9

Pria yang selama ini membantu Mila adalah seorang hacker yang menjadi saingan Hugo, Saveri Abel pemilik Saveri Intertaimen. Dia adalah seorang pengusaha yang suka bermain game dan mengutak-atik data sebuah game yang menurutnya menarik. Saat itu ia tengah melihat Mila menyelesaikan misi pertamanya, pencarian batu giok.

Rasa penasaran tumbuh saat ia melihat Mila berbicara sendiri pada ponselnya. Dengan diam-diam, Abel menyelinap masuk ke dalam rumah Mila dan melihat ponselnya. Abel mengcopy dan mentransfer seluruh data milik Karmila.

Saat pertama membuka game tersebut, Abel sangat keheranan. Itu bukanlah game biasa, kenyataan itu membuatnya semakin tertantang. Seluruh kemampuannya ia kerahkan untuk menjebol pertahanan data milik Deon. Setelah berkutat selama sehari semalam, akhirnya Abel dapat menjinakkan data milik Deon. Dia bahkan dapat keluar masuk secara leluasa di dunia buatan Deon.

Melihat Karmila yang seperti dipermainkan oleh uang, ia pun turun tangan untuk mrmbantu. Rasa kasihan perlahan berubah menjadi suka, membuatnya bertekad untuk melindungi Mila hingga misi selesai. Hari ini ia terkejut melihat seseorang yang datang untuk membantu Mila.

Abel tidak mengetahui jika orang itu pasti si pemilik dungeon ini. Dia berpikir jika tidak ada bos yang mau turun tangan langsung. Dengan berat hati, Abel mengurungkan niatnya untuk membantu Mila.

Mila meregangkan badannya saat aroma wangi tercium, aroma itu berasal dari tupai yang berada di sebelahnya. 'Nih tupai wangi banget, tupai peliharaan kali ya?' batin Mila. Sejenak ia terlena dengan aroma itu, Mila semakin mengeratkan pelukannya pada si tupai. 'Rejeki tidak boleh di tolak.' batin Dion.

Mila beranjak menuju kamar mandi dan kemudian ia segera membuat sarapan untuk mereka berdua. Anzel dan Mila sudah rapi, Mila bermaksud akan mengantar Anzel pulang dengan menggunakan bus. Anzel berkata jika akan ada seseorang yang menjemputnya.

"Aku pinjam ponselmu semalam untuk hubungin orang-orangku."

"Ooo ..." jawab Mila. Ia tidak berpikir jika Anzel akan mengetahui tentang Via ketika ia membuka ponsel Mila.

Tentu saja Anzel tau, dia adalah orang suruhan Deon. Sebenarnya dia adalah seorang penyanyi terkenal di kota itu. Dia meminta bantuan Deon untuk menjauhkannya dari kebisingan selama beberapa waktu.

Klakson mobil terdengar dari depan rumahnya, terlihat sebuah mobil mewah berwarna merah muda telah terparkir di halaman rumah Mila. Anzel pun memeluk Mila tanda bahwa ia meminta izin untuk pulang. Ponsel Mila bergetar, sebuah pesan baru saja masuk.

Misi ke- 8 : Membawa hewan peliharaan ke taman.

"Peliharaan punya siapa nih Via?"

Kita tunggu aja.

Tak menunggu lama, sebuah ketukan pintu terdengar. Seorang wanita tua datang membawa seekor anjing pudel kecil, terlihat imut dan lucu. Dia berkata jika ingin meminta bantuan Mila untuk mengajak anjingnya berjalan-jalan, Mila menyanggupinya.

Dimulailah perjalanan Mila menuju sebuah taman. Ternyata anjing itulah yang menuntunnya menuju sebuah taman, lebih mirip hutan. Karmila tanpa rasa curiga berlari kecil mengikuti kemana anjing itu ingin berjalan.

Setelah puas berlari, anjing itu pun terkulai lemas. Karmila kaget melihat anjing yang terkulai itu, wajahnya mulai panik. Dirinya berada di tengah hutan kecil yang dia sendiri tidak tahu di mana.

"Via! kenapa dengan anjing ini?"

Capek kali.

"Capek kok matanya merem?"

Tidur kali dia.

"Aduh Via, aku takut dia kenapa-napa. Oh ya, kamu belum sebutin skill hari ini apa aja."

Oh ya gue lupa, maap.

"Buruan."

Skill hari ini adala-- , kata-kata Via terputus.

"Aku minta skill dokter hewan."

Woi! gue belum selesai ngomong, loe main jawab aja.

"Udah cepet-cepet."

Pikir dulu bener-bener, loe bisa jadi dokter hewan tapi nggak bisa cepet-cepet bawa dia pergi kan? jadi mau denger penawaran gue nggak?

Karmila menganggukkan kepalanya.

*Skill hari yang di tawarkan adalah,

- Berlari cepat

- Kemampuan berbicara dengan hewan

- Kemampuan mengobati hewan*.

Dah loe pilih, gue tau pilihan loe.

"Aku pilih kemampuan mengobati hewan," ucap Mila tanpa pikir panjang.

Skill telah diberikan, Karmila segera menyalurkan tenaganya untuk anjing mungil itu. Cahaya melingkupi anjing kecil itu selama beberapa menit, kemampuan baru Mila ini membuat tenaganya terkuras. Setelah selesai, si anjing kembali terlihat segar.

Anjing itu melompat kesana kemari, ia menggoyangkan ekornya bersiap untuk kembali berlari menyusuri jalan. Karmila hanya tersenyum melihat anjing yang menggonggong itu. Tubuhnya terlalu lemah untuk melanjutkan perjalanan, Mila bermaksud memejamkan matanya untuk beristirahat.

Beberapa saat kemudian, para alien kembali datang dan hendak melukai Mila. Via berteriak kencang untuk membangunkan Mila. Bangun Ciripa!

Mila masih tertidur nyenyak, telinganya seakan tertutup tak mendengar teriakan dan panggilan dari Via. Giliran tupai jadi-jadian itu beraksi, dia menggigit tangan Mila. Gigitan itu berhasil membangunkannya.

'Gadis ini sangat susah dibangunkan!' gerutu Dion dalam hati.

"Aduh!" pekik Mia.

Saat mata Mila terbuka, seorang alien sudah berada tepat didepannya dan siap untuk meninju wajahnya. Beruntung Mila pernah meminta skill beladiri permanen, ia pun menggeser tubuhnya kesamping untuk menghindari pukulan itu. Mila bangkit berdiri dan memasang kuda-kudanya.

Kali ini yang datang sekitar 8 alien, Karmila merasa kewalahan melawan mereka sendirian. Salah satu alien memukul perut Mila keras, membuatnya terpental cukup keras. Anjing kecil itu pun menggeram melihat Mila yang terkena pukulan.

Anjing itu mulai berubah bentuknya, ia tidak lagi imut dan kecil. Badannya menjadi 100 kali lipat besarnya dengan gigi yang lebih tajam dan bulu yang menyerupai serigala. Kukunya menjadi sangat tajam, matanya menyala merah.

Karmila terkejut melihat perubahan dari anjing kecil itu. Anjing itu mulai maju menyerang para alien. Satu persatu dari mereka menghilang saat tergigit oleh anjing itu.

Kebrutalan anjing pudel itu membuat 8 alien itu pun menghilang. Lagi-lagi tuxido bertopeng tak jadi menampakkan dirinya. Karmila dapat mengatasi masalahnya sendiri.

Saat semua alien menghilang, anjing itu kembali menyusut. Karmila memeluk anjing itu dan memastikannya baik-baik saja. Mila memutuskan untuk kembali dengan menggendong mini pudel itu.

Hari sudah sore saat Mila sampai di rumah, dia menunggu sang nenek datang di halaman rumahnya sambil memberi makan dan minum anjing lucu itu. Tak lama kemudian si nenek datang, dia mengucapkan banyak terimakasih saat melihat anjingnya lebih ceria dari biasanya.

Deon tersenyum melihat keberhasilan Mila, ia berada di pundak Mila. Lagi-lagi Mila mencium aroma wangi yang menguar dari tubuh tupai itu.

"Kamu wangi banget sih. Aku kan jadi pingin meluk kamu terus," ucap Mila yang tengah memeluk erat tupai itu.

Tanpa Mila tau, tupai itu pun sangat senang mendapat pelukan dari orang yang di cintainya. Oh, Othor lupa, si Deon belum tau apa itu cinta.😅

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!