JHSC 4

Daisy merasa tidak nyaman ketika harus tidur di sebuah sofa. Seumur-umur dia tidak pernah tidur di atas sofa dan kali ini dia harus tidur di tempat yang sangat keras, entah sampai kapan akan berakhir.

"Tadi dia bilang tidak akan pulang, berarti aku bisa tidur di tempat tidur." Daisy melangkah kearah ranjang milik Excel yang sangat lebar dan tentu saja empuk, tak seperti sofa yang keras.

"Ah, gini kan enak." Daisy mengambil guling lalu memeluknya dengan erat sambil memejamkan mata. Tak ingin larut dalam permasalahan ini. Daisy yakin jika dia bisa melewati hari-hari suramnya di tempat ini yang sudah seperti penjara baginya.

Di sebuah tempat, Excel menatap tajam kearah beberapa anak buahnya yang telah gagal menjalankan misinya. Bahkan mereka hampir saja tertangkap oleh pihak yang berwajib saat hendak melakukan transaksi ilegal. Beruntung dengan cepat mereka bisa membubarkan diri masing-masing sehingga tak ada yang tertangkap.

"Aku tidak ingin hal ini terulang lagi. Ingat keluarga kalian adalah jaminannya jika kalian sampai tertangkap!"

"Kami mengerti, Bos. Kami minta maaf atas keteledoran kami. Kami berjanji ini adalah yang pertama dan yang terakhir kalinya."

Excel membuang kasar nafasnya. Nasib baik masih memihak kepada dirinya, jika sampai ada yang tertangkap habis sudah nama baiknya.

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari, tetapi Excel masih betah untuk tinggal di markasnya seperti hari-hari biasanya. Seketika Excel melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. Itu adalah cincin pernikahan dengan Daisy, perempuan yang harus membayar mahal atas semua apa yang telah terjadi.

"Lihat saja bagaimana kamu akan membayar semuanya."

Excel memilih untuk pulang. Dia ingin memastikan bagaimana keadaan Daisy yang menurut laporan dia ingin keluar, tetapi para pelayan rumah berhasil meyakinkan dia untuk tetap tinggal di kamar.

Sesampainya di kamar, Excel membulatkan matanya saat mendapati Daisy melanggar larangan untuk tidak tidur di ranjang miliknya. Nyatanya gadis itu malah tidur dengan nyenyak diatas tempat tidurnya.

"Bangun!"

Daisy tak terusik, ia malah semakin mengeratkan guling yang dipeluknya membuat Excel membuang kasar nafasnya. Ia pun memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Setelah membersihkan diri Excel mulai membangunkan Daisy lagi untuk segera pindah dari tempat tidurnya.

"Hai ... bangun!" teriak Excel tepat di telinga Daisy, membuat wanita itu mengusap telinga kemudian mengerjap pelan. Jantungnya ingin lepas saat mendapati Excel sudah ada di depan matanya. "Astaga ... " Daisy terlonjak akibat kaget.

Masih berusaha untuk mengumpulkan sebagian nyawanya dengan nafas memburu, Daisy bisa melihat wajah Excel lebih dekat. Tidak seram, hanya saja tatapan matanya seolah tatapan ingin membunuh, sangat tajam.

"Siapa yang mengijinkan kamu untuk tidur di tempat tidurku hah?! Pindah sekarang atau aku yang akan menendangmu?"

Daisy sangat merasa takut, ini adalah kali pertama ia mendapatkan bentakan dari orang lain. Selama ini dia sangat di manjakan dan di hujani dengan kasih dan sayang. Tak akan ada yang berani untuk membentak, bahkan untuk berbicara kasar saja tidak ada yang berani. Namun, saat ini semua sudah berubah dan ini adalah awal dari segalanya.

"I-ya ma-maaf," gugup Daisy.

Daisy segera bangkit lalu menuju kearah sofa dimana ia tidur sebelumnya.

"Tunggu!"

Daisy mengulum senyum dibibirnyanya saat Excel menahannya. Pasti dia akan meminta dirinya untuk tetap tidur satu ranjang dengan dirinya dengan garis pembatas.

Tuh kan, mana mungkin dia akan tega membiarkan aku tidur di sofa. Daisy tertawa dalam hati.

Daisy berbalik badan dengan sebuah senyuman.

"Ambil guling ini. Aku yakin sudah terkena air liur mu!" Excel melempar guling tepat ke wajah Daisy, membuat wanita itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Ternyata dia salah untuk menilai Excel. Tetep saja dia laki-laki yang tak punya hati.

Malam ini berjalan begitu lambat untuk menuju fajar tiba. Daisy sangat tidak nyaman tidur di sofa. Ia menatap Excel yang telah tertidur pulas. Baru juga hari pertama, lamanya sudah seperti setahun saja.

"Oh, Tuhan ... beri aku kekuatan." Daisy membuang kasar nafasnya. Ia menatap langit-langit atap, berharap bisa memejamkan matanya, tetapi tetap saja tidak bisa. Ingin rasanya menangis, tetapi percuma tidak akan mengubah kenyataan.

Baru saja Daisy terlelap, kini sudah dibangunkan oleh sebuah alarm yang berada ditangan Excel. Daisy mengucek matanya sambil melihat kearah Excel.

"Aku baru ingin tidur, kanapa kamu sudah membangunkan ku?"

"Mulai hari ini, setiap pukul 5 pagi kamu harus bangun. Hal yang pertama kamu lakukan adalah membersihkan kamar ini dari mulai menyapu hingga mengepel lantai. Setelah itu kamu siapkan sarapanku dengan tanganmu, melayani apa yang aku butuhkan. Lalu kamu juga harus mencuci bajuku dan menyetrika pakaianku dengan tanganmu sendiri. Aku rasa itu saja sudah cukup. Nanti jika semua pekerjaan kamu yang mengerjakan bisa-bisa pelayan hanya akan makan gaji buta. Paham kan? Tunggu apa lagi, kerjaan sekarang."

"Aku tidak mau. Sama saja aku menjadi pelayan di rumah ini," ketus Daisy.

"Yakin tidak mau? Baiklah berarti hari ini kamu tidak dapat jatah makan dan tentu saja kami akan di kurung di gudang belakang yang sangat kotor dan banyak tikusnya."

Daisy menatap Excel dengan tatapan malas. Dengan berat hati Daisy membuka pintu kamar. Betapa terkejut saat dirinya telah mendapati dua orang pelayan sudah menyiapkan apa yang di perlukan oleh Daisy.

"Sejak kapan kalian disini? Apakah kalian tidak tidur?"

Pelayan itu tidak menjawab pertanyaan Daisy, lalu menyerahkan alay tempur untuknya.

"Ini Nona alatnya."

Dengan terpaksa Daisy menerima sapu, ember dan kain pel lengkap dengan cairan pembersih lantai.

Daisy yang tidak pernah memegang alat tempur hanya bisa melihat satu persatu alay yang ada di tangannya. Entahlah darimana dulu yang akan Daisy kerjakan.

"Pel dulu atau apa sapu?" Daisy menimbang kain pel dan sapu berganti.

"Pel, sapu, pel , sapu, pel." Daisy menghitung lima jarinya untuk menentukan apa yang akan ia kerjakan lebih dulu dan ternyata berhenti pada pel. Berarti Daisy harus mengepel lebih dahulu. Ia masuk kedalam kamar mandi untuk menuangkan air dan cairan pembersih lantai. Saat itu dia bingung seberapa banyak cairan yang akan dituangkan.

"Semua, setengah, semua, setengah, semua." Ternyata hitungan berhenti pada pilihan semua.

"Jika satu hari satu botol, maka satu bulan menghabiskan 30 botol. Jika rumah luas dan lebar maka satu bulan akan menghabis berapa botol? Ah, kenapa aku tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya ya?"

Daisy membawa ember yang sudah berisi air dengan campuran pembersih lantai ke luar dari kamar mandi. Sampai disini dia bingung lagi bagaimana caranya untuk mengepel.

"Sepertinya seperti ini."

Sambil menguap, Daisy mencelupkan kain pel kedalam ember lalu mengelapkan pada lantai dari ujung pintu hingga berhenti di ujung pintu balkon.

Daisy melihat hasil karyanya. Ini adalah pertama kalinya Daisy mengerjakan pekerjaan rumah. Tetapi saat dia ingin menyapu, lantainya tak kunjung kering.

"Kenapa lama sekali keringnya ya?" gumam Daisy. Ia pun memilih menunggu di sofa sambil menopang dagunya. Sejujurnya dirinya masih mengantuk, tetapi dari pada dia tidak diberi makan sama sekali dan di kurung di gudang lebih baik menurut saja apa ucapan Excel. Semoga saja Dady-nya segera bisa mencari jalan untuk mengeluarkan dirinya dari penjara ini.

Excel yang mencium aroma pembersih lantai yang menyengat segera membuka matanya lalu mengedarkan penglihatan untuk mencari keberadaan Daisy.

"Malah tidur dia," gumam Excel. Diapun akhirnya turun dari ranjang untuk segera mengingat tugas Daisy selanjutnya namun, baru satu langkah dirinya sudah terjatuh ke lantai.

"Awww ... " Excel menahan rasa sakitnya.

"Apa-apaan ini?" Excel menyadari bahwa ternyata lantai basah dan sebagai berair. Dia menatap Daisy yang tertidur sambil menopang dagunya. Dengan kesal dia berteriak.

"Daisy ...!"

🌹To Be Continue 🌹

Daisy, kenapa kamu bodoh sekali 🙄

Terpopuler

Comments

beby

beby

hahahahhaha

2022-12-08

0

Syanet Lamongi

Syanet Lamongi

Hahaha ha......memang enak

2022-11-04

0

Nikita Nikita Gejora

Nikita Nikita Gejora

paling nnti lama"bucin

2022-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 JHSC 1
2 JHSC 2
3 JHSC 3
4 JHSC 4
5 JHSC 5
6 JHSC 6
7 JHSC 7
8 JHSC 8
9 JHSC 9
10 JHSC 10
11 JHSC 11
12 JHSC 12
13 JHSC 13
14 JHSC 14
15 JHSC 15
16 JHSC 16
17 JHSC 17
18 JHSC 18
19 JHSC 19
20 JHSC 20
21 JHSC 21
22 JHSC 22
23 JHSC 23
24 JHSC 24
25 JHSC 25
26 JHSC 26
27 JHSC 27
28 JHSC 28
29 JHSC 29
30 JHSC 30
31 JHSC 31
32 JHSC 32
33 JHSC 33
34 JHSC 34
35 JHSC 35
36 JHSC 36
37 JHSC 37
38 JHSC 38
39 JHSC 39
40 JHSC 40
41 JHSC 41
42 JHSC 42
43 JHSC 43
44 JHCS 44
45 JHSC 45
46 JHSC 46
47 JHSC 47
48 JHSC 48
49 JHSC 49
50 JHSC 50
51 JHSC 51
52 JHSC 52
53 JHSC 53
54 JHSC 54
55 JHSC 55
56 JHSC 56
57 JHSC 57
58 JHSC 58
59 JHSC 59
60 JHSC 60
61 JHSC 61
62 JHSC 62
63 JHSC 63
64 JHSC 64
65 JHSC 65
66 JHSC 66
67 JHSC 67
68 JHSC 68
69 JHSC 69
70 JHSC 70
71 JHSC 71
72 JHSC 72
73 JHSC 73
74 JHSC 74
75 JHSC 75
76 JHSC 76
77 JHSC 77
78 JHSC 78
79 JHSC 79
80 JHSC 80
81 JHSC 81
82 JHSC 82
83 JHSC 83
84 JHSC 84
85 JHSC 85
86 JHSC 86
87 JHSC 87
88 JHSC 88
89 JHSC 89
90 JHSC 90
91 JHSC 91
92 JHSC 92
93 JHSC 93
94 JHSC 94
95 JHSC 95
96 Istri Buta Yang Malang
97 Pengumuman!
98 JHSC 96
99 JHSC 97
100 JHSC 98
101 JHSC 99
102 JHSC 100
103 JHSC 101
104 JHSC 102
105 JHSC 103
106 JHSC 104
107 JHSC 105
108 JHSC 106
109 JHSC107
110 JHSC 108
111 JHSC 109
112 JHSC 110
113 Separuh Hati Untuk Nafisya
114 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115 Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117 Promo Novel Baru Author
118 Promo : Hasrat Tuan Majikan
119 Promo : HIDDEN BABY 2
120 Wanita Milik CEO Arogan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
JHSC 1
2
JHSC 2
3
JHSC 3
4
JHSC 4
5
JHSC 5
6
JHSC 6
7
JHSC 7
8
JHSC 8
9
JHSC 9
10
JHSC 10
11
JHSC 11
12
JHSC 12
13
JHSC 13
14
JHSC 14
15
JHSC 15
16
JHSC 16
17
JHSC 17
18
JHSC 18
19
JHSC 19
20
JHSC 20
21
JHSC 21
22
JHSC 22
23
JHSC 23
24
JHSC 24
25
JHSC 25
26
JHSC 26
27
JHSC 27
28
JHSC 28
29
JHSC 29
30
JHSC 30
31
JHSC 31
32
JHSC 32
33
JHSC 33
34
JHSC 34
35
JHSC 35
36
JHSC 36
37
JHSC 37
38
JHSC 38
39
JHSC 39
40
JHSC 40
41
JHSC 41
42
JHSC 42
43
JHSC 43
44
JHCS 44
45
JHSC 45
46
JHSC 46
47
JHSC 47
48
JHSC 48
49
JHSC 49
50
JHSC 50
51
JHSC 51
52
JHSC 52
53
JHSC 53
54
JHSC 54
55
JHSC 55
56
JHSC 56
57
JHSC 57
58
JHSC 58
59
JHSC 59
60
JHSC 60
61
JHSC 61
62
JHSC 62
63
JHSC 63
64
JHSC 64
65
JHSC 65
66
JHSC 66
67
JHSC 67
68
JHSC 68
69
JHSC 69
70
JHSC 70
71
JHSC 71
72
JHSC 72
73
JHSC 73
74
JHSC 74
75
JHSC 75
76
JHSC 76
77
JHSC 77
78
JHSC 78
79
JHSC 79
80
JHSC 80
81
JHSC 81
82
JHSC 82
83
JHSC 83
84
JHSC 84
85
JHSC 85
86
JHSC 86
87
JHSC 87
88
JHSC 88
89
JHSC 89
90
JHSC 90
91
JHSC 91
92
JHSC 92
93
JHSC 93
94
JHSC 94
95
JHSC 95
96
Istri Buta Yang Malang
97
Pengumuman!
98
JHSC 96
99
JHSC 97
100
JHSC 98
101
JHSC 99
102
JHSC 100
103
JHSC 101
104
JHSC 102
105
JHSC 103
106
JHSC 104
107
JHSC 105
108
JHSC 106
109
JHSC107
110
JHSC 108
111
JHSC 109
112
JHSC 110
113
Separuh Hati Untuk Nafisya
114
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115
Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117
Promo Novel Baru Author
118
Promo : Hasrat Tuan Majikan
119
Promo : HIDDEN BABY 2
120
Wanita Milik CEO Arogan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!