JHSC 15

Kerja sama dengan Lien Grup telah di sepakati oleh kedua pihak. Excel baru tahu bahwa pemilik perusahaan tersebut berasal dari Indonesia yang telah menetap lama di Jerman. Karena setelah menikahi pewaris tunggal, Wien memutuskan untuk tinggal di negara sang istri.

"Saya merasa sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan anda Tuan Excel. Semoga kerjasama kita membuahkan hasil yang bagus," ucap Wien bangga.

"Ya, semoga saja," balas Excel.

Setelah melakukan kunjungan di perusahaan Wien mengajak Excel untuk singgah ke rumahnya tetapi Excel menolak karena masih ada urusan lagi yang hendak ia kerjakan.

Wien merasa lega saat presentasinya di terima oleh Excel tanpa memprotesnya.

Sherly yang mengawal Excel merasa heran saat Excel langsung setuju begitu saja tanpa ingin tahu lebih detail jenis apa saja keuntungan jika mereka bekerjasama. Apakah efek menghilangnya Daisy membuat sebagian otak Tuan-nya bermasalah?

"Sherly, pulanglah lebih dahulu ke hotel. Aku ada keperluan sebentar!" perintah Excel.

"Anda ingin kemana, Tuan? Di sini tidak baik jika anda ingin melanjutkan mabuk anda," balas Sherly.

Excel menatap tajam kearah Sherly. "Aku hanya ingin mencari angin seger di kota ini," balas Excel.

Meskipun berat tetapi Sherly menghargai setiap keputusan Excel. Dia kembali ke Hotel terlebih dahulu dengan hati yang tak menentu. Satu dalam pikirannya, bagaimana jika Tuan-nya mabuk siapa yang akan membantu dia untuk pulang. Tak ingin terjadi apa-apa dengan Excel, Sherly menyuruh dua pengawal untuk mengikuti Excel tanpa sepengetahuan dari Excel.

Namun, ternyata dugaan Sherly salah. Excel saat ini sedang berjalan-jalan menelusuri kota tersebut dengan berjalan kaki.

Kedatangan Excel ke Berlin ternyata bertepatan dengan musim semi, dimana para wisatawan berbondong-bondong untuk menikmati liburan di kota tersebut. Banyak festival yang di gelar untuk menyambut musim semi, Excel sendiri lupa jika kedatangannya ke sini bertepatan dengan perayaan musim semi.

Saat Excel tiba di sebuah taman, matanya tertuju pada dua orang anak yang sedang bermain bola, membuat Excel teringat pada masa kecilnya, dimana dia sering bermain dengan seorang anak perempuan. Mereka satu sekolah, tetapi satu kejadian yang membuat Excel tidak bisa melupakan ingatan masa kecilnya itu, dimana sebuah peluru menembus bagian dada temannya itu hanya karena ingin melindunginya.

Sejak saat itu menutup dirinya rapat kepada semua orang. Kejadian yang tidak bisa hilang dalam ingatan. Suara rintihan kesakitan membuat dada Excel semakin sakit.

"Sysi." Tanpa di sadari mata Excel sudah memerah.

"Om, tolong ambilkan." Suara bocah meminta Excel untuk melemparkan bola yang menggelinding di kakinya. Excel pun segera melemparkan bola tersebut, membuat tawa renyah pada kedua anak tersebut.

Excel hanya bisa melihat kedua anak tersebut bermain dengan riang. Excel mengangkat garis bibirnya untuk menyunggingkan senyumnya. Melihat mereka bermain, membuat Excel sedikit terhibur. Saat ini Excel benar-benar ingin bertemu dengan teman masa kecilnya itu, tetapi Excel tidak bisa menemukan anak tersebut. Dan semenjak kejadian itu, Excel tidak lagi bisa melihat bagaimana keadaan Sysi hingga saat ini karena Sysi yang keluar negeri untuk menjalani perawatan dan pengobatan.

Lamunan Excel harus pecah karena dering ponsel yang berbunyi. Nama Sherly tertera di layar ponsel. Wanita itu akan selalu khawatir dengan keadaan Excel.

"Halo," kata Excel.

Excel mendengarkan setiap kata yang Sherly ucapan dari seberang telepon, membuat Excel membulatkan bola matanya saat mendengarkan sebuah kabar dari Sherly. Dunia yang luas akan terasa sempit jika takdir sudah menentukan nasib mereka.

Excel menyunggingkan senyumnya, ternyata nasib baik sedang memihak kepada dirinya. Bagaimana bisa di kota ini Sherly bisa melihat wanita yang sedang ia cari selama ini.

"Pantau terus dia, jangan biarkan dia lolos begitu saja. Aku akan segera ke sana," ucap Excel sebelum mematikan ponselnya.

*****

Dengan di temani oleh Bibi Linlien, Daisy memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit untuk memastikan kondisinya saat ini. Namun, Daisy berharap bahwa dugaan dokter itu salah. Dia tidak mau mengandung bibit dari Excel, tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa jika berita itu benar.

Di waktu yang bersamaan, tanpa sengaja Sherly melihat Daisy. Awalnya, ragu tetapi setelah ia pastikan itu adalah Daisy maka Sherly pun segera menghubungi Excel.

Sherly tidak tahu apa yang Daisy lakukan di rumah sakit ini karena dia sudah kehilangan jejak Daisy.

"Dunia memang terlalu sempit atau garis Tuhan telah menentukan," gumam Sherly.

Excel yang sudah diberi tahu lokasinya segera meluncur ke rumah sakit untuk memastikan lebih jelas.

"Dimana dia?" tanya Excel.

"Maaf Tuan, saya kehilangan jejaknya. Tapi saya bisa jamin dia belum keluar," ucap Sherly.

Dengan langkah yang memburu, Excel segera setengah berlari untuk mencari Daisy meskipun dia tidak tahu wanita itu sedang berada di ruangan mana.

Excel tidak peduli dengan pandangan orang kepada dirinya. Dia meneliti setiap ruangan yang ada di rumah sakit besar ini. Sherly yang mengikuti, meminta Excel untuk berhenti dan meminta menunggu diluar saja.

"Aku tidak mau kehilangan jejaknya lagi. Hari ini aku harus bisa menemukan wanita itu. Jika kamu tidak mau mencari, silahkan tunggu di luar sana!" sentak Excel kepada Sherly.

Sherly menunduk saat Excel sudah berapi-api dengan tekad bulatnya untuk menemukan Daisy. Kerena bukan di negara sendiri, Excel tidak bisa leluasa untuk mengecek melalui cvtv yang ada. Setiap ruangan yang ada Excel buka tanpa permisi dan terlihat aneh oleh mereka yang melihatnya. Saat ini Excel sedang seperti orang gila yang lari dari rumah sakit.

"Tuan percayalah, kita tunggu di depan saja," tutur Sherly.

"Aku bilang tidak, ya tidak! Atau jangan-jangan kamu salah lihat dan yang kamu lihat bukan wanita itu. Bagaimana mungkin kita akan kebetulan seperti ini. Dasar bodoh, mengapa aku bisa percaya begitu saja kepada mu," ujar Excel, marah.

"Saya yakin Tuan, saya tidak salah lihat." Sherly bersikukuh dengan apa yang ia lihat tadi.

Excel hanya bisa membuang kasar nafasnya seraya menggusar rambutnya dengan frustasi. Entah demi apa sia terlalu bersemangat untuk menemukan Daisy yang jelas-jelas ia sangat membencinya.

"Sudahlah, kamu hanya membuang waktuku saja," ketus Excel.

Saat Keduanya hendak keluar dari rumah sakit terdengar letusan senjata api membuat semua orang panik dan berhamburan berlari karena rasa takut mereka.

Excel dan Sherly yang tidak tahu apa-apa merasa sangat terkejut, mengapa di rumah sakit harus ada penyerangan seperti ini. Apakah ini adalah ulah te.ro.ris atau ada yang sedang melakukan pemburuan terhadap seseorang.

"Sherly bersiaplah, sepertinya kita harus ikut bermain. Cari tahu apa yang sedang terjadi. Telepon para pengawal yang ada di luar. Mereka pasti tahu apa yang sedang terjadi!" perintah Excel.

"Baik, Tuan."

Semua orang panik berhamburan tanpa arah apalagi melihat aksi saling kejar-kejaran di rumah sakit. Lebih parahnya mereka melepaskan senjata apinya hingga beberapa orang tak berdosa menjadi sasaran mereka.

Suara teriakan menggema di mana-mana, membuat keadaan rumah sakit semakin kacau.

Setelah tahu apa masalahnya, Excel dan Sherly berusaha untuk menangkap pembuatan onar yang tak lain adalah salah satu pasien rumah sakit jiwa yang sedang kabur. Karena dia membawa senjata api, membuat orang ketakutan saat hendak menangkapnya.

"Sherly, berhati-hatilah! Semua pintu keluar sudah ditutup. Jangan biarkan orang itu lolos!"

"Baik Tuan. Saya mengerti."

Keduanya pun kemudian mengejar pelaku yang tengah mengejar seseorang. Karena kehilangan jejaknya, pelaku akhirnya masuk ke salah satu ruangan dimana sedang ada pasien yang tengah melakukan pemeriksaan. Jerit sang Dokter melingking manakala sebuah pistol diarahkan kepada mereka.

🌹 Bersambung 🌹

Maaf baru nongol, abis lebaran kembali ke rutinitas semula ☺️☺️ Jangan lupa jejak kalian ya 🥰🥰

Terpopuler

Comments

beby

beby

pasti ruangan daysi

2022-12-08

0

Masnawati Smj

Masnawati Smj

mngkin daisy tuch sdalh sisy nma pnggilan z yg brda

2022-06-12

0

Aida Murni

Aida Murni

aku serasa ikut berpetualang di film aksi Thor

2022-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 JHSC 1
2 JHSC 2
3 JHSC 3
4 JHSC 4
5 JHSC 5
6 JHSC 6
7 JHSC 7
8 JHSC 8
9 JHSC 9
10 JHSC 10
11 JHSC 11
12 JHSC 12
13 JHSC 13
14 JHSC 14
15 JHSC 15
16 JHSC 16
17 JHSC 17
18 JHSC 18
19 JHSC 19
20 JHSC 20
21 JHSC 21
22 JHSC 22
23 JHSC 23
24 JHSC 24
25 JHSC 25
26 JHSC 26
27 JHSC 27
28 JHSC 28
29 JHSC 29
30 JHSC 30
31 JHSC 31
32 JHSC 32
33 JHSC 33
34 JHSC 34
35 JHSC 35
36 JHSC 36
37 JHSC 37
38 JHSC 38
39 JHSC 39
40 JHSC 40
41 JHSC 41
42 JHSC 42
43 JHSC 43
44 JHCS 44
45 JHSC 45
46 JHSC 46
47 JHSC 47
48 JHSC 48
49 JHSC 49
50 JHSC 50
51 JHSC 51
52 JHSC 52
53 JHSC 53
54 JHSC 54
55 JHSC 55
56 JHSC 56
57 JHSC 57
58 JHSC 58
59 JHSC 59
60 JHSC 60
61 JHSC 61
62 JHSC 62
63 JHSC 63
64 JHSC 64
65 JHSC 65
66 JHSC 66
67 JHSC 67
68 JHSC 68
69 JHSC 69
70 JHSC 70
71 JHSC 71
72 JHSC 72
73 JHSC 73
74 JHSC 74
75 JHSC 75
76 JHSC 76
77 JHSC 77
78 JHSC 78
79 JHSC 79
80 JHSC 80
81 JHSC 81
82 JHSC 82
83 JHSC 83
84 JHSC 84
85 JHSC 85
86 JHSC 86
87 JHSC 87
88 JHSC 88
89 JHSC 89
90 JHSC 90
91 JHSC 91
92 JHSC 92
93 JHSC 93
94 JHSC 94
95 JHSC 95
96 Istri Buta Yang Malang
97 Pengumuman!
98 JHSC 96
99 JHSC 97
100 JHSC 98
101 JHSC 99
102 JHSC 100
103 JHSC 101
104 JHSC 102
105 JHSC 103
106 JHSC 104
107 JHSC 105
108 JHSC 106
109 JHSC107
110 JHSC 108
111 JHSC 109
112 JHSC 110
113 Separuh Hati Untuk Nafisya
114 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115 Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117 Promo Novel Baru Author
118 Promo : Hasrat Tuan Majikan
119 Promo : HIDDEN BABY 2
120 Wanita Milik CEO Arogan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
JHSC 1
2
JHSC 2
3
JHSC 3
4
JHSC 4
5
JHSC 5
6
JHSC 6
7
JHSC 7
8
JHSC 8
9
JHSC 9
10
JHSC 10
11
JHSC 11
12
JHSC 12
13
JHSC 13
14
JHSC 14
15
JHSC 15
16
JHSC 16
17
JHSC 17
18
JHSC 18
19
JHSC 19
20
JHSC 20
21
JHSC 21
22
JHSC 22
23
JHSC 23
24
JHSC 24
25
JHSC 25
26
JHSC 26
27
JHSC 27
28
JHSC 28
29
JHSC 29
30
JHSC 30
31
JHSC 31
32
JHSC 32
33
JHSC 33
34
JHSC 34
35
JHSC 35
36
JHSC 36
37
JHSC 37
38
JHSC 38
39
JHSC 39
40
JHSC 40
41
JHSC 41
42
JHSC 42
43
JHSC 43
44
JHCS 44
45
JHSC 45
46
JHSC 46
47
JHSC 47
48
JHSC 48
49
JHSC 49
50
JHSC 50
51
JHSC 51
52
JHSC 52
53
JHSC 53
54
JHSC 54
55
JHSC 55
56
JHSC 56
57
JHSC 57
58
JHSC 58
59
JHSC 59
60
JHSC 60
61
JHSC 61
62
JHSC 62
63
JHSC 63
64
JHSC 64
65
JHSC 65
66
JHSC 66
67
JHSC 67
68
JHSC 68
69
JHSC 69
70
JHSC 70
71
JHSC 71
72
JHSC 72
73
JHSC 73
74
JHSC 74
75
JHSC 75
76
JHSC 76
77
JHSC 77
78
JHSC 78
79
JHSC 79
80
JHSC 80
81
JHSC 81
82
JHSC 82
83
JHSC 83
84
JHSC 84
85
JHSC 85
86
JHSC 86
87
JHSC 87
88
JHSC 88
89
JHSC 89
90
JHSC 90
91
JHSC 91
92
JHSC 92
93
JHSC 93
94
JHSC 94
95
JHSC 95
96
Istri Buta Yang Malang
97
Pengumuman!
98
JHSC 96
99
JHSC 97
100
JHSC 98
101
JHSC 99
102
JHSC 100
103
JHSC 101
104
JHSC 102
105
JHSC 103
106
JHSC 104
107
JHSC 105
108
JHSC 106
109
JHSC107
110
JHSC 108
111
JHSC 109
112
JHSC 110
113
Separuh Hati Untuk Nafisya
114
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
115
Mengejar Cinta Pak Duda by Teh Ijo
116
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
117
Promo Novel Baru Author
118
Promo : Hasrat Tuan Majikan
119
Promo : HIDDEN BABY 2
120
Wanita Milik CEO Arogan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!