JHSC 16

Tubuh Daisy bergemetar hebat dengan menahan nafas saat sebuah pistol menempel di pelipisnya. Dia hanya bisa pasrah dan memejamkan mata saat tubuhnya diseret paksa untuk keluar. Sang dokter tidak bisa berbuat apa-apa karena pelaku sempat menarik pelatuk senjatanya hingga menembus dinding.

Setelah pelaku berhasil membawa Daisy keluar, sang dokter segera berlari untuk meminta bantuan. Lari dengan kekuatan yang ia miliki, hingga ia menabrak lelaki tegap di depannya.

"Tolong ... pasien ku di bawa naik ke lantai atas," ucap sang Dokter dengan nafas tersengal.

Excel mengangguk tanpa menjawab sang dokter. Beruntung saja kemanapun Excel pergi ia selalu membawa senjatanya, begitu juga dengan Sherly.

"Tuan, sepertinya kita harus menggunakan lift agar bisa segera sampai di lantai atas."

"Bodoh! Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu. Jika naik lift kamu bakalan tahu kemana dia bergerak? Tidak kan?"

Excel dan Sherly segera bergegas untuk menapaki tangga satu persatu. Sementara itu di luar sana sudah berkumpul anggota polisi yang ikut berjaga-jaga. Semua pasien sudah berhamburan keluar hanya tinggal pasien darurat yang masih tinggal di dalam.

Pengawal Excel yang mendapatkan perintah untuk masuk, segera menuju ke dalam. Mereka segera bergegas menuju lantai atas sesuai instruksi.

Sesampainya di rooftop Daisy dibawa ke pinggiran pembatas hingga Daisy bisa melihat dengan jelas alam bawah sana. Sangat tinggi, begitu yang ia lihat saat ini. Jantung Daisy tak hentinya berdetak lebih kencang, mungkin hidupnya akan berakhir hari ini juga mengingat tak ada satu orang pun yang mau menolong dirinya. Saat ini Daisy hanya pasrah saat sang pelaku tertawa kuat melihat wajah Daisy yang sangat ketakutan.

"Kamu dan aku akan sehidup semati." Tawa melengking di telinga Daisy.

"Apa maksudmu kamu? Tolong lepaskan aku," pinta Daisy.

Lagi-lagi pelaku hanya tertawa dan hendak mendorongkan tubuh Daisy ke bawah.

"Jangan, tolong jangan lakukan ini. Kumohon. Aku bukan warga negara sini, jika kamu punya masalah dengan orang lain, tolong jangan libatkan aku. Aku tidak tahu apa-apa." Daisy menahan nafas. Sekali dorong, maka tubuhnya akan segera terjatuh.

"Lepaskan dia!" teriak Excel, saat melihat sang pelaku ingin menjatuhkan diri bersama dengan Daisy.

Dengan cepat pelaku itu menoleh lalu tertawa keras sambil mengarahkan pistolnya kepada Excel.

"Jangan menghalangiku atau peluru ini akan menembus kepalamu!"

Excel mengangkat tangan. "Baik, aku tidak akan ikut campur. Tapi tolong lepaskan wanita itu. Dia tidak tahu apa-apa. Jika kamu ingin mati, silahkan kamu loncat sendiri tak perlu membuat keributan seperti ini dan mengorbankan seseorang yang tidak bersalah."

Dada Daisy bertambah gemuruh saat mendengar suara yang tersebut. "Apakah itu Excel?"

Daisy menoleh, matanya terbelalak ternyata benar Excel saat ini berada di depan matanya. Bukan hanya Daisy saja yang terkejut, Excel pun tak kalah terkejutnya saat wanita yang di sandera itu adalah Daisy, wanita yang sedang ia cari.

Tangannya mengepal erat saat melihat kaki Daisy mengeluarkan darah. Saat itu jaga darahnya mulai mendidih. Ia berjalan pelan menghampiri pelaku tanpa perlawanan.

"Berhenti atau aku pecahkan kepalamu!"

Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Excel. Excel bahkan tidak takut saat sebuah pistol sudah mengarah kepada dirinya. Tinggal pilih bagian mana yang hendak di tembak, Excel sama sekali tidak takut.

Langkahnya semakin mendekat hingga membuat pelaku ingin segera menarik pelatuk senjatanya.

"Excel, apa yang kamu lakukan? Pergi bodoh!" teriak Daisy, yang sudah sangat ketakutan hingga tubuhnya semakin bergemetar.

Daisy menutup matanya saat pelatuk hendak dilepaskan. Namun, belum sempat itu terjadi sebuah letusan senjata api sudah menggema.

Daisy berteriak, ia tidak sanggup untuk membuka matanya. Ia mengira bahwa Excel telah terkena tembakan, nyatanya lelaki di sampingnya menjatuhkan pistol hingga terjatuh di dekat kakinya.

Ternyata Sherly sudah berhasil menembak tangan pelaku itu sebelum peluru memecahkan kepalanya Tuan-nya.

Tidak ingin membuang kesempatan, Excel segera menghajar lelaki itu dengan penuh amarah sampai tak berdaya lagi.

Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan oleh beberapa orang dan hanya tinggal Excel dan Daisy yang masih jongkok lemas akibat insiden mencekamnya dalam hidupnya untuk kedua kalinya.

"Bangun!"

Daisy mendongak, ia menatap Excel. Jika dia tahu yang menolongnya adalah Excel lebih baik dia terjatuh dari atas gedung ini dari pada harus kembali ke kandang singa.

"Bangun atau aku yang akan membawa paksa!" tegas Excel.

Daisy membuang muka. Jujur dia tidak mau untuk beranjak dari tempatnya. Dia tidak mau masuk kandang singa lagi.

Melihat tak ada pergerakan dari Daisy, Excel sedang mengambil tubuh Daisy lalu segera membopong layaknya karung beras.

"Lepaskan aku! Aku tidak mau kembali! Lepaskan aku!" Teriak Daisy sepanjang perjalanan.

*****

Keadaan rumah sakit sudah stabil dengan di bawanya sang pembuat onar. Ada beberapa orang yang terluka akibat insiden tersebut tetapi tidak ada korban yang meninggal.

Daisy segera di bawa Excel ke ruangan dokter untuk mendapatkan perawatan. Dokter merasa salut akan perjuangan Excel yang mampu melumpuhkan lelaki gila itu dan segera membalut luka Daisy.

Terdiam untuk beberapa waktu yang lama antara keduanya, membuat dokter merasa heran.

"Sampai kapan kalian akan tetap disini. Aku sudah selesai mengobatinya."

Tanpa kata, Daisy turun dari pembaringan dan segera meninggalkan Excel. Di luar sudah ada pengawal yang menjaga dirinya. Dalam hati Daisy hanya merutuki nasibnya yang tak pernah memihak kepada dirinya. Pergi sejauh mungkin agar tidak bisa lagi bertemu dengan Excel, namun nyatanya takdir berkata lain. Di sini dia bisa bertemu dengan sosok Excel.

Saat Daisy sudah berada di pintu luar, langkahnya di tahan oleh Sherly.

"Maaf Nona, Tuan tidak mengijinkan anda pergi. Tuan Excel ingin membawa anda pulang."

"Aku tidak peduli. Lagian, begitu banyaknya negara di dunia mengapa kamu harus datang ke negara ini?" tanya Daisy.

Ingin rasanya dia meluapkan amarahnya kepada Sherly tapi percuma saja, dia hanya pengawal pribadi untuk Excel.

"Saya tidak mengizinkan anda untuk pergi sendiri. Tuan Excel sedang mengurus administrasi anda, Nona."

"Tidak peduli. Aku mau pergi," bentak Daisy.

"Jangan sampai saya mengunakan kekerasaan untuk menjinakkan anda, Nona."

Daisy menelan kasar ludahnya. Melihat Sherly mengenakan pakaian serba hitam saja sudah membuat Daisy merinding. Bagaimana jadinya jika Sherly melumpuhkan dirinya? Bisa bisa Janin yang ada di dalam perutnya hancur lebur seketika. Daisy membayangkan sambil menggelengkan kepalanya.

"Bagus. Jika anda menurut saya tidak akan melakukan kekerasan kepada anda," lanjut Sherly kembali.

Tak ada yang bisa Daisy lakukan saat dirinya sudah tertangkap lagi oleh Excel. Dunia yang sempit, mengapa dia harus bertemu lagi dengan Excel.

"Dimana kamu tinggal sekarang?" tanya Excel dengan ketus.

Daisy masih terdiam dan tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan dari Excel.

"Jika kau tidak mau mengatakan, berati kita langsung pulang saja ke Indonesia. Bagaimana, setuju?" lanjut Excel lagi.

Kesal di abaikan, Excel menyuruh Sherly untuk mempercepat laju mobilnya. Lihat saja bagaimana aku akan memperlakukanmu setelah ini. Jangan harap kamu bisa tidur nyenyak!

.

.

.

🌹 Bersambung 🌹

Jangan lupa jejaknya 🙏

Terpopuler

Comments

Maureen Togiana Napitupulu

Maureen Togiana Napitupulu

sisy itu Daisy maybe panggilan wkt kcl.

2022-06-06

2

Wirda Lubis

Wirda Lubis

nasib Daisy kasihan

2022-06-05

2

Juwita Hasibuan

Juwita Hasibuan

yah ko blm ke tshuan sihh

2022-06-04

3

lihat semua
Episodes
1 JHSC 1
2 JHSC 2
3 JHSC 3
4 JHSC 4
5 JHSC 5
6 JHSC 6
7 JHSC 7
8 JHSC 8
9 JHSC 9
10 JHSC 10
11 JHSC 11
12 JHSC 12
13 JHSC 13
14 JHSC 14
15 JHSC 15
16 JHSC 16
17 JHSC 17
18 JHSC 18
19 JHSC 19
20 JHSC 20
21 JHSC 21
22 JHSC 22
23 JHSC 23
24 JHSC 24
25 JHSC 25
26 JHSC 26
27 JHSC 27
28 JHSC 28
29 JHSC 29
30 JHSC 30
31 JHSC 31
32 JHSC 32
33 JHSC 33
34 JHSC 34
35 JHSC 35
36 JHSC 36
37 JHSC 37
38 JHSC 38
39 JHSC 39
40 JHSC 40
41 JHSC 41
42 JHSC 42
43 JHSC 43
44 JHCS 44
45 JHSC 45
46 JHSC 46
47 JHSC 47
48 JHSC 48
49 JHSC 49
50 JHSC 50
51 JHSC 51
52 JHSC 52
53 JHSC 53
54 JHSC 54
55 JHSC 55
56 JHSC 56
57 JHSC 57
58 JHSC 58
59 JHSC 59
60 JHSC 60
61 JHSC 61
62 JHSC 62
63 JHSC 63
64 JHSC 64
65 JHSC 65
66 JHSC 66
67 JHSC 67
68 JHSC 68
69 JHSC 69
70 JHSC 70
71 JHSC 71
72 JHSC 72
73 JHSC 73
74 JHSC 74
75 JHSC 75
76 JHSC 76
77 JHSC 77
78 JHSC 78
79 JHSC 79
80 JHSC 80
81 JHSC 81
82 JHSC 82
83 JHSC 83
84 JHSC 84
85 JHSC 85
86 JHSC 86
87 JHSC 87
88 JHSC 88
89 JHSC 89
90 JHSC 90
91 JHSC 91
92 JHSC 92
93 JHSC 93
94 JHSC 94
95 JHSC 95
96 Istri Buta Yang Malang
97 Pengumuman!
98 JHSC 96
99 JHSC 97
100 JHSC 98
101 JHSC 99
102 JHSC 100
103 JHSC 101
104 JHSC 102
105 JHSC 103
106 JHSC 104
107 JHSC 105
108 JHSC 106
109 JHSC107
110 JHSC 108
111 JHSC 109
112 JHSC 110
113 Separuh Hati Untuk Nafisya
114 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115 Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117 Promo Novel Baru Author
118 Promo : Hasrat Tuan Majikan
119 Promo : HIDDEN BABY 2
120 Wanita Milik CEO Arogan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
JHSC 1
2
JHSC 2
3
JHSC 3
4
JHSC 4
5
JHSC 5
6
JHSC 6
7
JHSC 7
8
JHSC 8
9
JHSC 9
10
JHSC 10
11
JHSC 11
12
JHSC 12
13
JHSC 13
14
JHSC 14
15
JHSC 15
16
JHSC 16
17
JHSC 17
18
JHSC 18
19
JHSC 19
20
JHSC 20
21
JHSC 21
22
JHSC 22
23
JHSC 23
24
JHSC 24
25
JHSC 25
26
JHSC 26
27
JHSC 27
28
JHSC 28
29
JHSC 29
30
JHSC 30
31
JHSC 31
32
JHSC 32
33
JHSC 33
34
JHSC 34
35
JHSC 35
36
JHSC 36
37
JHSC 37
38
JHSC 38
39
JHSC 39
40
JHSC 40
41
JHSC 41
42
JHSC 42
43
JHSC 43
44
JHCS 44
45
JHSC 45
46
JHSC 46
47
JHSC 47
48
JHSC 48
49
JHSC 49
50
JHSC 50
51
JHSC 51
52
JHSC 52
53
JHSC 53
54
JHSC 54
55
JHSC 55
56
JHSC 56
57
JHSC 57
58
JHSC 58
59
JHSC 59
60
JHSC 60
61
JHSC 61
62
JHSC 62
63
JHSC 63
64
JHSC 64
65
JHSC 65
66
JHSC 66
67
JHSC 67
68
JHSC 68
69
JHSC 69
70
JHSC 70
71
JHSC 71
72
JHSC 72
73
JHSC 73
74
JHSC 74
75
JHSC 75
76
JHSC 76
77
JHSC 77
78
JHSC 78
79
JHSC 79
80
JHSC 80
81
JHSC 81
82
JHSC 82
83
JHSC 83
84
JHSC 84
85
JHSC 85
86
JHSC 86
87
JHSC 87
88
JHSC 88
89
JHSC 89
90
JHSC 90
91
JHSC 91
92
JHSC 92
93
JHSC 93
94
JHSC 94
95
JHSC 95
96
Istri Buta Yang Malang
97
Pengumuman!
98
JHSC 96
99
JHSC 97
100
JHSC 98
101
JHSC 99
102
JHSC 100
103
JHSC 101
104
JHSC 102
105
JHSC 103
106
JHSC 104
107
JHSC 105
108
JHSC 106
109
JHSC107
110
JHSC 108
111
JHSC 109
112
JHSC 110
113
Separuh Hati Untuk Nafisya
114
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115
Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117
Promo Novel Baru Author
118
Promo : Hasrat Tuan Majikan
119
Promo : HIDDEN BABY 2
120
Wanita Milik CEO Arogan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!