2

“Udahlah nyerah aja!” Karmila membanting ponselnya ke atas kasur kapuk yang sudah sangat tipis itu. Dia merasa hidupnya dalam keterpurukan, Karmila menghembuskan nafasnya kasar. Dia berpikir apa yang salah di dalam hidupnya, dia adalah anak yang rajin dan soleh. Karmila juga berbakti kepada kedua orang tuanya, tidak pernah membangkang bahkan bekerja bagi kelangsungan hidup keluarganya.

 

Di titik terendahnya inilah seorang alien yang datang dan sedang mempelajari kehidupan di Bumi memilihnya untuk menjadi bahan observasi. Sejauh mana manusia akan bertindak demi uang yang menjadi prioritas utama bagi umat manusia. Mila meratapi nasibnya hingga tenggelam dalam dunia mimpi.

 

Keesokan paginya, Mila dibangunkan oleh notifikasi pada ponselnya. Lagu ‘Places of Soul’ terus melantun, membuat Mila membuka matanya terkejut. Ia ingat jika kemarin kuotanya telah habis. ‘Kok masih bisa nyambung sih game nya?’ batin Mila.

 

Dia beranjak dari tidurnya dan meraih ponsel bututnya. Mila mengecek kuotanya, tertulis 0gb. Mila berpikir jika mungkin itu hanya kesalahan atau halusinasinya, tetapi alunan lagu ‘Places of Soul’ kembali mengalun.

 

Mila memandangi ponselnya dengan heran, ia membolak-balik ponselnya itu. “Nggak ada masalah, nggak ada kuota, tapi kok bisa nyala?” Mila masih terheran-heran.

Selamat pagi nona, harap lanjutkan permainan anda.

“Eh? Suara siapa itu?” Mila melongok keluar jendela, tetapi dia tidak mendapati siapa-siapa di sana.

Permainan akan dimulai sebentar lagi.

“Jangan-jangan ada maling?” Mila melihat sekeliling ruangan dengan panci di tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih memegangi ponselnya.

Hidupin layar ponsel loe! Gue sistem! Buset, hari pertama kerja gini amat ya.

Karmila melompat kaget mendengar teriakan itu.

“Ssistem? Ponsel?” Mila melihat layar ponselnya.

Ponselnya tidak menampilkan walpaper oppa korea, tetapi berwarna merah muda penuh dengan

gambar diagram gelombang suara. Diagram itu bergerak naik turun saat suara itu terdengar lagi.

Udah tau kan sekarang kalo gue ini sistem? Dah, mending loe mainin game yang kemarin.

“Kok kamu bisa ngobrol sama aku? Aku kan nggak punya kuota.”

Gini ya ciripa ... loe tinggal hidupin nih hape, terus loe mainin game yang kemaren. Nah, nanti klo misi loe sukses bisa dapet duit.

“Uang?” Karmila menjadi sangat bersemangat saat kata-kata uang ditangkap oleh telinganya.

“Eh, tapi aku harus kerja dulu. Nanti pulang kerja aku main deh.”

Nih anak begonya kebangetan dah! Mulai sekarang loe kerjanya sama bos gue, selesaiin misi buat dapet duit.

“Baru kali ini ada operator yang ngomongnya gaul banget.”

Eyalah gue geul, gue bukan robot biasa. Udah, mandi terus sarapan, jangan lupa cas hape loe.

“Sistem kok bawel banget.”

Mandiiii!!! Teriak sistem.

Karmila terlonjak kaget dengan suara yang keras dari ponselnya itu. Di dalam kamar mandi dia merenung dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Laki-laki itu tertawa pelan melihat interaksi antara sistem dengan kelinci percobaannya. Dia tidak menyangka percobaan kali ini akan sangat menarik. “Sejauh mana rasa cintamu akan uang kelinci kecil,” ucapnya.

Di dalam kamar mandi Mila sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.

‘Kok bisa aku ngobrol sama hape, apa aku masih di dalam mimpi?’ Batin Mila.

Byur! Dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin.

‘Uhh ... dingin banget, tandanya aku nggak mimpi. Semoga kali ini keberuntungan berpihak padaku.’

Karmila melanjutkan acara mandi dan segera sarapan. Hari ini seperti kebiasaannya, tas selempang buluk sudah bertengger di bahunya. Dia duduk di kursi plastik yang sudah pudar dan rapuh itu, tangannya meraih ponsel jadulnya.

Lama banget sih loe Ciripa!

“Maaf, tapi namaku bukan Ciripa, aku Karmila.”

Iya ... iya Karmila, sekarang loe buka aplikasi permainan kemarin.

Karmila melakukan apa yang di perintahkan oleh sistem, ia membuka aplikasi permainan itu. Muncul satu notifikasi,

Misi 1 : Mengumpulkan 10 batu giok asli.

Karmila menjatuhkan rahangnya, bagaimana bisa dia membedakan batu giok asli.

Awas ileran! Ayo Ciripa, kita let’s go!

“Tunggu dulu, aku nggak bisa bedain giok asli atau palsu.”

Oh iya gue lupa, nih gue jelasin tapi loe dengerin baik-baik.

Di sini, di awal permainan, pemain akan mendapatkan 3 skill gratis dan 100 Coin System atau disebut juga CS. Kamu dapat memakai 3 item gratis sekaligus atau menyimpannya. Coin System dapat digunakan untuk membeli item atau mengupgrade skill. Item yang muncul saat misi adalah item yang dapat dan berguna saat itu, jadi kamu tidak dapat membeli item di luar ketentuan sistem saat misi berlangsung.

Jika kamu dapat menyelesaikan misi dengan baik dan pemimpin telah mendapatkan apa yang dia minta, maka imbalan uang dan Coin System akan kamu dapatkan.

Dah, ngerti nggak loe?

“Lah, tadi waktu ngasih penjelasan enak banget dengernya. Begitu selesai kenapa suaranya berubah cempreng?”

Jangan ngajak ribut, loe mau duit kagak?

Karmila menganggukkan kepalanya, sedetik kemudian dia menjawab. “Iya aku ngerti.”

Nah skill yang di tawarkan hari ini adalah :

-          Pandai bernegosiasi

-          Mata super

-          Lari cepat

 

“Kok ada lari cepat?”

Ya ... kali aja loe mau nyolong. Sistem tertawa terbahak-bahak.

“Astaga sistem, ketawamu jelek sekali.”

Cukup! Loe mau pilih apa?

“Aku milihnya nanti aja bisa nggak? Lihat situasinya dulu.”

Nggak bisa gitu Ciripa, gue kan kudu ngeupgrade loe dan itu nggak boleh ada yang tahu.

“Upgrade? Emangnya aku ini robot?”

Gini ya Ciripa, loe tinggal pilih, gue upgrade loe terus selesaiin misi loe. Masalah caranya, cuma si boss yang tau.

“Oke, oke ... aku pilih, mmm ... mata super aja deh.”

Binggo! Sekarang loe merem.

Seketika badan Karmila bersinar, badannya terasa hangat. Beberapa menit berlalu, rasa hangat itu berangsur-angsur menghilang. Anehnya Karmila merasa biasa saja.

“Kok aku nggak ngerasain apa-apa ya? Cuma sedikit hangat.”

Ciripaaa!! Tutup mulut, ayo berangkat!

Karmila refleks keluar dari rumahnya dan berlari kencang karena kaget mendengar bentakan sistem yang seperti berada di samping telinganya.

Kakinya melangkah menuju tempat dia mencari uang, yaitu pasar. Dia melangkah mencari pedagang batu akik yang baginya sama dengan giok.

“Permisi pak, mau lihat-lihat batunya pak.”

“Oh boleh, silakan. Kamu mau cari batu yang bagaimana?” tanya pedagang akik itu.

“Nggak tau juga pak, masih cari yang srek aja.”

“Si mbak nya kayak cari jodoh aja, nunggu yang srek.”

Karmila hanya tersenyum menanggapi bapak itu, matanya dari tadi melihat-lihat batu yang ada. Tetapi, tidak ada satupun yang memiliki tanda-tanda giok asli. Karmila mencari penjual lainnya.

Saat melihat-lihat, dia melihat ada beberapa batu yang bersinar dimatanya. Sejenak dia tampak takjub, Mila kemudian menunjuk batu-batu itu.

“Semuanya 300.000 mbak,” kata si penjual.

“Apa?!” Mila refleks menutup mulutnya.

“Sebentar ya pak.” Mila berjalan sedikit menjauh, dia mengambil ponselnya dan berbicara dengan sistem.

“Hei sistem, aku beli batu-batu itu pake uang siapa?” tanyanya.

Ya pake uang kamu lah Ciripa.

“Uang aku mana ada 300.000.”

Oh, aku lupa kasih tau. 1 coin system sama dengan 50.000.

“Jadi aku bisa ambil uang dari kamu?”

Udah buruan ke ATM, tempelin layar hapemu ke layar lcd mesin ATM.

Karmila bergegas menuju ATM terdekat, dia melakukan perintah sistem. Benar saja, dari mesin itu keluar uang sejumlah 1.000.000. Karmila kembali menemui pedagang tadi, setelah terjadi tawar menawar yang sengit, akhirnya Mila mendapatkan 4 batu giok dengan harga 200.000.

Berikutnya, Mila melihat pedagang lainnya yang berjualan kalung dan cincin. Mila melihat sebuah kalung yang berkilau. ‘Itu kan ada 5 mata dalam 1 kalung, lumayan lah bisa hemat,’ batin Mila.

Tersisa 1 batu giok lagi, Mila telah berkeliling pasar tetapi dia tidak menemukannya.

Karmila berjalan keluar dari pasar, dia mencoba bertanya kepada sistem.

“Sistem, kurang 1 batu lagi. Kira-kira, kamu tau nggak giok itu ada di mana?”

Terkadang batu giok tidak selalu terlihat indah.

“Batu giok tak selalu indah ... tak selalu indah.” Mila bergumam sambil berjalan.

Tiba-tiba saja kakinya terantuk batu, ternyata kakinya telah membawa Mila menuju tepi sungai dengan banyak batu kerikil. Dia melihat ada sesuatu yang menyembul keluar dari salah satu batu. ‘Cuma batu, tapi kok bersinar?’ batin Mila seraya mengamati batu tersebut.

Kemudian dia bermaksud untuk melempar batu itu ke permukaan tanah. KRAK! Suara yang nyaring terdengar, seketika cahaya yang keluar dari batu itu semakin terang.

“Sistem, lihat! Koleksi batu giokku udah lengkap,” ucap Mila kegirangan.

Sesampainya di rumah, Mila meletakkan semua batunya di atas meja. Sistem mulai membaca sesuatu, Batu giok itu tiba-tiba melayang dan kemudian menghilang. Mila berkali-kali mengucek matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Ke mana batu-batu itu pergi?” taya Mila heran.

Ke tempat bos gue, dah mending loe mandi terus tidur.

“Aku belum makan, perutku sangat lapar sekali.”

Astaga, aku lupa kalo kamu itu manusia.

“Kamu gimana sih?! Dah aku mau keluar beli makanan dulu.”

Akhirnya Mila makan di warung dekat rumahnya, menu andalan anak-anak adalah mie ndog alias mie telor. Setelah itu, Mila bergegas membersihkan tubuhnya dan berangkat ke alam mimpi. Keesokan paginya, Mila tidak lagi dikejutkan oleh notifikasi dari ponselnya tetapi dia dikejutkan oleh suara ketukan pintu.

Alangkah terkejutnya Mila saat dia membuka pintu, segala bentuk sembako telah berada di teras depan rumahnya. Mila celingukan mencari siapa pengirimnya, tetapi nihil. Dia berusaha memindahkan berbagai macam sembako itu ke dalam rumah.

Terpopuler

Comments

Ryoka2

Ryoka2

Btw, aku juga ada cerita yang tentang sistem nih, judulnya Arabella dan sistem Kecantikan 🥰

2022-05-16

1

Ryoka2

Ryoka2

Menarik banget nih sistemnya, aku suka😂👍

2022-05-16

1

Ryoka2

Ryoka2

Wkwk ketawa Mulu aku😭

2022-05-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!