8

Lagi, laki-laki asing atau tuxido bertopeng itu datang dan membalut luka Mila dalam diam. Tidak ada yang tahu, mereka semua terlelap. Karmila sedikit meringis kesakitan, tetapi belaian lembut tangannya membuat Mila kembali tertidur.

Pengobatan telah selesai, ia pun mengecup kening Mila dan segera pergi. Keesokan paginya, Mila terbangun dengan wajah keheranan. Dia seperti sedang mencari sesuatu.

Cari apa Ciripa?

"Tuxido bertopengku, semalam aku mimpiin dia datang ke sini."

Mimpi doang kali.

Karmila melihat tangannya yang telah di balut perban. "Nggak, aku nggak mimpi. Semalam dia beneran kemari." Mila memperlihatkan tangannya pada Via.

Udah, mending loe siap-siap dari pada mikir si pengganggu itu.

"Eh, eh, jangan bilang pangeranku pengganggu dong." Mila tidak terima.

Ciripa! buruan deh kamu siap-siap! Gue nggak mau lihat bos marah besar dan hancurin bumi kamu seperti meremas biskuit!

"Ngeri amat bos kamu." Karmila bergidik ngeri.

Anzel sudah keluar dari dapur membawa beberapa makanan untuk mereka sarapan bersama. Anzel berkata jika dia ingin kembali ke kota. Selama ini dia di culik dan disembunyikan oleh nenek penyihir karena mempunyai suara yang bagus.

Karmila berjanji akan mengembalikannya ke kota. Mila beralih melihat ke arah ponselnya.

Misi ke- 7 : Terbang.

"Wah gila seh ini! Apa bos kamu nggak pernah mikir kalo aku ini perempuan? masih muda dan cantik lagi. Seandainya aku ko'it gimana?"

Si bos kagak mungkin biarin itu terjadi.

Tanpa disadari Mila, seruannya itu telah di dengar oleh Deon. Deon segera memberi instruksi kepada Elvan untuk membawanya masuk ke dalam dunia buatannya itu sebagai sesuatu yang tidak mencolok.

"El, masukkan aku ke dalam sana."

"Are you serious boss?" tanya Elvan.

"Sekarang!" perintahnya.

Dengan segera Elvan memasukkan Deon ke dalam sana dengan wujud tupai. Deon menatap dirinya sejenak, kemudian dia mengangkat tangannya dan mencicit. "Bagus juga kalau si Bos jadi Tupai. Aku tidak perlu mendengan omelannya lagi." Elvan terkekeh geli.

Deon segera memanjat menara itu menuju bahu Mila. Mila kaget dengan kedatangan Deon, bukannya takut. Mila justru memeluk dan menempelkan tupai itu ke dadanya, menbuat Deon mabuk dan mematung.

"Nih tupai lucu banget, boleh kita bawa kan Via?"

Loe bawa seumur hidup pun boleh.

Karmila bersorak gembira, tiba-tiba sorakannya terhenti saat langit menjadi sangat gelap dengan hembusan angin yang kecang. Karmila melongokkan kepalanya keluar jendela, seekor naga telah bertengger di menara tersebut. Mila cepat-cepat menarik kepalanya masuk.

"Via, kok bisa ada naga sih? mana serem lagi, perintah hari ini terbang. Maksudnya terbang pake naga?"

Ya loe pikir sendiri, misi udah muncul bersamaan dengan naga itu.

Tuxido bertopeng yang melihat situasi Mila merasa kasihan, ia tidak ingin terjadi apa-apa lagi pada Mila. Orang itu memutuskan untuk merubah penampilan naga tersebut menjadi lucu, baik, dan dapat berbicara. Dia mengeluarkan sebuah keyboard transparant, dengan licah dia memainkan jarinya.

Tidak lama kemudian Naga itu berubah menjadi seperti yang dia buat. Deon merasa heran, dia tidak memberi instruksi apa-apa kepada Elvan perihal naga tersebut. Kenapa bisa diganti secepat itu? Deon menyimpulkan jika orang yang membantu Mila sebelumnya adalah seorang hacker.

Sang naga kembali mengintip dari jendela, ia berkata jika dirinya lapar dan meminta sepiring makanan. Mila melongo melihat naga yang berubah lucu dan dapat berbicar dengan sopan itu. Mila mendekat dan menyentuh naga itu, kulitnya dingin.

Mereka terlibat sedikit pembicaraan. Sang nada berkata jika namanya adalah Drag dan sedang lapar mencari makan. Mila pun memperkenalkan dirinya, ia juga meminta Drag untuk mengantarnya turun dari menara itu jika boleh. Drag mengangguk setuju.

Betapa membagongkannya misi tidak masuk akal kali ini, beruntung Hacker itu membantu Mila. Jika dia tidak merubah naga itu, dapat dipastikan pertarungan akan terjadi dan menyebabkan Mila terluka lagi. Anzel keluar membawa 2 ember berisi ayam yang sudah ia masak.

Aromanya sangat lezat, membuat Drag membuka mulutnya otomatis. Ember itu Mila lemparkan kedalam mulut Drag, sekejap kemudian mulut Drag kembai kosong. "Baiklah, apa yang dapat kubantu?" ucap Drag.

"Aku ingin kau membawa kami terbang hingga ke bawa sana, kemahku berada di tepi sungai." Karmila menunjuk sungai yang jauh di depannya, tetapi masih terlihat walaupun kecil.

Drag menyanggupi permintaan Mila. Mereka semua telah naik ke atas punggung Drag, kecuali si Hacker yang pastinya bisa berpindah dengan leluasa hanya bermodalkan gawainya saja. Drag mulai mengepakkan sayapnya.

Mila dan Anzel berpeganggan erat pada kulit kasar Drag. Beruntung kulitnya bertekstur sehingga memberi cengkraman pada Mila dan Anzel. Drag mengepakkan sayapnya dan terbang semakin tinggi.

Mila berteriak sangat kencang, ini adalah pengalaman yang indah. Seumur hidup ia tidak pernah merasakan hal ini, Mila tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia meminta Drag untuk berkeliling.

Mila menyerukan perasaannya yang sangat gembira dan bebas. "Wohoooo!!! ini sangat indah sekali!" teriak Mila.

Drag membawa mereka terbang rendah di atas permukaan air danau. Tangan Mila terulur menyentuh air yang sangat bening itu. Sekali lagi Mila berteriak saat Drag tiba-tiba membawanya masuk kedalam air dan sedetik kemudian mucul lagi kepermukaan.

Mereka tertawa bersama, tetapi tupai itu sedari tadi memasang wajah terjeleknya. Bahkan tupai tersebut alias Deon, menggigit Drag berkali-kali tetapi tidak membuahkan hasil apa-apa. Kini mereka sudah sampai di perkemahan Mila dengan badan yang basah kuyup.

Mila memeluk Drag untuk yang terakhir. "Makasih Drag, bisa nggak aku ketemu kamu lagi?" tanya Mila.

"Tentu saja bisa, kunjungi aku kapanpun disini." ucapnya seraya terbang meninggalkan Mila.

Mila mengajak Anzel untuk berganti pakaian di dalam kemah. Mila meminjamkan 1 stel pakaiannya untuk Anzel, dia membawa beberapa cadangan pakaian. Beberapa saat kemudian kemah telah di gulung rapih dan seluruh peralatan telah di kemas.

Mila dan Anzel bermaksud untuk turun gunung. Mila memberi sebuah tongkat kepada Anzel saat ia melihat An sedikit kesulitan menuruni lereng gunung itu. Perlahan tapi pasti, akhirnya mereka telah sampai di rumah Mila dengan selamat.

Tidak ada skill yang digunakan hari ini sebab Hacker membuatnya menjadi sangat mudah. Mila dan Anzel langsung roboh, mereka berdua tertidur dengan pakaian gunung yang masih menempel. Deon meminta El untuk mengubah wujudnya.

Dalam sekejad mata Deon berubah menjadi manusia. Ia melepas sepatu Mila dan membasuhnya dengan air hangat. Ia juga menyeka wajah Mila, dan melepas jaket gunungnya itu.

Deon tidak peduli pada Anzel, dirinya bahkan tidak mau membetulkan posisi tidur Anzel. Tuxido bertopeng yang hendak masuk itupun mengurungkan niatnya melihat Deon berada di sana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!