"A,apa?! Bagaimana bisa?!" teriak Karmila.
"Via! Via!" Karmila berteriak memanggil Sylvia dengan panik.
Ada apa Ciripa?! Pagi-pagi berisik banget sih?!
"Aku ... aku kok bisa masih ada di dalam game?" tanya Mila panik.
Si Bos yang tarik loe ke sini, santai saja. Dunia ini sama dengan dunia mu, apapun yang kamu lakukan di sini akan terjadi juga di dunia nyata.
"Kok bisa? katanya yang traveling cuma otak aku? apa jangan-jangan aku udah mati?!"
Loe nggak mati dan nggak mungkin mati sebelum bos gue yang mutusin.
"Bos kamu bukan Tuhan kan?"
Bukanlah Ciripa.
"Eh, kalo gitu tunjukin dong wujud kamu."
Beneran? jangan pingsan!
"Iya, iya."
Kerlipan cahaya muncul di hadapan Mila, semakin lama menampakkan suatu benda berbulu.
"Aaaa ... kamu imut babget Via." Teriak Mila.
Karmila pun memeluk Sylvia dengan erat, dia menempelkan pipinya pada bola bulu halus dan lembut itu.
Cukup Ciripa! Panggil aja si Bul-bul kalo loe mau uyel-uyel, jangan gue.
"Kamu gemesin banget sih, bisa-bisa aku pingsan karena gemas."
Mending loe fokus sama misi hari ini deh, loe belum mandi dan makan. Buruan loe siap-siap!
Karmila segera berlari menuju dapur untuk memasak sarapan kemudian bergegas untuk membersihkan dirinya. Setelah semua selesai, Karmila mencari tas butut kesayangannya. Tasnya sudah tidak ada, yang ada tas selempang mungil berwarna ungun. Mila menyambarnya melihat jam di dinding sudah pukul 7 pagi.
Dia membuka ponselnya,
Misi ke-4 : Mencari kalung yang hilang.
"Kalung siapa? ilangnya di mana?"
*Nanti bakalan si boss kasih tahu. Kamu pilih dulu mau pake skill apa? Skill hari ini :
- Bernafas dalam air
- Berenang cepat
- Senjata super*
"Pilihan yang sulit, sepertinya akan berurusan dengan air. Kalau aku nggak pilih nafas dalam air, pas nyelem gimana? kalo aku pilih yang pertama, nanti aku bisa celaka kalau ada alien seperti kemarin."
Dipikir dulu, loe masih punya 3 skill gratis dan CS buat beli item.
"Oh iya, dari kemaren mau nanya. Aku bisa pilih apapun di item?"
Betul.
"Apapun?" Mila memastikan.
Iya Ciripa ... Apapun. System mulai gemas.
"Oke, aku minta skill yang pertama deh."
As you wish
Beberapa menit kemudian Mila membuka matanya, dia bersiap berangkat. Dengan bantuan dari System, dia akhirnya sampai di tempat yang dituju. Terlihat hamparan biru membentang dengan angin yang sedikit kencang.
Karmila berteriak kencang, dia sangat bahagia dapat melihat laut. Baginya, ini adalah pemandangan yang langka. Via mengajak Mila untuk masuk kedalam air.
Ia melangkah dengan ragu-ragu, beberapa orang menghalangi Mila untuk berenang ketengah laut. Mila memberontak melepaskan diri, dia memakai teknik berenang yang sering ia gunakan di sungai dekat rumahnya di kehidupan nyata. Orang-orang memegang tangan Mila dan membawanya ke tepi pantai.
Loe kagak pake perlengkapan diving, loe juga nggak naik perahu dulu.
"Nah kamu yang ajak aku untuk masuk aja ke sana kan?" Mila berkata dengan keras, beberapa orang yang membawanya saling pandang. Mereka mengira jika Mila adalah orang gila.
Kagak ada yang bisa lihat dan denger gue selain loe.
"****!" umpatnya.
Karmila meminta maaf atas perbuataannya dan berkata jika dia baik-baik saja. Dia bergegas berjalan ke balik batu karang, disana ia meminta item dari Via.
"Aku mau perlengkapan diving tapi nggak usah pake oksigen, kan udah ada skill."
Oke. Pakaian diving, kacamata, dan sepatu katak. Total semuanya 50 CS.
"What?! mahal bener, kagak ada diskon? atau barang bekas gitu?"
Gini ya Ciripa, kalo gue kasih loe diskon yang ada gue jadi bangkrut!
"Astagaaa ... jadi sistem juga berniaga?"
Ya iyalah.
"Ya udah, bonusin boatnya aja ya. Cuma anterin ke tengah laut doang, setelah itu aku renang aja biar hemat," tutur Karmila.
Oke, gue kasih loe tumpangan.
"Makasih Via imut." Karmila memeluk erat benda berbulu itu.
Lepasin gue Ciripa! Let's go!
Karmila pun di bawa menuju tengah laut, dia terjun dan melambai kepada pemilik boat tanda jika dia tidak membutuhkannya lagi. Karmila menyesuaikan gaya berenangnya, ia terus menggoyangkan kakinya mencari keberadaan kalung itu. Via dengan setia memandunya mencari kalung tersebut.
"Via! ada baby shark." Mata Karmila berbinar. Mereka kembali melanjutkan perjalanan.
"Via! itu Dory! Imut banget!" Karmila mengejar Dory dari finding Nemo.
Ciripa!!!!
Mereka kembali melanjutkan perjalanan, mengharuskan mereka untuk turun lebih dalam menuju palung laut. Karmila sedikit ragu, ia menelan salivanya kasar. 'Kalo sampe gagal, mati aku disini' batin Mila.
Dia menyalakan lampu yang berada di atas kaca mata selamnya. Pemandangan di depannya sedikit mengerikan, sebuah bangkai kapal yang karam. Karmila berenang mendekati kapal tersebut, dia seperti mengenal kapal itu. Dibacanya tulisan pada badan kapal yang berbunyi 'TITANIC'. Karmila menutup mulutnya tak percaya.
Buruan loe masuk ke dalam.
Karmila masuk kedalam kapal dengan memeluk Via. Keadaan di dalam kapal itu sangat gelap, kayu-kayu yang lapuk seperti siap menindih badan Mila. Karmila berjalan perlahan mencari pijakan kaki yang pas untuknya, beberapa ikan melewati tubuhnya membuatnya sedikit merinding.
Tidak ada tanda-tanda kalung yang di maksud, Mila tiba-tiba teringat film Titanic. "Kalung itu mungkin ada di dalam kamar Rose."
Coba aja loe cari.
Mila berusaha mengingat-ingat film itu dan tata letak kamar Rose. Beruntung kamar Rose tidak berada di dek paling bawah. Suasana yang mencekam dan sendirian membuat nyali Mia kembali ciut.
Kenapa Ciripa?
"I, itu ... apa?" bisik Mila.
Apa?! Gue kagak bisa lihat apa-apa! arahin senter loe!
Karmila mengarahkan senternya, pada sesosok bayangan di ujung lorong. "Aa ... apa itu?"
Kalo pingin selamat ... lari!!! teriak sistem
Karmila bergegas melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Rose dan segera menutup pintunya. Tetapi, alien lainnya yang tengah mencari keberadaan kalung itu menoleh kearah Mila secara bersamaan. "Aaaaaaa!!!!"
Inget! Loe nggak boleh takut Mila! Loe udah sejauh ini, mau duit nggak Loe?!
Mendengar kata uang membuat semangat Mila kembali berkobar. Ia mengambil seonggok kayu yang tergeletak disana dan mengayunkan ke arah para alien itu, mereka saling bertatapan dengan wajah bingung. Mereka tidak menyangka jika manusia akan seberani itu.
"Minggir kalian para alien pengganggu! jangan ambil uangku!" teriak Mila.
Mila menerobos masuk kedalam dan mengambil kalung yang sedari tadi sudah bersinar dihadapannya. Dia melihat ada lobang pada dinding kamar itu yang dapat membawanya keluar. Sayangnya kakinya di pegang oleh salah satu alien.
"Via! aku butuh pintu kemana saja sekarang!"
A,apa?! sekarang gantian System yang tergagap.
"Sekarang Via!"
Sylvia mengeluarkan pintu kemana saja (kalian tahu lah ya dari mana pintu kemana saja ini😆). Mila membuka pintu itu sekuat tenaga dan segera menutupnya kembali saat sudah sampai di dalam ruangan. Pintu itu bergetar, membuat Mila panik.
"Kenapa masih bengong?! Cepat lenyapkan pintu itu Via!" teriak Mila.
Sylvia segera melenyapkan pintu kemana saja itu, mereka berdua akhirnya menghembuskan nafas lega. Mila sekarang berada didalam kamarnya yang menjadi basah akibat air laut tadi.
"Harusnya tadi aku bayangin halaman depan rumah."
Loe kok bisa mikirin pintu kemaja saja sih? tanya sistem penasaran.
"Sepanjang perjalan yang aku lihat karakter film kartun, otakku tiba-tiba aja inget pintu kemana saja. Untung aku sering menontonnya dulu."
Bocah gemblung!
Kenyataannya semua adalah riil, hanya saja si Bos membuat semuanya tampak lucu agar Mila tidak merasa takut. Sekarang si Bos sedang duduk bersandar di kursi kebesarannya dengan senyum puas yang terkembang.
🚨Warning allert!!🚨
Halo readers, yang doyan romansa apalagi berondong silakan dikunjungi karya teman aku. Awas!! Bocil dilarang ngintip!!!!p
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Ryoka2
Lucu lucu serem😭🤣
2022-05-23
1