Mila akhirnya sampai dirumah. Ia mencari kunyit dan jeruk lemon, kemudian Mila menumbuk kunyit tadi dan memberikan perasan air jeruk lemon. Mila mengaduk dan membalurkan ramuannya tadi pada kakinya yang bengkak karena terkilir, kemudian ia membebatnya lagi dengan kain tipis yang ada di dalam rumah.
Kunyit memiliki khasiat antiinflamasi dan membantu memperbaiki sirkulasi darah serta mencegah pembekuan darah. Ini bisa membantu menyembuhkan dan menghilangkan peradangan akibat terkilir.
Mila berusaha tidur, ia menutup matanya dengan daun pisang. Suara gemericik air dan kicauan burung sayup-sayup mengantarnya ke dunia mimpi. "Aku tak menyangka daya juang hidupnya sangat tinggi." Deon tersenyum puas melihat kemampuan Mila.
"Benar, dia mendapat hadiah tertinggi dari kita karena Mila tidak memakai uangnya untuk menambah skill atau membeli item yang berlebihan." Elvan menambahi.
"Maaf Tuan Elvan, aku nggak ngerti masalah skill dan item yang kalian bicarakan ini."
"Kamu diam aja! Nanti akan kita beri tugas selanjutnya." Elvan memberi tatapan tajam, yang ditatap bukannya takut malah cengar cengir.
6 jam kemudian Mila terbangun, ia mencoba membuka kakinya yang terkilir dan ternyata memang sembuh. Mila membasuh kakinya dengan air sungai yang mengalir itu, dia memang tidak merasakan basah tetapi Mila memang hanya ingin menghilangkan kunyitnya saja.
Mila beranjak berdiri dan menuju ke dapur. Ia hendak memasak ayam goreng dengan sambal dan timun. "Jingga! buatkan Ayam goreng dengan sambal dan timun." Elvan memberi titah.
"Siap Bos!" Jingga membalas.
Mila bersenandung riang, dia membayangkan rasa ayam itu di lidahnya.
🎶Ayam goreng, goreng Ayam🎶
🎶Ayam goeng, memang enak🎶
🎶Aku suka makan Ayam goreng🎶
🎶Pake sambel makin yahud🎶
🎶Uuuuuuuuuuddds🎶
Deon dan Elvan kagum dengan suara Mila yang terdengar merdu, Jingga pun ikut bergoyang mendengar nyanyian Mila. Makanan telah tersaji di atas meja makan. Mila mulai makan ayam goreng itu dengan sambal menggunakan tangan kosong.
Deon menyuapi Mila menggunakan sendok. Mila mengerutkan keningnya, ia kembali memasukkan jarinya yang berisi nasi kedalam mulut. Deon pun memasukkan sendok kedalam mulut Mila, rasa besi bertemu gigi membuatnya melayangkan protes.
"Aku ingin makan pake tangan! Deon! Suapin aku pake tangan!" Teriak Mila.
"Kenapa dia suka sekali hal-hal menjijikkan? Bukankah lebih bersih makan menggunakan sendok?" Deon ikut mengomel.
"Ikuti saja kemauannya dari pada nanti Mila marah dan tidak mau makan."
Deon dengan rasa jijik memegang nasi dan sambal itu menggunakan tangannya. Dia mulai menyuapkan nasi itu kedalam mulut Mila. "Hmm, enak sekali." Mila tersenyum lebar.
'Ternyata gini caranya ngerjain Deon.' batin Mila. Ia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dengan nasi yang masih berada di dalam mulutnya.
"Kenapa Mila terlihat menjijikkan?" Elvan ganti merasa jijik.
"Aku sendiri baru kali ini melihat sifatnya yang seperti ini."
Makanan sudah tandas, Mila melakukan kebiasaannnya. Ia berdiri di depan pintu dan berteriak, "Aku siap!"
Mila melihat emblem yang telah ia kumpulkan, emblem itu berwarna merah, hijau, dan kuning. Mila kemudian mencoba kembali ke pohon bambu pertama, tetapi tidak ada emblem disana. Mila bertekad untuk masuk kedalam gua tempat panda itu berada.
Ia membawa beberapa perlengkapan, tali, pisau, dan ponselnya. Mila melangkah menuju gua tempat panda itu berada. Dengan perlahan Mila masuk kedalam gua, ia berjalan merapat pada dinding gua.
Semakin jauh masuk kedalam bukan semakin gelap, tetapi semakin terang. Mila bersembunyi di balik batu besar, bayangan panda besar yang baru bangun tidur itu menutupi cahaya tadi. "Graaawww."
'Wajahnya panda, suaranya macan' batin Mila.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments