Excel merasa frustrasi saat dia mengingat kejadian malam tadi dimana dirinya tidak bisa mengontrol emosi hingga mabuk berat.
Tak ada pekerjaan yang dia sentuh pagi ini, membuat Sherly merasa heran. Tidak seperti biasanya Excel tidak bersemangat dalam bekerja.
"Anda ada masalah, Tuan?" tanya Sherly.
"Tidak."
Sherly memberikan beberapa map untuk di tanda tangan oleh Excel, namun matanya menangkap seperti ada bekas cakaran di leher Excel.
"Tuan, apakah tadi malam anda berkelahi dengan seseorang? Mengapa seperti ada bekas cakaran kuku di leher anda?" Mata elang Sherly tertuju pada obyek yang ada di dalam matanya.
Excel yang tidak menyadari segera meraba dimana dimana letak cakaran itu.
"Tidak. Aku tidak berkelahi tadi malam. Mungkin ini hanya terkena garukan saat tidur tadi malam. Sudahlah, tidak penting! Apa jadwal hari ini?"
Sherly segera membacakan agenda Excel untuk hari ini. Selama empat tahun ini semua pekerjaan Excel bisa di handle dengan baik oleh Sherly, meskipun dia adalah seorang wanita. Berkat ketangguhan Sherly dalam bekerja, Excel memberikan posisi spesial untuknya.
Setelah mendengar agenda dari Sherly, Excel segera bersiap karena ternyata sebentar lagi akan ada meeting penting dengan klien penting dari luar kota. Excel bahkan sampai melupakan agenda hari ini karena terus memikirkan kejadian tadi malam yang masih terngiang-ngiang, dimana Daisy memberontak. Namun, karena pengaruh alkohol yang berlebihan Excel tidak bisa mengontrol dirinya.
Lupakan, anggap saja itu tidak pernah terjadi.Excel membuang kasar nafasnya.
****
Di dalam kamar suasana hati Daisy sudah lebih membaik. Dia sudah sarapan dan memainkan ponselnya. Dia sedikit terhibur karena bisa memegang ponsel kembali, meskipun dia harus kehilangan akun sosial medianya.
Setelah selesai sarapan, Daisy segera menghubungi Daddy-nya. Dia terus memprotes Daddy-nya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk dirinya.
Maafkan Daddy, Sayang. Daddy tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kamu untuk keluar dari sana. Tapi percayalah semua akan baik-baik saja dengan hadirnya Mina di sana.
Kalimat itu masih berputar dalam pikiran Daisy. Begitu juga dengan Momy-nya yang tidak memiliki jalan keluar lainnya, selain pasrah akan keadaan.
"Kenapa mereka semua tidak ada yang peduli denganku saat ini? Aku harus mengadu kepada siapa lagi?"
Daisy keluar dari kamarnya. Kamar yang berada di lorong-lorong layaknya sebuah kontrakan. Sangat miris bukan, status adalah Nona di rumah ini tetapi nasibnya tak jauh beda dengan para pelayan lainnya.
"Anda membutuhkan sesuatu, Nona?" Mata Daisy tertuju kearah asal suara.
"Tidak. Aku hanya ingin melihat tanamanku saja."
"Tanaman anda sudah kami siram. Anda tidak udah banyak bergerak, pasti masih sakit ya?"
Mata Daisy memicing, dasar pelayan tidak tahu diri, tak ada sopan santun m membicarakan hal sensitif terhadap istri majikannya.
"Maaf Nona, jika saya lancang." Pelayan itu menyesali atas apa yang baru saja ia ucapkan, saat melihat wajah Daisy sudah memerah. Entah marah atau malu.
"Tidak perlu meminta maaf. Oh iya, kamu tau dimana Adel?" tanya Daisy.
Pelayan yang terlihat menghawatirkan keadaan Daisy itu mendongak.
"Mengapa anda mencari dia? Apakah dia telah melakukan kesalahan? Maaf dia adalah pelayanan baru disini," tegasnya.
"Tidak. Aku hanya ingin menemui dia saja. Lama aku tidak melihatnya."
"Dia ada di bagian luar, Nona. Namun, berhubungan dia yang paling muda, maka dia yang sering dibutuhkan untuk mengurus hal-hal yang tidak bisa kami lakukan."
Sang pelayan yang bernama Tanu itu kemudian mengajak Daisy untuk mengelilingi istana megah milik Excel. Selama hampir satu bukan lamanya Daisy tinggal di rumah ini, dia tidak tahu jika ternyata masih ada bangunan lain di belakang rumah utama. Dan di sana-lah Adel berada. Tugas Adel hanyalah mengurus kelinci yang milik Excel. Tak main-main, kelinci yang dimiliki oleh Excel sangat banyak kayaknya sengaja di ternakkan.
"Apakah Excel adalah peternakan kelinci?" tanya Daisy bingung, saat melihat banyaknya hewan yang paling ia sukai berada di sana.
"Tidak Nona. Ini adalah hobinya Tuan Excel saja. Beliau sangat mencintai kelinci. Bahkan setiap pulang dari luar kota, kelinci adalah oleh-oleh yang wajib untuk dibawa pulang. Tetapi saya sarankan anda jangan pernah mendekati kelinci-kelinci ini meskipun sangat lucu. Tuan akan marah besar jika mengetahui ada seseorang yang memegang kelinci itu selain pengurus kelinci ini," terang Tanu panjang lebar.
Adel terkejut saat melihat Daisy mendatanginya. Seingat Adel dia tidak memiliki kesalahan, tetapi mengapa Daisy mencarinya.
"Apakah saya melakukan kesalahan?" tanya Adel takut.
"Tidak. Aku hanya melihatmu saja. Tanu, bisakah kamu meninggalkan aku disini. Aku ingin mengobrol sebentar dengan dia."
Tanu mengangguk pelan dan meninggalkan Daisy bersama dengan Adel di tempat yang sebenarnya adalah tempat terlarang. Hanya orang-orang khusus yang bisa menginjakkan kakinya di bangunan tersebut.
"Ada apa Nona mencari saya?"
Daisy tersenyum, kemudian membisikkan sesuatu kepada Adel hingga membuat Adel terbelalak. Bisikan gila, Adel menggelengkan kepalanya. Ia menolak untuk ide yang dicetuskan oleh istri majikannya tersebut.
"Maaf Nona, saya tidak bisa. Saya tidak berani mengambil resiko besar. Jika saya melakukan sedikit kesalahan, keluarga saya menjadi sasaran Tuan Excel."
Daisy tak putus asa untuk membujuk Adel agar bisa membantu dirinya, tetapi Adel yang setia kepada Excel tidak bisa mengiyakan ide konyol dari Nona-nya.
"Tolong-lah Adel. Hanya kamu yang bisa menolongku, karena kamu tidak tinggal di rumah utama, maka kamu bisa keluar dengan mudah. Atau kamu kasih tahu saja apakah ada jalan keluar yang lebih aman tanpa ada penjagaan yang ketat?"
Sebenarnya Adel tidak tahu apa terjadi dengan pernikahan majikannya, tetapi menurut dari yang ia dengar, majikannya hanya ingin mengikat Daisy saja. Banyak diantara para pelayan yang turut iba dengan nasib yang sedang dialami oleh Daisy, mengingat dia adalah salah satu anak konglomerat yang terkenal murah hati dan sering muncul di media sosial karena kedermawanannya.
"Mengapa Anda ingin kabur, Nona? Apakah Anda tidak menyesal? Jika anda kabur maka keluarga anda dalam bahaya."
"Aku tidak menyesal. Bahkan keluarga ku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongku. Apakah mereka masih bisa disebut dengan keluarga? Aku muak dengan hidup ini."
"Anda jangan putus asa. Pasti ada jalan keluar untuk masalah ini tetapi saya mohon anda jangan kabur."
Masih terlalu sulit untuk menyakinkan Adel, tetapi Daisy tidak berputus asa. Seperti saat ini dia membutuhkan Mina untuk mencari tahu latar belakang Adel. Dengan begitu, Daisy bisa menemukan kelemahan Adel karena hanya Adel yang ia percaya untuk bisa melancarkan aksinya kabur dari istana penjara ini.
"Ya sudah aku kembali ke rumah utama, aku harap kamu bisa mengerti akan perasaanku. Aku tahu kamu adalah orang yang baik hati. Please pikiran baik-baik ya?"
Daisy pun kemudian meninggalkan Adel yang masih terdiam. Bagaimana mungkin dia bisa membantu istri majikannya kabur, sementara untuk mendapatkannya butuh perjuangan keras karena Daisy sempat kabur.
"Orang kok suka kabur-kaburan?" gerutu Adel, saat Daisy sudah tak terlihat lagi.
.
.
.
#Bersambung#
Jangan lupa jejaknya semangat untuk othor ya 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Putri Alvia
💪💪💪
2022-06-03
0
Lucia Barek
bagus
2022-05-23
3
Umi Ningsih Mujung
😘😘😘😘😘
2022-05-15
1