Senang rasanya bisa kenalan dengan mereka yang sudah senior dan lebih sukses walaupun tidak bertatap muka langsung dengan mereka hanya melalui aplikasi Zoom di handphone yang diadakan oleh aplikasi tempat aku memposting karya tulisku.
Sementara ibuku sedang di ruang tengah juga bersama Soni anakku sambil bermain mobil-mobilan.
Setelah selesai belajar bareng melalui aplikasi Zoom bersama rekan seprofesiku, aku bergegas balik lagi ke ruang tengah menemui Mas Bayu dan bapak.
Ternyata Mas Bayu dan bapak sedang asyik membicarakan usaha catering kita.
'Kiana, barusan aku diceritakan bapak. Bapak punya kenalan penanggung jawab makanan saat akad nikah di mesjid dekat sini. Namanya Pak Asep ' ujar suamiku Mas Bayu.
'Oiya, pak. Apa kita bisa masukkan nasi kotak untuk acara akad nikah di mesjid tempat kenalan bapak? Nanti tinggal kita lobi Pak Asep kenalan bapak supaya kita bisa masukkan nasi kotak catering kita disana pak' tanyaku kepada bapakku.
'Iya, Kiana. Bapak sama dengan kamu memikirkan hal seperti itu' jawab bapakku.
'Semoga kita dapat yah, pak' jawabku kepada bapak.
'Amin😇, Kiana. Namanya rejeki tidak bakal kemana Kiana' jawab bapakku.
Dengan semangatnya Mas Bayu menyusun rencana buat persiapan usaha catering kita.
'Jadi besok pagi aku rencananya ke kantor lamaku untuk kasih liat ke teman-temanku yang bakal catering dengan kita tentang menu catering kita selama seminggu sekalian aku membagikan brosur promosi mana tau ada kenalan mereka yang tertarik juga.
Kamu, bapak dan ibu paginya ke pasar buat beli kebutuhan catering kita. Setelah itu sorenya aku dan bapak akan ke tempat Pak Asep kenalan bapak yang di mesjid buat berdiskusi supaya kita bisa memasukkan nasi kotak kita tiap kali ada acara akad nikah di mesjid dekat sini, Kiana. Gimana menurut pendapatmu, Kiana?' tanya suamiku kepadaku.
'Wah, bagus Mas. Nanti kita jangan lupa bilang ke teman-teman kantor lamamu dan juga ke Pak Asep. Kita bakal kasih harga lebih murah dan bonus buah Mas untuk nasi kotaknya' ujarku ke suamiku.
'Semoga rejeki kita yah' jawab suamiku kepada aku dan bapak.
'Amien😇🙏' serentak aku dan bapak berkata.
Hari sudah sore menunjukkan jam lima lewat lima belas menit waktunya bapak dan ibu kembali ke rumah mereka.
'Bayu.. Kiana..Bapak ibu balik dulu yah' kata Bapakku.
'Baik, pak. Hati-hati di jalan yah, pak. Salam buat Yuni juga yah, pak' jawab aku dan Mas Bayu serempak.
Yuni adalah adik perempuanku satu-satunya. Sekarang sedang duduk di kelas tiga SMA. Tahun depan, dia rencananya bakal lanjut kuliah dengan beasiswa dari sekolahnya.
Aku bertekad akan membantu kuliah Yuni adikku satu-satunya. Aku dan Mas Bayu akan membantu sekuat tenaga supaya Yuni bisa lulus kuliah. Jangan sampai Yuni adik perempuanku satu-satunya bernasib sama dengan aku yang hanya tamat SMA sehingga diremehkan oleh orang karena pendidikan yang rendah.
Setelah Bapak dan ibu pulang, aku balik ke kamar lagi buat melanjutkan menulis onlineku sambil mempraktekkan ilmu yang tadi aku dapat ketika belajar bersama rekan seprofesiku melalui aplikasi Zoom.
Sementara Mas Bayu masih sibuk mendesign brosur promosi cateringku yang akan dibawanya besok pagi sebelum ke kantor lamanya.
Ada tiga design brosur promosi yang sudah dikerjakan Mas Bayu.
Design pertama dengan tampilan lebih elegan untuk para petinggi kantornya yakni jabatan manager keatas.
Design kedua dengan tampilan lebih clean untuk para karyawan kantornya dengan jabatan setara staff.
Sedangkan design ketiga tampilan hitam putih dan biasa saja diperuntukkan untuk dibagikan ke orang-orang yang lalu lalang di kantornya dan untuk Pak Asep penanggung jawab mesjid besok.
Semua brosur promosi bertuliskan catering menerima untuk makanan harian dengan menu update setiap minggunya, untuk acara ulang tahun, untuk acara pernikahan dan akad nikah, untuk acara aqiqah, untuk acara pribadi dan acara besar kantoran. Selain nasi kotak juga ada tumpeng untuk semua acara tersebut diatas.
Melihat hasil design brosur promosi Mas Bayu, harus kuacungi jempol👍. Siapa saja yang melihatnya pasti tertarik dengan catering kita 🤩🤩
***************
### Sementara di Rumah Ibu Mertua###
Pov Ibu Mertua
Malam ini, perutku sangat lapar tetapi ditudung makanan tidak ada makanan sama sekali. Bukannya aku tidak mau masak, tapi siapa yang jaga warung hari ini.
Sementara Ana anak gadisku tidak bisa masak dan Budi dan Nur sampai jam segini belum juga pulang.
'Ana, tolong ibu angkat karung cabe dan sayur' pintaku kepada anak gadisku Ana
'Aduh, bu aku capek nich. Mana bisa aku angkat karung seberat itu' jawab Ana dengan manjanya sambil bermain handphone.
Akupun tidak bisa tegas dengan Ana karena dia anak kesayanganku.
Menutup warung butuh tenaga yang banyak, biasanya Bayu dan Kiana pasti mau membantuku mengangkat karung barang dan berberes untuk menutup warung. Sekarang hanya aku yang mengerjakan sendiri, mana Ana tidak bisa apa-apa lagi.
Sedangkan Budi tidak bisa diharapkan sama sekali katanya dia harus berangkat kerja pagi.Jadi tidak mungkin membantuku angkat karung barang dulu sebelum ke kantor karena dia bisa kelelahan berhubung jarak kantor dan rumah jauh katanya.
Selang berapa menit terdengar bunyi motor Budi anak pertamaku.
Akhirnya... batinku pastinya Nur bakal bantu masak makanan di dapur walau hanya telur dan telur lagi. Minimal perutku terisi pikirku.
'Nur, kamu masak sana. Nanti Budi mau makan apa ? Di tudung tidak ada makanan sama sekali' kataku kepada menantuku Nur
'Tenang, bu aku dan Mas Budi udah makan tadi di warung makan Padang' kata Nur.
Ya, Tuhan tidak ada niat mereka membeli makanan buat aku dan Ana padahal mereka dari luar. Katanya tadi mau beli telur dan sayur tapi sama sekali tidak ada barang yang dibawa malah makan diluar dan tidak berbagi.
Mana aku capek sekali dengan tubuh renta ini, mereka tidak memikirkan aku sama sekali batinku.
Terpaksa malam ini, aku minta tolong ke Ana buat masak mie instant karena aku tidak ada tenaga sama sekali dan makan seadanya saja karena Ana anak gadis kesayanganku satu-satunya cuma bisa masak mie instant.
Seandainya ada Bayu dan Kiana pastilah aku tidak secapek ini, batinku 😫😫😫
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Rindayu
baru tuh mertua ngerasain susah, emang enak ditinggal menantu, bukanya di baik2in malah dijulitin, pas pergi baru nyariin.... kapoookk
2022-05-01
0