JHSC 18

"Baiklah saya akan berbicara sebentar untuk mewakili Daisy. Jadi begini Tuan, anda menjemput Daisy untuk anda jadikan sebagai apa? Seorang istri atau seorang pelayan. Jika hanya sebagai seorang pelayan, saya yang paling pertama pasang badan untuk tidak mengijinkan anda membawa Daisy pulang ke Indonesia. Namun, jika anda menjemput Daisy untuk anda jadikan sebagai istri, maka saya ikhlas jika Daisy pulang saat ini bersama dengan anda, tetapi anda harus berjanji untuk memperlakukan dia layaknya seorang istri. Bagaimana? Anda setuju dengan persyaratan ini?" tantang bibi Linlien.

Excel menatap Daisy tajam. Sepertinya saat ini Daisy sudah tidak bodoh lagi, buktiknya dia sudah pintar untuk mengambil keuntungan dalam kesempatan. Excel masih terdiam, dia masih memikirkan apa keuntungan dan kelebihan menerima persyaratan tersebut.

"Jika anda tidak setuju, dengan berat hati Daisy tidak bisa anda bawa pulang," lanjut bibi Linlien lagi.

"Baik saya setuju. Ayo pulang sekarang!"

"Tunggu Tuan, ada yang ketinggalan." Bibi Linlien berlari ke dalam kamar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.

"Sebelum anda membawa Daisy pulang tolong baca perjanjian tertulis ini dan jika anda setuju silahkan tanda tangan."

Bibi Linlien menyodorkan kertas putih bertuliskan sebuah perjanjian tertulis untuk mencegah Excel bertindak semena-mena kepada Daisy.

Adapun isi poin tersebut adalah :

Excel harus memperlakukan Daisy layaknya seorang istri bukan pelayan. Menafkahi lahir dan batinnya.

Memperlakukan Daisy dengan baik, tidak boleh ada kekerasan dalam rumah tangga mereka.

Memberikan tempat yang layak.

Jika tidak mencintai Daisy, segera ceraikan saja, dari pada hanya menyakiti Daisy.

Begitu kurang lebih isi perjanjian yang harus di tanda tangani oleh Excel.

Excel memutar bola matanya sambil menatap Daisy yang mencoba untuk tersenyum kepada dirinya. Sudah bisa Daisy tebak jika Excel akan merasa keberatan terhadap isi poin perjanjian tersebut karena itu semua hanya akan merugikan Excel.

"Baik saya setuju jika. Tidak masalah untuk poin pertama. Yah ... itung-itung tidak usah menyewa wanita ja.la.ng karena ada yang bisa memuaskan. Poin kedua dan ketiga saya juga tidak keberatan. Untuk poin keempat itu tidak akan pernah terjadi sebelum aku puas menyaksikan dia," kekeh Excel, kemudian segera membubuhkan tanda tangannya.

Daisy terbelalak tak percaya jika Excel menyetujui perjanjian tersebut dan dia juga merinding saat Excel menyebutkan poin kelima.

"Puas? Sekarang ayo pulang!"

******

Saat ini Daisy sudah berhasil dibawa oleh Excel kembali ke Jakarta. Meskipun berada dalam satu mobil, tetapi kedua duduk berjauhan. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya. Bukan tanpa sebab, Daisy mendadak mual saat berdekatan dengan Excel. Mencium aroma parfumnya saja sudah membuat perutnya bergejolak apalagi di tambah pewangi mobil yang sangat menyengat.

"Pak, berhenti sebentar!"

Mobil pun berhasil menepi di pinggir jalan. Daisy segera bergegas untuk keluar. Lagi-lagi dia harus mengeluarkan cairan bening dari dalam perutnya. Excel hanya menarik kasar nafasnya melihat Daisy seperti sedang kesakitan.

Excel mencoba untuk tidak peduli, tetapi relung hatinya merasa sedikit iba melihat Daisy yang terlihat lemas.

"Minumlah!" Lagi-lagi Excel menyodorkan air mineral untuk Daisy.

Daisy tidak peduli, ia segera menyerobot lalu menenggaknya sebagai untuk berkumur-kumur.

"Selama satu bulan menghilang ternyata kamu sekarang penyakitan ya? Sepertinya kamu harus menjalani karantina terlebih dahulu. Aku takut kalau ternyata kamu membawa banyak virus ke rumah ku nanti," ucap Excel.

"Pak bisa buang pengharum mobil itu?" pinta Daisy kepada sang supir.

"Baik Nona."

"Tidak! Jangan kira karena aku mau menandatangani perjanjian itu kamu bisa seenaknya seperti ratu! Di sini aku yang berkuasa, tanpa persetujuan dari ku tak ada yang boleh untuk mengambil keputusan sendiri!" Excel terlihat geram, saat Daisy sudah lancang berani untuk memerintahkan sopirnya.

"Baiklah jika tidak boleh, biar aku saja yang mengalah. Pak, berhenti disini, aku mau naik taksi aja." Daisy segera keluar saat mobil sudah berhenti.

Excel semakin geram karena Daisy sudah berani membangkangnya saat ini. Hanya karena masalah pangharum mobil Daisy marah dan memilih keluar dari dalam mobilnya.

Di bawah terik panas, Daisy mencoba untuk menyetop taksi yang lewat, tetapi sepertinya tak ada tanda-tanda ada taksi yang lewat.

Excel yang merasa sangat geram memilih meninggalkan Daisy begitu saja tanpa ingin tahu kesehatannya lebih dalam.

"Tuan, apakah sebaiknya kita putar balik lagi karena di tempat ini tak akan ada taksi yang lewat jika tidak di pesan," saran sopirnya.

"Biarkan saja seperti itu. Dia sudah berani menentang ku, dia pikir aku akan segera pindah haluan dan menjemputnya kembali?" kesal Excel.

"Tapi Tuan ... seperti Nona sedang sakit. Apakah anda tidak melihat wajahnya yang pucat?"

Ucapan sang sopir sama dengan ucapan Sherly tempo hari yang mengatakan bahwa Daisy sedang sakit. Dengan berat hati Excel-pun menyuruh sopirnya untuk putar arah. Baiklah kali ini Excel mau bermurah hati. Bisa saja apa yang di katakan oleh sopirnya benar jika Daisy memang sedang sakit.

Namun, hal yang tak terduga terjadi. Saat mobilnya hendak mendekat ke arah Daisy tiba-tiba dua orang lelaki bertubuh kekar sedang menyeret paksa Daisy untuk masuk ke dalam mobilnya. Daisy yang lemah, sekuat apapun dia membereontak ketidak akan berhasil.

"Tuan, Nona Daisy ...," teriak sang sopir, kepada Excel, membuat Excel membulat lebar. "Tunggu apa lagi, kejar sekang!" bentak Excel, saat melihat Daisy sudah dibawa pergi oleh mobil.

Excel mengeretakan giginya sambil mengepalkan tangannya. Matanya sudah memerah akibat darah di kepala sudah mendidih. Tiba-tiba saja dia tidak terima saat Daisy di sentuh dengan pria lain.

"Bisa bawa mobil gak sih? Tambah kecepatan!"

"Baik Tuan."

Excel merasa gusar. Ia kemudian menelepon Sherly untuk segera mengerahkan anak buahnya untuk ikut mengejar orang yang sudah berani menculik Daisy. Apakah mereka sudah bosan hidup sehingga berani mencari masalah dengannya? Apakah mereka tidak tahu siapa wanita yang sedang mereka bawa?

"Tuan, seperti mereka membawa Nona ke luar kota."

Merasa tidak sabar, Excel menyuruh sopirnya untuk turun. Kali ini Excel yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.

"Tadi di tinggal, sekarang baru menyesal kan?" gerutu sang sopir yang sengaja Excel tinggal di pinggir jalan.

"Kurang ajar! Siapa mereka? Berani-beraninya mereka menyentuh wanita milik ku? Apakah mereka tidak tahu sedang berurusan dengan siapa saat ini?" Excel menggerutu sambil mengemudikan mobilnya.

Sementara itu di dalam sebuah mobil Daisy terus memberontak dan meminta untuk berhenti, tetapi mereka semua malah menertawakan permintaan Daisy.

"Kamu pikir kami akan melepaskan mu begitu saja? Tidak! Susah payah kami mencari celah untuk membalas perbuatan suami kamu yang merasa paling berkuasa. Dan ternyata kelemahannya ada pada istrinya. Sayang sekali jika disia-siakan." Kelakar tawa menggema di dalam mobil.

Bukan tanpa alasan Daisy meminta untuk berhenti. Hal yang sama ia rasakan. Ia tidak tahan dengan aroma pewangi mobil yang membuat perutnya bergejolak, apalagi aroma parfumnya dari kedua pria yang ada di kanan-kiri yang semakin membuat Daisy ingin muntah sekarang juga.

"Aku bilang berhenti! Aku mau muntah!" teriak Daisy.

Gema tawa dari ketiga lelaki yang menertawakan ucapan Daisy dan mengacuhkannya tak bertahan lama, karena saat itu juga Daisy mengeluarkan cairan dari dalam perutnya tepat kepada salah seorang yang sedang memegang tangannya .

"Kau!" geram lelaki yang baru saja terkena muntahan Daisy.

"Kurang ajar Kau!" geramnya lagi sambil menghampar wajah Daisy dengan sangat keras.

Sangat panas dan memar. Sudut bibir Daisy telah mengeluarkan darah saking kuatnya gamparan lelaki itu.

Dengan perut yang bergejolak tinggi Daisy juga merasakan wajahnya yang sangat sakit. Ingin rasanya ia menangis karena rasa sakit yang datang bertubi-tubi kepada dirinya saat ini. Wajah Daisy semakin pucat hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.

.

.

.

🌹 Bersambung 🌹

Hayo ... mana jejaknya 🥰

Terpopuler

Comments

beby

beby

kasian daisy

2022-12-08

0

kennytytyan

kennytytyan

gak Ada yg ngomg kalau daisi hamil

2022-07-07

2

Wirda Lubis

Wirda Lubis

sampai sekejam itu nasib daisy

2022-06-05

2

lihat semua
Episodes
1 JHSC 1
2 JHSC 2
3 JHSC 3
4 JHSC 4
5 JHSC 5
6 JHSC 6
7 JHSC 7
8 JHSC 8
9 JHSC 9
10 JHSC 10
11 JHSC 11
12 JHSC 12
13 JHSC 13
14 JHSC 14
15 JHSC 15
16 JHSC 16
17 JHSC 17
18 JHSC 18
19 JHSC 19
20 JHSC 20
21 JHSC 21
22 JHSC 22
23 JHSC 23
24 JHSC 24
25 JHSC 25
26 JHSC 26
27 JHSC 27
28 JHSC 28
29 JHSC 29
30 JHSC 30
31 JHSC 31
32 JHSC 32
33 JHSC 33
34 JHSC 34
35 JHSC 35
36 JHSC 36
37 JHSC 37
38 JHSC 38
39 JHSC 39
40 JHSC 40
41 JHSC 41
42 JHSC 42
43 JHSC 43
44 JHCS 44
45 JHSC 45
46 JHSC 46
47 JHSC 47
48 JHSC 48
49 JHSC 49
50 JHSC 50
51 JHSC 51
52 JHSC 52
53 JHSC 53
54 JHSC 54
55 JHSC 55
56 JHSC 56
57 JHSC 57
58 JHSC 58
59 JHSC 59
60 JHSC 60
61 JHSC 61
62 JHSC 62
63 JHSC 63
64 JHSC 64
65 JHSC 65
66 JHSC 66
67 JHSC 67
68 JHSC 68
69 JHSC 69
70 JHSC 70
71 JHSC 71
72 JHSC 72
73 JHSC 73
74 JHSC 74
75 JHSC 75
76 JHSC 76
77 JHSC 77
78 JHSC 78
79 JHSC 79
80 JHSC 80
81 JHSC 81
82 JHSC 82
83 JHSC 83
84 JHSC 84
85 JHSC 85
86 JHSC 86
87 JHSC 87
88 JHSC 88
89 JHSC 89
90 JHSC 90
91 JHSC 91
92 JHSC 92
93 JHSC 93
94 JHSC 94
95 JHSC 95
96 Istri Buta Yang Malang
97 Pengumuman!
98 JHSC 96
99 JHSC 97
100 JHSC 98
101 JHSC 99
102 JHSC 100
103 JHSC 101
104 JHSC 102
105 JHSC 103
106 JHSC 104
107 JHSC 105
108 JHSC 106
109 JHSC107
110 JHSC 108
111 JHSC 109
112 JHSC 110
113 Separuh Hati Untuk Nafisya
114 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115 Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117 Promo Novel Baru Author
118 Promo : Hasrat Tuan Majikan
119 Promo : HIDDEN BABY 2
120 Wanita Milik CEO Arogan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
JHSC 1
2
JHSC 2
3
JHSC 3
4
JHSC 4
5
JHSC 5
6
JHSC 6
7
JHSC 7
8
JHSC 8
9
JHSC 9
10
JHSC 10
11
JHSC 11
12
JHSC 12
13
JHSC 13
14
JHSC 14
15
JHSC 15
16
JHSC 16
17
JHSC 17
18
JHSC 18
19
JHSC 19
20
JHSC 20
21
JHSC 21
22
JHSC 22
23
JHSC 23
24
JHSC 24
25
JHSC 25
26
JHSC 26
27
JHSC 27
28
JHSC 28
29
JHSC 29
30
JHSC 30
31
JHSC 31
32
JHSC 32
33
JHSC 33
34
JHSC 34
35
JHSC 35
36
JHSC 36
37
JHSC 37
38
JHSC 38
39
JHSC 39
40
JHSC 40
41
JHSC 41
42
JHSC 42
43
JHSC 43
44
JHCS 44
45
JHSC 45
46
JHSC 46
47
JHSC 47
48
JHSC 48
49
JHSC 49
50
JHSC 50
51
JHSC 51
52
JHSC 52
53
JHSC 53
54
JHSC 54
55
JHSC 55
56
JHSC 56
57
JHSC 57
58
JHSC 58
59
JHSC 59
60
JHSC 60
61
JHSC 61
62
JHSC 62
63
JHSC 63
64
JHSC 64
65
JHSC 65
66
JHSC 66
67
JHSC 67
68
JHSC 68
69
JHSC 69
70
JHSC 70
71
JHSC 71
72
JHSC 72
73
JHSC 73
74
JHSC 74
75
JHSC 75
76
JHSC 76
77
JHSC 77
78
JHSC 78
79
JHSC 79
80
JHSC 80
81
JHSC 81
82
JHSC 82
83
JHSC 83
84
JHSC 84
85
JHSC 85
86
JHSC 86
87
JHSC 87
88
JHSC 88
89
JHSC 89
90
JHSC 90
91
JHSC 91
92
JHSC 92
93
JHSC 93
94
JHSC 94
95
JHSC 95
96
Istri Buta Yang Malang
97
Pengumuman!
98
JHSC 96
99
JHSC 97
100
JHSC 98
101
JHSC 99
102
JHSC 100
103
JHSC 101
104
JHSC 102
105
JHSC 103
106
JHSC 104
107
JHSC 105
108
JHSC 106
109
JHSC107
110
JHSC 108
111
JHSC 109
112
JHSC 110
113
Separuh Hati Untuk Nafisya
114
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115
Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117
Promo Novel Baru Author
118
Promo : Hasrat Tuan Majikan
119
Promo : HIDDEN BABY 2
120
Wanita Milik CEO Arogan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!