"Baiklah saya akan berbicara sebentar untuk mewakili Daisy. Jadi begini Tuan, anda menjemput Daisy untuk anda jadikan sebagai apa? Seorang istri atau seorang pelayan. Jika hanya sebagai seorang pelayan, saya yang paling pertama pasang badan untuk tidak mengijinkan anda membawa Daisy pulang ke Indonesia. Namun, jika anda menjemput Daisy untuk anda jadikan sebagai istri, maka saya ikhlas jika Daisy pulang saat ini bersama dengan anda, tetapi anda harus berjanji untuk memperlakukan dia layaknya seorang istri. Bagaimana? Anda setuju dengan persyaratan ini?" tantang bibi Linlien.
Excel menatap Daisy tajam. Sepertinya saat ini Daisy sudah tidak bodoh lagi, buktiknya dia sudah pintar untuk mengambil keuntungan dalam kesempatan. Excel masih terdiam, dia masih memikirkan apa keuntungan dan kelebihan menerima persyaratan tersebut.
"Jika anda tidak setuju, dengan berat hati Daisy tidak bisa anda bawa pulang," lanjut bibi Linlien lagi.
"Baik saya setuju. Ayo pulang sekarang!"
"Tunggu Tuan, ada yang ketinggalan." Bibi Linlien berlari ke dalam kamar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.
"Sebelum anda membawa Daisy pulang tolong baca perjanjian tertulis ini dan jika anda setuju silahkan tanda tangan."
Bibi Linlien menyodorkan kertas putih bertuliskan sebuah perjanjian tertulis untuk mencegah Excel bertindak semena-mena kepada Daisy.
Adapun isi poin tersebut adalah :
Excel harus memperlakukan Daisy layaknya seorang istri bukan pelayan. Menafkahi lahir dan batinnya.
Memperlakukan Daisy dengan baik, tidak boleh ada kekerasan dalam rumah tangga mereka.
Memberikan tempat yang layak.
Jika tidak mencintai Daisy, segera ceraikan saja, dari pada hanya menyakiti Daisy.
Begitu kurang lebih isi perjanjian yang harus di tanda tangani oleh Excel.
Excel memutar bola matanya sambil menatap Daisy yang mencoba untuk tersenyum kepada dirinya. Sudah bisa Daisy tebak jika Excel akan merasa keberatan terhadap isi poin perjanjian tersebut karena itu semua hanya akan merugikan Excel.
"Baik saya setuju jika. Tidak masalah untuk poin pertama. Yah ... itung-itung tidak usah menyewa wanita ja.la.ng karena ada yang bisa memuaskan. Poin kedua dan ketiga saya juga tidak keberatan. Untuk poin keempat itu tidak akan pernah terjadi sebelum aku puas menyaksikan dia," kekeh Excel, kemudian segera membubuhkan tanda tangannya.
Daisy terbelalak tak percaya jika Excel menyetujui perjanjian tersebut dan dia juga merinding saat Excel menyebutkan poin kelima.
"Puas? Sekarang ayo pulang!"
******
Saat ini Daisy sudah berhasil dibawa oleh Excel kembali ke Jakarta. Meskipun berada dalam satu mobil, tetapi kedua duduk berjauhan. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya. Bukan tanpa sebab, Daisy mendadak mual saat berdekatan dengan Excel. Mencium aroma parfumnya saja sudah membuat perutnya bergejolak apalagi di tambah pewangi mobil yang sangat menyengat.
"Pak, berhenti sebentar!"
Mobil pun berhasil menepi di pinggir jalan. Daisy segera bergegas untuk keluar. Lagi-lagi dia harus mengeluarkan cairan bening dari dalam perutnya. Excel hanya menarik kasar nafasnya melihat Daisy seperti sedang kesakitan.
Excel mencoba untuk tidak peduli, tetapi relung hatinya merasa sedikit iba melihat Daisy yang terlihat lemas.
"Minumlah!" Lagi-lagi Excel menyodorkan air mineral untuk Daisy.
Daisy tidak peduli, ia segera menyerobot lalu menenggaknya sebagai untuk berkumur-kumur.
"Selama satu bulan menghilang ternyata kamu sekarang penyakitan ya? Sepertinya kamu harus menjalani karantina terlebih dahulu. Aku takut kalau ternyata kamu membawa banyak virus ke rumah ku nanti," ucap Excel.
"Pak bisa buang pengharum mobil itu?" pinta Daisy kepada sang supir.
"Baik Nona."
"Tidak! Jangan kira karena aku mau menandatangani perjanjian itu kamu bisa seenaknya seperti ratu! Di sini aku yang berkuasa, tanpa persetujuan dari ku tak ada yang boleh untuk mengambil keputusan sendiri!" Excel terlihat geram, saat Daisy sudah lancang berani untuk memerintahkan sopirnya.
"Baiklah jika tidak boleh, biar aku saja yang mengalah. Pak, berhenti disini, aku mau naik taksi aja." Daisy segera keluar saat mobil sudah berhenti.
Excel semakin geram karena Daisy sudah berani membangkangnya saat ini. Hanya karena masalah pangharum mobil Daisy marah dan memilih keluar dari dalam mobilnya.
Di bawah terik panas, Daisy mencoba untuk menyetop taksi yang lewat, tetapi sepertinya tak ada tanda-tanda ada taksi yang lewat.
Excel yang merasa sangat geram memilih meninggalkan Daisy begitu saja tanpa ingin tahu kesehatannya lebih dalam.
"Tuan, apakah sebaiknya kita putar balik lagi karena di tempat ini tak akan ada taksi yang lewat jika tidak di pesan," saran sopirnya.
"Biarkan saja seperti itu. Dia sudah berani menentang ku, dia pikir aku akan segera pindah haluan dan menjemputnya kembali?" kesal Excel.
"Tapi Tuan ... seperti Nona sedang sakit. Apakah anda tidak melihat wajahnya yang pucat?"
Ucapan sang sopir sama dengan ucapan Sherly tempo hari yang mengatakan bahwa Daisy sedang sakit. Dengan berat hati Excel-pun menyuruh sopirnya untuk putar arah. Baiklah kali ini Excel mau bermurah hati. Bisa saja apa yang di katakan oleh sopirnya benar jika Daisy memang sedang sakit.
Namun, hal yang tak terduga terjadi. Saat mobilnya hendak mendekat ke arah Daisy tiba-tiba dua orang lelaki bertubuh kekar sedang menyeret paksa Daisy untuk masuk ke dalam mobilnya. Daisy yang lemah, sekuat apapun dia membereontak ketidak akan berhasil.
"Tuan, Nona Daisy ...," teriak sang sopir, kepada Excel, membuat Excel membulat lebar. "Tunggu apa lagi, kejar sekang!" bentak Excel, saat melihat Daisy sudah dibawa pergi oleh mobil.
Excel mengeretakan giginya sambil mengepalkan tangannya. Matanya sudah memerah akibat darah di kepala sudah mendidih. Tiba-tiba saja dia tidak terima saat Daisy di sentuh dengan pria lain.
"Bisa bawa mobil gak sih? Tambah kecepatan!"
"Baik Tuan."
Excel merasa gusar. Ia kemudian menelepon Sherly untuk segera mengerahkan anak buahnya untuk ikut mengejar orang yang sudah berani menculik Daisy. Apakah mereka sudah bosan hidup sehingga berani mencari masalah dengannya? Apakah mereka tidak tahu siapa wanita yang sedang mereka bawa?
"Tuan, seperti mereka membawa Nona ke luar kota."
Merasa tidak sabar, Excel menyuruh sopirnya untuk turun. Kali ini Excel yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.
"Tadi di tinggal, sekarang baru menyesal kan?" gerutu sang sopir yang sengaja Excel tinggal di pinggir jalan.
"Kurang ajar! Siapa mereka? Berani-beraninya mereka menyentuh wanita milik ku? Apakah mereka tidak tahu sedang berurusan dengan siapa saat ini?" Excel menggerutu sambil mengemudikan mobilnya.
Sementara itu di dalam sebuah mobil Daisy terus memberontak dan meminta untuk berhenti, tetapi mereka semua malah menertawakan permintaan Daisy.
"Kamu pikir kami akan melepaskan mu begitu saja? Tidak! Susah payah kami mencari celah untuk membalas perbuatan suami kamu yang merasa paling berkuasa. Dan ternyata kelemahannya ada pada istrinya. Sayang sekali jika disia-siakan." Kelakar tawa menggema di dalam mobil.
Bukan tanpa alasan Daisy meminta untuk berhenti. Hal yang sama ia rasakan. Ia tidak tahan dengan aroma pewangi mobil yang membuat perutnya bergejolak, apalagi aroma parfumnya dari kedua pria yang ada di kanan-kiri yang semakin membuat Daisy ingin muntah sekarang juga.
"Aku bilang berhenti! Aku mau muntah!" teriak Daisy.
Gema tawa dari ketiga lelaki yang menertawakan ucapan Daisy dan mengacuhkannya tak bertahan lama, karena saat itu juga Daisy mengeluarkan cairan dari dalam perutnya tepat kepada salah seorang yang sedang memegang tangannya .
"Kau!" geram lelaki yang baru saja terkena muntahan Daisy.
"Kurang ajar Kau!" geramnya lagi sambil menghampar wajah Daisy dengan sangat keras.
Sangat panas dan memar. Sudut bibir Daisy telah mengeluarkan darah saking kuatnya gamparan lelaki itu.
Dengan perut yang bergejolak tinggi Daisy juga merasakan wajahnya yang sangat sakit. Ingin rasanya ia menangis karena rasa sakit yang datang bertubi-tubi kepada dirinya saat ini. Wajah Daisy semakin pucat hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.
.
.
.
🌹 Bersambung 🌹
Hayo ... mana jejaknya 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
beby
kasian daisy
2022-12-08
0
kennytytyan
gak Ada yg ngomg kalau daisi hamil
2022-07-07
2
Wirda Lubis
sampai sekejam itu nasib daisy
2022-06-05
2